Living In Bali

Living In Bali Lana membagi apa saja yang dia temui, untuk diceritakan dengan teknik-teknik penulisan yang bisa men

Halaman ini dibuat sebagai tempat dimana Lana akan aktif membagi apa saja yang dia temui disepanjang rute perjalanannya karena menjalankan proyek pertamanya bersepeda dari Bali hingga India, dan menempuh lebih dari 8,000 kilometer dengan melintasi lebih dari 9 negara dan ratusan kota.

SEGEHAN.
18/09/2022

SEGEHAN.

Namanya Segehan artinya “Suguh” (menyuguhkan), dalam hal ini segehan di haturkan kepada para Bhutakala agar tidak mengganggu dan juga Ancangan Iringan Para Betara dan Betari, yang tak lain adalah akumulasi dari limbah/kotoran yang dihasilkan oleh pikiran, perkataan dan perbuatan insan dalam kala waktu tertentu.

Dari keseluruhan adalah buatanku sendiri. Dari mulai tempatnya (Clemik/ Ithuk-ithuk itu terbuat dari daun kelapa yang sudah tua, dalam Bahasa Bali disebut Selepan, kemudian disatukan mengunakan serpihan bambu yang dikaitkan satu dengan lainnya, atau dalam Bahasa Bali disebut Semat/ Biting) kemudian dipasang porosan (Buntelan daun di tepi wadah, dibuat dari daun Mangga, Daun Sirih dan Kapur) hingga berbagai macam beras dengan warna, semua memiliki makna yang ada di dalamnya. Di Bali, segala hal ada hitungan dan tatanan, termasuk arah (letak) dimana beras berwarna-warni tsb diletakkan didalam wadah, sebelum di haturkan, juga disesuaikan dengan dimana tempat untuk menghaturkan. Ini adalah pola dan arah:

1. Warna Hitam menempati posisi Utara.
2. Warna Putih menempati posisi Timur.
3. Warna Merah menempati posis selatan.
4. Warna Kuning menempati posisi Barat.

Sedangkan warna 'Brumbun' atau kombinasi dari ke empat warna di atas menempati posisi di tengah tengah, yang mampu di katakan brumbun tersebut sebagai 'Pancernya'. Segehan Manca Warna ini biasanya di letakkan pada pintu masuk pekarangan (lebuh pemeda) atau di perempatan jalan.

SENTENG.Sentang (selendang) disimbolkan sebagai pengikat Panca Budhi Indria dan Panca Karmen Indria Serta. Ada juga yang...
01/08/2022

SENTENG.

Sentang (selendang) disimbolkan sebagai pengikat Panca Budhi Indria dan Panca Karmen Indria Serta. Ada juga yang mengatakan bahwa 'senteng' sebagai pembatas antara bagian manusia yang suci (kepala keatas) dan yang tidak suci (pinggul kebawah) agar pada saat sembayang tidak memikirkan hal-hal negatif.

Dalam penerapan keagamaan sehari-hari ‘mungkin’ ari-ari (tali pusar) ini disimbolkan menjadi selendang (senteng), karena selalu melekat menutupi tali pusar umat Hindu di Bali dalam setiap menghadap-Nya, juga sebagai simbol mengekang sepuluh lobang yang ada dalam tubuh pada saat seseorang berkehendak melakukan puja dan puji terhadap Tuhan.

Sehingga 'senteng' atau selendang adalah hal wajib sebelum ibadah (sembahyang), memasuki tempat suci, dan upacara yadnya lainnya. Disebutkan asal usul lahirnya budaya ini berasal dari para leluhur yang merupakan asal muasal kita sebagai manusia yang semenjak masih janin dalam kandungan Ibu, manusia sudah terhubung dengan-Nya (ibu) yaitu melalui tali pusar (ari-ari) yang kemudian disimbolkan dengan selendang agar manusia senantiasa mengingat darimana kita ini berasal.

IDENTITAS DAN EKSPRESI GENDER.Orientasi Seksual itu bukan hasil pilihan manusia. Kita semua hari ini menjadi (ber identi...
26/01/2022

IDENTITAS DAN EKSPRESI GENDER.

Orientasi Seksual itu bukan hasil pilihan manusia. Kita semua hari ini menjadi (ber identitas gender) laki laki, perempuan adalah bagaimana kita semua menjadi diri sendiri, yang laki-laki s**a pada wanita dan tertarik secara seksual, bukan karena dia merasa laki laki yang harus s**a pada wanita, juga bukan hasil doktrin dari orang tua.

Ternyata memang semua alamiah terjadi, bukan karena jenis kelamin dan paksaan, yang perempuan s**a dan tertarik secara seksual pada laki laki, bukan karena dia merasa perempuan yang harus s**a pada laki-laki, juga bukan hasil doktrin dari orang tua.

Semua alamiah saja terjadi, coba teman-teman semua renungkan lagi dalam diri, benar atau tidak bahwa orientasi seks kita alamiah terjadi atau hasil pengaruh orang lain?

Yang terlahir laki-laki seperti ku tapi kemudian merasa jiwa nya berbeda, itu bukan kemauannya, juga bukan hasil dari doktrin dari orang tua atau pengaruh lingkungannya. Begitu p**a ketika ternyata menyukai jenis kelamin yang sama, bukan karena pilihannya dan bukan arahan dari orang tua, semua terjadi secara alamiah bahwa orientasi seks itu alamiah, bukan pilihan seks itu cair, kita bisa punya kemungkinan tertarik secara seksual dengan siapa saja (identitas gendernya) tetapi yang memang hetero akan menjalani kehidupan seksualnya sesuai ketertarikan dan hasratnya, begitu p**a yang bukan hetero.

Yang terbaik adalah saling menghargai hidup yang dijalani setiap orang seperti aku pun menghargai para heteroseksual dan lainnya, mereka yang memilih tidak menikah atau menikah tapi memilih child free tanpa mencemooh cara mereka menjalani hidupnya menjadi diri sendiri. Sepanjang tidak mengganggu dan merugikan, selayaknya kita menghargai mereka semua yang punya hidup berbeda dengan kita, aku menghargai yang hetero serta lainnya bukan karena jumlah mereka lebih banyak, TAPI KARENA AKU HARUS MENGHARGAI SETIAP ORANG UNTUK MENJADI DIRINYA SENDIRI.

SAJAK TENTANG KEMATIAN.Sesungguhnya segala yang bermula itu akan berakhir, setiap yang kuat itu memiliki kelemahan dan s...
22/01/2022

SAJAK TENTANG KEMATIAN.

Sesungguhnya segala yang bermula itu akan berakhir, setiap yang kuat itu memiliki kelemahan dan setiap yang hidup pasti akan mati. Kehidupan dan kematian adalah dua hal yang terus berdampingan, ia seperti dua sejoli yang tidak dapat dipisahkan.

Lagi – lagi kita tidak bisa mengelak bahwa kematian itu pasti dan kehidupan itu fana, tetapi sayangnya kita sering terlupa menganggap bahwa kematian masih sangat jauh bagi orang-orang yang tidak pernah berfikir, sedang dunia ia anggap kekal. Kematian tidak pernah menunggu, apakah kita sudah siap atau belum.

Hanya perlu berfikir, sebagai apa kelak kita akan dikenang, jadilah orang yang baik sekalipun kamu terlahir 'berbeda'.

Selamat jalan Ida Tjokorda Pemecutan XI, dumogi amor ing acintya!

HUJAN ATAU SENJA, MANAKAH YANG PALING ROMANTIS?Hubungan antara hujan, senja, kenangan, rindu dan kegalauan dirasakan ole...
25/12/2021

HUJAN ATAU SENJA, MANAKAH YANG PALING ROMANTIS?

Hubungan antara hujan, senja, kenangan, rindu dan kegalauan dirasakan oleh siapapun yang pernah jatuh cinta. Mereka saling bertautan, perasaan emosional mendadak muncul saat menikmati hujan dan senja. Entah sebagai bentuk pengingat kisah luka atau bahagia, atau hanya sekadar menikmati keindahan yang alam berikan. Namun senja dan hujan seakan mewakili perasaan seseorang yang sedang merasakan jatuh cinta.

Meski senja dan hujan tidak bisa hadir dalam satu waktu, senja sama seperti hujan, sama-sama menenangkan.

Ini senja di sudut Pasar Badung di Denpasar, Bali, disela aku yang sedang meluangkan sedikit waktu menemukan beberapa bahan makanan untuk memasak.

Selamat merayakan Hari Raya Natal untuk pengunjung akun Instagram ku yang merayakannya. Terus menebar kedamaian di dalam...
24/12/2021

Selamat merayakan Hari Raya Natal untuk pengunjung akun Instagram ku yang merayakannya. Terus menebar kedamaian di dalam hidup kita masing-masing.

Oreo.
19/12/2021

Oreo.

MENJADI MANUSIA ITU BUKAN TENTANG MENILAI, TETAPI MENJALANI.Menjadi mayoritas itu sebenarnya ujian, ujian agar bisa meng...
16/12/2021

MENJADI MANUSIA ITU BUKAN TENTANG MENILAI, TETAPI MENJALANI.

Menjadi mayoritas itu sebenarnya ujian, ujian agar bisa mengemban amanah untuk dapat berlaku 'adil', tidak jumawa dan tidak memandang rendah yang lebih sedikit. Tetapi menjadi minoritas pun juga ujian. Ujian agar tetap bisa menyikapi segala hal dengan 'sabar', tidak kehilangan harapan dan terus percaya bahwa akan ada sebuah kebaikan dari segala kesabaran.

Rahajeng semeng (Bahasa Bali: Selamat pagi).
15/12/2021

Rahajeng semeng (Bahasa Bali: Selamat pagi).

Bebanten
14/12/2021

Bebanten

PATUNG SANGKALA TRI SEMAYA.Sang Kala Tri Semaya ini merupakan 'kala' yang turun ke dunia pada zaman Kaliyuga untuk menja...
13/12/2021

PATUNG SANGKALA TRI SEMAYA.

Sang Kala Tri Semaya ini merupakan 'kala' yang turun ke dunia pada zaman Kaliyuga untuk menjaga manusia.

Berharap agar semua orang selalu dalam perlindungan-Nya, sehingga bahagia, tujuan hidup itu bagaimana kalau manusia yang katanya makhluk sempurna itu bisa berguna bagi sesama dan juga alam semesta.

Bicara mengenai harapan atas di bangunnya patung tersebut (menjaga manusia), ingatanku melesat ke Yogyakarta, dimana ada salah satu dari 3 kewajiban Sultan (Raja) yaitu: 'Hamemayu Hayuning Bawana'.

- Keselamat bumi alam itu hanya di mungkinkan karena kearifan manusia itu sendiri.
- Keutamaan manusia (sifat-sifat Ksatria: Kejujuran, Rasa Patriotisme) karena itu merupakan integritas, punya dharma kepada bangsa dan negara.
- Keselamatan manusia hanya di mungkinkan karena 'rasa kemanusiaan' manusia itu sendiri.

Inti dari semuanya adalah, mari saling berupaya untuk keselamatan, kebaikan, bumi alam dan sesama.

SEMBURAT JINGGA YANG MEMUKAU MATA DI PULAU DEWATA.Rasa tak pernah salah, rasa tak pernah benar, rasa bukanlah pemenang d...
09/12/2021

SEMBURAT JINGGA YANG MEMUKAU MATA DI PULAU DEWATA.

Rasa tak pernah salah, rasa tak pernah benar, rasa bukanlah pemenang dan rasa bukanlah perenggang sebuah hubungan. Bolehkah bila aku hanya memiliki rasa tanpa harus merasa bersalah, merasa benar, merasa jadi seorang pemenang ataupun merasa jadi seorang perusak hubungan? Bolehkah jika aku hanya sekedar memiliki rasa tanpa harus diungkapkan, seakan tak terjadi apa-apa. Karena jingga tak pernah membuat senja jatuh cinta.

Address

Bali

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Living In Bali posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Living In Bali:

Share