Ina ina

Ina ina 📌Kisah Kehidupan

Ketua BEM KM UGM 2025, Tiyo Ardianto, melaporkan adanya dugaan 1ntimid4s1 setelah menemukan alat pelacak (tracker) terpa...
14/06/2026

Ketua BEM KM UGM 2025, Tiyo Ardianto, melaporkan adanya dugaan 1ntimid4s1 setelah menemukan alat pelacak (tracker) terpasang secara diam-diam di bawah mobilnya pasca-aksi demonstrasi "Rakyat Memanggil" di Gejayan, Yogyakarta. Tiyo menegaskan bahwa aksi teror ini merupakan ancaman terhadap kebebasan berpendapat, namun ia memastikan tidak akan mundur dan justru menjadikannya sebagai penguat semangat perjuangan. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait temuan tersebut.

Banyak yang bertanya-tanya, kenapa sih program M-B-G (Makan Bergizi Gratis) nggak kasih uang tunai aja biar praktis? Pas...
14/06/2026

Banyak yang bertanya-tanya, kenapa sih program M-B-G (Makan Bergizi Gratis) nggak kasih uang tunai aja biar praktis? Pasti banyak yang mikir, "Kan kita bisa masak sendiri di rumah sesuai selera."

​Nah, Juru Bicara Partai Gerindra, Astrio Feligent, akhirnya buka suara soal alasan di balik kebijakan ini. Yuk, simak biar nggak salah paham:
​1. Menjaga Sasaran Program (Targeted)
Tujuan utama M-B-G adalah memastikan anak-anak benar-benar mendapatkan gizi yang dibutuhkan. Ada kekhawatiran kalau diberikan uang tunai, penggunaannya jadi kurang terpantau. Astrio menyinggung risiko uang tersebut malah terpakai buat hal-hal yang nggak produktif, seperti buat beli r0k0k atau malah buat main j*d0l (judi online).

​2. Nutrisi yang Terukur dan Seragam
Ini poin paling penting! Menyusun satu porsi M-B-G itu nggak asal kenyang. Ada perhitungan kalori dan protein khusus yang disesuaikan dengan usia anak. Kalau diserahkan ke masing-masing rumah, sulit banget buat kontrol kualitas dan keseragaman gizinya.

​3. Sulitnya Kontrol Mekanisme
Kalau sistemnya "desentralisasi" atau masak sendiri-sendiri, pemerintah bakal kesulitan memastikan semua anak di berbagai daerah mendapatkan standar nutrisi yang sama persis.

​Kesimpulannya:
Pihak Gerindra paham kalau mungkin ada warga yang merasa lebih nyaman terima uang tunai. Tapi, prinsip utama program ini adalah "keterukuran". Dengan bentuk makanan jadi, pemerintah bisa memastikan nutrisi yang diterima anak-anak sudah pas, terstandar, dan tepat sasaran sesuai visi awalnya.

​Gimana menurut kalian? Apakah setuju kalau M-B-G tetap dalam bentuk makanan, atau kalian punya pendapat lain? ​

Viral Video ASN Pamer Rencana Belanja Gaji ke-13: Antara Hak Pribadi atau Etika sebagai Abdi Negara?​Lagi ramai banget n...
14/06/2026

Viral Video ASN Pamer Rencana Belanja Gaji ke-13: Antara Hak Pribadi atau Etika sebagai Abdi Negara?

​Lagi ramai banget nih di media sosial soal video empat ASN di Pemkot Jambi yang lagi bahas rencana pemakaian gaji ke-13 mereka. Isinya macem-macem, ada yang mau beli emas, ganti iPhone terbaru, daftar haji furoda, sampai buat DP mobil.

​Video yang niatnya mungkin cuma buat konten hiburan ini malah bikin netizen "panas". Banyak yang ngerasa konten kayak gini kurang peka sama kondisi ekonomi masyarakat sekarang. Apalagi, status mereka sebagai ASN yang digaji dari uang pajak rakyat bikin publik ngerasa kalau aksi pamer itu kurang pantas.

​Enggak berhenti di situ, netizen yang "maha teliti" mulai kepo sama akun medsos mereka. Ternyata, banyak ditemukan postingan gaya hidup mewah, mulai dari liburan ke luar negeri sampai main padel. Sontak, hal ini makin memicu kritik soal etika dan perilaku abdi negara.

​Tapi, ada juga kok yang ngebela. Katanya, selama duitnya sah hasil kerja keras sendiri dan bukan hasil korupsi, ya sah-sah aja mau dipakai buat apa pun. Namanya juga hak masing-masing, kan?

​Dari sini kita bisa belajar kalau jadi aparatur negara itu emang punya tantangan sendiri, apalagi soal menjaga kepercayaan publik. Di era media sosial, setiap postingan bisa jadi bumerang kalau nggak bijak menempatkan diri.

​Menurut kalian gimana? Apakah ASN harusnya lebih membatasi diri di media sosial, atau ini memang hak pribadi yang nggak perlu dicampuradukkan sama pekerjaan

Makin ke sini makin bingung sama arah program M-B-G. Awalnya kan semangatnya bagus banget ya, fokusnya buat perbaikan gi...
14/06/2026

Makin ke sini makin bingung sama arah program M-B-G. Awalnya kan semangatnya bagus banget ya, fokusnya buat perbaikan gizi dan ngurangin angka stunting di anak-anak kita. Tapi kok sekarang arahnya kerasa beda banget?

​Apalagi pas dengar kabar kalau program ini bakal susah dibubarin karena banyak pihak—mulai dari partai politik sampai instansi tertentu—punya "dapur" sendiri lewat sistem SPPG. Kalau kayak gini caranya, bukannya malah makin kelihatan kalau M-B-G ini lebih kental urusan bagi-bagi proyek atau "jatah" daripada beneran urus gizi?

​Ini uang rakyat lho, pajak kita yang jumlahnya nggak main-main sampai ratusan triliun, malah disalurin lewat dapur-dapur yang sistemnya dipertanyakan. Belum lagi soal isu insentif 6 juta per hari buat tiap dapur. Meskipun katanya BGN mau ngevaluasi soal insentif itu, tetap aja rasanya ini bukan lagi soal nurunin stunting, tapi soal bagi-bagi "kue manis" biar semua kebagian jatah.

​Kalau program sebesar ini cuma jadi ajang "bagi-bagi proyek" demi kepentingan segelintir orang, ya wajar kalau masyarakat curiga. Harusnya kan fokusnya ke kualitas makanan dan efektivitas nutrisi yang sampai ke anak-anak, bukan seberapa banyak dapur yang bisa dibangun buat bagi-bagi cuan.

​Jangan sampai program yang awalnya niatnya mulia, malah jadi lahan b4s4h buat pihak-pihak tertentu. Kita bayar pajak bukan buat ngerawat k0rupsi* terselubung, tapi buat masa depan anak bangsa!

​Gimana menurut kalian? Masih percaya program ini bakal bener-bener fokus ke stunting, atau emang udah melenceng jauh jadi sekadar bagi-bagi "proyek" aja?

Ada kabar yang lagi ramai nih, teman-teman. Sebanyak 28 mahasiswa Fakultas Teknik Unhas kabarnya lagi di ujung tanduk. M...
14/06/2026

Ada kabar yang lagi ramai nih, teman-teman. Sebanyak 28 mahasiswa Fakultas Teknik Unhas kabarnya lagi di ujung tanduk. Mereka terancam kena sanksi, mulai dari skorsing sampai yang paling parah, di-D-O alias dikeluarkan dari kampus!
​Kenapa? Ternyata karena mereka lantang mengkritik program M-B-G dan pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lingkungan kampus.

​Katanya sih, ada ultimatum yang bilang kalau mahasiswa yang terus-terusan mengkritik bakal langsung diproses di Majelis Kode Etik Mahasiswa (MKEM) Fakultas Teknik. Banyak yang ngerasa ini tindakan yang represif banget dan bikin suasana di kampus jadi nggak sehat. Masa kritis dikit langsung diancam sanksi kayak gitu?

​Kira-kira menurut kalian gimana nih? Apakah kebebasan berpendapat di kampus sekarang udah mulai terbungkam?

M-B-G itu bukan sekadar program biasa. Di balik tiap piringnya, ada anak-anak yang menanti asupan bergizi demi tumbuh ke...
13/06/2026

M-B-G itu bukan sekadar program biasa. Di balik tiap piringnya, ada anak-anak yang menanti asupan bergizi demi tumbuh kembang mereka, ada harapan orang tua, dan ada masa depan bangsa yang sedang kita bangun sama-sama.

​Jujur, kalau sampai ada yang mau menghentikan program ini, kami bakal l4w4n habis-habisan! Ini soal masa depan anak cucu kita, bukan main-main. Yuk, kita kawal terus supaya program ini tetap jalan dan bermanfaat buat banyak orang.

Di balik setiap porsi makanan yang tersaji hangat di meja sekolah, ada tangan-tangan yang mungkin tidak pernah terlihat ...
13/06/2026

Di balik setiap porsi makanan yang tersaji hangat di meja sekolah, ada tangan-tangan yang mungkin tidak pernah terlihat oleh publik. Kami adalah para relawan yang berdiri di garda depan dapur program M-B-G.

​Setiap subuh, saat dunia masih terlelap, kami sudah bergelut dengan panasnya kompor, racikan bumbu, dan tumpukan ompreng yang harus disiapkan. Kami tidak hanya memasak; kami memastikan nutrisi untuk masa depan anak-anak kita terjaga dengan penuh kasih sayang.

​Namun belakangan, hati kami teriris mendengar begitu mudahnya orang melabeli program M-B-G "tidak berguna."

​Tidakkah mereka sadar betapa lelahnya kami memastikan setiap porsi layak santap? Kami mencuci, mengolah, dan menyajikan semuanya demi memastikan anak-anak kalian tidak kelaparan di tengah jam belajar. Kami mengorbankan waktu bersama keluarga sendiri demi memastikan anak-anak kalian mendapatkan asupan yang layak.

​Jika program M-B-G dianggap tidak berarti, lantas pernahkah kalian bertanya, "Tanpa jerih payah kami di dapur ini, anak-anak kalian akan makan apa hari ini?"

​Kami tidak menuntut pujian setinggi langit, namun setidaknya, hargailah keringat dan pengabdian yang kami curahkan. Kritik boleh saja dilayangkan, tapi jangan pernah merendahkan kerja keras yang kami lakukan demi kemanusiaan.

​Ingatlah, di setiap butir nasi yang tersaji, ada doa dan dedikasi kami yang tulus. Berhentilah bersikap seolah pengabdian kami tidak ada harganya. Kami ada, kami berjuang, dan kami layak untuk dihargai.

MasyaAllah keren  Zaskia Mecca berikan dukungan untuk para peserta demo dengan memberikan bantuan makanan dan minuman se...
13/06/2026

MasyaAllah keren Zaskia Mecca berikan dukungan untuk para peserta demo dengan memberikan bantuan makanan dan minuman serta Menyediakan ambulan jika terjadi hal tidak di inginkan.
Bukan dari uang pajak atau negara tapi uang pribadinya sendiri👍

Harga B-B-M Naik Lagi? SBY Beri Pesan Penting buat Pak Prabowo Biar Ekonomi Kita Tetap Aman dan Rakyat Gak Makin Terceki...
13/06/2026

Harga B-B-M Naik Lagi? SBY Beri Pesan Penting buat Pak Prabowo Biar Ekonomi Kita Tetap Aman dan Rakyat Gak Makin Tercekik

​Lagi ramai nih soal kenaikan harga B-B-M jenis Pertamax dan Pertamax Green. Pasti banyak yang ngerasa berat ya? Nah, Presiden ke-6 kita, Pak SBY, baru aja buka suara lewat akun X-nya (11/6/2026).

​Pak SBY paham banget soal ini karena beliau dulu pernah 10 tahun ngerasain gimana susahnya jaga stabilitas ekonomi pas jadi Presiden. Beliau ngingetin pemerintah Pak Prabowo supaya fokus ngelindungi rakyat yang paling kena dampak dari kenaikan harga ini.

​Intinya, ada beberapa poin penting yang beliau saranin ke pemerintah:
✅​Prioritasin Rakyat: Jangan sampai rakyat kecil makin kesusahan gara-gara harga barang dan jasa ikut naik.
✅​Jaga Ekonomi Tetap Sehat: Perlu langkah nyata buat stabilin ekonomi, jaga APBN, dan ngontrol utang negara biar gak makin bengkak.
✅​Pentingnya Komunikasi: Pemerintah harus rajin komunikasi yang jelas biar rakyat dan pelaku pasar gak bingung atau malah muncul spekulasi yang aneh-aneh.
✅​Persatuan dan Dialog: Pak SBY bilang, kunci penting itu persatuan (unity). Masukan-masukan konstruktif dari masyarakat harus didengerin dan dijadiin pertimbangan.

​Ingat, memperbaiki ekonomi itu gak instan, butuh waktu dan dukungan dari kita semua. Pak SBY juga ngingetin kalau kebijakan yang tepat dan aksi nyata itu yang paling ditunggu.

Nasib Uang Pengusaha yang Terlanjur Bangun Dapur M-B-G Kini Masih Menggantung, Istana Belum Bisa Janji Soal Pengembalian...
13/06/2026

Nasib Uang Pengusaha yang Terlanjur Bangun Dapur M-B-G Kini Masih Menggantung, Istana Belum Bisa Janji Soal Pengembalian Dana

​Duh, kabar kurang sedap nih buat para pengusaha yang sempat "nombokin" dana buat pembangunan dapur Program M-B-G. Kabarnya, pemerintah lewat Kepala KSP, Pak Dudung Abdurachman, belum bisa kasih janji manis soal apakah uang yang sudah keluar itu bakal diganti atau nggak.

​Jadi ceritanya, pemerintah saat ini lagi sibuk nata ulang alias evaluasi besar-besaran program M-B-G ini. Karena ada proses penataan ulang, proyek dapur-dapur (SPPG) yang kemarin sempat direncanakan jadi ikut kena dampaknya.

​Pak Dudung bilang, pemerintah belum bisa bilang "iya" soal penggantian uang tersebut. Semua langkah selanjutnya bakal nunggu hasil evaluasi dari Badan Gizi Nasional (BGN). Apalagi, masalah ini bukan cuma terjadi di satu atau dua tempat aja, tapi katanya cukup banyak, terutama di wilayah 3T.

​Banyak pengusaha yang dulu berani ambil langkah pinjam dana ke bank karena merasa sudah ada pegangan surat keputusan resmi dari pejabat BGN yang lama. Tapi, karena sekarang lagi ada masalah hukum dan penyidikan oleh Kejaksaan Agung terkait tata kelola M-B-G, semuanya jadi di-rem total.

​Bahkan, ada pengusaha asal Sukabumi, Pak H. Mujazin, yang sampai menuntut pengembalian dana pribadinya sebesar Rp218,25 miliar karena merasa sudah keluar duit duluan buat bangun dapur M-B-G.

​Sebagai pengingat, kasus ini memang lagi panas karena mantan petinggi BGN, yaitu Dadan Hindayana, serta dua mantan wakilnya, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya, sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus k0r*ps1 tata kelola program ini.


Address

Airmolek

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Ina ina posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Ina ina:

Share