CREEPY ROOM

CREEPY ROOM Fanspage ini membahas tentang kejadian kriminal, tragedi, dan berbagai macam peristiwa mengerikan yang terjadi di berbagai belahan dunia.

Creepy Room adalah media informasi dan arsip dokumentasi kasus-kasus kelam dari berbagai belahan dunia. Creepy Room menyajikan rangkuman insiden, kronologi, dan materi visual yang bersifat informatif serta kontekstual. Seluruh konten disusun untuk tujuan dokumentasi, referensi, dan edukasi.

Video: https://creepy.id/2026/09/kenal-via-michat-pria-asal-magetan-bunuh-wanita-di-ruko-steam-tangerang/Kasus pembunuha...
30/09/2026

Video: https://creepy.id/2026/09/kenal-via-michat-pria-asal-magetan-bunuh-wanita-di-ruko-steam-tangerang/

Kasus pembunuhan terhadap perempuan berinisial PAI di sebuah tempat usaha cuci steam motor di Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Banten, terungkap. Polisi menangkap pria berinisial AS yang diduga terlibat dalam kematian korban.

Kapolsek Cipondoh AKP Yudha Prakoso mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (26/9/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. PAI diketahui sebelumnya mengenal AS melalui aplikasi kencan MiChat dan keduanya kemudian sepakat bertemu di tempat usaha cuci steam motor tempat AS bekerja.

Menurut keterangan pemilik usaha, AS telah bekerja di lokasi tersebut selama sekitar tiga bulan.

Pertemuan PAI dan AS kemudian berujung perselisihan. Polisi menyebut perselisihan berkaitan dengan kesepakatan dalam pertemuan keduanya. AS disebut tidak mampu memenuhi pembayaran sesuai kesepakatan sehingga terjadi cekcok yang berujung pada tindakan kekerasan.

“Memang sudah dijanjikan namun ada perselisihan ya, sehingga muncul emosi yang kemudian mengakibatkan tindakan-tindakan yang mengakibatkan kematian atau hilangnya nyawa korban,” kata Yudha, Rabu (30/9/2026).

Polisi menemukan adanya luka pada bagian kepala, rahang, mulut, dan hidung korban.

Setelah kejadian, AS kemudian menghubungi rekan korban berinisial MR menggunakan ponsel milik PAI. Dalam komunikasi tersebut, AS menyampaikan bahwa korban berada dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Rekan-rekan PAI yang khawatir karena korban tidak memberikan kabar selama sekitar satu hari kemudian mendatangi lokasi sekitar pukul 04.30 WIB. Saat tiba, mereka mendapati ruko dalam keadaan terkunci dari dalam.

Sempat meninggalkan lokasi karena tidak mendapat respons, para saksi kemudian kembali dan melihat posisi kunci rolling door telah berpindah ke luar. Mereka lalu menghubungi pemilik usaha berinisial AW untuk membantu membuka pintu secara paksa.

Setelah pintu terbuka, PAI ditemukan sudah tidak bernyawa. Pada bagian wajah dan hidung korban juga terlihat bercak darah.

Temuan tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Cipondoh. Unit Reskrim Polsek Cipondoh bersama Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota melakukan olah tempat kejadian perkara dan penyelidikan.

Hasil penyelidikan mengarah kepada AS. Polisi kemudian melacak keberadaannya hingga akhirnya menangkap AS kurang dari 24 jam setelah menerima laporan penemuan jasad korban.

AS diamankan di sebuah warung es teh di Jalan KH Ahmad Dahlan, Cipondoh. Lokasi penangkapan tersebut berjarak sekitar satu kilometer dari tempat kejadian perkara.

Atas perkara tersebut, AS dijerat Pasal 458 KUHP dan Pasal 466 ayat (3) KUHP. Ia terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.

⚠️WARNING❗ [Sensitif & Disturbing]Video: https://creepy.id/2026/09/pemotor-tewas-terlindas-truk-tronton-di-pati-usai-sen...
28/09/2026

⚠️WARNING❗ [Sensitif & Disturbing]
Video: https://creepy.id/2026/09/pemotor-tewas-terlindas-truk-tronton-di-pati-usai-senggolan-saat-menyalip/

Pemotor Tewas Terlindas Truk Tronton di Pati Usai Senggolan Saat Menyalip

PATI, CREEPY ROOM – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Lingkar Selatan, tepatnya di Desa Ngawen, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Senin (28/9/2026) pagi. Seorang pengendara sepeda motor tewas setelah terjatuh dan terlindas truk tronton yang melintas di lokasi kejadian.

Kecelakaan tersebut melibatkan dua sepeda motor Honda Vario, masing-masing berwarna merah dan hitam, serta sebuah truk tronton. Insiden bermula ketika kedua pengendara sepeda motor berusaha mendahului truk dari arah yang sama.

Kanit Gakkum Polresta Pati, Iptu Moch Apri Hermawan, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut kecelakaan terjadi sekitar pukul 06.50 WIB dan dilaporkan kepada kepolisian pada pukul 07.00 WIB.

"Benar sudah kami tangani, kendaraan terlibat dua sepeda motor dan truk tronton," kata Apri saat dihubungi, Senin (28/9/2026).

Berdasarkan keterangan kepolisian, kecelakaan bermula saat sepeda motor Honda Vario merah yang dikendarai SAI (20), warga Kecamatan Gabus, melaju dari arah timur menuju barat.

Pada saat bersamaan, sepeda motor Honda Vario hitam yang dikendarai SM juga melaju dari arah yang sama. Di belakang kedua sepeda motor tersebut, sebuah truk tronton yang dikemudikan M (38), warga Kabupaten Batang, turut melaju dari timur ke barat.

Sesampainya di lokasi kejadian, pengendara Vario merah berusaha mendahului truk tronton melalui sisi kanan. Tidak berselang lama, pengendara Vario hitam juga berupaya menyalip truk melalui ruang di antara sisi kanan truk dan sisi kiri sepeda motor Vario merah.

Namun, saat kedua sepeda motor berada dalam posisi berdekatan, terjadi senggolan antara Vario merah dan Vario hitam. Jarak yang terlalu dekat membuat kedua kendaraan bersenggolan ketika sama-sama berusaha mendahului truk.

Akibat senggolan tersebut, sepeda motor Vario hitam yang dikendarai SM kehilangan keseimbangan, oleng ke kiri, lalu terjatuh ke badan jalan.

Nahas, pada saat bersamaan truk tronton yang melaju searah berada di dekat korban. Pengendara Vario hitam kemudian terlindas truk tersebut.

Benturan dan insiden terlindasnya korban mengakibatkan SM mengalami luka serius pada bagian kaki dan badan hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

" Satu orang meninggal dunia, korban mengalami luka pada bagian kaki dan badan," jelas Apri.

Selain menyebabkan korban jiwa, kecelakaan tersebut juga mengakibatkan kerusakan kendaraan dan kerugian material. Aparat kepolisian telah menangani kejadian tersebut untuk melakukan penanganan dan penyelidikan lebih lanjut.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan risiko kecelakaan ketika pengendara sepeda motor berusaha mendahului kendaraan besar, terutama di ruang jalan yang terbatas. Jarak aman, kondisi lalu lintas, serta ketersediaan ruang untuk menyalip menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan demi menghindari kecelakaan serupa.

Video: https://creepy.id/2026/09/begal-motor-di-lumajang-tewas-ditabrak-suami-korban/Aksi pencurian sepeda motor dengan ...
27/09/2026

Video: https://creepy.id/2026/09/begal-motor-di-lumajang-tewas-ditabrak-suami-korban/

Aksi pencurian sepeda motor dengan modus begal di Jalan Raya Ranuyoso, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, berakhir tragis. Seorang pelaku tewas di lokasi kejadian setelah sepeda motor yang dikendarainya ditabrak mobil yang dikemudikan suami korban. Sementara itu, satu pelaku lainnya mengalami luka berat dan harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 04.30 WIB. Insiden bermula ketika Rohimmah (32), warga Desa Penawungan, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang, hendak berangkat bekerja ke wilayah Probolinggo.

Namun, dalam perjalanan, kondisi tubuh Rohimmah yang kurang fit membuatnya menghubungi sang suami berinisial MH melalui telepon. MH kemudian meminta istrinya menunggu di sebuah warung yang berada di tepi Jalan Raya Ranuyoso, sembari menunggu dirinya datang menyusul.

Rohimmah pun menghentikan perjalanan dan memarkirkan sepeda motor Honda Beat berwarna merah muda bernomor polisi N-5060-YAC di depan warung tersebut.

Situasi yang semula berjalan biasa mendadak berubah mencekam ketika dua pria tak dikenal mendekati sepeda motor milik Rohimmah. Kedua pria tersebut diduga menjalankan aksi pencurian dengan menggunakan peralatan khusus untuk merusak kunci kendaraan.

Dalam waktu singkat, sepeda motor milik Rohimmah berhasil dibawa kabur oleh kedua pelaku ke arah utara.

Ketika MH tiba di warung, istrinya langsung memberitahukan bahwa sepeda motornya baru saja dicuri oleh dua orang pria yang melarikan diri ke arah utara.

Kasi Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, menjelaskan bahwa MH kemudian berusaha mengejar kedua pelaku menggunakan mobil Toyota Avanza berwarna perak bernomor polisi N-1362-NQ.

"Setelah MH sampai di warung, Rohimmah menjelaskan jika sepeda motornya baru saja dibawa dua orang pria tidak dikenal ke arah utara," ujar Suprapto saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (23/9/2026).

- Pengejaran Berakhir Tabrakan Maut

Mendapat kabar bahwa sepeda motor istrinya dibawa kabur, MH langsung memacu mobilnya untuk mengejar kedua pelaku. Pengejaran berlangsung di sepanjang Jalan Raya Ranuyoso, dengan kedua pria tersebut melarikan diri menggunakan sepeda motor hasil curian dan kendaraan yang diduga digunakan sebagai sarana aksi.

Tak berselang lama, MH berhasil menemukan keberadaan kedua pelaku yang masing-masing mengendarai sepeda motor.

Dalam situasi tersebut, MH kemudian menabrakkan mobil Toyota Avanza yang dikemudikannya ke arah belakang kedua sepeda motor pelaku.

Benturan keras membuat kedua pelaku terpental dari kendaraan yang mereka kendarai. Namun, insiden tersebut tidak berhenti sampai di situ.

Mobil Avanza yang dikemudikan MH turut kehilangan kendali setelah menabrak kedua sepeda motor tersebut. Kendaraan itu kemudian melaju tak terkendali hingga menghantam sebuah rumah warga yang berada di sebelah barat jalan raya.

Tabrakan tersebut mengakibatkan kerusakan pada kendaraan dan menimbulkan korban jiwa.

Salah satu pelaku berinisial MZB, warga Desa Ranuwurung, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Sementara itu, rekannya berinisial DSP, warga Desa Randuagung, mengalami luka berat. Ia menderita patah tulang pada lengan kanan dan kaki kanan, serta luka lecet di bagian wajah.

DSP yang masih selamat kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Lumajang untuk mendapatkan penanganan medis. Proses perawatan dilakukan di bawah pengawalan aparat kepolisian.

- Polisi Ungkap Modus Pencurian dengan Kunci T

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan awal, polisi mengungkap bahwa kedua pria tersebut diduga telah bekerja sama dalam menjalankan aksi pencurian sepeda motor.

Keduanya berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Beat berwarna hitam bernomor polisi N-4928-TDN yang diduga menjadi kendaraan sarana aksi.

Dalam menjalankan aksinya, DSP berperan sebagai joki yang mengendarai sepeda motor, sedangkan MZB bertugas merusak kunci kendaraan milik korban menggunakan alat khusus berupa kunci T.

Setelah berhasil merusak kunci kontak sepeda motor Honda Beat merah muda milik Rohimmah, MZB kemudian membawa kabur kendaraan tersebut. Keduanya selanjutnya melarikan diri ke arah utara sebelum akhirnya dikejar dan ditabrak oleh MH.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Barang bukti yang diamankan meliputi satu unit Honda Beat berwarna merah muda milik korban, satu unit Honda Beat hitam yang diduga digunakan sebagai sarana aksi, serta satu unit Toyota Avanza berwarna perak milik MH.

Selain kendaraan, petugas turut menyita satu buah mata kunci T yang masih tertancap pada sepeda motor korban, empat buah mata kunci T tambahan yang diduga milik pelaku, serta sebilah senjata tajam jenis celurit.

Seluruh barang bukti tersebut diamankan untuk kepentingan penyelidikan dan proses hukum lebih lanjut.

- Kasus Masih dalam Penyelidikan

Meski satu terduga pelaku meninggal dunia dan seorang lainnya mengalami luka berat, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mendalami keseluruhan rangkaian peristiwa tersebut.

Pihak kepolisian belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai perkembangan penanganan perkara, termasuk proses hukum terhadap DSP yang masih menjalani perawatan medis.

Ipda Suprapto menegaskan bahwa kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan.

"Masih proses penyelidikan," ucapnya.

Peristiwa di Jalan Raya Ranuyoso ini menyisakan sejumlah persoalan yang masih harus didalami oleh penyidik, mulai dari dugaan pencurian sepeda motor, rangkaian pengejaran dan tabrakan, hingga pertanggungjawaban hukum atas kejadian yang menyebabkan satu orang meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka berat.

Hingga keterangan terakhir disampaikan, polisi masih mengumpulkan keterangan saksi dan mendalami bukti-bukti yang ditemukan di lokasi kejadian.

Video: https://creepy.id/2026/09/hilang-jelang-pernikahan-calon-pengantin-di-aceh-tamiang-ditemukan-tewas-mengapung-di-s...
26/09/2026

Video: https://creepy.id/2026/09/hilang-jelang-pernikahan-calon-pengantin-di-aceh-tamiang-ditemukan-tewas-mengapung-di-sungai/

Hilang Jelang Pernikahan, Calon Pengantin di Aceh Tamiang Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai

ACEH TAMIANG – Kamaruzzahman, pemuda asal Kampung Tualang Baro, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, yang dilaporkan hilang sejak Minggu (20/9/2026), ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengapung di Sungai Marlempang, Kecamatan Bendahara, Selasa (22/9/2026) sore.

Jenazah korban ditemukan sekitar pukul 16.45 WIB di kawasan daerah aliran sungai (DAS) Desa Marlempang. Petugas BPBD, Damkarmat, dan Satgas SAR Aceh Tamiang kemudian mendatangi lokasi dan berkoordinasi dengan Tim INAFIS Polres Aceh Tamiang untuk melakukan identifikasi.

Komandan Operasi Pencarian BPBD Aceh Tamiang, Surya Darma, mengatakan hasil pemeriksaan INAFIS menunjukkan ciri-ciri jenazah sesuai dengan keterangan pihak keluarga. Jenazah selanjutnya dievakuasi ke RS Aceh Tamiang untuk menjalani visum sebelum diserahkan kepada keluarga di Kampung Tualang Baro.

Sebelumnya, Kamaruzzahman diketahui meninggalkan tempat kerjanya di Tualang Baro sekitar pukul 02.52 WIB pada Minggu dini hari. Sekitar pukul 03.30 WIB, mobil yang digunakannya ditemukan dalam keadaan kosong dan terparkir di atas T**i Kuning atau Jembatan Kuning, Desa Alur Manis.

Mobil tersebut kemudian diamankan ke Mapolres Aceh Tamiang pada Minggu malam oleh polisi bersama keluarga dan perangkat desa.

Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga karena Kamaruzzahman dijadwalkan menikah dengan seorang perempuan asal Pantonlabu pada Kamis (24/9/2026), hanya dua hari setelah jenazahnya ditemukan.

Hingga kini, belum diketahui bagaimana korban bisa berada di Sungai Marlempang dan apa penyebab kematiannya. Polres Aceh Tamiang masih melakukan penyelidikan, sementara hasil visum diharapkan dapat membantu mengungkap penyebab pasti kematian korban.

⚠️WARNING❗ [Sensitif & Disturbing]Video: https://creepy.id/2026/09/kecelakaan-maut-di-simpang-asem-cikande-pasutri-tewas...
26/09/2026

⚠️WARNING❗ [Sensitif & Disturbing]
Video: https://creepy.id/2026/09/kecelakaan-maut-di-simpang-asem-cikande-pasutri-tewas-tertabrak-forklift/

Kecelakaan Maut di Simpang Asem Cikande, Pasutri Tewas Tertabrak Forklift

CIKANDE, CREEPY ROOM – Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di Simpang Asem, Jalan Raya Serang–Tangerang, tepatnya di Kampung Parigi, Desa Parigi, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu (26/9/2026). Sepasang suami istri (pasutri) asal Cikande meninggal dunia setelah sepeda motor yang mereka kendarai bertabrakan dengan sebuah kendaraan forklift.

Kedua korban diketahui bernama Mukri dan istrinya, Ima, warga Kampung Pinggirawa, Desa Songom, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang. Keduanya meninggal dunia di lokasi kejadian akibat benturan keras dalam kecelakaan yang melibatkan sepeda motor Honda Beat bernomor polisi A 6850 IH dan TCM Forklift bernomor polisi B 9918 SE.

Peristiwa tragis tersebut terjadi ketika kedua kendaraan melintas di persimpangan yang menghubungkan arus lalu lintas dari arah Rangkasbitung, Serang, dan Tangerang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan bermula saat Mukri mengendarai sepeda motor dengan memboncengkan istrinya, Ima. Keduanya diketahui sedang melaju dari arah Rangkasbitung menuju Tangerang.

Setibanya di Kampung Parigi, Desa Parigi, sepeda motor yang dikendarai Mukri berbelok ke kanan untuk mengambil arah menuju Tangerang.

Namun, pada saat bersamaan, sebuah kendaraan TCM Forklift yang dikemudikan Sabam Gultom melaju lurus dari arah Serang menuju Tangerang.

Karena jarak antara kedua kendaraan sudah terlalu dekat, tabrakan pun tidak dapat dihindari. Benturan depan-samping antara forklift dan sepeda motor tersebut mengakibatkan Mukri dan Ima mengalami luka fatal hingga meninggal dunia di tempat kejadian.

Kecelakaan tersebut sontak menjadi perhatian di sekitar lokasi. Petugas kepolisian kemudian bergerak melakukan penanganan dan mengevakuasi kedua korban ke RSUD Dr. Drajat Prawiranegara, Serang.

Kapolsek Cikande, Kompol Rudika Harto Kanajiri, membenarkan terjadinya kecelakaan maut yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.

Rudika menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. Pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan Satlantas Polres Serang, pihak rumah sakit, serta PT Jasa Raharja untuk membantu penanganan pascakecelakaan.

Koordinasi lintas instansi tersebut dilakukan agar proses pengurusan hak-hak santunan asuransi bagi keluarga korban dapat berjalan dengan lancar dan cepat.

Sementara itu, pengemudi forklift, Sabam Gultom, bersama kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan telah diamankan oleh petugas untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Penanganan perkara selanjutnya diserahkan kepada Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Serang guna mendalami kronologi dan penyebab kecelakaan tersebut.

Kepolisian mengimbau seluruh pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika melintasi persimpangan dan melakukan manuver berbelok. Pengendara juga diminta mematuhi aturan lalu lintas serta memastikan kondisi jalan dan arus kendaraan aman sebelum berpindah arah.

Video: https://creepy.id/2026/09/tak-ada-kabar-selama-4-bulan-pria-di-bungo-ditemukan-terkubur-di-kebun-sawit/Hilang 4 B...
25/09/2026

Video: https://creepy.id/2026/09/tak-ada-kabar-selama-4-bulan-pria-di-bungo-ditemukan-terkubur-di-kebun-sawit/

Hilang 4 Bulan, Pria Asal Bungo Ditemukan Terkubur di Kebun Sawit Merangin, Istri dan Mertua Diamankan

MUARA BUNGO – Budi Lestari alias Munyuk (38), warga Unit 14 Kuamang Kuning, Kecamatan Pelepat Ilir, Kabupaten Bungo, Jambi, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi terkubur di perkebunan kelapa sawit wilayah Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin.

Korban sebelumnya dilaporkan hilang selama sekitar empat bulan. Jasadnya ditemukan pada Selasa (22/9/2026) malam, sekitar pukul 19.00 WIB, setelah teman korban bersama sejumlah warga melakukan pencarian di kawasan perkebunan.

Penemuan bermula ketika warga menemukan gundukan tanah mencurigakan di perbatasan lahan sawit. Setelah dilaporkan kepada polisi dan dilakukan pemeriksaan di lokasi, ditemukan jasad Budi yang terkubur dengan kondisi tangan terikat tali yang juga melilit lehernya.

Lokasi penemuan jasad berjarak sekitar 50 kilometer dari daerah asal korban di Kabupaten Bungo.

- Istri dan Mertua Diamankan

Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi mengamankan dua perempuan berinisial MM (34), yang merupakan istri korban, serta J (61), ibu mertua korban.

Kapolres Merangin AKBP Kiki Firmansyah melalui Kasat Reskrim AKP Eka Putra Yuliesman Koto mengatakan, polisi juga memburu seorang pria berinisial M (28) yang telah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO).

Sementara itu, hilangnya Budi mulai menimbulkan kecurigaan setelah ia tidak lagi mendatangi rumah temannya seperti kebiasaan sebelumnya. Korban biasanya berkunjung setiap dua minggu sekali atau paling lama satu bulan sekali.

Temannya sempat mencoba menghubungi Budi, tetapi tidak mendapat respons. Pencarian informasi kemudian dilakukan kepada orang-orang yang mengenal korban. Salah seorang warga di Desa Sungai Abu, Kecamatan Tabir, sempat menyebut Budi sedang pergi merantau.

- Motif Pembunuhan Masih Didalami

Penemuan jasad Budi menjadi titik terang atas hilangnya korban selama berbulan-bulan. Namun, penyebab kematian, motif, serta kronologi lengkap peristiwa tersebut masih dalam penyelidikan kepolisian.

Polisi terus mendalami keterangan para pihak dan mengumpulkan bukti untuk mengungkap dugaan pembunuhan tersebut.

Hingga kini, satu orang masih diburu polisi, sementara dugaan keterlibatan pihak-pihak yang telah diamankan harus dibuktikan melalui proses hukum.

Video: https://creepy.id/?p=3449Jenazah Surakman alias Sukarman (60), anak buah kapal (ABK) Arupadatu I yang hilang bers...
25/09/2026

Video: https://creepy.id/?p=3449

Jenazah Surakman alias Sukarman (60), anak buah kapal (ABK) Arupadatu I yang hilang bersama lima jurnalis dan dua kru lainnya, ditemukan di perairan Pulau Enggano, Bengkulu. Identitas korban dipastikan melalui pemeriksaan DNA setelah jenazah ditemukan pada Sabtu, 12 September 2026.

Tim Disaster Victim Identification (DVI) memastikan identitas Sukarman setelah hasil pemeriksaan DNA menunjukkan kecocokan dengan sampel DNA anak kandungnya, Yayat. Hasil identifikasi tersebut disampaikan secara resmi pada Rabu, 23 September 2026, setelah proses pemeriksaan berlangsung sekitar 10 hari.

Jenazah laki-laki tanpa identitas itu ditemukan di perairan Sawang Bengkok, Desa Kahyapu, Kecamatan Enggano, pada hari kelima operasi SAR. Lokasi penemuan berjarak sekitar 360 kilometer dalam garis lurus dari Gunung Anak Krakatau.

Sukarman merupakan satu dari delapan orang yang berada di kapal Arupadatu I ketika kapal tersebut dilaporkan hilang dalam perjalanan menuju Gunung Anak Krakatau pada 7 September 2026.

- Kapal dan Tujuh Orang Lainnya Masih Hilang

Kapolda Banten Irjen Hengki menyampaikan bahwa hingga Rabu, 23 September 2026, keberadaan kapal Arupadatu I beserta tujuh orang lainnya masih belum diketahui.

Pihak kepolisian belum dapat memastikan apakah kapal tersebut terbawa arus, terendam, atau tenggelam ke dasar laut.

"Yang pasti dari sampai dengan sekarang, Arupadatu I, kapalnya tidak ditemukan, sekarang masih hilang, belum ada kejelasan kapal itu ke mana," kata Hengki dalam konferensi pers.

Belum ada p**a data yang dapat memastikan kondisi lima jurnalis, kapten kapal, dan pemandu yang masih hilang.

- Kronologi Hilangnya Arupadatu I

Kapal Arupadatu I bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Senin, 7 September 2026, sekitar pukul 14.00 WIB.

Kapal tersebut membawa delapan orang yang terdiri atas lima jurnalis dan tiga kru kapal. Mereka menuju Gunung Anak Krakatau untuk meliput aktivitas erupsi gunung tersebut.

Sekitar pukul 14.42 WIB, salah satu anggota rombongan sempat mengirimkan titik lokasi terakhir kapal. Namun, komunikasi terputus sekitar pukul 15.04 WIB ketika kapal berada di perairan antara Carita dan Gunung Anak Krakatau.

Sejak saat itu, kapal dan seluruh penumpangnya dilaporkan hilang hingga akhirnya salah satu jenazah ditemukan di perairan Enggano.

Lima jurnalis yang berada dalam rombongan tersebut adalah Muhammad Bagus Khoirunnas (28) dari ANTARA, Arie Basuki (52) dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto (43) dari iNews, Firdaus Wajidi (42) dari Anadolu, serta Donal Husni (51), jurnalis lepas.

Sementara tiga kru kapal terdiri atas Warta (55) selaku kapten, Sukarman (60) sebagai ABK, dan Heriyanto (49) sebagai pemandu.

- Pencarian Libatkan 523 Personel

Operasi SAR terhadap kapal Arupadatu I berlangsung selama 10 hari. Pada hari terakhir pencarian, sebanyak 523 personel dikerahkan dengan area penyisiran mencapai 8.509 mil laut persegi.

Meski pencarian dilakukan secara luas, tim SAR belum berhasil menemukan kapal maupun tujuh orang lainnya yang masih hilang.

Penemuan Sukarman menjadi satu-satunya kepastian identitas korban dalam insiden tersebut. Sementara itu, penyebab hilangnya kapal, lokasi keberadaan Arupadatu I, serta nasib lima jurnalis dan dua kru lainnya masih belum terungkap.

Hingga kini, pihak kepolisian belum memberikan kepastian mengenai apa yang sebenarnya terjadi terhadap kapal tersebut setelah komunikasi terakhir terputus di perairan Selat Sunda.

Video: https://creepy.id/2026/09/tambang-nikel-konawe-utara-longsor-4-pekerja-tewas-tertimbun/KONAWE UTARA, CREEPY ROOM ...
24/09/2026

Video: https://creepy.id/2026/09/tambang-nikel-konawe-utara-longsor-4-pekerja-tewas-tertimbun/

KONAWE UTARA, CREEPY ROOM – Kecelakaan kerja maut terjadi di area pertambangan nikel di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra). Longsor yang terjadi di Blok A, Desa Lameruru, Kecamatan Langgikima, menimpa enam karyawan PT Kelompok Delapan Indonesia (KDI). Empat pekerja dilaporkan meninggal dunia setelah tertimbun material longsoran, sementara dua pekerja lainnya berhasil selamat.

Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 16.40 WITA. Insiden bermula ketika sejumlah karyawan tengah menjalankan aktivitas produksi dan mengambil sampel hasil tambang untuk dibawa ke laboratorium. Namun, kegiatan operasional tersebut berubah menjadi situasi darurat setelah material tanah di area pertambangan mengalami longsor dan membuat sebuah ekskavator terjebak.

Kapolres Konawe Utara AKBP Rico Fernanda membenarkan adanya kecelakaan kerja yang mengakibatkan empat karyawan meninggal dunia. Keterangan tersebut disampaikan saat dikonfirmasi detikcom pada Rabu (23/9/2026).

"Telah terjadi kecelakaan kerja berupa longsor yang mengakibatkan 4 orang karyawan meninggal dunia," ujar Rico.

- Berawal dari Longsor Kecil yang Menimbun Ekskavator

Berdasarkan keterangan kepolisian, sebelum insiden maut terjadi, para karyawan PT KDI sedang melaksanakan pekerjaan di area tambang Blok A, Desa Lameruru, Kecamatan Langgikima.

Aktivitas di lokasi tersebut meliputi kegiatan produksi nikel serta pengambilan sampel hasil produksi yang selanjutnya akan dibawa ke laboratorium untuk menjalani pemeriksaan.

Situasi mulai berubah setelah proses pengambilan sampel selesai. Saat itu, terjadi longsor kecil di area pertambangan yang menyebabkan sebuah ekskavator terbenam dan terjebak di tengah material tanah.

Kondisi tersebut membuat sejumlah karyawan berupaya melakukan evakuasi terhadap alat berat yang tidak dapat keluar dari lokasi. Sekitar enam pekerja kemudian terlibat dalam upaya mengeluarkan ekskavator tersebut.

"Setelah pengambilan sampel, terjadi longsor kecil yang mengakibatkan ekskavator terbenam. Kemudian sekitar 6 orang karyawan melakukan evakuasi terhadap ekskavator tersebut," beber Rico.

Para pekerja berupaya menangani kondisi alat berat tersebut agar dapat dikeluarkan dari area yang terdampak longsoran. Namun, proses evakuasi tidak dapat diselesaikan pada hari itu.

Waktu kerja yang telah memasuki akhir shift membuat proses evakuasi ekskavator dihentikan sementara. Rencananya, pekerjaan tersebut akan dilanjutkan pada Rabu (23/9/2026) pagi.

Akan tetapi, sebelum proses evakuasi dapat kembali dilaksanakan sesuai rencana, longsor susulan justru terjadi dan menimbulkan korban jiwa.

- Longsor Susulan Menimpa Enam Pekerja

Menurut penjelasan Kapolres Konawe Utara, longsor kedua terjadi ketika tim produksi sedang berjalan untuk kembali dari lokasi kerja. Pada saat bersamaan, ekskavator yang sebelumnya terjebak juga sedang diupayakan untuk dikeluarkan dari area tersebut.

Dalam situasi tersebut, material tanah tiba-tiba kembali longsor dan menimpa enam karyawan yang berada di lokasi.

"Setelah tim produksi berjalan untuk kembali dan ekskavator juga akan trapping keluar, tiba-tiba terjadi longsor dan mengakibatkan 6 orang tertimpa longsor," beber Rico.

Longsoran tersebut membuat enam pekerja terjebak dalam material tanah yang runtuh. Peristiwa yang berlangsung secara tiba-tiba itu menyebabkan para pekerja berada dalam situasi berbahaya di tengah aktivitas pertambangan.

Dari enam karyawan yang tertimpa longsor, dua orang berhasil menyelamatkan diri. Salah satu pekerja yang selamat merupakan operator ekskavator yang berhasil keluar ketika alat berat tersebut sedang diupayakan untuk dikeluarkan dari lokasi.

Sementara empat pekerja lainnya tertimbun material longsoran dan dinyatakan meninggal dunia.

"Dua orang berhasil selamat, termasuk operator alat ekskavator yang trapping keluar, sedangkan 4 orang lainnya tertimbun longsor tersebut," lanjut Rico.

Dengan demikian, insiden longsor di area tambang Blok A tersebut mengakibatkan empat karyawan PT KDI kehilangan nyawa. Dua pekerja lainnya dilaporkan selamat dari kejadian tersebut.

- Empat Korban Meninggal Merupakan Karyawan PT KDI

Setelah menerima laporan mengenai kecelakaan kerja di area pertambangan tersebut, anggota piket Polsek Wiwirano langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan.

Kepolisian kemudian mengonfirmasi identitas empat pekerja yang meninggal dunia dalam insiden longsor tersebut.

Keempat korban masing-masing bernama:

* Brian Yoga Pratama.

* Peris.

* Ghea Kurnia Yoga.

* Wayan Juliana Putra.

Kapolres Konawe Utara AKBP Rico Fernanda memastikan bahwa seluruh korban meninggal dunia merupakan karyawan PT Kelompok Delapan Indonesia.

"Keempatnya tercatat sebagai karyawan PT KDI," pungkasnya.

Kepergian empat pekerja tersebut menambah duka bagi keluarga korban, rekan kerja, serta pihak perusahaan. Mereka sebelumnya berada di area tambang untuk menjalankan aktivitas pekerjaan, sebelum akhirnya menjadi korban longsor yang terjadi secara tiba-tiba.

- Pihak Perusahaan Masih Berduka

Sementara itu, Kepala Supervisor sekaligus Penanggung Jawab Lapangan PT KDI, Sutamin Rembasa, belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai insiden yang menewaskan empat karyawan tersebut.

Saat dikonfirmasi media, Sutamin menyampaikan bahwa pihak perusahaan masih berada dalam suasana berduka atas peristiwa yang terjadi di wilayah operasional pertambangan mereka.

"Izin kami masih berduka," kata Sutamin saat dikonfirmasi media.

Hingga informasi ini disusun, belum terdapat penjelasan lebih lanjut dari pihak perusahaan mengenai kondisi teknis area tambang sebelum kejadian, termasuk faktor yang menyebabkan longsor susulan hingga menimpa enam pekerja.

Penyebab pasti longsor serta hasil pemeriksaan teknis dan keselamatan kerja juga belum dijelaskan dalam keterangan yang tersedia. Oleh karena itu, faktor pemicu kejadian maupun dugaan adanya kelalaian belum dapat disimpulkan.

Peristiwa di Konawe Utara ini menjadi pengingat akan risiko besar yang dihadapi para pekerja di sektor pertambangan, terutama ketika beraktivitas di kawasan yang memiliki potensi pergerakan tanah. Di balik kegiatan produksi dan operasional alat berat, terdapat keselamatan para pekerja yang menjadi hal mendasar dalam setiap aktivitas pertambangan.

Empat karyawan PT KDI kini menjadi korban dalam tragedi longsor tersebut, sementara keluarga yang ditinggalkan harus menghadapi kehilangan orang-orang terdekat mereka.

Video: https://creepy.id/2026/09/pembunuhan-di-sampang-pria-50-tahun-tewas-dibacok-menantu-sendiri-motif-sakit-hati/Trag...
24/09/2026

Video: https://creepy.id/2026/09/pembunuhan-di-sampang-pria-50-tahun-tewas-dibacok-menantu-sendiri-motif-sakit-hati/

Tragedi pembunuhan terjadi di Dusun Tlageh, Desa Mambulu Barat, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, Minggu (20/9/2026) malam. Seorang pria berinisial M (50) tewas dibacok menantunya sendiri, DL (25), yang diduga dipicu rasa sakit hati.

Peristiwa berdarah itu terjadi sekitar pukul 21.00 WIB. Saat kejadian, korban sedang duduk santai di teras rumah setelah mengupas kelapa.

Menurut Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, pelaku tiba-tiba datang dan mengambil sebilah calok yang tergeletak di teras rumah.

DL kemudian mendekati korban yang sedang menghadap ke barat dan membacok leher sebelah kiri korban hingga mengalami luka fatal. Setelah melakukan penyerangan, pelaku langsung melarikan diri.

Menerima laporan kejadian tersebut, polisi mendatangi lokasi dan mengevakuasi korban ke puskesmas. Sementara itu, Tim URC Satreskrim Polres Sampang dikerahkan untuk memburu pelaku.

Pelarian DL akhirnya berakhir setelah polisi berhasil menemukannya bersembunyi di sebuah musala di Dusun Burajeh, Desa Mambulu Barat.

Polisi turut mengamankan sebilah parang dan pakaian korban sebagai barang bukti. Berdasarkan keterangan kepolisian, pembunuhan tersebut diduga dipicu rasa sakit hati, meski penyebab spesifiknya belum diuraikan secara terperinci.

Atas perbuatannya, DL dijerat Pasal 458 ayat (1) KUHP subsider Pasal 468 ayat (2) KUHP dan terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.

# # #

Address

South Jakarta

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when CREEPY ROOM posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share