08/06/2026
Sejak Nova Arianto masih menjadi pemain, Herna Pardede telah menjalin persahabatan. Ia mengungkapkan bahwa dirinya sudah mengenal dekat Nova sejak era tahun 2000-an, saat ia masih aktif di tribun sebagai Presiden Kampak FC, kelompok suporter fanatik PSMS Medan.
Kala itu, nama Nova sebagai pesepak bola profesional diakuinya sempat berada di bawah bayang-bayang bek legendaris Indonesia lainnya seperti Hamka Hamzah, Maman Abdurrahman, dan Isnan Ali. Namun kini, Herna mengaku sangat kagum melihat transformasi besar sang sahabat. "Saya tidak menyangka Nova menjadi pelatih Timnas hari ini. Saya sempat mencari tahu rekam jejaknya di internet dan saya menaruh rasa hormat yang besar. Cara berkomunikasinya sekarang jauh lebih matang, dia benar-benar sosok yang terus belajar," puji Herna di Medan, Minggu (7/6/2026).
"Gaya kepelatihan Nova sangat cocok untuk generasi muda Indonesia. Kita harus disiplin dari bawah agar di kemudian hari para pemain siap bertarung di lapangan. Mengenai taktik di Piala AFF saat ini, mungkin saja itu strategi dari Nova agar tidak mudah dibaca lawan. Saya optimistis kita bisa juara, terutama jika mampu menumbangkan Vietnam," ucapnya.
"Pesan saya untuk anak muda, siapa pun yang mau belajar dan bekerja keras pasti bisa berubah. Contoh saja saya, dulu urakan tetapi bisa berubah dan memimpin bisnis. Begitu juga Nova yang kini sukses mencetak sejarah untuk Timnas. Semua itu sangat mungkin terjadi asal ada kemauan keras," pungkas Herna.
Selengkapnya baca diwebsite kami..