Street Music Indonesia

  • Home
  • Street Music Indonesia

Street Music Indonesia Street music performance in Indonesia

12/12/2025

Akhirnya yang tak terelakkan itu datang juga. MTV, saluran musik legendaris yang dulu jadi kiblat anak muda di seluruh dunia, resmi mengumumkan bahwa mereka akan menutup semua saluran video musiknya pada akhir tahun 2025. Setelah 44 tahun mengudara, era musik di televisi benar-benar berakhir. Mulai dari MTV 80s, MTV 90s, hingga MTV Live, semua akan gelap, alias berhenti tayang. Satu-satunya yang tersisa hanyalah saluran utama MTV yang kini lebih sering menayangkan reality show daripada musik.

Bagi sebagian orang, kabar ini mungkin tidak mengejutkan. Musik di TV memang sudah sekarat pelan-pelan selama bertahun-tahun. Tapi tetap saja, saat pengumuman itu benar-benar datang, ada rasa kehilangan yang sulit dijelaskan. MTV bukan cuma saluran TV biasa, ia adalah teman masa remaja, saksi perjalanan cinta pertama, patah hati, dan semangat muda yang dulu begitu bergelora.

Kalau kamu tumbuh di era 90-an atau awal 2000-an, kamu pasti ingat betapa berharganya waktu menonton MTV. Acara seperti Total Request Live, MTV Most Wanted, atau MTV Ampuh di Indonesia adalah agenda harian yang wajib ditunggu. Di era ketika internet masih lemot dan YouTube belum lahir, MTV adalah jendela utama untuk mengenal musik baru. Video klip pertama dari Britney Spears, Linkin Park, Eminem, atau Sheila On 7, semua kita saksikan pertama kali di MTV. Kadang kita duduk berjam-jam hanya untuk menanti satu video yang kita s**a diputar ulang.

Namun dunia terus berubah. Internet makin cepat, YouTube hadir dengan tawaran tanpa batas, video musik bisa diputar kapan saja, tanpa menunggu jadwal. Lalu datanglah gelombang TikTok, Instagram Reels, dan Spotify. Anak-anak muda tak lagi menonton TV untuk menikmati musik. Mereka mencari lagu viral di FYP, menemukan musisi baru lewat cuplikan 30 detik, dan menonton konser lewat story Instagram. Dunia tak lagi butuh jadwal siaran, semuanya instan, semuanya personal.

MTV sebenarnya sudah lama sadar akan hal ini. Rating mereka menurun dari tahun ke tahun, bahkan beberapa saluran musik tematik mereka sudah tutup lebih dulu. Tapi penutupan total di akhir 2025 ini seperti sebuah pernyataan resmi, zaman MTV sebagai rumah musik dunia sudah benar-benar selesai. Dunia sudah berubah, dan MTV mau tak mau harus ikut mundur.

Ini bukan hanya soal bisnis atau rating. Ini tentang pergeseran budaya. Dulu, musik adalah pengalaman kolektif. Kita duduk bersama teman-teman menonton MTV Unplugged, menunggu video klip terbaru, atau menghitung mundur siapa yang jadi nomor satu minggu ini. Musik adalah acara utama, bukan pelengkap. Tapi sekarang, musik hadir sebagai latar suara saat kita bekerja, berkendara, bahkan tidur. Bukan lagi tontonan, tapi pengiring aktivitas.

Ironisnya, justru saat semua serba digital dan mudah diakses, kita kehilangan sesuatu yang dulu terasa hangat, rasa menanti. Dulu, ada kenikmatan tersendiri menunggu tayangan video klip kes**aan. Sekarang, segalanya tinggal cari dan klik. Cepat, tapi hampa. Teknologi memang memudahkan, tapi juga mengambil romantika dalam menikmati musik.

MTV juga dulu berperan sebagai kurator selera. Apa yang mereka tayangkan, bisa menentukan siapa artis yang sukses. Mereka punya kekuatan membentuk tren global. Tapi kini, peran itu digantikan oleh algoritma. Algoritma memang pintar, tapi tak punya rasa. Ia tak bisa melihat konteks sosial, tak bisa merayakan momen budaya, atau menciptakan ruang bersama seperti yang dulu MTV lakukan.

Penutupan saluran-saluran MTV ini juga menjadi simbol matinya panggung bersama dalam dunia musik. Sekarang setiap orang punya panggungnya sendiri. Musisi bisa langsung tampil di TikTok atau YouTube tanpa perlu label besar atau acara TV. Penonton pun punya kebebasan penuh memilih apa yang ingin mereka tonton, kapan saja, di mana saja. Dunia jadi lebih demokratis, tapi juga lebih terfragmentasi.

Tentu, ini bukan berarti MTV gagal. Mereka hanya selesai dengan tugasnya. Di masa jayanya, MTV adalah revolusi. Mereka memperkenalkan konsep video musik sebagai karya seni, membentuk identitas anak muda global, dan menghubungkan dunia lewat satu bahasa universal, musik. Tapi sekarang, dunia sudah bicara dengan bahasa yang lain. Dan MTV pun pamit dengan kepala tegak.

Buat generasi yang tumbuh besar bersama MTV, ini mungkin momen nostalgia yang pahit. Kita ingat saat pertama kali menyaksikan konser Coldplay lewat layar kaca, atau duduk ternganga menonton MTV Europe Music Awards. Semua itu kini tinggal kenangan. Tapi seperti halnya kaset, CD, dan pemutar MP3, MTV pun akhirnya jadi bagian dari sejarah budaya pop yang kita kenang dengan senyum dan sedikit air mata.

Selamat tinggal, MTV. Terima kasih sudah jadi jembatan antara kami dan para musisi yang mengisi hidup kami dengan nada dan lirik yang tak terlupakan. Terima kasih sudah menemani malam-malam panjang penuh pencarian jati diri. Terima kasih sudah menjadi tempat kami merasa keren, bahkan sebelum kami tahu apa arti keren sebenarnya. Dan meskipun dunia tak lagi menonton musik di televisi, kami akan selalu ingat masa ketika musik adalah televisi itu sendiri, dan MTV adalah panggung megahnya.
---


Disclaimer:
Tulisan ini merupakan ulasan sederhana terkait fenomena bisnis atau industri untuk digunakan masyarakat umum sebagai bahan pelajaran atau renungan. Walaupun menggunakan berbagai referensi yang dapat dipercaya, tulisan ini bukan naskah akademik maupun karya jurnalistik.

07/03/2022


INDIENESIA BLOW UP
Music Performances & Sharing
============================
Gigs Collaboration :
Republik Indie Community
with ATAP Coffe & Eatery
============================
MINGGU , 6 MARET 2022
Start at : 17:00 s/d 22:30 WIB
Venue: ATAP Coffee & Eatery
Jl. Raya Jatimekar No. 29. Jatimekar
Jatiasih, Kota Bekasi.
============================
Band Performances:
JT ONE ROCK
BAHASA ALIZA
DARIU
KONEKSI
ODE PE
============================
And Coming Up Event
Road to Event ATAP. 25 Maret 2022
"ATAPSATION ROCK4U
with Various Artist"
Featuring:
- Takaeda ex Drive
- Afni The Voice Indonesia
- Kevin Samuel The Voice Indonesia
- Arnold Voxa
- Amir Zidane Keraton
and Super Band
- Mr. FREAK & PSB
============================








30/11/2021

Cyber Tuesday??? Nah just kidding 🤣 Our Year End Sale won't end until 2nd of January 2022, so you have time. Add your items to cart first and decide later! This is our biggest clearance sale ever, so make sure you dive deep into our sales catalogue! Leave no instruments behind 😤

Don't worry about paying full prices at once. We have Atome and Hoolah to help you split the bill into 3 installments. No interest, no hidden charges, credit or debit card also can use 👌

Come try 'em all in-stores;

or

shop now at
bentleymusic.com

Atome hoolah

31/03/2020
02/03/2020

Address


Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Street Music Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

  • Want your business to be the top-listed Media Company?

Share