Bangsa Aceh

Bangsa Aceh menyajikan berita terbaru, Aceh, Nasional hingga mancanegara Melalui Sumber-Sumber Media terpercaya
(1)

- PT ASDP Indonesia Ferry memastikan akan menanggung seluruh biaya perawatan korban yang terdampak insiden KMP Aceh Heba...
12/06/2026

- PT ASDP Indonesia Ferry memastikan akan menanggung seluruh biaya perawatan korban yang terdampak insiden KMP Aceh Hebat 2 di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Jumat, 12 Juni 2026.

General Manager ASDP Cabang Banda Aceh, Andri Setiawan, mengatakan saat ini pihaknya memprioritaskan penanganan para korban yang masih menjalani perawatan di RSUD dr Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh.

“Kami saat ini fokus kepada korban yang sedang dirawat di RSUDZA. Kami juga akan mengakomodir seluruh biaya rumah sakit yang ditanggung korban dan keluarga korban. Keluarga korban yang datang dari luar daerah juga kebutuhan sehari-harinya selama berada di Banda Aceh dan di rumah sakit akan kami tanggung,” kata Andri.

Menurutnya, besaran bantuan akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing korban dan keluarganya. ASDP berkomitmen menanggung seluruh biaya yang timbul akibat insiden tersebut.

“Kami all out. Tidak melihat besarannya, tetapi seluruh biaya akan kami tanggung secara total dan keseluruhan,” ujarnya.

Untuk memudahkan koordinasi, ASDP juga telah membuka posko di kantor cabang serta menunjuk person in charge (PIC) yang dapat dihubungi keluarga korban apabila membutuhkan bantuan transportasi maupun kebutuhan lainnya selama berada di Banda Aceh.

Terkait kondisi medis korban, Andri mengatakan pihaknya belum dapat memberikan keterangan lebih rinci karena penanganan kesehatan sepenuhnya menjadi kewenangan rumah sakit.

“Kami hanya memastikan seluruh korban dan keluarganya mendapatkan penanganan serta dukungan yang dibutuhkan. Semoga korban segera pulih dan bisa kembali beraktivitas,” katanya.

Di sisi lain, ASDP terus berkoordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) terkait operasional penyeberangan pascainsiden. Bagi penumpang dan kendaraan yang mengalami keterlambatan keberangkatan, ASDP akan memberikan layanan berupa makanan dan minuman.

Sementara itu, penumpang yang tetap ingin menyeberang akan dilayani menggunakan KMP BRR dengan tambahan jadwal pelayaran untuk mengakomodasi antrean yang sempat tertunda.

“selengkapnya dikomentar👇

- Dugaan ledakan yang mengakibatkan 15 orang mengalami luka bakar di KMP Aceh Hebat 2 terjadi saat kegiatan praktik lapa...
12/06/2026

- Dugaan ledakan yang mengakibatkan 15 orang mengalami luka bakar di KMP Aceh Hebat 2 terjadi saat kegiatan praktik lapangan pengenalan mesin bagi taruna Politeknik Pelayaran Malahayati Aceh Besar di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Jumat, 12 Juni 2026.

Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh Kompol Miftahuda Dizha Fezuono mengatakan hasil penyelidikan awal mengarah pada ruang Auxiliary Engine sebagai lokasi sumber insiden. Namun, penyebab pasti kejadian tersebut masih dalam proses penyelidikan.

“Dugaan ledakan berasal dari ruangan Auxiliary Engine yang menyebabkan 15 orang mengalami luka bakar, namun untuk penyebab pastinya masih dalam proses penyelidikan dan pendalaman lebih lanjut oleh tim yang bertugas,” kata Dizha.

Ia menjelaskan, insiden terjadi tidak lama setelah KMP Aceh Hebat 2 tiba dari Pelabuhan Balohan, Sabang, dan bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue sekitar pukul 10.00 WIB.

Saat itu, sejumlah taruna Politeknik Pelayaran Malahayati Aceh Besar sedang mengikuti praktik lapangan yang didampingi Kepala Kamar Mesin (KKM) kapal, Agus Widodo. Para taruna kemudian diarahkan menuju kamar mesin untuk mengikuti sesi pengenalan berbagai peralatan yang ada di kapal.

Menurut Dizha, insiden terjadi saat KKM memperagakan pengoperasian peralatan Electro Motor Hydraulic pada pintu sekat kedap kamar mesin. Ketika alat tersebut dioperasikan, muncul letupan yang diduga menjadi sumber ledakan.

Dalam proses olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas melakukan dokumentasi, pengumpulan barang bukti, serta pemeriksaan terhadap sistem dan komponen di sekitar lokasi guna mengungkap penyebab insiden secara menyeluruh.

“Hingga saat ini, penyidik masih mengumpulkan keterangan saksi dan melakukan analisis terhadap temuan di lapangan. Hasil penyelidikan nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan penyebab pasti dugaan ledakan yang terjadi di KMP Aceh Hebat 2 tersebut,” ujarnya.

Selengkapnya dikomentar👇

- Sebanyak 15 korban ledakan ruang mesin Kapal Motor Penumpang (KMP) Aceh Hebat 2 dirujuk ke Rumah Sakit Umum Dr Zainal ...
12/06/2026

- Sebanyak 15 korban ledakan ruang mesin Kapal Motor Penumpang (KMP) Aceh Hebat 2 dirujuk ke Rumah Sakit Umum Dr Zainal Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, Jumat, 12 Juni 2026. Para korban mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan yang bervariasi.

Pantauan wartawan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUDZA Banda Aceh, para korban terlihat terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit. Sebagian tubuh korban juga terlihat dibalut perban akibat luka bakar.

Beberapa korban juga terlihat terluka di bagian wajah, kepala, lengan hingga kaki. Ruang perawatan juga tampak ramai oleh keluarga korban, petugas medis, dan para pihak yang hendak mengetahui nasib korban.

Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh Kompol Mitahuda Dhiza Fezuono mengatakan data sementara para korban terdiri dari taruna Politeknik Pelayaran Malahayati yang sedang praktik di KMP Aceh Hebat 2. 

"Saat ini kami mengidentifikasi sebanyak 15 korban dan identitasnya masih didata. Seluruh korban sedang mendapatkan penanganan medis,” ucapnya.

Menurutnya, saat kejadian kapal sedang lego jangkar di pelabuhan. Namun, polisi masih mendalami kronologi lengkap peristiwa tersebut, termasuk penyebab pasti ledakan yang memicu kebakaran.

“Saat ini kami masih melakukan TPTKP dan olah TKP untuk mencari sumber pemicu terjadinya peristiwa ini,” ujarnya.

Miftahuda menjelaskan, ledakan diduga terjadi di area ruang mesin kapal. Meski demikian, penyidik masih mengumpulkan bukti dan keterangan guna memastikan sumber ledakan tersebut.

“Untuk sementara, lokasi kejadian berada di bagian mesin kapal. Namun penyebab pastinya masih dalam penyelidikan,” katanya.

Terkait kondisi korban, Miftahuda menyebut tingkat luka bakar yang dialami berbeda-beda, mulai dari ringan, sedang hingga berat. Kepastian mengenai persentase luka bakar dan kondisi medis para korban akan disampaikan oleh tim medis yang menangani mereka.

“Kondisi korban bervariasi, ada yang parah, ada yang sedang dan ringan. Untuk penjelasan medis secara rinci nanti akan disampaikan oleh pihak rumah sakit,” ujarnya.***

- Ledakan disertai kebakaran terjadi di kamar mesin KMP Aceh Hebat 2 saat kapal tersebut bersandar di Pelabuhan Ulee Lhe...
12/06/2026

- Ledakan disertai kebakaran terjadi di kamar mesin KMP Aceh Hebat 2 saat kapal tersebut bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Jumat, 12 Juni 2026.

Kapten KN SAR Kresna, Supriadi, mengatakan peristiwa itu mengakibatkan sekitar 14 orang mengalami luka bakar. Sebagian besar korban merupakan taruna Politeknik Pelayaran yang sedang menjalani praktik di atas kapal.

“Korban terbakar berjumlah sekitar 14 orang. Mayoritas taruna Poltekpel yang sedang praktik,” kata Supriadi.

Seluruh korban telah dievakuasi dan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh untuk mendapatkan penanganan medis.

Menurut Supriadi, personel KN SAR Kresna yang sedang bersiaga di Pelabuhan Ulee Lheue turut membantu proses evakuasi para korban.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab ledakan dan kebakaran di kamar mesin kapal tersebut masih dalam penyelidikan. Petugas masih mengumpulkan informasi terkait kronologi kejadian.

“Saat ini kronologis kejadian masih kami tanyakan,” ujar Supriadi.

Belum diperoleh informasi mengenai kondisi terkini para korban maupun tingkat kerusakan yang dialami kapal akibat insiden tersebut.***

- Seorang oknum guru PPPK paruh waktu berinisial IM resmi dilaporkan ke Polda Aceh oleh seorang mantan karyawan Pertamin...
12/06/2026

- Seorang oknum guru PPPK paruh waktu berinisial IM resmi dilaporkan ke Polda Aceh oleh seorang mantan karyawan Pertamina atas dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan modus modal usaha fiktif pada Rabu (10/6/2026). 

Melalui kuasa hukumnya, korban mengaku mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah akibat aksi culas terlapor. Laporan resmi tersebut telah diterima oleh Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Aceh dengan nomor registrasi LP/B/162/VI/2026/SPKT/POLDA ACEH.

Kuasa Hukum korban, Muhammad Sandri Amin didampingi Tommy Sahendea mengungkapkan bahwa dugaan penipuan ini bermula sekitar September 2025.

Saat itu, IM membujuk korban untuk mendanai usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bagi masyarakat yang membutuhkan dengan iming-iming bagi hasil yang menggiurkan.

Terlapor meyakinkan korban bahwa dana pinjaman modal usaha tersebut akan menghasilkan keuntungan sebesar 20 persen. Keuntungan itu nantinya dibagi dua antara pelapor dan terlapor," ujar Sandri, Kamis (11/6/2026).

Karena sudah saling mengenal dan percaya, korban akhirnya menyetor uang secara bertahap dengan nominal bervariasi mulai dari Rp2 juta hingga Rp5 juta. Dalam melancarkan aksinya, IM berulang kali meminta uang dengan mencatut nama dan nomor telepon orang lain yang diklaim sebagai calon penerima modal.

Aksi IM mulai terbongkar setelah korban melakukan penelusuran mandiri. Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat lebih dari 50 nama warga yang dicatut oleh terlapor untuk menguras uang korban yang dikirimkan via transfer bank hampir setiap hari.

"Fakta di lapangan justru terbalik. Orang-orang yang namanya dicatut mengaku tidak pernah mengajukan pinjaman modal usaha. Bahkan, ada warga yang menyebutkan bahwa terlapor sebenarnya juga berutang kepada mereka," lanjutnya.

Sebelumnya korban telah mengupayakan penyelesaian secara kekeluargaan melalui mediasi di sekolah tempat IM mengajar di kawasan Krueng Raya. Namun, iktikad baik tersebut tidak membuahkan hasil.

Selengkapnya dikomentar👇

- Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda (PPTIM) selaku induk paguyuban masyarakat Aceh menyesalkan sikap Menteri Energi dan...
12/06/2026

- Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda (PPTIM) selaku induk paguyuban masyarakat Aceh menyesalkan sikap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang sudah menyetujui dan menandatangani dokumen Rencana Pengembangan atau Plan of Development (PoD) I Lapangan Tangkulo Blok South Andaman. Ketua Umum PPTIM Muslim Armas mengatakan berdasarkan informasi dan salinan dokumen yang diperolehnya dari sumber terpercaya di lingkungan pemerintah, surat tersebut ternyata sudah ditandatangani oleh Menteri ESDM sejak 9 Maret 2026 dan tidak pernah diungkapkan kepada publik.

“PPTIM menolak keras PoD I Lapangan Tangkulo Blok South Andaman yang telah ditandatangani oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Kami meminta agar surat itu dicabut, dibatalkan, atau direvisi. Bahlil harus transparan untuk membuka data dan angka agar proses perhitungan bagi hasil (gross split) terjaga akuntabilitasnya dan berkeadilan,” kata Muslim Armas di Jakarta, Kamis, 11 Juni 2026. 

Muslim menegaskan keputusan Menteri ESDM menyetujui dan menandatangani PoD I Lapangan Tangkulo Blok South Andaman menjadi bukti pengabaian terhadap aspirasi rakyat dan Pemerintah Aceh yang sebelumnya meminta penundaan persetujuan hingga tercapai kesepakatan yang lebih komprehensif terkait pengelolaan sumber daya minyak dan gas bumi (migas) di wilayah perairan Aceh itu. 

Muslim Armas menilai pengembangan Blok South Andaman harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Aceh, baik melalui peningkatan pendapatan daerah, penciptaan lapangan kerja, maupun pengembangan industri hilir yang berkelanjutan. Karena itu, setiap keputusan strategis terkait pengelolaan migas harus mempertimbangkan kepentingan jangka panjang daerah penghasil. 

Selengkapnya dikomentar👇

– Selebgram asal Kabupaten Pidie, Uffridatun Nitami, membongkar dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) serta perseli...
11/06/2026

– Selebgram asal Kabupaten Pidie, Uffridatun Nitami, membongkar dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) serta perselingkuhan yang dilakukan oleh suaminya, aktor sinetron Ervan Marvino. 

Perselisihan tersebut berujung pada tindakan kekerasan fisik hingga Ia dijatuhi talak satu pada Selasa (9/6/2026) lalu.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya Uffridatun Nitami, ibu dua anak ini mengumpulkan keberanian untuk bersuara demi menyelamatkan hidupnya dan anak-anaknya.

Tami sapaan akrabnya, mengaku kerap menerima kekerasan fisik yang menyisakan trauma mendalam, termasuk insiden mencekam yang disaksikan langsung oleh anak pertama mereka, Hawa.

"Kipas angin dan kursi ini bikin saya trauma sekali malam itu. Kursi melayang hampir kena kepala saya tapi tertekis (tertepis) oleh tangan saya, kipas angin yang dilayangkan ke saya, tapi tidak kena. Saya didorong dari kasur diseret dengan amukan yang begitu saya takutkan," tulis Uffridatun Nitami dalam unggahan tersebut, Kamis (11/6/2026).

Menurut pengakuan Tami, amukan hebat sang suami dipicu oleh permintaannya terkait nafkah wajib sebagai istri. Selama lima tahun berumah tangga, ia mengaku hampir tidak pernah mendapatkan hak nafkah bulanan untuk kebutuhan pribadi dari sang aktor, dengan alasan bahwa dirinya sudah memiliki penghasilan sendiri.

Tami juga sempat mengingatkan suaminya melalui pesan singkat untuk memprioritaskan kebutuhan sandang, pangan, dan papan keluarga inti terlebih dahulu sebelum berbakti kepada orang tua. Namun, teguran tersebut dinilai merendahkan keluarga pihak suami.

"Tapi malam itu 9 Juni 2026 pukul 2 malam saya malah ditalak 1 karena chat tersebut," ungkap Tami.

Tidak hanya mengalami kekerasan fisik dan penelantaran ekonomi, selebgram asal Pidie ini juga membeberkan tabiat buruk suaminya yang diduga kerap berselingkuh, mengonsumsi alkohol, hingga berzina dengan sejumlah wanita di klub malam maupun tempat karaoke.

Selengkapnya dikomentar👇

– Anggota Komisi III DPR RI, Nazaruddin Dek Gam membantah terlibat dalam kasus dugaan korupsi Program Makan Bergizi Grat...
11/06/2026

– Anggota Komisi III DPR RI, Nazaruddin Dek Gam membantah terlibat dalam kasus dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Badan Gizi Nasional (BGN). Bantahan tersebut disampaikan menyusul beredarnya daftar nama yang dikaitkan dengan tersangka kasus dugaan korupsi program MBG, Sony Sanjaya. 

“Tidak benar, untuk apa saya urus dapur MBG," kata Dek Gam saat dimintai tanggapan, Kamis 11 Juni 2026.

Dalam daftar yang beredar di media sosial dan berbagai platform digital itu, nama Nazaruddin Dek Gam turut dicantumkan. Dek Gam menegaskan bahwa informasi yang mengaitkan dirinya dengan kasus tersebut merupakan hoaks dan tidak memiliki dasar yang jelas.

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengaku semula tidak ingin menanggapi isu yang beredar. Namun, karena penyebaran informasi tersebut semakin meluas dan menyangkut nama baiknya, ia merasa perlu memberikan klarifikasi kepada publik.

“Saya awalnya tidak mau tanggapi persoalan ini, tapi karena saya lihat tidak terkontrol lagi informasi yang menyebar itu, makanya saya perlu klarifikasi,” ujarnya.

Dek Gam menegaskan dirinya tidak memiliki keterlibatan apa pun dalam pengelolaan maupun pelaksanaan Program MBG yang berada di bawah kewenangan BGN.

“Saya juga kaget kok bisa tiba-tiba muncul nama saya,” kata Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI tersebut.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar melalui media sosial. Menurutnya, penyebaran informasi yang tidak akurat dapat menimbulkan kesalahpahaman dan merugikan pihak-pihak yang tidak terkait.

Dek Gam meminta publik menyerahkan proses penanganan perkara kepada aparat penegak hukum dan mendukung upaya pengusutan kasus tersebut secara transparan.

“Serahkan kepada Kejaksaan Agung, biarkan penyidik yang bekerja. Dan mari kita kawal bersama kasus ini,” katanya.***

— Komite Peralihan Aceh (KPA) Luwa Nanggroe melontarkan kritik keras terhadap pemerintah pusat terkait pengelolaan sumbe...
11/06/2026

— Komite Peralihan Aceh (KPA) Luwa Nanggroe melontarkan kritik keras terhadap pemerintah pusat terkait pengelolaan sumber daya alam di Aceh, khususnya Blok Migas Andaman dan penerbitan izin usaha pertambangan (IUP) di kawasan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya.

Melalui pernyataan yang disampaikan Juru Bicara KPA Luwa Nanggroe, Umar Hakim Ilhami, Kamis, 11 Juni 2026, organisasi tersebut menilai sejumlah kebijakan pemerintah pusat bertentangan dengan semangat dan kesepakatan yang tertuang dalam Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki.

Menurut Umar, Aceh memiliki hak yang lebih besar dalam pengelolaan sumber daya alam sebagaimana diatur dalam MoU Helsinki, termasuk terkait pembagian hasil sektor minyak dan gas bumi.

“Kami menilai hak-hak Aceh yang telah disepakati dalam MoU Helsinki belum sepenuhnya dijalankan. Rakyat Aceh berhak memperoleh manfaat yang adil dari kekayaan alam yang berada di wilayahnya,” kata Umar di Banda Aceh.

KPA Luwa Nanggroe secara khusus menyoroti pengelolaan Blok South Andaman yang diperkirakan memiliki cadangan gas dalam jumlah besar. Organisasi tersebut mendukung langkah Pemerintah Aceh yang belum memberikan persetujuan terhadap Plan of Development (PoD) Lapangan Tangkulo sebelum adanya kejelasan mengenai hak dan kewenangan daerah.

Selain itu, KPA meminta agar fasilitas penerimaan dan pengolahan gas dibangun di Aceh, khususnya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun, serta mendorong pengelolaan Participating Interest (PI) 10 persen melalui badan usaha milik daerah (BUMD) Aceh.

Di sektor pertambangan, KPA juga menyoroti penerbitan IUP eksplorasi bagi PT Alam Cempaka Wangi (ACW) dan PT Hasil Bumi Sembada (HBS) di kawasan Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya.

Menurut Umar, wilayah tersebut memiliki nilai ekologis dan historis yang penting bagi Aceh. Karena itu, ia menilai aktivitas pertambangan di kawasan tersebut berpotensi menimbulkan persoalan hukum maupun sosial di tengah masyarakat.

“Kami meminta seluruh izin yang dinilai bermasalah ditinjau kembali dan memastikan setiap kebijakan tetap mengacu pada ketentuan hukum yang berlaku serta mempertimbangkan aspirasi masyarakat setempat,” ujarnya.

Selengkapnya dikomentar👇

- Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto mengatakan Pem...
11/06/2026

- Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto mengatakan Pemerintah Aceh telah memberikan dukungan penuh terhadap proyek pengembangan Lapangan Gas Tangkulo di Wilayah Kerja Andaman. Dukungan tersebut lahir menjelang pengambilan keputusan investasi final atau Final Investment Decision (FID).

"Pada prinsipnya, gubernur dan seluruh masyarakat Aceh sangat mendukung pengembangan Lapangan Gas Tangkulo di WK Andaman. Proyek besar ini sangat dinantikan masyarakat Aceh dan Indonesia," kata Djoko yang menyebut baru saja menerima kunjungan Gubernur Aceh, Sekretaris Daerah Aceh, serta jajaran pemerintah daerah dalam rangka membahas kesiapan menuju FID proyek strategis tersebut, Kamis, 11 Juni 2026.

Diketahui Lapangan Gas Tangkulo di WK Andaman bakal dioperasikan oleh Mubadala Energy. Djoko menyebutkan dukungan tersebut menjadi sinyal penting bagi percepatan realisasi salah satu proyek gas paling prospektif di Indonesia. 

Lapangan Tangkulo merupakan bagian dari rangkaian temuan gas besar di kawasan Andaman yang dalam beberapa tahun terakhir menarik perhatian industri energi global karena potensi sumber dayanya yang signifikan.

SKK Migas berharap seluruh tahapan menuju FID dapat berjalan lancar sehingga proyek dapat segera memasuki fase pengembangan. Dengan dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, investor, dan masyarakat, proyek Tangkulo diharapkan menjadi salah satu tonggak penting kebangkitan industri gas nasional.

“Semoga proyek ini segera terwujud. Mohon doa dan dukungan dari semua pihak,” kata Djoko.

Target Persetujuan PoD Lapangan Tangkulo Rampung Juni 2026

SKK Migas menargetkan penandangan persetujuan Plan of Development (PoD) Lapangan Tangkulo di Wilayah Kerja (WK) South Andaman dapat rampung pada Juni 2026. Persetujuan tersebut menjadi tahapan penting untuk mempercepat pengembangan salah satu temuan gas terbesar dalam beberapa tahun terakhir di lepas pantai Aceh.

Selengkapnya dikomentar👇

Address

Banda Aceh
24452

Telephone

+6281260669995

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Bangsa Aceh posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share