Gigigeraldine

  • Home
  • Gigigeraldine

Gigigeraldine Hallo jangan lupa pencet tombol ikuti👍👍

Kayu glondongan yg hnyut terbawa banjir, Jgn main ambil dan pakai saja😱‼️‼️Sosok Alex Indra Lukman, DPR RI Minta Warga J...
19/12/2025

Kayu glondongan yg hnyut terbawa banjir, Jgn main ambil dan pakai saja😱‼️‼️

Sosok Alex Indra Lukman, DPR RI Minta Warga Jangan Asal Pakai Kayu Gelondongan Sisa Banjir.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, jadi sorotan usai pernyataannya terkait fenomena warga memanfaatkan kayu gelondongan sisa banjir Sumatera sebagai barang ekonomis.

Alex menegaskan pemanfaatan kayu-kayu tersebut tidak boleh dilakukan secara sembarangan meski bernilai ekonomis bagi masyarakat.

Menurut Alex, pengelolaannya tetap harus mengacu pada Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.
Gmna menurut kamu❓

DPR merespons pemanfaatan kayu gelondongan sisa banjir Sumatera.Diketahui, kayu gelondongan yang diduga hasil perambahan...
18/12/2025

DPR merespons pemanfaatan kayu gelondongan sisa banjir Sumatera.

Diketahui, kayu gelondongan yang diduga hasil perambahan hutan banyak yang terbawa banjir.

Kayu gelondongan menghantam permukiman, merusak rumah warga hingga menutupi jalan, seperti yang terlihat di Garoga, Batangtoru Tapanuli Selatan, Sumut.

Masyarakat memanfaatkan barang bernilai ekonomis seperti papan.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman, menyoroti fenomena masyarakat yang mulai memanfaatkan kayu gelondongan tersebut.

Alex menegaskan, pemanfaatan kayu-kayu tersebut tidak boleh dilakukan secara sembarangan, meski bernilai ekonomis bagi masyarakat.

Menurut Alex, pengelolaannya tetap harus mengacu pada Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.

“Hari ini kita melihat, warga menjadikan kayu berbagai ukuran dan jenis itu, sebagai barang bernilai ekonomis seperti papan dan sejenisnya. Ini tak bisa dibiarkan terus berlanjut, karena penanganannya mesti merujuk UU No 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah,” kata Alex, kepada wartawan Rabu (17/12/2025).

Sc = Tribunnews

Rulin Rahayu (32 thn), yang berasal dari Sidoarjo sejak tahun 2015 berpacaran dengan Bangkit Maknutu asal Sumenep. Merek...
30/11/2025

Rulin Rahayu (32 thn), yang berasal dari Sidoarjo sejak tahun 2015 berpacaran dengan Bangkit Maknutu asal Sumenep. Mereka berdua bekerja sebagai sales mobil. Layaknya sedang dimabuk asmara, Rulin selalu merasa tersanjung dengan kata-kata manis Bangkit. Suatu ketika, Rulin minta tolong Bangkit untuk menjual mobil Suzuki Swift miliknya. Mobil itu laku senilai 93 juta. Tapi Rulin tak pernah menerima uang itu karena Bangkit tak memberikan uang itu kepadanya. Ia hanya memberi Rulin sebesar 5 juta saja. Setiap Rulin meminta uang hasil penjualan mobilnya, Bangkit selalu berkelit dan beralasan.

Tahun 2016, Bangkit ingin membeli mobil. Ia membujuk Rulin agar mau mengajukan kredit mobil untuknya atas nama Rulin. Rulin ragu, tapi Bangkit dengan kata-kata manisnya membujuk Rulin. Dan berjanji akan menikahi Rulin. Akhirnya, Rulin bersedia. Singkat cerita mobil berhasil keluar. Awalnya pembayaran lancar, tapi kemudian mulai tersendat. Rulin yang selalu ditelpon debt collector karena selalu telat bayar, gusar. Hal ini membuat mereka s**a bertengkar.

Dan pada 2017, mereka putus. Bangkit kemudian hilang, tak pernah muncul lagi. Rulin gemas, karena ditinggali setumpuk hutang. Hutang cicilan mobil terpaksa diambil alih Rulin, karena dari awal, kredit mobil memang atas nama Rulin. Jika cicilan tak dibayar apalagi macet, maka Rulinlah yang akan dikejar debt collector. Hutang cicilan yang masih harus dibayar adalah 145 juta. Sementara mobil dibawa Bangkit entah kemana. Rulin sudah berusaha mendatangi tempat kerja Bangkit di dealer mobil di Surabaya. Tapi info yang didapat, Bangkit sudah tak lagi bekerja disana.
Disaat yang sama, Rulin kembali menjalin kasih dengan Bambang Irawan (27 thn). Kepada Bambang, Rulin berkeluh kesah soal Bangkit. Info terakhir yang didapat Rulin, Bangkit ada di kampung halamannya, Sumenep.

Pada September 2017, Rulin dan Bambang pergi ke Sumenep, mencari Bangkit. Tujuannya, meminta Bangkit segera melunasi hutang-hutangnya pada Rulin karena Rulin yang selama ini membayar cicilan mobil. Tetapi begitu bertemu dengan Bangkit, Bangkit malah marah-marah dan mengusir mereka. Bangkit juga tidak pernah merasa bersalah sehingga Rulin akhirnya mengadukan Bangkit ke Polres Sumenep. Tapi laporang Rulin, ditunggu-tunggu, tak ada kejelasan.

Bulan Desember 2017, Rulin dan Bambang menikah. Setelah menjadi suami, Bambang makin kesal karena cicilan Bangkit akhirnya menjadi tanggungjawabnya juga. Bambang tak tahu dimana Bangkit dan entah ada dimana.

Pada Senin, 14 Oktober 2019, ketika Rulin mengikuti pelatihan yang diselenggarakan di Surabaya, Rulin kaget melihat Bangkit juga ikut pelatihan. Ternyata selama ini Bangkit bekerja di dealer Suzuki di cabang dan tempat lain. Rulin segera menelpon Bambang, suaminya agar segera ke Dealer tempat Rulin mengikuti pelatihan, karena khawatir Bangkit akan menghilang lagi. Bambang setuju. Tapi, kali ini ia tidak mau sendirian. Bambang mengajak beberapa temannya yaitu Imron, Alam, Kresna dan Rizaldi. Sore hari sekitar pukul 16.45, Bambang dan teman-temannya tiba di dealer mobil. Rizaldi tidak ikut. Ia berjanji akan menyusul.

Bambang segera menemui Bangkit, dan yang lain menunggu di mobil. Bambang menagih hutang kepada Bangkit, tetapi Bangkit menolak hingga akhirnya pecah pertengkaran diantara keduanya. Teman-teman Bambang turun dari mobil dan segera membawa Bangkit masuk ke dalam mobil. Kepada orang-orang yang melihat kejadian itu, Bambang mengatakan Bangkit akan di bawa ke kantor polisi untuk mempertanggung jawabkan hutang-hutangnya. Bangkit sempat melawan, tetapi kalah kuat. Seorang karyawan sempat merekam kejadian itu dengan ponselnya. Satpam juga tak bisa berbuat apa-apa. Rulin tidak ikut ke dalam mobil.

Di jok belakang, Bangkit duduk diapit Alam dan Imron. Ketika masuk jalan Ketintang, lalu lintas macet. Kesempatan ini digunakan Bangkit untuk keluar dari mobil. Ia menendang pintu mobil dan kabur. Keadaan menjadi kacau. Bambang yang sedang mengemudi panik dan menabrak mobil di depannya. Kejadian itu jadi tontonan masyarakat, terlebih lagi Bangkit berlari sambil berteriak minta tolong mengatakan ia korban penculikan. Orang disekitar segera menghampiri Bambang CS, tetapi begitu dijelaskan kalau Bangkit mempunyai hutang dengannya dan akan dibawa ke kantor polisi, emosi orang sekitar beralih ke Bangkit. Bangkit dikejar dan di keroyok sebelum kemudian dimasukkan kembali ke dalam mobil. Bambang CS kembali ke dealer mobil untuk menyelesaikan mobil yang ditabraknya. Rizaldi yang menyusul, ikut dalam mobil. Setelah selesai urusan, Bambang CS membawa mobil, tapi bukan ke kantor polisi..

Di tol Gunung Sari, Bangkit dipukuli. Sempat ingin menurunkan Bangkit di jalan tol, tetapi Imron bilang, lebih baik membawa Bangkit ke kawasan sepi Cangar, Kota Batu. Di perjalanan menuju Cangar, tangan dan kaki Bangkit diikat dengan ikat pinggang. Ia kembali dipvkvli bahkan bibirnya disvndvt dengan rokok.

Rulin yang tidak ikut mencoba menghubungi Bambang tetapi tidak diangkat. Rulin akhirnya mengirim chat via WA dan bilang agar Bambang tidak macam-macam dan tidak menyakiti Bangkit. Di daerah Pacet, Imron menutup mata Bangkit dengan kemeja dan menyumpal mulut Bangkit dengan bandana milik Bambang.

Pukul 9 mereka tiba di Cangar. Bangkit disuruh keluar dari mobil dan diperintahkan berdiri diatas jembatan. Dan byuuuur..

Pukul setengah dua belas malam, Bambang tiba di rumah. Ketika ditanya soal Bangkit, Bambang bilang Bangkit keluar lalu melompat dan jatuh ke jurang di kawasan Cangar, begitu kata Bambang kepada Rulin.

Mey, istri Bangkit berusaha menghubgui Bangkit karena tidak p**ang-p**ang dari pelatihan. HP nya tidak pernah dijawab. Ketika Mey menghubungi dealer Suzuki tempat Bangkit pelatihan, Mey mendapat jawaban kalau Bangkit dibawa segerombolan orang dengan paksa dan ada hubungannya dengan Rulin. Video rekaman kejadian Bangkit dibawa, dikirim kepada Mey. Keesokan harinya, Selasa 15 Oktober 2019, Mey melaporkan hilangnya Bangkit pada polisi.

Rabu malam, 16 Oktober, Mey dihubungi polisi yang mengabarkan kalau suaminya, Bangkit telah meninggal. Jasadnya diketemukan di sungai Watu Ondo dibawah jembatan Cangar Kota Batu. Jasad dibawa ke RS Bhayangkara Hastabrata di Batu. Mey yang baru menikah 16 April 2019 dan sedang mengandung 6 bulan, histeris melihat jasad suaminya yang b@b4k b3lvr.

Menurut Mey, Bangkit suami yang baik dan rajin sholat. Mey tahu suaminya punya masalah dengan mantan pacarnya. Tetapi tidak tau masalahnya apa karena Bangkit tidak pernah bercerita. Barulah setelah kejadian, mey tau masalahnya. Ibu Bangkit juga bercerita bahwa Rulin pernah datang ke Sumenep menagih hutang.

Bangkit kemudian di makamkan keesokan harinya pada Kamis, 17 Oktober di pemakaman keluarga.

Polisi menangkap 6 pelaku termasuk Rulin berdasarkan bukti rekaman saat Bangkit diculik, juga kesaksian orang banyak yang berada pada saat kejadian. Persidangan di gelar di PN Surabaya. Meski awalnya para pelaku tidak berniat membvnvh Bangkit, toh Bangkit dibvnvh juga. Bangkit setelah diseret keluar dari mobil disuruh berdiri di atas jembatan dengan mata tertutup. Bambang mendorong Bangkit yang jatuh ke sungai dibawah jembatan.

Rulin yang tak ikut dalam pembvnvh@n, divonis 5 tahun penjara, Bambang 12 tahun, Imron dan Alam 10 tahun penjara, Kresna dan Rizaldi 8 tahun penjara. Tak ada yang diuntungkan dari kasus ini. Yang dihutangi tak berhasil mendapatkan uangnya kembali, malah masuk penjara. Yang berhutang tak mungkin bayar karena sudah tiada.

Kalau temen-temen ada di posisi Rulin, melapor polisi tapi tak ada tanggapan, sementara yang berhutang bebas, kesana kemari, apa yang mesti dilakukan🤔🙄

*dari berbagai sumber

KPK meminta PBNU menyerahkan hasil audit keuangan internal terkait dugaan aliran Rp100 miliar dari terpidana korupsi Mar...
29/11/2025

KPK meminta PBNU menyerahkan hasil audit keuangan internal terkait dugaan aliran Rp100 miliar dari terpidana korupsi Mardani H. Maming untuk menelusuri kemungkinan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Junir KPK Budi Prasetyo menyatakan, audit tersebut dapat menjadi informasi awal bagi penyelidikan, namun menegaskan KPK tidak ikut campur dalam dinamika politik internal PBNU terkait posisi Ketum Gus Yahya.

Audit internal PBNU tahun 2022 yang sempat beredar mengungkap dugaan penyimpangan: dana Rp100 miliar yang seharusnya untuk kegiatan Harlah ke-100 PBNU dan operasional organisasi justru masuk ke rekening Bank Mandiri atas nama PBNU, tetapi disebut dikendalikan oleh Maming, yang saat itu menjabat Bendahara Umum PBNU.

Dana tersebut berasal dari Grup PT Batulicin Enam Sembilan, perusahaan milik Maming, dan masuk hanya 2 hari sebelum ia ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus suap izin tambang di Tanah Bumbu.

Audit juga mencatat aliran keluar dari rekening tersebut, termasuk pembayaran utang lebih dari Rp10 miliar, serta transfer besar sepanjang Juli–November 2022 ke rekening Abdul Hakam, Sekretaris LPBHNU yang saat itu menjadi bagian tim pendamping hukum Maming berdasarkan memo resmi internal PBNU.

Temuan audit memperingatkan bahwa tata kelola keuangan PBNU dinilai buruk dan berisiko menyeret organisasi ke persoalan hukum serius, termasuk dugaan TPPU.

[Inilah.com]

Tahun 1960an, Soeharto pusing. Banyak korupsi dan penyelundupan terutama di ekspor impor. Kita krisis devisa. Kesal dgn ...
28/11/2025

Tahun 1960an, Soeharto pusing. Banyak korupsi dan penyelundupan terutama di ekspor impor. Kita krisis devisa. Kesal dgn mental2 korup, Soeharto akhirnya sewa perusahaan swasta dari Swiss, namanya Societte Generale de Surveillance atau SGS.

Tugas SGS, mengawasi seluruh transaksi perdagangan luar negeri. Seluruh sistem ekspor impor dibawah pengawasan mereka yang sangat ketat. Berhasil. Penyelundupan berkurang banyak dan pendapatan negara naik.

Cuman sewa SGS mahal banget, dan kita juga akhirnya diperintah2 ma bule. Akhirnya sesudah 25 tahun, SGS dibubarkan. Soeharto pengen Indonesia bisa mandiri.

Tapi dasar mental pejabat kita banyak yg mental maling, SGS bubar, pencurian pun kembali datang. Apalag era reformasi, bea cukai kaya2 karena main atas bawah. Ini yang bikin kesal Prabowo. Doi ngancem kalo bea cukai gak beres2, si SGS kembali akan disewa dan bea cukai terancam dibekukan 😄

Di Kota Semarang, ada sebuah cerita yang bergulir pelan tapi meninggalkan bekas panjang: kisah hilangnya seorang pegawai...
23/11/2025

Di Kota Semarang, ada sebuah cerita yang bergulir pelan tapi meninggalkan bekas panjang: kisah hilangnya seorang pegawai negeri bernama Paulus Iwan Boedi Prasetyo. Kisah ini dimulai pada Agustus 2022 dan hingga 2025 masih menjadi luka terbuka, karena pertanyaan terpentingnya belum pernah terjawab: siapa yang menghabisi nyawa Iwan, dan kenapa?

Hilangnya Seorang Pegawai yang Tak Pernah Kembali

Tanggal 24 Agustus 2022, keluarga Iwan mulai gelisah. Laki-laki 51 tahun itu tidak p**ang sejak pagi. Ia bekerja di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang, dikenal sebagai pegawai yang rapi, tenang, dan jarang membuat masalah. Yang membuat hilangnya semakin janggal adalah satu hal penting: besoknya ia dijadwalkan memberi keterangan sebagai saksi dalam penyidikan dugaan korupsi hibah lahan di Kecamatan Mijen.

Sudah beberapa hari sebelum itu ia bercerita bahwa ia harus “datang untuk klarifikasi.” Tidak ada yang menganggapnya berbahaya. Sampai hari itu ia tak pernah p**ang.

Temuan di Pantai Marina

Dua minggu kemudian, 8 September 2022, warga di kawasan Pantai Marina menemukan pemandangan yang sulit dilupakan. Di tengah semak dan tanah berpasir, ada sesosok tubuh hangus, hampir tak bisa dikenali. Tak jauh dari sana, ada sepeda motor yang kondisinya sama: hangus terbakar.

Polisi datang, menutup lokasi, memungut barang yang masih tersisa. Di dekat tubuh itu ditemukan identitas yang mengarah ke Iwan. Namun keadaan jenazah begitu parah hingga identifikasi tidak bisa dilakukan secara visual.

Ketika laporan awal menyebut bagian kepala hilang, publik tercengang. Kehilangan anggota tubuh bukan hasil kebakaran biasa. Ada tanda bahwa ini pekerjaan yang dilakukan dengan sengaja.

Kepastian yang Menghancurkan

Pertengahan September 2022, hasil tes DNA keluar.
Hasilnya: mayat itu adalah Paulus Iwan Boedi Prasetyo.

Kondisinya tidak hanya terbakar. Ada mutilasi, bagian tubuh hilang, dan struktur tulang menunjukkan kejanggalan yang tidak mungkin disebabkan api semata. Aparat kepolisian langsung menilai kasus ini sebagai pembunuhan terencana.

Keluarga tak mampu mengenali jenazah, dan hari-hari setelah itu dipenuhi rasa tak percaya. Iwan hilang sehari sebelum ia harus bersaksi. Lalu ia ditemukan tak bernyawa, dimutilasi, dan dibakar.

Skenario kebetulan terasa terlalu tipis.

Penyidikan yang Penuh Bayang-Bayang

Memasuki Oktober - November 2022, polisi memanggil banyak saksi. Beberapa prajurit TNI bahkan ikut diperiksa. Ini memicu perhatian besar, karena mengisyaratkan adanya lingkaran yang kompleks meski pemeriksaan tentu bukan bukti kesalahan.

Ada juga kabar bahwa LPSK terlibat untuk menyiapkan perlindungan saksi lain yang merasa terancam. Namun setelah beberapa gelombang pemeriksaan, tidak ada langkah terang yang diumumkan ke publik. Penyelidikan terasa berjalan, tapi seperti bergerak di lorong berkabut: tampak ada aktivitas, tapi hasilnya tak terlihat.

Tahun-Tahun Menunggu (2023–2025)

Kasus ini tidak tenggelam begitu saja.
Setiap tahun, ada:

- Aksi solidaritas,
- Desakan dari keluarga,
- Pernyataan kuasa hukum,
- Liputan media lokal dan nasional,
- Janji pejabat bahwa kasus akan “dibuka kembali.”

Namun hasilnya sama: tak ada tersangka diumumkan.
Tidak ada langkah hukum yang jelas. Tidak ada penjelasan yang membuat publik merasa kasus ini bergerak ke depan.

Penyidik berulang kali berkata mereka “hati-hati,” “tidak ingin salah langkah,” dan “penyelidikan masih berjalan.” Tetapi waktu berjalan lebih cepat daripada kejelasan.

Jejak Bukti yang Membuka Banyak Pertanyaan

Dari awal hingga pertengahan 2025, bukti kunci yang sudah diketahui publik adalah:

1. Hasil DNA
Mengonfirmasi bahwa jasad itu memang Iwan. Ini memastikan bahwa kasus bukan sekadar hilang atau melarikan diri, tetapi pembunuhan dengan kekerasan ekstrem.

2. Kondisi Jenazah
Tubuh hangus, sebagian anggota tubuh hilang. Mutilasi menunjukkan tindakan sadar, bukan kecelakaan. Pelaku tampak memahami bahwa kondisi jenazah yang rusak akan menyulitkan penyidikan.

3. Lokasi & Barang Bukti
Sepeda motor dan barang pribadi ditemukan di lokasi. Namun karena ada dugaan bahwa lokasi bisa saja bukan tempat pembunuhan asli, banyak bukti tidak bisa dibaca dengan jelas. Semua ini menyisakan tanda tanya yang terus mengambang.

Pertanyaan yang Masih Menggantung

Kasus Iwan masih berdiri di antara fakta dan kekosongan. Beberapa pertanyaan besar belum memiliki jawaban:

- Siapa yang merencanakan pembunuhan ini?
- Apakah pembunuhan ini terkait langsung dengan kasus korupsi yang sedang disidik?
- Apakah ada saksi kunci yang belum berbicara atau tidak bisa berbicara?
- Apakah penyidikan terhambat oleh tekanan politik atau institusional?
- Apakah TKP di Pantai Marina adalah lokasi asli, atau hanya tempat pembuangan?
- Keluarga terus menunggu, menanyakan hal yang sama: kenapa?

Interpretasi yang Bisa Ditangkap dari Potongan Potongan Fakta

Kalau melihat pola, easy assumption-nya memang mengarah ke motif penghilangan saksi. Iwan adalah saksi kasus korupsi. Ia hilang sehari sebelum memberi keterangan. Kematiannya brutal, terencana, dan menghapus kemungkinan ia berbicara.

Ini membuat dugaan motif pembungkaman sangat kuat. Namun dugaan tidak cukup tanpa proses hukum. Tanpa pelaku, tanpa dakwaan, semua itu tinggal analisis yang menggantung. Yang tersisa hanyalah sebuah perasaan bahwa seseorang ingin memastikan Iwan tidak pernah bisa bercerita tentang apa yang ia tahu.

Kasus yang Belum Usai

Sudah hampir tiga tahun sejak tubuh itu ditemukan di pesisir Marina. Namun untuk keluarga Iwan, waktu tidak membuat luka itu mengecil. Selama pelaku tidak ditemukan, selama motif tidak jelas, selama kepastian tidak diberikan, mereka akan terus berjalan seperti hari pertama menerima kabar itu.

Di kota yang terus bergerak dan berubah, ada satu kasus yang tetap diam di tempat: kasus pembunuhan seorang saksi yang seharusnya dilindungi.

Dan selama itu p**a, pertanyaan besar ini tetap mengikuti angin pesisir Semarang: Siapa yang membunuh Paulus Iwan Boedi?

Bobibos dari Jerami! 1 Hektare Sawah Bisa Hasilkan 3.000 Liter Bahan Bakar sekelas Pertamax.Jakarta — Founder Bobibos, M...
21/11/2025

Bobibos dari Jerami! 1 Hektare Sawah Bisa Hasilkan 3.000 Liter Bahan Bakar sekelas Pertamax.

Jakarta — Founder Bobibos, M. Ikhlas Thamrin, akhirnya mengungkapkan bahwa bahan baku utama Bobibos adalah jerami, limbah pertanian yang melimpah dan mudah ditemukan di berbagai daerah Indonesia.

Dalam unggahan resmi Instagram bobibos pada Jumat, 14 November 2025, dijelaskan bahwa jerami dari satu hektare sawah mampu menghasilkan hingga 3.000 liter bahan bakar Bobibos, baik untuk mesin berbahan bakar bensin maupun diesel.

Ikhlas menegaskan bahwa pemanfaatan jerami tidak mengganggu produksi beras. Justru, inovasi ini memberi nilai ekonomi tambahan bagi petani. Limbah panen yang selama ini dibakar atau dibiarkan menumpuk kini bisa diolah menjadi bahan bakar berkualitas tinggi, sehingga membuka peluang baru bagi ketahanan energi nasional.

Jerami Disulap Menjadi Bahan Bakar Nabati Berkualitas Tinggi

Melalui teknologi pengolahan khusus, jerami dikonversi menjadi bahan bakar nabati berperforma tinggi setara RON 98 dengan emisi yang jauh lebih rendah. Inovasi ini membuktikan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk mandiri dalam energi hijau, tanpa harus mengorbankan ketahanan pangan.

Bobibos bukan sekadar produk bahan bakar baru, melainkan gerakan menuju masa depan energi bersih, yang memanfaatkan kekuatan lokal dan mendorong semangat kemandirian bangsa.

Nama Bobibos sendiri merupakan singkatan dari Bahan Bakar Original Buatan Indonesia Bos, dikembangkan oleh M. Ikhlas Thamrin bersama tim risetnya. Produk ini masuk dalam kategori Bahan Bakar Nabati (BBN) yang dirancang sebagai terobosan energi dari limbah pertanian Indonesia.

Beginilah kondisi SDN 2 sebelum 19 November, penuh tawa dan kehidupan. Namun setelah itu, semuanya hilang tak tersisa.In...
21/11/2025

Beginilah kondisi SDN 2 sebelum 19 November, penuh tawa dan kehidupan. Namun setelah itu, semuanya hilang tak tersisa.

Ini menjadi pengingat betapa dahsyatnya kekuatan alam dan betapa rapuhnya kita di hadapannya. 🙏

Foto from lumajangsatu ig

Kariernya berakhir, rumah tangganya hancur, dan kini ia harus mendekam di balik jeruji besi. RP (34), mantan Pegawai Neg...
20/11/2025

Kariernya berakhir, rumah tangganya hancur, dan kini ia harus mendekam di balik jeruji besi. RP (34), mantan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemkab Mojokerto, digerebek suaminya dalam kondisi tanpa busana bersama pria idaman lain (PIL) berinisial IM (40).
Penggerebekan yang mengejutkan ini berujung pada pemecatan tidak hormat serta vonis 4 bulan penjara bagi keduanya.

Sidang vonis terhadap RP dan IM digelar di ruangan Cakra, Pengadilan Negeri Mojokerto sore tadi. Jalannya sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Jenny Tulak, serta hakim anggota Jantiani Longli Naetasi dan Yayu Mulyana. RP dan IM menjalani sidang tanpa didampingi penasihat hukum.

Dalam vonisnya, Jenny menyatakan RP dan IM terbukti melakukan tindak pidana pasal 284 KUHP, yakni melakukan percobaan perzinaan. Pasangan selingkuh ini dijatuhi vonis yang sama.

RF (34) bersama sejumlah teman dan warga sekitar menggerebek sebuah rumah di perumahan Dahayu, Desa Sambiroto, Sooko, Mojokerto pada Selasa (2/7) sekitar pukul 16.00 WIB. Setelah mendobrak pintu kamar, warga Desa Tambakagung, Puri, Mojokerto itu memergoki istrinya, RP berduaan dengan PIL berinisial IM.

Ketika itu, IM dan RP sama-sama bugil. Setelah digerebek, IM dan RP sempat dibawa ke kantor Desa Sambiroto untuk dimediasi. Pasangan selingkuh itu memakai seragam dinas. Ya, keduanya pegawai Bagian Administrasi Pembangunan Setda Kabupaten Mojokerto.

RP diangkat PNS tahun 2020. Ia terakhir kali menjabat analis pembangunan. Sedangkan IM yang berstatus pegawai harian lepas atau honorer menjadi tenaga administrasi umum. RP dan IM bekerja di ruangan yang sama.

RP mempunyai 2 anak berusia 3 tahun dan kelas 4 SD dari pernikahannya dengan RF. IM yang merupakan warga Desa Sidomulyo, Bangsal, Mojokerto juga mempunyai istri dan 2 anak.

Mediasi di kantor Desa Sambiroto tidak mencapai perdamaian. Sehingga RF melaporkan dugaan perzinaan istrinya dengan IM ke Unit PPA Satreskrim Polres Mojokerto pada Rabu (3/7).

Di sisi lain, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati menjatuhkan sanksi tegas berupa pemecatan kepada IM dan RP. Pemecatan RP dari PNS dijatuhkan melalui Keputusan Bupati Mojokerto nomor 188.45/718/HK/416-012/2024 tanggal 12 September 2024. RP juga tidak mendapatkan hak pensiun.

Sumber: Seputar Mojokerto

Netizen makin bingung, keluarga heran, polisi kena sorotan… Apa yang sebenarnya terjadi di kamar hotel itu? Fakta autops...
20/11/2025

Netizen makin bingung, keluarga heran, polisi kena sorotan… Apa yang sebenarnya terjadi di kamar hotel itu? Fakta autopsi dan pengakuan saksi bikin kasus ini makin penuh tanda tanya!

Warga jagat maya lagi-lagi heboh setelah hasil autopsi atas kematian seorang dosen perempuan dari Universitas 17 Agustus (UNTAG) Semarang mulai terkuak. Korban ditemukan tanpa busana di lantai kamar hotel, dalam kondisi yang langsung memicu kecurigaan publik.

Hasil autopsi dari RSUP Dr. Kariadi menyebut adanya indikasi “aktivitas berlebih” sebelum korban meninggal. Aktivitas yang seperti apa? Polisi belum menjelaskan secara gamblang, tapi tim forensik menyebut hal itu cukup untuk memicu pecahnya pembuluh darah di jantung korban — penyebab tubuhnya kolaps mendadak.

Yang bikin publik makin kepo, korban disebut memiliki riwayat tensi tinggi dan kadar gula darah yang sangat tinggi, bahkan sempat berobat dua hari sebelum kejadian. Malam sebelum meninggal, korban juga sempat minta diolesi minyak kayu putih, mengeluhkan tubuhnya tak enak badan.

Namun fakta lain tak kalah mencolok: korban ditemukan bersama seorang perwira Polri berinisial AKBP B, yang mengaku sebagai orang pertama yang melihat korban dalam keadaan tak bernyawa. Meski disebut sebagai “saksi kunci”, AKBP B belum bicara banyak ke publik.
Sementara itu, Polda Jateng justru menyebut masih “mendalami” kasus ini dan belum membeberkan detail penuh hasil autopsi, membuat netizen tambah penasaran.

Keluarga menyebut ada kejanggalan: mulai dari posisi tubuh korban, waktu jeda antara terakhir terlihat hidup dan ditemukan meninggal, hingga kondisi ruangan. Publik kini menunggu sikap tegas polisi untuk memastikan penyebab kematian — apakah murni medis, kecelakaan, atau ada cerita lain di balik pintu kamar hotel itu.

Satu yang pasti: kasus ini belum selesai. Setiap keterangan baru justru menambah daftar pertanyaan, bukan jawaban.

Address


Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Gigigeraldine posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

  • Want your business to be the top-listed Media Company?

Share