07/09/2025
Di balik tumpukan batu yang retak, seekor anak kucing kecil tergeletak lemah. Tubuhnya kotor, bulunya kusut, dan matanya sayu seakan menahan lapar yang terlalu lama. Di depannya, ia memeluk erat tulang belulang seekor kucing yang sudah lama tiada — mungkin ibunya, mungkin satu-satunya keluarga yang pernah ia miliki.
Anak kucing itu tidak tahu bahwa yang ia dekap hanyalah sisa-sisa kehidupan. Ia hanya tahu, kehangatan itu sudah hilang, suara lembut itu tak lagi ada. Yang tersisa hanyalah sunyi, dingin, dan tulang yang ia peluk seolah berharap masih bisa merasakan kasih sayang yang dulu pernah ada.
Setiap malam, ia menunggu, menatap kosong ke arah yang sama. Seakan percaya, suatu saat ibunya akan bangkit kembali, menjilat bulunya, menenangkannya dari ketakutan. Tapi yang datang hanyalah angin malam, menusuk tubuh mungilnya yang semakin lemah.
Di balik puing-puing itu, dunia seolah tak peduli. Tak ada tangan yang datang menolong, tak ada mata yang melihat betapa perihnya perjuangan kecil itu. Anak kucing itu hanya bisa bertahan dengan harapan yang kian pudar, sampai akhirnya ia pun mungkin akan menyusul keheningan yang kini sedang ia dekap.
Cerita ini hanyalah satu dari ribuan kisah sunyi yang tak pernah terdengar. Tentang makhluk kecil yang hanya ingin disayangi, namun harus belajar arti kehilangan bahkan sebelum sempat benar-benar merasakan hidup. 🥀
Jangan lupa di bantu follow sahabatku halaman kami
Biar tambah semangat upload selanjutnya 🙏
BersatU PencintA KucinG