Aceh Sultanate History

Aceh Sultanate History tentang aceh

Anggota polisi Operasi Damai Cartenz Di Papua Gugur ‼️Seorang anggota polisi kembali gugur di PapuaKepala Operasi Damai ...
01/06/2026

Anggota polisi Operasi Damai Cartenz Di Papua Gugur ‼️

Seorang anggota polisi kembali gugur di Papua
Kepala Operasi Damai Cartenz sampaikan dukacita.

DEMI UANG & KEBUTUHAN GAYA HIDUP, MAHASISWI MAHASISWI RELA JADI SELIRMUT 0M2 KALANGAN PEJABAT DAN PENGUSAHAFenomena nika...
01/06/2026

DEMI UANG & KEBUTUHAN GAYA HIDUP, MAHASISWI MAHASISWI RELA JADI SELIRMUT 0M2 KALANGAN PEJABAT DAN PENGUSAHA

Fenomena nikah siri dan hubungan perempuan muda dengan pria mapan diam-diam tumbuh di kalangan sebagian mahasiswi di Banda Aceh. Faktor ekonomi, gaya hidup, hingga tekanan media sosial disebut menjadi pemicu munculnya realitas sosial yang kini semakin sulit dipungkiri.

Wartawan media ini, Azhari Usman, melakukan reportase mendalam untuk menelusuri fenomena tersebut.

Jarum jam telah melewati pukul 23.00 WIB. Namun suasana di kawasan Jalan T. Panglima Nyak Makam, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh, Sabtu malam, 23 Mei 2026, masih jauh dari kata sepi. Deretan kafe dan warung kopi modern tetap dipenuhi anak-anak muda yang larut dalam obrolan, musik, serta gemerlap kehidupan malam kota.

Kendaraan terus berlalu-lalang memadati jalan. Di balik wajah Banda Aceh yang dikenal religius dan lekat dengan nilai-nilai syariat, kehidupan lain ternyata tumbuh diam-diam di sudut-sudut kota yang nyaris tak terlihat, namun nyata adanya.

Di sebuah kafe yang tidak terlalu ramai, seorang perempuan muda duduk sambil memainkan sedotan minumannya. Wajahnya masih sangat muda. Penampilannya rapi dan modern. Tas bermerek ditaruh diatas meja, sementara ponsel terbaru sesekali menyala menerima pesan masuk.

Namanya disamarkan menjadi Dinda. Usianya baru 21 tahun. Ia masih berstatus mahasiswi di salah satu kampus swasta di Banda Aceh. Kepada media ini, ia bercerita tentang kehidupan yang selama ini hanya menjadi bisik-bisik di kalangan anak muda kota.

Ia mengaku sudah hampir dua tahun menjalani hubungan dengan seorang pria berusia sekitar 50 tahun yang telah memiliki istri dan anak.“Orang-orang bilang simpanan. Ya mungkin memang begitu,” katanya sambil tersenyum kecil.

Tidak ada rasa canggung saat ia menceritakan kehidupannya. Seolah semua itu sudah menjadi hal biasa. “Awalnya kenal dari teman. Dulu saya juga tidak pernah berpikir bakal seperti ini,” ujarnya.

Menurut Dinda, kehidupan kampus dan pergaulan anak muda di Banda Aceh kini banyak berubah. Di balik citra religius dan budaya yang kuat, ada realitas lain yang tumbuh diam-diam di lingkungan anak muda, terutama di kalangan mahasiswi.

Selengkapnya baca di kontrasaceh

Sejarah dunia selalu mencatat bahwa panglima armada laut didominasi oleh kaum pria yang garang. Namun, sebuah catatan he...
23/05/2026

Sejarah dunia selalu mencatat bahwa panglima armada laut didominasi oleh kaum pria yang garang. Namun, sebuah catatan heroik yang sangat gila dan mematikan justru diukir oleh seorang wanita pemberani dari Kesultanan Aceh bernama Keumalahayati. Setelah suaminya gugur dalam pertempuran laut melawan pasukan Portugis, ia menolak untuk terus meratapi nasib di dalam istana. Pada tahun 1598, Malahayati justru bangkit dan nekat membentuk sebuah armada tempur laut bernama Inong Balee yang seluruh prajuritnya berisi 2000 janda dari para pahlawan Aceh yang telah syahid di medan perang.

Pasukan janda mematikan ini tidak hanya berlatih sekadar untuk menjaga garis pantai, tetapi benar benar menjelma menjadi mimpi buruk paling mengerikan bagi kapal kapal tempur asing yang berani meremehkan kedaulatan Nusantara. Momen paling epik dan legendaris dari sang panglima wanita ini meledak pada tanggal 11 bulan September tahun 1599. Saat itu, armada kapal Belanda yang dipimpin oleh seorang kapten sombong bernama Cornelis de Houtman bersandar di pelabuhan dan mencoba membuat kekacauan serta menantang kedaulatan pasukan Aceh.

Melihat kesombongan penjajah dari benua Eropa tersebut, Malahayati yang mengamuk langsung memimpin pasukannya untuk menyerbu dan memanjat naik ke atas kapal tempur Belanda. Bukannya berlindung di belakang prajuritnya, panglima janda ini nekat menerjang maju menantang sang kapten Belanda untuk berduel satu lawan satu tepat di atas geladak kapalnya sendiri. Hanya bermodalkan sebuah senjata tradisional Rencong, Malahayati berhasil menangkis serangan pedang Cornelis dan menebas sang kapten penjelajah Eropa tersebut hingga tewas berlumuran darah. Kemenangan mutlak ini sukses membuat nama Malahayati ditakuti oleh seluruh kerajaan di Eropa dan menobatkannya sebagai laksamana laut perempuan pertama dalam sejarah peradaban dunia.

Tgk di barat dan Tgk Chik paya bakongKaphe Belanda telah mengadakan pemburuan terhadap tgk Chik Paya Bakong  sejak tahun...
23/05/2026

Tgk di barat dan Tgk Chik paya bakong

Kaphe Belanda telah mengadakan pemburuan terhadap tgk Chik Paya Bakong sejak tahun 1905.

Selama 12 tahun beliau selalu berhasil lolos dari penyerbuan yg terus menerus.Tgk Chik Paya Bakong menyingkir ke daerah samarkilang gayo

Semua komandan patroli jempolan Belanda pada masa itu pernah menemukan jejak beliau.Van der Vrek dan Bahrens pun pernah membuntuti Tgk Chik Paya Bakong namun selalu gagal dan lolos dari sergapan mareka.

TGK Chik paya Bakong seakan akan manusia dari bumi lain. yg di takdirkan menjadi manusia yg penuh koramah.sebagai ulama yg teguh dlm perjuangan membela agama dan bangsa nya sampai titik darah penghabisan.

Bagi tgk chik paya Bakong tidak ada kata menyerah dan siap menjemput syahid sebagai syuhada.

TgK CHik Paya bakong alias Tgk di MaTa ie penguasa sumber mata air wilayah pasee.keureuto dan jambo aye.

Beliau kembali ke medan laga perang panjang melawan kaphe Belanda setelah Tgk Chik Ditunong suami Cut Meutia Ayahanda Si rajawali TR sabi di hukum tembak mati Di lhok Seumawe.

pada tahun 1913 pasukan Belanda pimpinan Bahrens menyergap TGK ChiK paya bakong di sekat Alue Garot.sehingan sorban dan tasbih nya tertinggal di semak belukar.

bagaikan absolom pada penyerangan ini pun Beliau kembali lolos.namun terluka tembak di kaki nya.kekebalan beliau rupanya sudah berakhir namun beliau masih hidup selama empat tahun lagi.

Sampai suatu ketika sebuah patroli pasukan marsose kaphe Belanda di pimpin oleh seorang sersan inlander Jawa bernama Tugimin melewati sebuah daerah di samarkilang di tengah hutan disebuah gubuk ladang

Sersan Tugimin menembak mati dua orang Aceh.salah satu dari mayat mareka Bengkak pada kaki nya disebab kan oleh luka tembak empat tahun lalu.

TGK Chik paya bakong Ulama besar Pasai syahid pada tanggal 16 juli 1917.orang Aceh yg dibawa oleh Belanda untuk memastikan itu mayat TgK chik dipaya Bakong atau bukan bersujud di tanah dan mareka berteriak....

TGk Chik... Tgk Chik....jangan marah..ini bukan kesalahan kami..
Teungku Chik paya Bakong adalah juga mertua dari Teungku Dibarat yang juga seorang Ulama berpengaruh di Aceh Utara

Untuk menghadapi kedua nya Belanda mengerah kan pasukan colone macan pasukan paling elit Marsose.kopassus nya Belanda kala itu.

Pasukan elit ini di pimpin oleh Kapten WBJA Schepeen dan Capt H Cristoffel

Dalam sebuah pertempuran yang legendaris Teungku DI barat bersama istri nya Syahid di terjang peluru Pasukan Letnan Behrens pada tahun 1912.

Dalam episode perang Aceh kematian mareka adalah kematian paling romantic dan di catatan secara apik dalam catatan Belanda dan ingatan rakyat Aceh



Foto ilustrasi Tengku Chik paya Bakong

"RAJA YANG MENYERAHKAN TAHTA DAN HARTANYA DEMI REPUBLIK❗Di tengah rapuhnya Republik Indonesia yang baru diproklamasikan,...
23/05/2026

"RAJA YANG MENYERAHKAN TAHTA DAN HARTANYA DEMI REPUBLIK❗

Di tengah rapuhnya Republik Indonesia yang baru diproklamasikan, ada satu keputusan politik yang dampaknya terasa lintas generasi. Keputusan itu datang dari seorang raja Melayu di Sumatra: Sultan Syarif Kasim II, penguasa terakhir Kesultanan Siak Sri Indrapura.

Tak lama setelah Proklamasi 17 Agustus 1945, Sultan Syarif Kasim II mengirimkan telegram resmi kepada Presiden Republik Indonesia, Soekarno. Isinya tegas dan tanpa syarat: Kesultanan Siak berdiri penuh di belakang Republik Indonesia. Dukungan ini bukan simbolik. Ia segera menyerahkan uang tunai sebesar 13 juta gulden—salah satu kontribusi finansial terbesar dalam fase awal berdirinya negara. Jika dikonversi ke nilai saat ini, jumlah tersebut diperkirakan setara lebih dari Rp1 triliun.

Selain uang tunai, Sultan juga menyerahkan mahkota emas, pedang bertatahkan berlian, serta berbagai perhiasan kerajaan. Semua itu diserahkan ketika Republik belum memiliki kas negara yang memadai dan masih berjuang mempertahankan eksistensinya secara politik maupun ekonomi.

Keputusan yang diambil Sultan Syarif Kasim II semakin signifikan jika dilihat dari opsi yang sebenarnya tersedia. Ia tidak memilih jalur daerah istimewa seperti yang ditempuh Yogyakarta. Kesultanan Siak dilebur sepenuhnya ke dalam NKRI, tanpa tuntutan status khusus, tanpa negosiasi kekuasaan. Bersamaan dengan itu, wilayah strategis Siak—termasuk kawasan yang kelak dikenal sebagai Blok Minas dan ladang minyak sekitarnya—ikut menjadi bagian Republik. Wilayah ini kemudian berkembang menjadi salah satu sumber devisa energi terbesar Indonesia selama puluhan tahun.

Setelah melepas tahta dan harta, kehidupan Sultan berubah drastis. Ia meninggalkan kemegahan istana dan hidup sebagai warga negara biasa. Dalam beberapa periode, ia menetap di Jakarta dan Aceh, sebelum akhirnya kembali ke Siak. Tidak ada jabat4n negara, tidak ada keistimewaan protokoler. Laporan tentang kesederhanaan hidupnya di masa tua tercatat konsisten dalam berbagai sumber sejarah.

Sultan Syarif Kasim II wafat pada 23 April 1968 di Rumah Sakit Caltex, Rumbai, Pekanbaru. Ia berpulang dalam kondisi yang jauh dari kemewahan masa lalunya sebagai raja. Tiga dekade kemudian, negara yang pernah ia dukung tanpa syarat baru menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 109/TK/1998 pada 6 November 1998.

Kisah Sultan Syarif Kasim II bukan sekadar cerita pengorbanan personal. Ini adalah contoh nasionalisme yang ekstrem dan konsisten : kehilangan kekuasaan, kekayaan, dan masa depan politik demi keberlangsungan sebuah republik yang saat itu bahkan belum tentu bertahan. Dalam sejarah Indonesia, sedikit tokoh yang berani membayar harga setinggi itu untuk sebuah keyakinan politik.

Potret tentara KNIL yang sangat diandalkan oleh Belanda 😆😁
20/05/2026

Potret tentara KNIL yang sangat diandalkan oleh Belanda 😆😁

Sesama Anggota TNI Rebutan wanita dan saling senggol di cafe malam, akhirnya TNI t3m'B4k TNI. M4ti sia-sia 😃            ...
18/05/2026

Sesama Anggota TNI Rebutan wanita dan saling senggol di cafe malam, akhirnya TNI t3m'B4k TNI.

M4ti sia-sia 😃

Dua Patung di Kanigoro, Blitar. Sekitar 1890 (KITLV)
18/05/2026

Dua Patung di Kanigoro, Blitar. Sekitar 1890 (KITLV)

Sejarah benteng yang berada di Ujung Timur Teluk Krueng Raya ini tidak dapat dipisahkan dari sosok Keumalahayati atau Ma...
18/05/2026

Sejarah benteng yang berada di Ujung Timur Teluk Krueng Raya ini tidak dapat dipisahkan dari sosok Keumalahayati atau Malahayati.

Bagi Anda pecinta wisata konvensional, Benteng Inong Balee mungkin bukanlah salah satu tempat favorit. Meski lokasinya cukup jauh di pelosok Bukit Soeharto, Krueng Raya, dan medan yang harus ditempuh pun cukup keras, tapi kini akses jalan menuju tempat ini sudah lebih baik. Selain itu suguhan pemandangan lanskap yang luar biasa indah dari atas bukit membuat tempat yang kini dikenal sebagai Kawasan Wisata Malahayati ini layak untuk masuk dalam salah satu daftar target destinasi yang harus dikunjungi.

Sejarah benteng yang berada di Ujung Timur Teluk Krueng Raya ini tidak dapat dipisahkan dari sosok Keumalahayati atau Malahayati. Malahayati adalah Laksamana Laut wanita pertama Kesultanan Aceh yang berjasa besar dalam mengawal diplomasi internasional antara Aceh dengan negara-negara Eropa.

"Malahayati adalah Laksamana Laut wanita pertama Kesultanan Aceh yang berjasa besar dalam mengawal diplomasi internasional antara Aceh dengan negara-negara Eropa.

Malahayati menjadi inisiator dan komandan dari Laskar Inong Balee yang legendaris, yang menjadi asal muasal nama benteng ini. Kiprah Malahayati sebagai seorang wanita yang sukses sebagai panglima militer sekaligus diplomat, telah diakui dan dicatat dalam sejarah berbagai bangsa.

Dalam bahasa Aceh, ‘Inong’ berarti Wanita, sedangkan ‘Balee’ berarti janda. Laskar Inong Balee, merupakan pasukan khusus yang beranggotakan para janda dari syuhada dalam Pertempuran Laut Haru.

Dalam pertempuran tersebut, Armada Kesultanan Aceh berhasil memukul mundur Armada Portugis tetapi harus kehilangan dua laksamana laut beserta seribu orang prajurit. Hal ini membuat banyak istri prajurit angkatan laut Kesultanan Aceh menjadi janda.

Malahayati yang merupakan istri dari salah satu Laksamana yang gugur berinisiatif mengusulkan agar para janda prajurit ini dapat diberdayakan dalam dinas kemiliteran.

Benteng Inong Balee menjadi pusat dukungan logistik bagi laut Kesultanan Aceh sekaligus salah satu titik strategis pertahanan militer Aceh dari ancaman serangan musuh dari arah Selat Malaka. Posisinya yang berada diatas bukit, membuat pasukan Inong Balee memiliki jangkauan pandangan yang luas, yang membentang dari ujung Barat Teluk Krueng Raya hingga jauh ke pesisir Timur Aceh Besar.

"Benteng Inong Balee menjadi pusat dukungan logistik bagi laut Kesultanan Aceh sekaligus salah satu titik strategis pertahanan militer Aceh dari ancaman serangan musuh dari arah Selat Malaka.

Bagi penggemar fotografi, Benteng Inong Balee dan Bukit Soeharto menjadi wahana yang tepat untuk melakukan eksperimen fotografi alam dan lanskap. Dari atas bukit ini, pemandangan Pelabuhan Malahayati yang dikelilingi teluk Krueng Raya terlihat indah di kejauhan.

Sejak tahun 2024, UNESCO telah menetapkan 1 Januari yang merupakan tanggal kelahiran Laksamana Laut wanita pertama di dunia ini sebagai hari perayaan internasional. Hal ini dilakukan sebagai penghormatan terhadap kontribusi Laksamana Keumalahayati terhadap sejarah Aceh. Selain itu, Keumalahayati telah resmi ditetapkan sebagai pahlawan nasional Indonesia oleh Presiden Joko Widodo di tahun 2017.

"Keumalahayati telah resmi ditetapkan sebagai pahlawan nasional Indonesia oleh Presiden Joko Widodo di tahun 2017.






TAKTIK DAN SIASAT PAHLAWAN ACEH TEUKU UMAR YANG MAMPU BIKIN BELANDA TERKECOHPada tahun 1893 seorang pahlawan jenius asal...
18/05/2026

TAKTIK DAN SIASAT PAHLAWAN ACEH TEUKU UMAR YANG MAMPU BIKIN BELANDA TERKECOH

Pada tahun 1893 seorang pahlawan jenius asal Aceh bernama Teuku Umar melakukan salah satu strategi penipuan militer paling memalukan bagi penjajah Belanda. Alih alih terus berperang di hutan ia secara mengejutkan datang menyerahkan diri dan menyatakan kesetiaannya pada pemerintah kolonial. Pihak Belanda yang kegirangan karena merasa menang langsung memberinya gelar kehormatan dan jabatan panglima militer. Namun mereka tidak sadar bahwa mereka sedang menggali kuburannya sendiri. Tepat pada tanggal 30 Maret 1896 setelah berhasil mendapatkan kepercayaan penuh Teuku Umar melarikan diri bersama seluruh pasukannya sambil membawa kabur 800 pucuk senjata modern 25000 butir peluru dan uang puluhan ribu gulden milik Belanda. Persenjataan raksasa yang dirampok secara elegan itu kemudian ia gunakan untuk memimpin serangan balik yang sukses menghancurkan mental pasukan penjajah di tanah Nusantara.

Address

Banda Aceh

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Aceh Sultanate History posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Aceh Sultanate History:

Share