21/04/2026
Komunikasi adalah fondasi utama dalam keluarga.
Ini yang aku alami dalam rumah tangga maupun keluargaku.
Dulu di dalam rumah tangga, hubungan suami istri kami retak karena komunikasi. Pernikahan seolah hanya status, dia tak pernah mengajak aku ngobrol, bertanya pendapatku, dan sebagainya.
Lalu, di dalam keluargaku sendiri dimana statusku di sini sebagai seorang anak, aku yang mudah tersinggung ini berhadapan dengan orang tua yang tidak tahu cara berkomunikasi dengan baik kepada anak-anak dan cucu-cucunya.
Baru saja terjadi.
Aku pulang ke rumah seusai mengantar ponakkanku dimana sekolahnya lumayan jauh dari rumah, sekitar 8 kilo jarak tempuh sekali jalannya.
Minuman manis jelly-jelly mangga punya anakku yang dia beli sejak semalam, aku bawa saja, untuk menemaniku minum sepanjang perjalanan karena aku tidak sempat membuat kopi tadi pagi.
Sepulang ke rumah, aku memarkirkan mobilku di seberang rumah dan mencoba menelpon papaku untuk menanyakan apakah anakku dan ponakkan perempuanku sudah diantar ke sekolah?
Karena kalau belum, sekalian aku antarkan saja. Biasa papaku yang antar karena tidak sempat memburu waktu buat antar anak-anak yang sekolahnya berbeda-beda. Kebetulan anakku dan ponakkan perempuanku sekolahnya dekat saja dari rumah.
Seperti biasa, papaku tidak menjawab telepon. Jadi aku masukkanlah mobil ke carport dan masuk ke dalam rumah.
Rambut masih berantakan karena memang tidak sempat sisiran tadi pagi, buru-buru, tidak membawa jilbab karena memang berada di dalam mobil saja, cuma drop ponakkanku saja di sekolahannya.
Dengan situasi seperti itu, sambil menenteng si minuman manis ini turun dari mobil, melihat mamiku duduk di ruang tengah, aku tersenyum sumringah dan langsung menanyakan perihal anak-anak, "sudah berangkat sekolah mereka?"
Tapi fokus mamiku bukan kepada apa yang aku tanyakan. Beliau justru berkata dengan wajah berkerut-kerutnya dan geleng-geleng kepala "ck ck ck, kayak anak kecil saja minum begituan."
Mendengar respon seperti itu, hatiku langsung panas, "apa sih mami ini?! Ini minuman A###xx tadi malam. Apa salahnya dibawa dan diminum?!"
Setelah ituu beliau buru-buru menambahkan, "nanti batuk"
Padahal kalau untuk memberi tahu 'nanti batuk', tidak perlu ada kata-kata 'kayak anak kecil saja' ditambah mimik wajah yang meremehkan.
Aku sudah telanjur tersinggung sehingga aku masih bersikap sinis juga, "heran, minuman sisa anakku, apa salahnya aku minum, habiskan, masa dibuang?!"
Dan endingnya, setelah membuat aku tersinggung, beliau juga tersinggung, masuk kamar langsung banting dan kunci pintu.
Masih pagi loh padahal. 🥀
Komunikasi adalah kunci dari keharmonisan di sebuah rumah dan kepala keluargalah yang memegang kuncinya.
Kalau kepala keluarga saja sudah kehilangan kuncinya, maka rumah itu akan hancur dengan cepat, maupun hancur perlahan-lahan.
Selamat pagi sahabat online-ku. 🤍