31/08/2026
KOTA 226 - KOTA SIDOARJO
Kebaktian Pembaruan Iman Nasional
Pdt. Dr. Stephen Tong
Di bawah janji-janji dunia yang riuh dan melelahkan, kita sering kali melangkah ke tempat-tempat kudus bukan untuk mencari Tuhan, melainkan untuk mengejar apa yang bisa diberikan-Nya. Kita berlutut membawa daftar keinginan—kesehatan, keberhasilan, dan kenyamanan—tanpa menyadari bahwa kita sedang menjadikan iman sebagai sarana pemuasan diri.
Dalam Kebaktian Pembaruan Iman Nasional (KPIN) di Sidoarjo, Pdt. Stephen Tong mengajak kita menatap ke dalam kedalaman jiwa dengan kejujuran yang telanjang: manusia sesungguhnya tidak pernah mencari Allah.
Bukan Allah yang tersesat hingga perlu ditemukan. Kitalah yang kehilangan arah, terasing di dalam kebebasan semu yang kita ciptakan sendiri. Dosa jarang sekali hadir sebagai musuh yang mengerikan sejak awal; ia menyamar sebagai pilihan bebas, sebelum akhirnya secara perlahan berubah menjadi belenggu yang memenjarakan. Dan seorang tawanan tidak akan pernah bisa memotong rantainya sendiri.
Di sinilah letak keindahan kabar baik itu. Kekristenan bukanlah tentang seberapa gigih manusia mendaki tangga menuju langit, melainkan tentang Allah yang bersedia turun menyapa bumi. Kristus tidak lahir dari keinginan daging atau sejarah manusia yang rapuh; Ia datang dari Sang Bapa, dinaungi Roh Kudus, melintasi batas waktu untuk menjadi Sang Pencari.
Ia bukan sekadar pengajar moral atau pendiri tradisi, melainkan Pembebas yang berjalan menembus kegelapan malam jiwa kita, membongkar cengkeraman dosa, dan merangkul mereka yang lelah berlari.
Bagi kita semua—khususnya generasi muda yang merindukan pemulihan—panggilan ini adalah sebuah undangan untuk berhenti bersembunyi. Pengampunan tidak dimulai saat kita merasa mampu memperbaiki diri, melainkan saat kita berani mengakui ketidakberdayaan kita di hadapan-Nya.
Sebab keselamatan sejatinya bukan tentang seberapa jauh tangan kita menggapai takhta-Nya, melainkan tentang kerelaan kita untuk ditemukan oleh Kasih yang tak pernah berhenti mencari.