26/01/2026
Hari ini saya lihat media penuh dengan berita soal pengkhianatan Jenderal Zhang Youxia di Tiongkok. Mungkin kalian sudah baca sekilas, tapi izinkan saya bedah ini lebih dalam. Menurut saya, ceritanya jauh lebih gelap dari sekadar kasus korupsi atau bocornya rahasia negara ke Amerika.
Kita bicara soal negara dengan GDP USD 20 triliun, 14 kali lipat dari ekonomi kita. Kalau di sana terjadi gempa politik, getarannya bakal meruntuhkan pasar saham global dalam sekejap.
𝐒𝐢𝐚𝐩𝐚 𝐉𝐞𝐧𝐝𝐞𝐫𝐚𝐥 𝐙𝐡𝐚𝐧𝐠 𝐒𝐞𝐛𝐞𝐧𝐚𝐫𝐧𝐲𝐚?
Banyak yang belum tahu kalau Zhang Youxia itu bukan jenderal sembarangan. Dia adalah Godfather militer Tiongkok. Di saat jenderal lain lebih banyak main di balik meja, Zhang adalah veteran perang asli yang punya loyalitas kuat di akar rumput.
Dulu, dia dan Xi Jinping itu teman dekat, bahkan ayahnya Zhang adalah teman seperjuangan ayahnya Xi. Tapi di politik tingkat tinggi, pertemanan masa kecil itu tidak ada harganya kalau sudah bicara soal kekuasaan absolut.
𝐃𝐞𝐧𝐝𝐚𝐦 𝐏𝐚𝐫𝐚 𝐓𝐨𝐤𝐨𝐡 𝐓𝐮𝐚 & 𝐌𝐢𝐬𝐭𝐞𝐫𝐢 𝐊𝐞𝐦𝐚𝐭𝐢𝐚𝐧 𝐋𝐢 𝐊𝐞𝐪𝐢𝐚𝐧𝐠
Kalian ingat insiden memalukan saat mantan presiden Hu Jintao diusir keluar di tengah rapat akbar PKC? Di depan kamera dunia, dia digiring keluar seolah-olah dia bukan siapa-siapa. Itu luka besar buat para faksi tua. Belum lagi kematian mantan PM Li Keqiang yang dianggap banyak pihak sangat misterius banyak yang yakin beliau diracun.
Para tokoh tua ini merasa Xi Jinping sudah keterlaluan karena melanggar konsensus presiden maksimal 10 tahun. Xi mau selamanya, dan dia menghancurkan sistem dialog yang menjaga stabilitas Tiongkok. Nah, Jenderal Zhang inilah yang kabarnya menjadi pedang bagi kemarahan para dedengkot PKC ini.
Semua ini meledak dalam hitungan hari. Sekitar tanggal 15-19 Januari 2026, rumor soal penangkapan Zhang mulai bocor di media sosial lokal Tiongkok. Lalu puncaknya dua hari lalu, tanggal 24 Januari 2026, pemerintah Tiongkok secara resmi mengumumkan penyelidikan terhadapnya.
Berita resmi dari Beijing menyebut Zhang dipecat karena membocorkan rahasia nuklir ke AS. Tapi menurut logika saya, ini cuma alasan kamuflase. Di Tiongkok, kalau mau menghabisi karakter seseorang tanpa ada yang berani membela, caranya cuma satu: cap dia sebagai "Mata-mata Barat".
𝐊𝐨𝐧𝐝𝐢𝐬𝐢 "𝐃𝐞𝐚𝐝𝐥𝐨𝐜𝐤"
Masalahnya, meskipun Xi sudah bilang Zhang dipecat, kenyataan di lapangan tidak sesederhana itu. Kenapa? Karena hampir semua rantai komando militer ada di tangan Zhang. Pasukan loyalisnya tidak akan mau menyerah begitu saja.
Inilah yang saya sebut sebagai Deadlock. Xi tidak bisa sembarangan menghilangkan Zhang karena risikonya adalah pembangkangan militer massal atau bahkan perang saudara. Jika militer mereka terpecah, stabilitas Tiongkok runtuh. Dan kalau Tiongkok runtuh, ekonomi dunia termasuk saham yang kalian pegang bakal terseret ke lubang hitam.
𝐌𝐚𝐤𝐬𝐮𝐝 𝐝𝐢 𝐁𝐚𝐥𝐢𝐤 𝐒𝐞𝐦𝐮𝐚 𝐈𝐧𝐢
Maksud Xi jelas: Dia mau membersihkan semua orang yang tidak loyal sebelum target 2027 (soal Taiwan). Tapi bagi saya, langkah ini sangat berisiko. Menyingkirkan Zhang Youxia itu ibarat mencoba mencabut pilar utama di bangunan yang sudah retak.
Sekarang, kita semua sedang menunggu: Apakah akan ada kompromi di balik layar, atau justru kita akan melihat pembersihan yang lebih berdarah dalam beberapa hari ke depan?
Saran saya, untuk kalian yang punya aset di pasar modal, perhatikan terus berita dari Beijing. Apa yang terjadi di sana bukan cuma soal politik, tapi soal nasib ekonomi dunia yang sedang dipertaruhkan di tangan dua orang yang sedang saling todong pistol di bawah meja.