07/03/2024
• Ogoh-ogoh baru ada sejak 1983.
Tradisi ogoh-ogoh ditempa dengan latar belakang Sundarīgama yang terlihat dari teks itu sendiri dan hubungan intertekstual dengan beberapa lontar seperti Tattwa Gama Tiga.
Dari penjelasan lontar tersebut, inti dari H-1 Nyepi adalah melaksanakan Caru Pañcasata di perempatan desa atau melaksanakan Tawur Agung (tingkat utama). Untuk di setiap rumah, setiap keluarga menghaturkan di muka pekarangan rumahnya yaitu Segehan Panca Warna 9 tanding, ikan dan ayam brumbun yang diolah, segehan agung, segehan sasah 108 tanding, disertai tuak dan arak. Semua ini ditujukan kepada Sang Bhūta Rāja, Sang Kālā Rāja, Sang Bhūta Kālābālā, pada waktu Sandhyākāla.
Setelah Caru atau Tawur selesai, maka dilakukanlah Ngerupuk dengan maksud memulangkan Bhūtakālā dengan sarana obor disertai mantra penolak bala dengan mengelilingi pekarangan rumah. Esok harinya, seluruh keluarga melaksanakan Yoga Samādhi (Nyepi).
Dalam lontar Pūrwaka Bhūmi dan Purwa Bhūmi Kemulan, para Bhūta ini merupakan putra-putra Tāmasi dari Kāla (Śiva) dan Dūrga (Umā). Narasi yang sama ditemukan dalam Śivapurāṇa, Rudra menciptakan jutaan Bhūta dan mereka semua juga disebut Rudra (rudrasamaprakhyāḥ, bhūtākhyāśca mahāvīryā mahādevasamaprabhāḥ)¹:
—'Makhluk dengan kekuatan besar dan menakutkan ini akan dikenal dengan nama 'Rudra' (jamak). Mereka akan mendatangi bumi, cakrawala, dan segala penjuru. Seratus Rudra akan dipersembahkan untuk pengorbanan. Mereka akan mengambil bagian dalam persembahan pengorbanan bersama dengan kelompok dewa Vaiśvadeva. Mereka akan tinggal sampai akhir yuga. Mereka akan disembah bersama para dewa di manvantara yang berbeda.'²
Jutaan Rudra yang menempati segala ruang dan waktu adalah proyeksi dari satu Rudra yang sama, yaitu Nīlalohita (Śiva). Śruti mengatakan: eko hi rudro na dvitīyāya³ (hanya ada satu Rudra, tidak ada yang kedua), sarvo vai rudrah⁴ (segala sesuatu sesungguhnya adalah Rudra).
Catatan kaki:
1. Śivapurāṇa: Vāyavīya Saṁhitā 2 (31.91-95)
2. Liṅgapurāṇa: Uttarabhāga (70.314-319)
3. Śvetāśvatara Upaniṣad (3.2)
4. Yajurveda (Taittirīya Araṇyaka 10.24.1)
OM NAMO BHAGAVATE RUDRAYA 😇