30/11/2025
Rulin Rahayu (32 thn), yang berasal dari Sidoarjo sejak tahun 2015 berpacaran dengan Bangkit Maknutu asal Sumenep. Mereka berdua bekerja sebagai sales mobil. Layaknya sedang dimabuk asmara, Rulin selalu merasa tersanjung dengan kata-kata manis Bangkit. Suatu ketika, Rulin minta tolong Bangkit untuk menjual mobil Suzuki Swift miliknya. Mobil itu laku senilai 93 juta. Tapi Rulin tak pernah menerima uang itu karena Bangkit tak memberikan uang itu kepadanya. Ia hanya memberi Rulin sebesar 5 juta saja. Setiap Rulin meminta uang hasil penjualan mobilnya, Bangkit selalu berkelit dan beralasan.
Tahun 2016, Bangkit ingin membeli mobil. Ia membujuk Rulin agar mau mengajukan kredit mobil untuknya atas nama Rulin. Rulin ragu, tapi Bangkit dengan kata-kata manisnya membujuk Rulin. Dan berjanji akan menikahi Rulin. Akhirnya, Rulin bersedia. Singkat cerita mobil berhasil keluar. Awalnya pembayaran lancar, tapi kemudian mulai tersendat. Rulin yang selalu ditelpon debt collector karena selalu telat bayar, gusar. Hal ini membuat mereka s**a bertengkar.
Dan pada 2017, mereka putus. Bangkit kemudian hilang, tak pernah muncul lagi. Rulin gemas, karena ditinggali setumpuk hutang. Hutang cicilan mobil terpaksa diambil alih Rulin, karena dari awal, kredit mobil memang atas nama Rulin. Jika cicilan tak dibayar apalagi macet, maka Rulinlah yang akan dikejar debt collector. Hutang cicilan yang masih harus dibayar adalah 145 juta. Sementara mobil dibawa Bangkit entah kemana. Rulin sudah berusaha mendatangi tempat kerja Bangkit di dealer mobil di Surabaya. Tapi info yang didapat, Bangkit sudah tak lagi bekerja disana.
Disaat yang sama, Rulin kembali menjalin kasih dengan Bambang Irawan (27 thn). Kepada Bambang, Rulin berkeluh kesah soal Bangkit. Info terakhir yang didapat Rulin, Bangkit ada di kampung halamannya, Sumenep.
Pada September 2017, Rulin dan Bambang pergi ke Sumenep, mencari Bangkit. Tujuannya, meminta Bangkit segera melunasi hutang-hutangnya pada Rulin karena Rulin yang selama ini membayar cicilan mobil. Tetapi begitu bertemu dengan Bangkit, Bangkit malah marah-marah dan mengusir mereka. Bangkit juga tidak pernah merasa bersalah sehingga Rulin akhirnya mengadukan Bangkit ke Polres Sumenep. Tapi laporang Rulin, ditunggu-tunggu, tak ada kejelasan.
Bulan Desember 2017, Rulin dan Bambang menikah. Setelah menjadi suami, Bambang makin kesal karena cicilan Bangkit akhirnya menjadi tanggungjawabnya juga. Bambang tak tahu dimana Bangkit dan entah ada dimana.
Pada Senin, 14 Oktober 2019, ketika Rulin mengikuti pelatihan yang diselenggarakan di Surabaya, Rulin kaget melihat Bangkit juga ikut pelatihan. Ternyata selama ini Bangkit bekerja di dealer Suzuki di cabang dan tempat lain. Rulin segera menelpon Bambang, suaminya agar segera ke Dealer tempat Rulin mengikuti pelatihan, karena khawatir Bangkit akan menghilang lagi. Bambang setuju. Tapi, kali ini ia tidak mau sendirian. Bambang mengajak beberapa temannya yaitu Imron, Alam, Kresna dan Rizaldi. Sore hari sekitar pukul 16.45, Bambang dan teman-temannya tiba di dealer mobil. Rizaldi tidak ikut. Ia berjanji akan menyusul.
Bambang segera menemui Bangkit, dan yang lain menunggu di mobil. Bambang menagih hutang kepada Bangkit, tetapi Bangkit menolak hingga akhirnya pecah pertengkaran diantara keduanya. Teman-teman Bambang turun dari mobil dan segera membawa Bangkit masuk ke dalam mobil. Kepada orang-orang yang melihat kejadian itu, Bambang mengatakan Bangkit akan di bawa ke kantor polisi untuk mempertanggung jawabkan hutang-hutangnya. Bangkit sempat melawan, tetapi kalah kuat. Seorang karyawan sempat merekam kejadian itu dengan ponselnya. Satpam juga tak bisa berbuat apa-apa. Rulin tidak ikut ke dalam mobil.
Di jok belakang, Bangkit duduk diapit Alam dan Imron. Ketika masuk jalan Ketintang, lalu lintas macet. Kesempatan ini digunakan Bangkit untuk keluar dari mobil. Ia menendang pintu mobil dan kabur. Keadaan menjadi kacau. Bambang yang sedang mengemudi panik dan menabrak mobil di depannya. Kejadian itu jadi tontonan masyarakat, terlebih lagi Bangkit berlari sambil berteriak minta tolong mengatakan ia korban penculikan. Orang disekitar segera menghampiri Bambang CS, tetapi begitu dijelaskan kalau Bangkit mempunyai hutang dengannya dan akan dibawa ke kantor polisi, emosi orang sekitar beralih ke Bangkit. Bangkit dikejar dan di keroyok sebelum kemudian dimasukkan kembali ke dalam mobil. Bambang CS kembali ke dealer mobil untuk menyelesaikan mobil yang ditabraknya. Rizaldi yang menyusul, ikut dalam mobil. Setelah selesai urusan, Bambang CS membawa mobil, tapi bukan ke kantor polisi..
Di tol Gunung Sari, Bangkit dipukuli. Sempat ingin menurunkan Bangkit di jalan tol, tetapi Imron bilang, lebih baik membawa Bangkit ke kawasan sepi Cangar, Kota Batu. Di perjalanan menuju Cangar, tangan dan kaki Bangkit diikat dengan ikat pinggang. Ia kembali dipvkvli bahkan bibirnya disvndvt dengan rokok.
Rulin yang tidak ikut mencoba menghubungi Bambang tetapi tidak diangkat. Rulin akhirnya mengirim chat via WA dan bilang agar Bambang tidak macam-macam dan tidak menyakiti Bangkit. Di daerah Pacet, Imron menutup mata Bangkit dengan kemeja dan menyumpal mulut Bangkit dengan bandana milik Bambang.
Pukul 9 mereka tiba di Cangar. Bangkit disuruh keluar dari mobil dan diperintahkan berdiri diatas jembatan. Dan byuuuur..
Pukul setengah dua belas malam, Bambang tiba di rumah. Ketika ditanya soal Bangkit, Bambang bilang Bangkit keluar lalu melompat dan jatuh ke jurang di kawasan Cangar, begitu kata Bambang kepada Rulin.
Mey, istri Bangkit berusaha menghubgui Bangkit karena tidak p**ang-p**ang dari pelatihan. HP nya tidak pernah dijawab. Ketika Mey menghubungi dealer Suzuki tempat Bangkit pelatihan, Mey mendapat jawaban kalau Bangkit dibawa segerombolan orang dengan paksa dan ada hubungannya dengan Rulin. Video rekaman kejadian Bangkit dibawa, dikirim kepada Mey. Keesokan harinya, Selasa 15 Oktober 2019, Mey melaporkan hilangnya Bangkit pada polisi.
Rabu malam, 16 Oktober, Mey dihubungi polisi yang mengabarkan kalau suaminya, Bangkit telah meninggal. Jasadnya diketemukan di sungai Watu Ondo dibawah jembatan Cangar Kota Batu. Jasad dibawa ke RS Bhayangkara Hastabrata di Batu. Mey yang baru menikah 16 April 2019 dan sedang mengandung 6 bulan, histeris melihat jasad suaminya yang b@b4k b3lvr.
Menurut Mey, Bangkit suami yang baik dan rajin sholat. Mey tahu suaminya punya masalah dengan mantan pacarnya. Tetapi tidak tau masalahnya apa karena Bangkit tidak pernah bercerita. Barulah setelah kejadian, mey tau masalahnya. Ibu Bangkit juga bercerita bahwa Rulin pernah datang ke Sumenep menagih hutang.
Bangkit kemudian di makamkan keesokan harinya pada Kamis, 17 Oktober di pemakaman keluarga.
Polisi menangkap 6 pelaku termasuk Rulin berdasarkan bukti rekaman saat Bangkit diculik, juga kesaksian orang banyak yang berada pada saat kejadian. Persidangan di gelar di PN Surabaya. Meski awalnya para pelaku tidak berniat membvnvh Bangkit, toh Bangkit dibvnvh juga. Bangkit setelah diseret keluar dari mobil disuruh berdiri di atas jembatan dengan mata tertutup. Bambang mendorong Bangkit yang jatuh ke sungai dibawah jembatan.
Rulin yang tak ikut dalam pembvnvh@n, divonis 5 tahun penjara, Bambang 12 tahun, Imron dan Alam 10 tahun penjara, Kresna dan Rizaldi 8 tahun penjara. Tak ada yang diuntungkan dari kasus ini. Yang dihutangi tak berhasil mendapatkan uangnya kembali, malah masuk penjara. Yang berhutang tak mungkin bayar karena sudah tiada.
Kalau temen-temen ada di posisi Rulin, melapor polisi tapi tak ada tanggapan, sementara yang berhutang bebas, kesana kemari, apa yang mesti dilakukan🤔🙄
*dari berbagai sumber