Yang Penting Heppiii (MotoGP Community)

  • Home
  • Yang Penting Heppiii (MotoGP Community)

Yang Penting Heppiii (MotoGP Community) Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Yang Penting Heppiii (MotoGP Community), News & Media Website, .

Fabio Quartararo Akui Beruntung Tak Alami Patah TulangPebalap Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo, mengaku merasa beru...
25/10/2019

Fabio Quartararo Akui Beruntung Tak Alami Patah Tulang

Pebalap Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo, mengaku merasa beruntung tak mengalami patah tulang apa pun usai kecelakaan hebat dalam sesi latihan bebas pertama (FP1) MotoGP Australia di Sirkuit Phillip Island pada Jumat (25/10/2019). Hal ini ia sampaikan kepada Crash.net.

Usai terjatuh, Quartararo memegangi kaki kiri dan terlihat kesakitan. Ia segera dilarikan ke Medical Center, dan pemeriksaan X-ray menunjukkan tak ada keretakan tulang pada engkelnya. Meski dinyatakan fit, hematoma yang muncul membuat El Diablo harus absen dari sesi FP2.

"Ban belakang saya selip, kemudian dapat grip lagi dan saya terlempar. Saya beruntung karena usai benturan yang keras pada engkel, saya tak mengalami patah tulang apa pun. Selain itu, motor saya tak menabrak saya, hanya menyentuh tangan saya dengan fairing," tuturnya.

Quartararo pun berharap mendapat lampu hijau dari tim dokter untuk bisa turun dalam sesi FP3 pada Sabtu (26/10/2019), meski dirinya masih merasa kesakitan, tak hanya pada engkel kirinya, melainkan juga seluruh badannya yang terhempas keras di area gravel.

"KIta lihat saja besok. Saya masih merasakan sakit luar biasa pada kaki. Sungguh disayangkan saya tak bisa berkendara pada sesi siang, tapi pada saat yang sama saya senang tak patah tulang. Seluruh badan saya kesakitan, tapi saya beruntung," ungkap pebalap Prancis berusia 20 tahun ini.

Quartararo duduk di posisi ketujuh dalam sesi FP1, yakni sesi yang diguyur hujan. Menurutnya, ini adalah sesi yang baik untuk belajar mengamati perilaku motor, apalagi hujan diperkirakan akan turun lagi di sisa pekan balap kali ini. "Saya tak berpengalaman di kondisi hujan, tapi semua berjalan baik," ujarnya.

"Saya melakukan kesalahan, tapi ini masa belajar mengatur engine map dalam hujan. Treknya mengering dan gripnya tak terlalu banyak. Saya tak sering jatuh dengan Yamaha, tapi jelas yang satu ini, dengan Silverstone, adalah kecelakaan paling besar dan menyakitkan," pungkas Quartararo.

Quartararo berpeluang mengunci gelar rider independen terbaik akhir pekan ini, asal sukses menambah keunggulan 13 poin dari rider tuan rumah dari Pramac Racing, Jack Miller.

Jack Miller Pede Menantang Sampai Finis di MotoGP AustraliaUsai menjalani sesi latihan yang menjanjikan pada Jumat (25/1...
25/10/2019

Jack Miller Pede Menantang Sampai Finis di MotoGP Australia

Usai menjalani sesi latihan yang menjanjikan pada Jumat (25/10/2019), pebalap Pramac Racing, Jack Miller, makin percaya diri bisa tampil kompetitif sejak start sampai finis dalam balapan kandangnya, MotoGP Australia di Sirkuit Phillip Island pada Minggu (26/10/2019) nanti.

Dalam latihan pertama (FP1) yang diguyur hujan, ia duduk di posisi kedua, dan duduk di posisi kelima di FP2 yang berjalan kering. Hasil FP2 ini membuat Miller ada dalam posisi aman menuju Kualifikasi 2 (Q2). Ia bisa mempertahankannya jika hujan turun di FP3, Sabtu (26/10/2019) sesuai prediksi cuaca.

"Hari yang baik, ritme saya bagus, dan saya merasa nyaman dengan mesin lama, bakal menarik melihat apa yang bisa kami lakukan besok. Semoga besok pagi hujan, dan kami bisa menjalani kualifikasi yang menyenangkan dan kering, jadi kami tak perlu cemas mencatat waktu terbaik di FP3," ujarnya via Crash.net.

Miller juga makin percaya diri berkat fakta dirinya kerap memimpin balapan di Phillip Island selama beberapa lap, baik saat masih membela Marc VDS Honda, maupun sesudah pindah ke Pramac Racing tahun lalu. Kini disenjatai Desmosedici GP19 spek pabrikan, ia yakin bisa lebih menantang.

"Beberapa tahun terakhir saya mampu memimpin balapan dan bertarung dengan para rider terdepan beberapa saat, tapi tahun ini rasanya kami bisa bertarung sejak awal sampai akhir. Semoga beginilah situasinya pada Minggu nanti," ungkap pebalap berusia 24 tahun ini.

JackAss juga mengaku sempat menjajal beberapa hal baru, termasuk setup untuk kondisi basah. Pada sesi siang, ia juga mencoba tiga komponen berbeda pada ban belakang. Ia pun menggunakan ban lunak kedua demi memastikan dirinya masuk 10 besar demi menjalani lolos ke sesi Kualifikasi 2 (Q2).

Demi menjaga peluangnya mendapat gelar rider independen terbaik MotoGP 2019, Miller juga harus menjegal langkah rider Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo. El Diablo bisa mengunci gelar tersebut akhir pekan ini jika ia mengakhiri balapan dengan keunggulan 13 poin dari Miller.

Amarah Marc Marquez Mereda Usai Diskusi dengan Jorge LorenzoUntuk kedua kalinya musim ini, Marc Marquez dan Jorge Lorenz...
25/10/2019

Amarah Marc Marquez Mereda Usai Diskusi dengan Jorge Lorenzo

Untuk kedua kalinya musim ini, Marc Marquez dan Jorge Lorenzo terlibat cekcok di lintasan, dan kali ini terjadi di sesi latihan bebas kedua (FP2) MotoGP Australia di Sirkuit Phillip Island pada Jumat (25/10/2019). Insiden senggolan di antara duet Repsol Honda ini pun terjadi menjelang sesi berakhir.

Lorenzo terlihat melaju dengan kecepatan yang tak kelewat tinggi di sisi dalam Tikungan 11, sementara Marquez yang tengah melaju dengan kecepatan penuh demi mencatatkan waktu terbaik hendak menyalip. Sialnya, kedua rider ini malah bersenggolan, hingga sayap pada fairing RC213V milik Lorenzo patah.

Di akhir sesi, Marquez terlihat sangat marah pada Lorenzo, dan keduanya pun bersebelahan di salah satu bagian trek untuk menanti giliran latihan start. Ia terlihat berdebat dengan Lorenzo, dan melakukan gestur tidur, seolah bertanya mengapa Lorenzo lengah di tikungan tersebut.

"Jelas pada momen pertama saya marah karena kami tak boleh lupa, bahwa sesi latihan juga berpengaruh pada kualifikasi. Kami harus masuk ke Kualifikasi 2 (Q2) dan menurut prediksi cuaca, besok tampaknya 100% hujan," ujarnya kepada Crash.net.

"Jadi itu adalah kesempatan terakhir saya. Saya sedang menjalani lap dengan sangat cepat, dan saya coba menyalipnya dengan cara terbaik demi tak kehilangan waktu. Pada akhirnya, kami harus sangat memperhatikan situasi, karena kami tak boleh berkendara pelan di tengah garis balap," lanjut 8 kali juara dunia ini.

Marquez pun mengaku segera berdiskusi dengan Lorenzo usai sesi berakhir untuk membicarakan insiden tersebut. Rider asal Spanyol ini pun mengaku amarahnya telah mereda dan takkan lagi mempermasalahkan peristiwa itu.

"Jelas Jorge akan bilang tak ada ruang yang cukup. Tapi ia harusnya juga memeriksa belakangnya, ia harus paham dan keluar dari garis balap. Meski begitu, saya sempat marah, namun kemudian kami bertemu di kantornya dan kami berdiskusi. Tak ada masalah," tutupnya.

Dalam sesi tersebut, Marquez mencatatkan waktu di posisi keenam, sementara Lorenzo duduk di posisi 16.

Senggolan, Jorge Lorenzo Maklumi Amarah Marc MarquezPebalap Repsol Honda, Jorge Lorenzo, mengaku dapat memaklumi amarah ...
25/10/2019

Senggolan, Jorge Lorenzo Maklumi Amarah Marc Marquez

Pebalap Repsol Honda, Jorge Lorenzo, mengaku dapat memaklumi amarah sang tandem, Marc Marquez, soal senggolan yang mereka alami di sesi latihan bebas kedua (FP2) MotoGP Australia di Sirkuit Phillip Island pada hari Jumat (25/10/2019). Insiden itu terjadi menjelang akhir sesi.

Lorenzo terlihat melaju dengan kecepatan tak terlalu tinggi di sisi dalam Tikungan 11, dan Marquez hendak menyalipnya dengan kecepatan penuh demi mencatatkan waktu terbaik. Kedua rider ini malah bersenggolan, hingga sayap pada fairing RC213V milik Lorenzo patah.

Marquez pun terlihat marah pada Lorenzo, dan berdebat di salah satu bagian trek sebelum kembali ke garasi. Sang 8 kali juara dunia juga terlihat melakukan gestur tidur, seolah bertanya mengapa Lorenzo lengah di tikungan tersebut.

Marquez pun menyebut seharusnya Lorenzo tak melaju lamban menjelang akhir sesi, karena pada periode itulah para rider melakukan time attack untuk mencatat waktu terbaik. Atas alasan itu, Lorenzo semestinya tak melaju di garis balap. Lorenzo sendiri punya penjelasan soal insiden tersebut.

"Saya rasa senggolan itu bisa dihindari kedua belah pihak. Saya bisa menoleh ke belakang dan membiarkannya menyalip. Tapi ia datang pada momen terakhir dan saya tak mengiranya. Saya sudah coba melaju sedalam mungkin di tikungan itu, dan saya tak bisa lebih dari itu untuk menghindar," ujarnya via GPOne.

Setelah sesi berakhir, kedua pebalap bertemu di kantor Lorenzo dan berdiskusi dengan kepala dingin mengenai insiden tersebut. Meski punya sudut pandang berbeda dari Marquez, Lorenzo menyatakan tak ada unsur kesengajaan dari keduanya.

"Saya dapat memahami pikiran Marc, bahkan saya yakin ia tak bermaksud menyenggol saya. Satu-satunya hal yang bisa saya katakan adalah, jika ia meninggalkan jarak beberapa inci, ia hanya akan kehilangan sedikit waktu. Toh Marc tetap mencatatkan waktu tercepat keenam," tutup 5 kali juara dunia ini.

Pede Kendarai Honda, Johann Zarco Ogah Bandingkan dengan KTMJohann Zarco mengaku mulai menemukan kepercayaan dirinya dal...
25/10/2019

Pede Kendarai Honda, Johann Zarco Ogah Bandingkan dengan KTM

Johann Zarco mengaku mulai menemukan kepercayaan dirinya dalam sesi latihan bebas pertama (FP1) dan kedua (FP2) MotoGP Australia di Sirkuit Phillip Island pada Jumat (25/10/2019), di mana ia menjadi pengganti sementara untuk Takaaki Nakagami di LCR Honda Idemitsu.

Mengendarai RC213V versi 2018, Zarco memang hanya duduk di posisi 15 dalam daftar kombinasi catatan waktu, namun performanya terus membaik dari waktu ke waktu. Selain itu, ia juga berhasil mengasapi rider Repsol Honda, Jorge Lorenzo, di kedua sesi tersebut.

"FP1 berjalan basah, cukup bagus untuk menjajal motor ini untuk pertama kalinya. Tak mudah karena memang sulit menemukan kepercayaan diri dalam kondisi ini. Tapi ketika treknya basah, Anda pasti melaju pelan, jadi saya punya waktu beradaptasi dengan motor. Tapi saya juga sangat berhati-hati," tuturnya via MotoGP.com.

Zarco dipanggil oleh LCR dan Honda untuk menggantikan Nakagami usai ia dibebastugaskan oleh KTM di sisa musim ini. Dengan RCV, juara dunia Moto2 2015 dan 2016 itu mengaku nyaris menemukan kepercayaan dirinya sebelum membela KTM, yakni saat ia masih membela Monster Yamaha Tech 3.

"Pada sesi siang, lebih sulit dalam kondisi kering, karena saya sangat lamban. Tapi secara perlahan saya kembali mendapatkan kepercayaan diri, nyaris seperti kepercayaan diri saya yang dulu. Rasanya sangat spesial, karena di trek ini Anda melaju cepat nyaris di semua tikungan," ungkapnya.

Rider Prancis ini juga senang bisa mengalami progres yang cukup besar dalam waktu singkat bersama Honda, dan bertekad lebih baik lagi di sisa pekan balap. Meski begitu, ia mengaku ogah membandingkan RCV dengan KTM RC16.

"Saya tak mau melakukan perbandingan pada kedua motor, saya hanya harus pada apa yang harus saya lakukan. Target saya adalah menemukan kepercayaan diri, demi menjadi rider top dan bukan sekadar rider yang baik," pungkasnya.

Dalam pekan balap ini p**a, Zarco digosipkan berpeluang kembali ke Moto2 bersama American Racing, yang akan ditinggalkan Iker Lecuona menuju Red Bull KTM Tech 3 di MotoGP 2020.

Burgess: Marc Marquez Garang, Valentino Rossi Kelamaan di MotoGPTeknisi legenda MotoGP yang juga eks crew chief Mick Doo...
24/10/2019

Burgess: Marc Marquez Garang, Valentino Rossi Kelamaan di MotoGP

Teknisi legenda MotoGP yang juga eks crew chief Mick Doohan dan Valentino Rossi, Jeremy Burgess, mengaku bersemangat menanti MotoGP Australia di Sirkuit Phillip Island akhir pekan ini. Kepada situs resmi Australian MotoGP, Burgess pun memberikan opininya mengenai Rossi dan juga Marc Marquez.

Bersama Doohan, Burgess sukses meraih 5 gelar dunia GP500 bersama Honda Rothmans dan Repsol Honda. Sedangkan bersama Rossi, ia sukses meraih 7 gelar dunia di kelas tertinggi, yakni GP500 2001 bersama Nastro Azzurro Honda, dan MotoGP bersama Repsol Honda dan Yamaha Factory Racing.

Meski meraih banyak kesuksesan bersama Doohan dan Rossi, pria yang pensiun dari dunia balap pada akhir 2013 lalu ini mengaku sangat kagum pada Marquez, yang baru-baru ini sukses meraih gelar dunianya yang keenam di MotoGP. Padahal, motor Honda miliknya sangat sulit dikendarai.

"Marc menyenangkan untuk ditonton, dan saya tak yakin Honda merupakan motor terbaik di MotoGP. Lihat saja kemampuan rider Honda lainnya. Cal Crutchlow, contohnya. Saya rasa harusnya ia bisa berkendara lebih dekat dengan para rider terdepan dibanding sebelum-sebelumnya," ujarnya.

Di lain sisi, Burgess sangat ingin melihat Rossi kembali ke performa terbaiknya, saat ia meraih banyak kemenangan. Tapi ia yakin Marquez bakal sulit dikalahkan. Rossi sendiri belum menang lagi sejak MotoGP Assen, Belanda pada 2017 lalu, dan belum juara lagi sejak berpisah dengan Burgess.

"Hati saya berkata Vale, tapi kepala saya berkata Marc. Meski Marc memang tak pernah punya banyak keberuntungan di Phillip Island. Ia sangat beruntung pada satu tahun, namun buruk tahun lalu. Tapi ia melakukan banyak hal menakjubkan tahun ini," ungkap pria yang akrab disapa 'Jerry' ini.

Burgess pun mengaku prihatin melihat performa Rossi saat ini. Pebalap berusia 40 tahun itu belum juga mampu naik podium lagi sejak Austin, Texas, pada April lalu. Terlebih, dalam beberapa balapan terakhir, rider Italia tersebut juga tak mampu finis di posisi yang jauh lebih tinggi dari posisinya di sesi kualifikasi.

"Vale mungkin bertahan terlalu lama. Yang mencemaskan, dan yang membuat saya sedih, ia finis di posisi kualifikasinya. Beberapa tahun lalu, kami tak cemas jika ia start ke-10, karena ia akan naik 4-5 posisi, dan naik podium atau memperebutkan podium. Apakah ini penurunan, siapa tahu?" tutup Burgess.

Menjelang balapan di Phillip Island, Rossi duduk di peringkat 7 pada klasemen pebalap MotoGP dengan koleksi 145 poin. Gagal finis di Jepang membuat koleksi poinnya kini terlampaui debutan Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo, yang unggul 18 poin darinya di peringkat 6.

Jelang MotoGP Australia, Jack Miller Malah 'Ditangkap' PolisiPebalap Pramac Racing, Jack Miller, sangat bersemangat meng...
24/10/2019

Jelang MotoGP Australia, Jack Miller Malah 'Ditangkap' Polisi

Pebalap Pramac Racing, Jack Miller, sangat bersemangat menghadapi seri kandangnya, MotoGP Australia di Sirkuit Phillip Island akhir pekan ini. Mengendarai Ducati Desmosedici GP20 spek pabrikan, ia pun difavoritkan meraih kemenangan.

Tapi belum juga sampai di sirkuit tersebut, pebalap berusia 24 tahun ini malah ditangkap polisi lalu lintas! JackAss pun memaparkan buktinya lewat foto yang ia unggah di Instagram, Rabu (23/10/2019). Bagaimana bisa ya?

"Ups! Semoga aku bisa dibebaskan sebelum FP1!" tulis runner up Moto3 2014 tersebut.

Eits, jangan panik dulu, Bolaneters! Ternyata, momen JackAss ditangkap polisi ini hanyalah akting belaka. Bersama rider Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo, Miller tengah menjalani sesi pre-event dengan mengendarai motor di area Lorne.

Dalam foto tersebut, Miller pun mendapatkan komentar-komentar kocak dari rekan-rekannya, termasuk Quartararo sendiri. "Kau sih, kelewat lamban! Mereka tak menangkapku karena aku melaju 300 km/jam!" ujar El Diablo.

Sahabat Miller lainnya, yang juga rider LCR Honda, Cal Crutchlow, juga memberikan komentar. "Apakah dia (polisi) menemukan 1000 euro yang merupakan utangmu padaku atas taruhan kita?" tulis rider Inggris tersebut.

Masing-masing mengendarai motor superbike Ducati dan Yamaha, Miller pun berkeliling area Lorne yang terletak di tepi pantai. Setelahnya, mereka membawa motor-motor tersebut ke Dermaga Lorne, di mana mereka menjalani sesi pemotretan dan wawancara dengan media lokal.

Meski bersahabat, Miller dan Quartararo tengah bersaing memperebutkan gelar rider tim independen terbaik. Saat ini, Quartararo ada di peringkat 6 pada klasemen pebalap dengan koleksi 163 poin.

Miller sendiri tertinggal 38 poin dari Quartararo, dan saat ini tengah duduk di peringkat 8 pada klasemen pebalap. Meski margin ini cukup lebar, apa pun bisa terjadi karena MotoGP 2019 masih menyisakan 3 seri lagi.

Ducati Kagum pada Vinales Karena Bisa Kalahkan MarquezGeneral Manager Ducati Corse, Gigi Dall'Igna, tak memungkiri bahwa...
24/10/2019

Ducati Kagum pada Vinales Karena Bisa Kalahkan Marquez

General Manager Ducati Corse, Gigi Dall'Igna, tak memungkiri bahwa pihaknya akan segera melakukan evaluasi soal siapa pebalap yang berhak menempati tim pabrikan mereka di MotoGP 2021 mendatang. Hal ini ia nyatakan kepada La Gazzetta dello Sport.

Meski mengaku senang ada atmosfer yang harmonis antara Andrea Dovizioso dan Danilo Petrucci, belakangan ini Ducati dikait-kaitkan dengan beberapa nama besar, seperti Jorge Lorenzo, Marc Marquez, dan Maverick Vinales.

Sejak musim panas, Lorenzo memang dikabarkan ingin kembali ke Tim Merah, namun belakangan Marquez juga dapat tantangan dari banyak pihak untuk mengendarai motor selain Honda. Beberapa dari mereka bahkan yakin Ducati bisa kembali juara andai menggaet Marquez.

"Itu pemikiran tak berdasar. Saya punya kelompok orang sendiri dan saya harus menang bersama mereka. Apa yang saya lakukan jika punya Albert Einstein sebagai teknisi atau pebalap? Jadi ini sekadar pikiran yang tak membuat kami berkembang," ujar Dall'Igna seperti yang dikutip Corsedimoto.

Di lain sisi, eks Direktur Teknis Aprilia Racing ini juga meyakini bahwa negosiasi antara tim dan pebalap sudah dimulai saat ini juga. Ia memprediksi akan ada berbagai pengumuman dirilis pada awal 2020 mengenai peta pebalap dan tim MotoGP 2021.

"Saya rasa akan ada pergerakan dini. Toh semua orang sudah mulai bergerak. Mungkin karena takut sesuatu terjadi, mereka semua jadi heboh. Mungkin sesuatu akan terjadi dalam waktu dekat," ungkap pria Italia ini.

Terakhir, Dall'Igna juga mengomentari gosip soal Vinales, yang diisukan telah menjalani negosiasi dengan Ducati karena sudah mulai ragu bertahan di Yamaha yang tak kunjung mengalami kemajuan signifikan dalam perebutan gelar dunia.

"Maverick adalah salah satu pebalap yang mampu mengalahkan Marc. Kami pun tengah melakukan evaluasi soal apa yang bisa jadi solusi terbaik kami. Meski begitu, keputusan takkan hanya bergantung pada kami," pungkas Dall'Igna.

Binder Resmi Gantikan Zarco di KTM, Lecuona Bela Tech 3KTM akhirnya menemukan pengganti Johann Zarco. Brad Binder yang s...
24/10/2019

Binder Resmi Gantikan Zarco di KTM, Lecuona Bela Tech 3

KTM akhirnya menemukan pengganti Johann Zarco. Brad Binder yang saat ini masih membela Red Bull KTM Ajo di Moto2 dipastikan akan menjadi tandem Pol Espargaro di tim pabrikan mereka di MotoGP 2021 mendatang.

Pada Juli lalu, Binder sejatinya telah diumumkan akan menjalani debut MotoGP bersama Red Bull KTM Tech 3 musim depan, namun keputusan Zarco untuk hengkang akhir tahun ini membuat KTM harus putar otak mengatur line up pebalap mereka.

Manajer Tim Red Bull Factory Racing, Mike Leitner, sempat menyatakan bahwa test rider mereka, Mika Kallio, merupakan kandidat utama pengganti Zarco. Namun mereka juga memiliki Miguel Oliveira, yang saat ini menjalani debutnya bersama Tech 3 dan tampil baik.

Meski begitu, KTM akhirnya mengambil keputusan berbeda, yakni meletakkan Binder di tim pabrikan dan Kallio tetap fokus pada tugas test rider. Sementara itu, Oliveira dipertahankan di Tech 3, sesuai janji KTM pada sang bos tim, Herve Poncharal.

Di lain sisi, Oliveira juga dipastikan bakal bertandem dengan Iker Lecuona, yang saat ini masih turun di Moto2 bersama American Racing KTM. Tadinya Lecuona telah diumumkan sebagai rider Red Bull KTM Ajo di Moto2.

"Sudah jelas rencana kami untuk 2020 harus berubah akibat pengumuman pada pertengahan musim. Usai berpikir dan berdiskusi, kami memutuskan menuju ke arah ini, dan membiarkan para rider muda yang lapar dan berpengalaman di kategori lain untuk menunjukkan apa yang bisa mereka lakukan.

"Brad adalah rider yang menjalani kariernya lewat struktur KTM dan tak diragukan lagi ia bisa membela Red Bull KTM dan tetap menunjukkan gaya yang sama dan perilaku pantang menyerah yany sudah kita lihat sejak lama.

"Iker akan masuk ke Red Bull KTM Tech 3, dan kami sangat yakin Herve dan timnya bisa membantu dan mengembangkan seorang debutan lain seperti yang mereka lakukan dengan Miguel tahun ini. Kami tahu kami telah mengambil langkah yang baik untuk proyek MotoGP kami, dan dengan beresnya urusan musim depan, kini kami benar-benar bisa memulai bab baru."

Andrea Dovizioso Jelang MotoGP Australia: Dilarang Santai!Pebalap Ducati Team, Andrea Dovizioso, mengaku akan bersikap w...
24/10/2019

Andrea Dovizioso Jelang MotoGP Australia: Dilarang Santai!

Pebalap Ducati Team, Andrea Dovizioso, mengaku akan bersikap waspada dalam menghadapi MotoGP Australia di Sirkuit Phillip Island akhir pekan nanti, mengingat trek tersebut tak pernah benar-benar bersahabat dengan Desmosedici.

Ducati memang tercatat belum pernah menang lagi di Phillip Island sejak 2010, saat mereka menang lewat Casey Stoner. Tahun lalu, Dovizioso hanya mampu finis ketiga, di belakang Maverick Vinales (Yamaha) dan Andrea Iannone (Suzuki).

Lewat rilis resmi tim, pebalap asal Italia ini pun menyadari bahwa Phillip Island trek paling menantang bagi Ducati jika dibandingkan dengan Twin Ring Motegi di Jepang dan Sepang di Malaysia.

"Di atas kertas, Phillip Island merupakan trek yang paling menantang bagi kami dari tiga balapan di luar Eropa ini. Tapi juga benar bahwa tahun lalu saya finis ketiga di sini, dan inilah referensi yang harus kami ikuti," tuturnya.

Di lain sisi, Dovizioso juga mencemaskan kondisi cuaca Phillip Island akhir pekan nanti. "Cuaca dingin dan hujan kerap jadi penentu dalam balapan ini, dan apa pun bisa terjadi," ungkap runner up MotoGP 2017 dan 2018 ini.

Saat ini, Dovizioso tengah berada di peringkat kedua pada klasemen pebalap dengan 231 poin, unggul 55 poin atas Alex Rins (Suzuki) dan Vinales yang masing-masing ada di peringkat ketiga dan keempat.

Meski saya berhasil menambah keunggulan poin dari para rival di Motegi, saya tak bisa bersantai ria jika ingin mempertahankan peringkat kedua di klasemen. Saya pun sangat bertekad untuk meraih hasil baik di Australia.

Semua Bisa Kuat di MotoGP Australia, Marc Marquez MerendahMenjelang MotoGP Australia di Sirkuit Phillip Island akhir pek...
23/10/2019

Semua Bisa Kuat di MotoGP Australia, Marc Marquez Merendah

Menjelang MotoGP Australia di Sirkuit Phillip Island akhir pekan ini, pebalap Repsol Honda, Marc Marquez mengaku sangat senang bisa mengantongi 54 kemenangan di kelas tertinggi, yang ia raih di Sirkuit Twin Ring Motegi, Jepang, akhir pekan lalu.

Semua kemenangan itu ia raih di atas Honda, dan kini ia pun menjadi rider Honda dengan kemenangan terbanyak, menyamai rekor Mick Doohan dan Dani Pedrosa. Meski begitu, Marquez dan Doohan meraih semuanya di kelas tertinggi.

"Mick Doohan adalah salah satu nama pebalap yang saya ingat, apalagi ketika ia melawan (Alex) Criville di GP500. Jadi menyamai rekor fantastisnya sangat spesial untuk saya," ungkap Marquez dalam rilis resmi Repsol Honda pada Selasa (22/10/2019).

Marquez pun akan balapan di seri kandang Doohan. Seperti rider lainnya, ia sangat menyukai trek Phillip Island, yang dinilai sangat menakutkan sekaligus menyenangkan bagi para pebalap. Meski begitu, ia memprediksi balapan akan berjalan sangat ketat seperti tahun-tahun sebelumnya.

"Phillip Island salah satu trek favorit saya. Saya sangat senang berkendara di sana, terutama di tikungan kiri! Tapi ini trek di mana banyak rider lain, terutama Yamaha, bisa tampil sangat kuat. Biasanya ada persaingan ketat di sana, dan ini akan jadi tantangan seperti biasa," tutupnya.

Marquez pun mengaku bahwa kemenangan masih menjadi target utama, namun menyusul prediksinya bahwa balapan bakal berjalan sengit, ia mengaku takkan kelewat ngotot, asal membawa p**ang hasil sebaik mungkin.

"Target kami jelas coba meraih kemenangan, tapi sekalinya akhir pekan ini dimulai, kami akan lihat di mana level kami dan kami akan coba mengendalikan situasi. Kami akan coba menghadapi pekan balap ini dengan mentalitas yang sama," tutupnya.

Marquez dan Honda telah mengunci gelar dunia pebalap dan konstruktor. Untuk meraih Triple Crown, mereka masih membutuhkan gelar dunia tim. Saat ini Repsol Honda ada di peringkat 2 pada klasemen tim MotoGP, tertinggal 17 poin dari Ducati Team.

Quartararo Termotivasi Kemenangan Vinales Jelang MotoGP AustraliaPebalap Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo, mengusun...
23/10/2019

Quartararo Termotivasi Kemenangan Vinales Jelang MotoGP Australia

Pebalap Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo, mengusung kepercayaan diri tinggi menghadapi MotoGP Australia di Phillip Island akhir pekan nanti. Pasalnya, ia baru saja finis kedua dan mengunci gelar debutan terbaik di Motegi, Jepang, akhir pekan lalu.

Sejak awal musim, El Diablo konsisten tampil kompetitif dan rutin bertarung di papan atas. Dalam 6 seri terakhir, ia sukses meraih 4 podium. Ia bahkan memimpin sepanjang balapan di Misano dan Thailand, sebelum disalip Marc Marquez di lap penutup.

"Saya merasa sangat percaya diri di atas motor, dan perasaan macam itu dari bagian depan motor bakal penting di Phillip Island. Saya tiba di sirkuit yang saya sukai, dan di mana saya punya kenangan manis," ujarnya dalam rilis resmi tim.

Quartararo tak memungkiri 3 balapan beruntun di Jepang, Australia, dan Malaysia sangat melelahkan, namun segalanya terbayar jika mampu meraih hasil baik. Ia pun bertekad melakukannya, apalagi Maverick Vinales sukses menang tahun lalu.

"Tiga balapan beruntun membuat jadwal kami sangat penuh, tapi jika Anda meraih hasil baik, rasanya selalu menyenangkan. Ini trek di mana menurut sejarah Yamaha selalu tampil baik, seperti yang kita lihat tahun lalu ketika Yamaha menang," ungkapnya.

Rider Prancis berusia 20 tahun ini pun telah tiba di Australia, dan akan berkeliling Melbourne dengan sahabatnya, Jack Miller, yang juga pebalap tuan rumah yang membela Pramac Racing.

"Kini saya tiba di Australia, saya akan punya waktu sehari untuk istirahat dan mereset pikiran, kemudian saatnya menaiki motor dan berkendara!" pungkasnya.

Quartararo kini duduk di peringkat 6 pada klasemen pebalap MotoGP dengan 163 poin, hanya tertinggal 13 poin dari Alex Rins (Suzuki Ecstar) dan Maverick Vinales (Monster Energy Yamaha) yang ada di peringkat 3 dan 4.

Address


Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Yang Penting Heppiii (MotoGP Community) posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

  • Want your business to be the top-listed Media Company?

Share