Bangsa Aceh

Bangsa Aceh menyajikan berita terbaru, Aceh, Nasional hingga mancanegara Melalui Sumber-Sumber Media terpercaya

- Menteri Pekerjaan Umum (PU) Republik Indonesia Dody Hanggodo meninjau langsung lokasi rumah tertimbun tanah longsor di...
18/09/2026

- Menteri Pekerjaan Umum (PU) Republik Indonesia Dody Hanggodo meninjau langsung lokasi rumah tertimbun tanah longsor di Kampung Sanehen, Kecamatan Silih Nara, Aceh Tengah, Jumat, 18 September 2026. Kunjungan itu dilakukan untuk melihat kondisi kawasan terdampak sekaligus menjadi bagian dari persiapan pemerintah menentukan penanganan pascabencana.

Dody tiba di lokasi sekitar pukul 11.05 WIB. Ia melihat kondisi tanah dan kawasan di sekitar permukiman warga yang terdampak longsor yang terjadi pekan lalu yang menyebabkan satu orang meninggal dunia.

Meskidemikian, pemerintah belum langsung menetapkan bentuk penanganan. Asesmen teknis akan dilakukan lebih dulu untuk mengetahui kondisi tanah, tingkat keamanan kawasan, serta dampaknya terhadap permukiman dan infrastruktur.

Menurut Dody, hasil kajian tersebut akan menjadi dasar pemerintah dalam menentukan langkah rehabilitasi maupun pembangunan kembali infrastruktur di kawasan terdampak.

“Penanganan pascabencana harus dilakukan secara terencana dan berdasarkan kajian teknis, dengan mempertimbangkan kondisi tanah, lingkungan, tata ruang dan kebutuhan masyarakat,” kata Dody saat meninjau lokasi.

Ia mengatakan kondisi geografis dan karakteristik tanah harus menjadi pertimbangan sebelum pembangunan dilakukan. Pemerintah, kata dia, perlu memastikan infrastruktur yang dibangun setelah bencana tidak justru meningkatkan risiko bagi masyarakat.

Peninjauan di Aceh Tengah juga menjadi bagian dari koordinasi pemerintah pusat dan daerah dalam menangani dampak bencana. Dody menekankan perlunya keterlibatan berbagai instansi, termasuk pemerintah daerah, TNI-Polri dan instansi teknis, dalam proses penanganan.

Setelah meninjau lokasi longsor, Dody melanjutkan kunjungan ke Pusat Pengelolaan Air Minum Bur Oregon di Kampung Jongok Bathin, Kecamatan Kebayakan. Dari Aceh Tengah, rombongan Menteri PU kemudian bertolak menuju Kabupaten Bener Meriah.

Kunjungan Dody di Aceh Tengah mendapat pengamanan dari Polres Aceh Tengah. Sementara rangkaian kunjungan Menteri PU di Aceh Tengah berakhir sekitar pukul 13.20 WIB.

Selengkapnya dikomentar👇

– KBO Satlantas Polres Aceh Timur Iptu Bustamam dipukul menggunakan batu saat menggagalkan aksi pencurian kabel tower HT...
18/09/2026

– KBO Satlantas Polres Aceh Timur Iptu Bustamam dipukul menggunakan batu saat menggagalkan aksi pencurian kabel tower HT milik Polri di lingkungan kantornya. Pelaku berinisial SA (41) ditangkap.

Kapolres Aceh Timur AKBP Aris Cai Dwi Susanto mengatakan, kejadian pemukulan itu bermula saat Bustamam melihat seorang pria mencurigakan dengan membawa karung goni ketika keluar mes Satlantas, Kamis (17/9) sore. Ketika ditegur dan diminta membuka karung, SA disebut mengelak.

Bustamam disebut membuka karung dan menemukan sejumlah potongan kabel tembaga yang diduga berasal dari kabel tower di belakang kantor Satlantas. Saat itulah pelaku menghantam kepala korban dengan batu.

“Saat korban memeriksa isi karung, pelaku tiba-tiba mengambil batu dan memukul korban hingga mengenai dahi sebelah kiri,” kata Aris dalam keterangannya, Jumat (18/9/2026).

Akibat pemukulan tersebut, korban mengalami luka di kepala. Dalam keadaan berdarah, korban tetap mengejar pelaku yang berusaha melarikan diri sambil meminta bantuan personel Satlantas lainnya.

“Pelaku sudah diamankan anggota kita,” jelasnya.

Usai kejadian, Bustamam mendapat perawatan medis di RSUD Zubir Mahmud akibat luka yang dideritanya. Sementara pelaku beserta barang bukti diserahkan ke Satreskrim Polres Aceh Timur.

“Pelaku sudah dilakukan tes urine dan hasilnya positif menggunakan narkotika jenis sabu (amphetamine dan metaphetamine),” jelasnya.

Aris mengatakan keberanian anggotanya yang tetap mengejar pelaku meski terluka menunjukkan komitmen Polres Aceh Timur dalam menjaga keamanan, termasuk terhadap aset vital negara.

“Tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan untuk melarikan diri dari proses hukum. Kami akan menuntaskan penyidikan kasus ini dan mendalami aksi pencurian serupa terhadap infrastruktur telekomunikasi di wilayah hukum Polres Aceh Timur. Terang Kapolres Aceh Timur,” ujar Aris.

- Nabila Azahra, anak perempuan berusia 11 tahun asal Medan, Sumatera Utara, yang sempat dilaporkan hilang, ditemukan be...
18/09/2026

- Nabila Azahra, anak perempuan berusia 11 tahun asal Medan, Sumatera Utara, yang sempat dilaporkan hilang, ditemukan berada di Banda Aceh pada Rabu lalu. Nabila ditemukan setelah informasi mengenai keberadaannya beredar melalui media sosial TikTok yang dibuat pihak keluarganya.

"(Berdasarkan informasi) anak ini masih ada di Banda Aceh dan saat zuhur di Masjid Raya, terus (saya) keliling, ketemu langsung sama dia," kata Sekretaris Dinas Sosial Aceh, Michael Octaviano, Jumat, 18 September 2026.

Informasi tersebut dia dapatkan setelah berkomunikasi dengan beebrapa pihak yang menduga Nabila masih berada di Banda Aceh.

Michael menyebut, dari pengakuan Nabila, selama berada di Banda Aceh ia sempat berada di sejumlah kawasan, di antaranya Blang Padang, Kedah dan Masjid Raya Baiturrahman. Ia juga mengikuti anak-anak yang berjualan jambu dan timun.

Namun, Dinsos Aceh belum mengetahui secara pasti bagaimana Nabila bisa meninggalkan Medan hingga akhirnya berada di Banda Aceh.

“Kita tidak tahu kenapa dia bisa sampai di sini, yang ada, dia bilang kemarin dia sama tukang bubur dijumpain. Tapi dari pengakuannya, dia berada di seputaran Blang Padang, Kedah, kemudian di Masjid Raya,” ujarnya.

Michael mengatakan pihaknya juga tidak bertemu langsung dengan orangtua Nabila selama proses penanganan di Aceh. Setelah ditemukan, Nabila diserahkan kepada Dinas Sosial Sumatera Utara untuk proses pemulangan dan reunifikasi dengan keluarganya.

“Jadi kita istilahnya kegiatan kita adalah pemulangan dan reunifikasi, mempertemukan kembali dengan keluarga, dalam hal ini antar-Dinas Sosial Sumut,” katanya.

Dinsos Aceh kemudian mengantar langsung Nabila ke Dinas Sosial Sumatera Utara pada kamis lalu. Michael mengatakan, setelah diserahkan, proses pencarian dan pertemuan Nabila dengan orangtuanya, selanjutnya menjadi tanggung jawab Dinas Sosial Sumut.

“Dinas Sosial Sumut nanti akan memberikan dan mencari orangtuanya,” ujarnya.

Ia menambahkan, penanganan Nabila merupakan bagian dari upaya pemerintah memberikan perlindungan terhadap anak yang ditemukan dalam kondisi membutuhkan perlindungan, termasuk ketika berada di luar daerah asalnya.

“selengkapnya dikomentar👇

18/09/2026

| Sebanyak 17 siswa SMAN 1 Kuala, Bireuen dilarikan ke RSUD dr Fauziah Bireuen setelah mengalami sejumlah keluhan kesehatan usai menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (17/9/2026).

Para siswa tersebut diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan yang dibagikan di sekolah.

SMAN 1 Kuala Bireuen berada di Desa Lhok Awe-Awe, Kecamatan Kuala, sekitar dua kilometer sebelah utara Kota Bireuen.

Peristiwa itu diketahui sekitar pukul 10.10 WIB, saat para siswa memasuki jam istirahat.

Makanan MBG yang sebelumnya telah diantar ke sekolah kemudian dibagikan kepada siswa untuk disantap.

Tidak lama setelah makan, sejumlah siswa mulai mengeluhkan kondisi tubuh yang tidak nyaman.

Beberapa di antaranya mengalami pusing hingga muntah.

Melihat kondisi tersebut, guru langsung memberikan pertolongan dan membawa siswa yang mengalami gejala ke rumah sakit menggunakan kendaraan pribadi milik guru.

Belasan siswa kemudian mendapat penanganan medis di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Fauziah Bireuen.

Berdasarkan pantauan di lokasi, para siswa yang sebagian mengenakan seragam Pramuka ditangani petugas medis dan sejumlah di antaranya dipasang infus.

Sejumlah orang tua siswa juga terlihat datang ke rumah sakit untuk memastikan kondisi anak mereka.

Selain itu, anggota Polres Bireuen dari Pos Polsubsektor Kuala, personel Kodim 0111/Bireuen, Pos Ramil, Dinas Kesehatan Bireuen, serta pihak kecamatan, turut berada di rumah sakit milik daerah tersebut.

Kepala SMAN 1 Kuala Bireuen, Nurul Aini, SPd, MAP mengatakan, saat kejadian dirinya sedang mengikuti kegiatan bersama kepala sekolah lainnya di SMAN 3 Bireuen.

Ia kemudian mendapat informasi melalui grup WhatsApp dinas mengenai adanya temuan dalam makanan MBG yang dibagikan kepada siswa.

“Saat itu, puluhan anak sudah mengambil MBG dan sudah makan karena sedang jam istirahat,” kata Nurul Aini.

Menurutnya, setelah menyantap makanan tersebut, sejumlah siswa mulai merasakan keluhan dan melaporkannya kepada guru.

Para guru kemudian mengambil tindakan dengan membawa siswa yang mengalami pusing dan muntah ke rumah sakit.

“artikel. serambinews

Selengkapnya dikomentar👇

| Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) meminta seluruh bupati/wali kota se-Aceh meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi po...
17/09/2026

| Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) meminta seluruh bupati/wali kota se-Aceh meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana menyusul prediksi peningkatan intensitas curah hujan dalam tiga bulan ke depan.

Imbauan tersebut disampaikan Mualem melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, di Banda Aceh, Kamis (17/9/2026). “Langkah itu perlu dilakukan untuk mengantisipasi dampak dari peningkatan intensitas curah hujan yang akan terjadi selama kurun waktu tiga bulan ke depan,” kata Nurlis.

Menurut Nurlis, imbauan tersebut mengacu pada informasi prediksi curah hujan dari BMKG Stasiun Klimatologi Kelas II Aceh. Dalam prediksi Oktober hingga Desember 2026, sejumlah wilayah Aceh berpotensi mengalami curah hujan dengan intensitas menengah hingga tinggi.

Imbauan itu juga telah disampaikan secara tertulis kepada seluruh bupati/wali kota melalui surat Gubernur Aceh Nomor 300.2/11114 tertanggal 14 September 2026. Surat tersebut ditandatangani Plt Sekda Aceh Taufik atas nama Gubernur Aceh.

Nurlis menjelaskan, BMKG memberikan sejumlah langkah kesiapsiagaan yang perlu disesuaikan dengan kondisi curah hujan di masing-masing wilayah.

Untuk daerah yang diprediksi mengalami curah hujan rendah, masyarakat diminta melakukan konservasi dan penghematan air, memperbaiki kebocoran, serta membangun infrastruktur resapan seperti biopori, sumur resapan, dan embung.

"Penyesuaian sektor pertanian terhadap kondisi kering serta pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga perlu diperkuat," ucapnya.

Sementara wilayah yang berpotensi mengalami curah hujan tinggi hingga sangat tinggi diminta meningkatkan kebersihan lingkungan dan drainase melalui gotong royong.

Masyarakat juga diminta menyiapkan Tas Siaga Bencana (TSB) yang berisi dokumen penting dan perlengkapan dasar, menjaga keamanan instalasi listrik dan aset berharga, serta terus memantau informasi peringatan dini BMKG dan siap melakukan evakuasi apabila diperlukan.

Sebelumnya, Mualem juga telah beberapa kali mengingatkan masyarakat dan pemerintah daerah agar meningkatkan kewaspadaan memasuki musim hujan.

Selengkapnya dikomentar👇

- Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh, Brigjen Pol Dedy Tabrani, menyebut Aceh Timur dan Aceh Utara men...
17/09/2026

- Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh, Brigjen Pol Dedy Tabrani, menyebut Aceh Timur dan Aceh Utara menjadi wilayah yang paling banyak menjadi jalur masuk peredaran narkoba dari luar negeri dalam beberapa bulan terakhir.

“Jalur peredaran narkoba dari luar negeri paling banyak dalam beberapa bulan ini wilayah Aceh Timur dan Aceh Utara,” kata Dedy usai pemusnahan barang bukti g***a dan sabu di Halaman Kantor BNNP Aceh, Kamis, 17 September 2026.

Menurutnya, BNNP Aceh terus memfokuskan pengawasan di kedua wilayah tersebut. Salah satu pertimbangannya, kata dia, karena Aceh Timur berada relatif dekat dengan jalur menuju wilayah Thailand dan Malaysia.

“Ya kita selalu fokus kepada daerah sana, karena yang paling dekat dengan Satun Thailand dan wilayah Malaysia dari Aceh Timur,” ujarnya.

Dedy juga berharap Pemerintah Aceh memberikan perhatian dan dukungan lebih dalam upaya pemberantasan narkotika, termasuk dalam melindungi generasi muda dari penyalahgunaan narkoba.

Selain itu, ia menyoroti belum adanya peraturan gubernur sebagai aturan pelaksana Qanun Aceh Nomor 8 Tahun 2018. Menurutnya, qanun tersebut telah berjalan sekitar delapan tahun tanpa peraturan pelaksana, sehingga belum dapat diterapkan secara maksimal.

Dedy berharap Pemerintah Aceh segera menerbitkan Pergub tersebut. Dengan adanya aturan pelaksana, BNNP Aceh nantinya dapat mengusulkan dukungan anggaran untuk pembangunan pusat rehabilitasi narkotika di Aceh.

"Itu sama aja, tanpa peraturan pelaksanaan itu tidak bisa dilaksanakan. Kami berharap agar Qanun itu segera dibuatkan Peraturan Gubernur-nya, sehingga dengan peraturan itu, kita bisa mengajukan anggaran untuk membuat Balai Rehabilitasi Narkoba di Aceh," kata Dedy.

Disisi lain, Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mencoba narkoba karena ketergantungan terhadap zat terlarang tersebut sulit untuk dipulihkan sepenuhnya.

“Kepada masyarakat, kami berharap bahwa jangan sekali-sekali mencoba narkoba. Karena kalau kita sudah terkena narkoba, sulit sekali untuk bisa sembuh,” katanya.

Selengkapnya dikomentar👇

— Status tanah wakaf Lapangan Blang Padang, Banda Aceh hingga saat ini masih menjadi polemik dan belum ada penyelesaian ...
17/09/2026

— Status tanah wakaf Lapangan Blang Padang, Banda Aceh hingga saat ini masih menjadi polemik dan belum ada penyelesaian yang tuntas.

Anggota Komisi III DPR RI asal Aceh, M Nasir Djamil, mendorong agar persoalan status dan pengelolaan lahan yang selama ini menjadi salah satu ruang publik di ibu kota Provinsi Aceh tersebut dapat diselesaikan pada tahun 2026.

​Nasir Djamil menilai persoalan Blang Padang tidak seharusnya terus dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut sejarah, kepentingan publik, serta klaim mengenai status tanah wakaf yang dikaitkan dengan Masjid Raya Baiturrahman.

​Pernyataan tersebut disampaikan Nasir dalam rapat pembahasan terkait Rancangan Undang-Undang Reforma Agraria di Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Rabu (16/9/2026).

Dalam forum rapat kerja yang turut dihadiri perwakilan Kementerian Pertahanan (Kemenhan), TNI serta Kementerian Keuangan (Kemenkeu), ia menyinggung secara khusus persoalan Blang Padang dan menekankan pentingnya kepastian kepemilikan dan pengelolaan lahan tersebut.

​Nasir menyatakan penyelesaian persoalan tanah Blang Padang harus memiliki batas waktu yang jelas.

Target tahun 2026 menjadi penting agar polemik yang telah berlangsung selama bertahun-tahun tidak kembali masuk ke dalam daftar persoalan yang hanya dibahas tanpa penyelesaian konkret.

​Persoalan Blang Padang selama ini berkaitan erat dengan klaim historis bahwa kawasan seluas kurang lebih 8,9 hektar tersebut merupakan tanah wakaf peninggalan Sultan Iskandar Muda yang diperuntukkan bagi kepentingan dan kemaslahatan Masjid Raya Baiturrahman.

​Namun, di sisi lain, tanah tersebut saat ini dikuasai dan dikelola oleh Kodam Iskandar Muda serta dicatatkan sebagai aset negara di bawah Kementerian Pertahanan/TNI.

​Dalam surat Gubernur Aceh Muzakir Manaf kepada Presiden Prabowo Subianto tertanggal 17 Juni 2025, Pemerintah Aceh meminta penyelesaian status tanah Blang Padang sekaligus pengembalian statusnya sebagai tanah wakaf Masjid Raya Baiturrahman.

​selengkapnya dikomentar👇

- Abdullah, bekas Inspektur Aceh, tak rela dicopot dari jabatan. Dia menyatakan hal itu kepada Gubernur Aceh, Muzakir Ma...
17/09/2026

- Abdullah, bekas Inspektur Aceh, tak rela dicopot dari jabatan. Dia menyatakan hal itu kepada Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem, dalam tiga lembar surat keberatan.

8 September lalu, Mualem membebastugaskan sementara Abdullah dari jabatan Inspektur Aceh. Keputusan tersebut diambil untuk kelancaran pemeriksaan terhadap Abdullah terkait dugaan pelanggaran disiplin sebagai aparatur sipil negara (ASN).

Abdullah diduga melanggar Pasal 3 huruf c dan huruf e Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Dugaan pelanggaran itu memiliki ancaman hukuman disiplin tingkat berat.

Namun Abdullah menilai dirinya tak pantas dicopot, walau hanya sementara. Dalam salinan surat keberatan itu, yang ditandatangani pada 14 September 2026, Abdullah menilai Gubernur Aceh melakukan tindakan yang cacat hukum dan bertentangan dengan peraturan perundang-undangan serta melanggar asas-asas umum pemeirntahan yang baik.

Abdullah menyatakan pemberhentiannya sebagai insepktur dilakukan tanpa konsultasi tertulis dengan Menteri Dalam Negeri. Dia juga menilai pemberhentian sementara itu cacat prosedur karena dilakukan tanpa peringatan awal secara tertulis, seperti yang diatur dalam pasal 31 ayat 1 PP Nomor 94 tentang Disiplin PEgawai Negeri Sipil.

Abdullah juga menyatakan pemberhentiannya itu melanggar asas kepastian hukum dan asas kecermatan. Bahkan dia menganggap tindakan itu menyalahgunakan kewenangan.

Sebelum menandatangani surat itu, Abdullah meminta Mualem mencabut surat pemberhentian sementara dirinya dan mendudukkan kembali dirinya sebagai Inspektur Aceh.

Hingga berita ini ditayangkan, Abdullah belum menjawab sejumlah pertanyaan yang disampaikan kepadanya terkait surat tuntutan terhadap Gubernur Aceh itu.***

16/09/2026

– Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Aceh Selatan menyebabkan dua tiang listrik tumbang di badan jalan Gunung Alue Klit, tepatnya di kawasan perbatasan Kecamatan Meukek dan Sawang, Rabu (16/9/2026) sore.

Warga Samadua Doni saat itu sedang melintas mengungkapkan bahwa ada dua tiang listrik yang tumbang di badan jalan.

Ada dua tiang listrik yang tumbang,” kata Doni saat dikonfirmasi.

Hal itu juga mengganggu arus lalu lintas pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.

“Mobil besar tidak bisa lewat di sekitar jalan itu,” ujarnya.

Kondisi itu juga menimbulkan kekhawatiran bagi pengendara karena jaringan listrik yang berada di sekitar lokasi berpotensi membahayakan keselamatan, terutama saat hujan masih berlangsung.

Warga dan pengguna jalan diharapkan meningkatkan kewaspadaan ketika melintas di kawasan Gunung Alue Klit, khususnya terhadap tiang maupun kabel listrik yang terdampak.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti apakah tumbangnya kedua tiang listrik tersebut menyebabkan gangguan terhadap aliran listrik di wilayah sekitar.(*)

Artikel. Serambinews

Video. Tiktok/Bang em

- Satu unit rumah konstruksi permanen di Desa Buket Dalam, Kecamatan Kutablang, Bireuen  milik Zakaria A Rahman (45) dit...
16/09/2026

- Satu unit rumah konstruksi permanen di Desa Buket Dalam, Kecamatan Kutablang, Bireuen milik Zakaria A Rahman (45) ditempati bersama seorang dan lima anaknya ludes terbakar sekitar pukul 12.20 WIB, Rabu (16/9/2026).

Penyebab rumah tersebut terbakar dan dugaan sementara sengaja dibakar seorang anaknya berinisial Zul Bin Z dan sudah diamankan warga dan diserahkan ke Polsek Gandapura.

Kapolres Bireuen, AKBP Yulhendri SH S*K MIK melalui Kapolsek Gandapura, Iptu Jusman SSos didampingi anggotanya dan sejumlah warga kepada Serambinews.com mengatakan, berdasarkan keterangan saksi dari sejumlah warga, pelaku pembakaran rumah tersebut berinisial Zul bin Z (25) salah seorang anak korban atau anak pertama Zakaria.

Keterangan dari sejumlah saksi, pelaku awalnya meminta sejumlah uang kepada ibunya bernama Mursyidah
Rp 200.000.

Namun, pada saat itu kedua orang tuanya tidak memiliki uang.sehingga terjadi cekcok diantara keduanya.

Setelah cekcok antara anak dan ibu serta ayah, pelaku mengumpulkan baju dan kain di depan kedua orang tuanya tepatnya di ruang makan.

Sang anak mengancam, apabila tidak diberikan uang maka ia akan membakar rumah.

Seketika itu, pelaku membakar baju dan kain yang sudah ditumpuk di ruangan makan dalam rumah.

Api membesar dan mengeluarkan asap tebal.

Melihat api sudah mulai membesar dan berasap, korban beserta istrinya ke luar dari rumah hingga ke jalan.

Pelaku Ancam Warga yang Hendak Padamkan Api

Saat itu, kata Kapolsek Gandapura, datang seorang warga bernama Zulkifli yang baru pulang dari kebun dan melihat korban beserta istri berada di jalan dekat rumah.

“Zulkifli menanyakan masalah apa terjadi, korban menjelaskan rumahnya sudah dibakar,” ujar Kapolsek Gandapura.

Zulkifli mencoba masuk dalam rumah untuk membantu memadamkan api, saat masuk ternyata ada pelaku di dalam rumah dengan parang di tangan mengeluarkan ancaman.

Melihat kondisi demikian, saksi segera ke luar dan langsung ke warung kopi terdekat untuk meminta bantuan menghubungi pihak keamanan.

Selengkapnya dikomentar👇

Address

Banda Aceh
24452

Telephone

+6281260669995

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Bangsa Aceh posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share