Acehinfo

Call Directions Website Contact the business
18/09/2026

Dr. Sayuti Abubakar, S.H., M.H., resmi ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Aceh periode 2026–2031.

Penetapan Sayuti merupakan hasil Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Demokrat Aceh yang selanjutnya ditetapkan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat di Jakarta, Jumat (18/9/2026).

Keputusan tersebut ditetapkan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan diserahkan melalui Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Herman Khaeron.

Dengan keputusan tersebut, Sayuti Abubakar akan memimpin struktur Demokrat Aceh untuk lima tahun ke depan. Kepemimpinan baru ini menjadi bagian dari proses konsolidasi organisasi setelah pelaksanaan Musda VI.

Dalam proses Musda, terdapat dua nama yang diajukan sebagai calon Ketua DPD Partai Demokrat Aceh periode 2026–2031, yakni Sayuti Abubakar dan drh. Nurdiansyah Alasta, M.Kes.

Penetapan Sayuti oleh DPP menjadi keputusan akhir dalam proses pemilihan ketua di tingkat daerah.

Di bawah kepemimpinan Sayuti, Demokrat Aceh selanjutnya akan memasuki tahapan konsolidasi organisasi dan penyusunan kepengurusan untuk periode 2026–2031.

Kepemimpinan tersebut juga akan menjadi fase baru bagi Demokrat Aceh dalam menjalankan agenda organisasi, memperkuat struktur partai di daerah, serta membangun komunikasi dengan jajaran pengurus dan kader di seluruh Aceh.

Penetapan Sayuti Abubakar menandai dimulainya periode kepemimpinan baru Demokrat Aceh setelah Musda VI.

18/09/2026

40 Pemuda Aceh Dibekali Pelatihan Bahasa Inggris untuk Bekerja di Luar Negeri Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Pekerja Migran Indonesia Pusat Pengembangan Bahasa UIN Ar-Raniry SMK Go Global

BANDA ACEH | ACEH INFO -- Sebanyak 40 pemuda Aceh dibekali kemampuan Bahasa Inggris untuk menghadapi peluang kerja di luar negeri melalui program SMK Go Global.

Program tersebut digelar Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) melalui Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Aceh bersama UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Pelatihan Peningkatan Kapasitas Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) bidang Bahasa Inggris Umum angkatan III dan IV itu dimulai di Pusat Pengembangan Bahasa UIN Ar-Raniry, Jumat (18/9/2026).

Pelatihan dibuka Rektor UIN Ar-Raniry Prof Dr Mujiburrahman MAg di ruang rapat rektor lantai II gedung rektorat.

Mujiburrahman mengatakan kemampuan bahasa menjadi salah satu modal penting bagi pemuda yang ingin bekerja di luar negeri. Namun, dia mengingatkan ijazah saja tidak cukup untuk bersaing di pasar kerja global.

“Peserta perlu memiliki keterampilan, pengetahuan, pengalaman, komitmen, integritas, dan kemampuan beradaptasi,” kata Mujiburrahman.

Menurut dia, pekerja migran juga harus mampu membangun kepercayaan di tempat kerja. “Orang di tempat Anda bekerja nanti tidak lagi melihat Anda berasal dari negeri mana, tetapi melihat Anda sebagai pekerja yang bisa dipercaya,” ujarnya.

Mujiburrahman mengatakan pengalaman bekerja di luar negeri juga dapat menjadi proses membangun kemandirian generasi muda. Dia mengibaratkan pengalaman merantau sebagai bagian dari proses hijrah, yakni meninggalkan lingkungan lama untuk mengenal lingkungan, budaya, dan pengalaman baru.

“Dengan hijrah, kehidupan kita menjadi lebih mandiri. Kita mengenal lingkungan baru, budaya baru, teman baru, dan belajar mengelola hidup sendiri,” katanya.

Dia meminta peserta mengikuti pelatihan dengan serius dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kompetensi sebelum memasuki dunia kerja.

UIN Ar-Raniry, kata Mujiburrahman, juga siap memberikan penguatan bahasa asing lain sesuai kebutuhan pasar kerja.

“Kalau ke depan ada yang akan dikirim ke Jepang, China, Turki atau negara Arab, kita punya dosen yang bisa mengajarkan bahasa-bahasa asing tersebut,” ujarnya.

Kepala BP3MI Aceh Siti Rolijah mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menyiapkan calon pekerja migran agar memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja luar negeri.

Dia mengatakan peluang kerja di luar negeri cukup terbuka. Namun, calon pekerja harus memiliki keterampilan yang dibutuhkan negara tujuan.

“Kalau hanya bermodalkan saya tamat sarjana atau saya tamat SMK, tapi tidak punya skill khusus, itu belum cukup,” kata Siti.

Menurutnya, pemerintah melakukan pemetaan kebutuhan tenaga kerja di luar negeri sebelum menentukan jenis pelatihan yang diberikan. Untuk Aceh, pelatihan disiapkan berdasarkan kebutuhan pasar kerja luar negeri dan minat peserta.

Siti juga mengingatkan calon pekerja migran agar memastikan informasi lowongan kerja yang diperoleh dari media sosial atau jaringan pribadi kepada BP3MI Aceh.

Dia meminta peserta tidak menggunakan jasa calo maupun jalur tidak resmi. “Kalau nanti secara individu menemukan lowongan kerja di media sosial atau melalui pertemanan, tetap nanti terhubung dengan BP3MI Aceh,” ujarnya.

Siti mengatakan keberhasilan program tidak hanya diukur dari pelaksanaan pelatihan, tetapi juga sampai peserta memperoleh penempatan kerja. “Tahun ini dilatih dan ditempatkan. Itu yang menjadi ukuran keberhasilan kita,” katanya.

Kepala UPT Pusat Pengembangan Bahasa UIN Ar-Raniry T Murdani PhD mengatakan 40 peserta tersebut terbagi dalam dua kelas, masing-masing berisi 20 orang. Sebelumnya, pelatihan untuk Angkatan I dan II masih berlangsung juga diikuti 40 peserta.

Pelatihan Bahasa Inggris angkatan III dan IV dimulai 18 September 2026 dan berlangsung selama tiga bulan. “Pelatihan Bahasa Inggris Umum menjadi salah satu bentuk penguatan kompetensi bahasa bagi CPMI sebagai bekal menghadapi peluang kerja di luar negeri,” kata Murdani.

Peserta dipersiapkan untuk peluang penempatan kerja di sejumlah negara, antara lain Jepang, Australia, Malaysia, Taiwan, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan negara-negara Timur Tengah lainnya. [ ]

Rencana pengadaan tanah untuk pengalihan Jalan Dr. Syarief Thayeb ke Jalan Seulanga di Kecamatan Kuta Alam dan Ulee Kare...
18/09/2026

Rencana pengadaan tanah untuk pengalihan Jalan Dr. Syarief Thayeb ke Jalan Seulanga di Kecamatan Kuta Alam dan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, dipertanyakan Cut Yuniar, pemilik tanah dan bangunan yang terdampak.

Rencana tersebut diketahui melalui Pemberitahuan Rencana Pembangunan Nomor 621/03/PT/2026 tertanggal 9 September 2026. Berdasarkan denah yang diterima, sekitar 4/5 tanah dan bangunan milik Cut Yuniar yang telah ditempati sejak 1991 masuk dalam area pengadaan. Ia keberatan karena bagian bangunan yang tersisa dikhawatirkan tidak lagi layak dihuni setelah proyek dilaksanakan.

Melalui kuasa hukumnya, Aldi Rachman, SH dari Indvesto International Partners, Cut Yuniar juga mempertanyakan dasar perencanaan pengalihan jalan yang disebut berkaitan dengan rencana integrasi kawasan RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUDZA).

Tim hukum mengaku telah menelaah sejumlah dokumen perencanaan daerah, termasuk RTRW Kota Banda Aceh 2009–2029, RPJM Kota Banda Aceh 2025–2029, dan RPJM Aceh 2025–2029. Dari penelaahan tersebut, mereka menyatakan tidak menemukan secara spesifik rencana integrasi kawasan RSUDZA maupun pengalihan Jalan Dr. Syarief Thayeb ke Jalan Seulanga.

“Yang kami pertanyakan adalah dasar perencanaan dan pelaksanaan rencana pengadaan tanah ini. Kami telah melakukan penelaahan terhadap dokumen perencanaan daerah yang relevan, tetapi tidak menemukan rencana tersebut secara spesifik,” ujar kuasa hukum.

Pada 17 September 2026, tim hukum telah mengirim surat permintaan penjelasan kepada Pemko Banda Aceh. Mereka juga berencana mengajukan permohonan perlindungan hukum kepada Kejaksaan Agung.

Kuasa hukum menyatakan akan memantau seluruh tahapan pengadaan tanah. Jika keputusan final tetap mengacu pada denah saat ini tanpa mempertimbangkan keberatan warga, mereka mempertimbangkan upaya hukum, termasuk gugatan ke PTUN.

Tim hukum juga masih mendalami aspek perencanaan dan penganggaran proyek, termasuk dugaan adanya kepentingan pihak tertentu. Namun, hingga berita ini disusun, Pemko Banda Aceh belum memberikan tanggapan terkait dasar pengadaan tanah, keberatan Cut Yuniar, maupun rencana integrasi kawasan RSUDZA dan pengalihan jalan tersebut.

17/09/2026

Utamakan Privasi Nasabah, BSI Raih Pengakuan Global untuk Sistem Keamanan Data Lewat Sertifikasi ISO 27701:2025 syariah indonesia BSI Privacy Information Management System Privasi Nasabah Sistem Manajemen Informasi Privasi Data

JAKARTA | ACEH INFO -- PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) kembali mencetak sejarah di industri perbankan nasional. BSI resmi menjadi bank pertama di Indonesia yang berhasil meraih sertifikasi berstandar global, ISO/IEC 27701:2025, tentang Privacy Information Management System (PIMS) atau Sistem Manajemen Informasi Privasi.

Langkah historis ini merupakan wujud nyata komitmen BSI dalam "Melayani Sepenuh Hati",sekaligus menjadi katalisator kuat yang mendukung transformasi strategis Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Indonesia dalam menciptakan institusi keuangan nasional yang berdaya saing global.

Sertifikasi ini berfokus pada dua pilar layanan utama yang menjadi ujung tombak interaksi nasabah, yakni super app BYOND by BSI dan layanan Customer Care. Dengan lebih dari 24 juta nasabah dan mencatatkan lebih dari 400 juta transaksi BYOND hingga Juni 2026.

Wakil Direktur Utama BSI Bob T Ananta, menegaskan bahwa Kami memastikan tata kelola privasi data nasabah berjalan dengan standar keamanan tinggi yang terukur dan berkelanjutan. Pencapaian ini bukan sekadar pemenuhan kepatuhan terhadap regulasi, melainkan sebuah amanah fundamental untuk menjaga kepercayaan masyarakat.

“Menjadi bank pertama yang meraih sertifikasi ISO/IEC 27701:2025 adalah pencapaian penting sekaligus amanah bagi BSI. Bagi kami, pelindungan data pribadi adalah cerminan langsung dari implementasi nilai-nilai syariah dalam menjaga kepercayaan nasabah. Layanan yang unggul harus dibangun di atas fondasi keamanan, transparansi, dan penghormatan absolut terhadap privasi nasabah,” ujar Bob.

Lebih lanjut, Bob menjelaskan bahwa keamanan data nasabah adalah esensi dari budaya kerja perusahaan, yakni EMAS (Empati Melayani Antusias Sepenuh Hati). Komitmen "Melayani Sepenuh Hati" diimplementasikan beberapa aspek yang tidak hanya melalui keramahan, empati, dan kecepatan di kantor cabang, tetapi juga lewat pelindungan digital yang ketat di ruang siber.

Secara teknis, penerapan ISO/IEC 27701:2025 pada layanan BYOND by BSI memastikan bahwa seluruh pengelolaan data dilakukan menggunakan pendekatan privacy-by-design. Sistem dirancang dengan pengendalian akses yang sangat ketat, mitigasi risiko privasi, serta pemantauan berkelanjutan. Sementara di sektor Customer Care, verifikasi identitas dan pemenuhan hak subjek data nasabah kini beroperasi mengikuti praktik internasional.

Dampak positif dari inovasi layanan dan keamanan ini langsung tecermin dari pengakuan pasar. BSI baru saja berhasil meraih peringkat kedua Bank CX Tracker 2026, yang membuktikan bahwa keamanan data berbanding lurus dengan peningkatan kepuasan dan loyalitas nasabah.

Sementara itu, Direktur Compliance & Human Capital BSI, Arief Adhi Sanjaya, menuturkan bahwa raihan sertifikasi ini adalah awal dari eskalasi pelindungan data yang lebih masif di BSI. "Sertifikasi ISO/IEC 27701:2025 ini bukanlah garis akhir, melainkan langkah strategis kami untuk terus memperkuat tata kelola privasi dan keamanan informasi di seluruh ekosistem layanan BSI. Ke depan, kami akan terus meningkatkan kapabilitas SDM dan memperluas budaya pelindungan data di seluruh lini organisasi," ungkap Arief.

"Melalui sinergi antara transformasi digital, komitmen melayani sepenuh hati, dan kesiapan mendukung transformasi ekonomi Danantara, BSI semakin mantap melangkah mewujudkan visinya sebagai Top 5 Global Islamic Bank",pungkasnya.[]

17/09/2026

Nasir Djamil Suarakan Lapangan Blang Padang Dibuka di Raker Bersama Kemhan, Panglima TNI & Kemenkeu

16/09/2026

ESI Aceh Dukung Kepemimpinan Baru PB ESI Perkuat Ekosistem Esport Indonesia Aceh Ketua Umum PB ESI Muhammad Herindra Provinsi Esports Indonesia

JAKARTA | ACEH INFO -- Jenderal TNI (Purn.) Muhammad Herindra resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) Masa Bakti 2026–2030, bersama jajaran kepengurusan baru PB ESI.

Pengukuhan tersebut menjadi momentum penting dalam melanjutkan komitmen bersama untuk memperkuat tata kelola organisasi, meningkatkan prestasi atlet, serta mengembangkan ekosistem esports Indonesia agar semakin profesional dan berdaya saing di tingkat internasional.

Pengurus Provinsi Esports Indonesia (Pengprov ESI Aceh) turut memberikan dukungan terhadap kepengurusan baru PB ESI. Dukungan tersebut ditandai dengan kehadiran Ketua ESI Aceh, Brigjen TNI Andrie Pitriko Mulia, S.Kom., M.Kom., M.Han., dalam rangkaian pengukuhan Ketua Umum dan jajaran Pengurus PB ESI.

Kehadiran Ketua ESI Aceh merupakan bagian dari komitmen untuk memperkuat sinergi antara PB ESI dan kepengurusan ESI di daerah dalam menjalankan pembinaan esports secara terstruktur dan berkelanjutan.

Pengprov ESI Aceh menyambut positif kepemimpinan baru PB ESI dan mendukung langkah strategis dalam meningkatkan prestasi esports Indonesia, mulai dari pembinaan atlet, peningkatan kualitas kompetisi, pengembangan sumber daya manusia, hingga penguatan ekosistem industri esports nasional.

Bagi Aceh, momentum ini diharapkan semakin memperkuat koordinasi dan membuka ruang pengembangan potensi atlet serta talenta esports daerah. Pembinaan yang terarah dan kompetisi yang berjenjang menjadi bagian penting dalam melahirkan atlet-atlet potensial dari Aceh yang mampu berkontribusi bagi prestasi Indonesia.

Pengukuhan kepengurusan baru PB ESI turut dihadiri Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman dan Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Taufik Hidayat, serta berbagai unsur dan pemangku kepentingan dalam ekosistem olahraga dan esports nasional.

Di bawah kepemimpinan Jenderal TNI (Purn.) Muhammad Herindra, PB ESI membawa semangat untuk semakin memperkuat jalur pembinaan dan prestasi atlet, standardisasi pembinaan, penyelenggaraan kompetisi berkualitas, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pembangunan ekosistem esports yang sehat dan profesional.

Perkembangan esports saat ini tidak hanya berkaitan dengan kompetisi dan prestasi olahraga, tetapi juga memiliki keterkaitan erat dengan perkembangan teknologi, industri kreatif, ekonomi digital, serta peningkatan kapasitas generasi muda Indonesia.

Karena itu, Pengprov ESI Aceh siap mendukung arah kebijakan dan program PB ESI serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, KONI, komunitas, pelaku industri, institusi pendidikan, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk mendorong perkembangan esports di Aceh.

Pengprov ESI Aceh juga berkomitmen untuk terus mendorong hadirnya ruang pembinaan dan kompetisi yang positif bagi generasi muda sehingga potensi atlet dan talenta esports Aceh dapat berkembang secara maksimal serta memiliki kesempatan untuk berprestasi pada tingkat daerah, nasional, maupun internasional.

Dengan semangat kolaborasi antara PB ESI dan seluruh Pengprov ESI di Indonesia, kepengurusan baru ini diharapkan menjadi awal semakin kuatnya pembinaan esports nasional serta memperkokoh posisi Indonesia dalam peta persaingan esports dunia. ESI Aceh siap bersinergi, membina, dan berkontribusi untuk kemajuan esports Indonesia.[]

JAKARTA — Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh) menyampaikan enam persoalan strategis pertanahan Aceh dalam Rapat Ke...
16/09/2026

JAKARTA — Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh) menyampaikan enam persoalan strategis pertanahan Aceh dalam Rapat Kerja (Raker) dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPR RI, Selasa (15/9/2026).

Isu tersebut meliputi status Tanah Blang Padang, penyediaan lahan hunian tetap (huntap), tumpang tindih aset daerah, kebijakan pertanahan terkait kekhususan Aceh, lahan reintegrasi, serta keberadaan masyarakat di kawasan hutan/Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL).

Terkait Blang Padang, Pemerintah Aceh mengharapkan kepastian status dan pemanfaatannya sebagai aset yang memiliki nilai historis dan strategis bagi Aceh.

Dek Fadh juga menyoroti kebutuhan lahan untuk mempercepat pembangunan huntap, khususnya di Aceh Tamiang. Pemerintah Aceh mendorong penyediaan lahan melalui skema pelepasan Hak Guna Usaha (HGU) dengan dukungan Pemerintah Pusat.

Persoalan aset daerah, termasuk Anjong Mon Mata, turut disampaikan. Pemerintah Aceh berharap dilakukan verifikasi dan penegasan status agar aset dapat dimanfaatkan secara optimal.

Selain itu, Pemerintah Aceh mendorong harmonisasi kebijakan pertanahan terkait kekhususan Aceh serta kejelasan kewenangan agar tidak terjadi perbedaan tafsir.

Dek Fadh juga menyampaikan kebutuhan lahan reintegrasi bagi mantan kombatan, Tapol/Amnesti dan korban konflik sebagai bagian dari amanat MoU Helsinki. Salah satu usulan ialah pemanfaatan areal eks PT Acehnusa Indrapuri.

Persoalan tujuh desa di Gayo Lues dan Aceh Tenggara yang berada dalam kawasan hutan/TNGL juga menjadi perhatian. Pemerintah Aceh mendorong verifikasi historis dan spasial untuk memberikan kepastian hukum bagi masyarakat sekaligus menjaga fungsi konservasi.

16/09/2026

Kadisdik Aceh antara Sang Penerus dan Cahaya di Tanah Bersujud pendidikan Aceh KadisdikAceh Maulid Nabi Muhammad SAW murthalamuddin SMK Negeri 3 Banda Aceh

BANDA ACEH | ACEH INFO -- Kepala Dinas Pendidikan Aceh Murthalamuddin membacakan puisi Sang Penerus pada peringatan maulid akbar Dinas Pendidikan Aceh, Rabu, 16 September 2026 di SMK Negeri 3 Banda Aceh. Maestro sastra Aceh LK Ara dan Rafly Kande menutupnya dalam kolaborasi Cahaya Nabi di Tanah Bersujud, dan Gelombang Selat Malaka.

Peran guru sangat penting dalam meneruskan risalah dan syiar Islam. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Aceh Murthalamuddin dalam puisinya “Sang Penerus” yang dideklamasikan usai menyampaikan sambutan. Adalah tugas para guru menyampaikan risalah, membebaskan ummat dari kebodohan dan kegelapan.

Murthalamuddin dalam puisinya meminta para guru untuk bangkit, terus mengisi ruang-ruang keilmuan dengan meneladani karakter Rasulllah SAW. Peringatan maulid harus dijadikan sebagai momentum untuk muhasabah, intropeksi diri, dan evaluasi yang mendalam, untuk membawa syiar pendidikan menjadi lebih baik.

“Wahai para guru, syukuri dirimu menjadi umat Sang Rasul. Tapi ingat, tugasmu bukan hanya pengikut tapi juga di pundakmu tugas kenabian berlimpah. Wahai guru, maulid ini harus jadi renungan, bahwa engkau Allah pilih meneruskan tugas Sang Rasul,” tegas Murthalamuddin.

Kepada para pelajar, dalam puisi yang sama Murthalamuddin berpesan untuk bersungguh-sungguh menuntut ilmu, karena Nabi Muhammad bersabda bahwa menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim. Selain itu, Allah juga akan mengangkat derajat orang-orang beriman dan berilmu pengetahuan beberapa derajat lebih tinggi.

“Jika engkau mengingikan dunia tuntutlah ilmu, jika ingin akhirat tuntutlah ilmu. Jika ingin keduanya tuntutlah ilmu,” kata Murthalamuddin mengutip mutiara hikmat dari Imam Syafi’i.

Hal yang sam disampaikan Tgk Miswar Ibrahim dalam tausiahnya. Ia meminta agar setiap insan meneladani sifat-sifat Rasulullah SAW yang benar dan jujur (shiddiq), dapat dipercaya (amanah), menyampaikan risalah dan syiar Islam (tabligh), serta cerdas (fathanah) dalam berpiki dan bertindak.

Sebelum jamuan kenduri maulid, maestro sastra Aceh LK Ara dan Rafly Kande berkolaborasi membaca puisi Cahaya Nabi di Tanah Bersujud dan suyair Gelombang Selat Malaka.

LK Ara dalam puisinya beucap bahwa Nabi bukan sekadar nama yang ditulis di spanduk, bukan sekadar selawat yang naik ke langit. Beliau adalah pelita di lorong gelap, telaga bagi jiwa yang haus, tangan yang mengusap kepala anak yatim.

“Kita, sering membawa ilmu seperti kendi penuh, tetapi lupa menuangkannya kepada yang kehausan. Sering membaca ayat dengan suara yang merdu, tetapi membiarkan batu kesombongan tetap tinggal di dalam hati,” ucap LK Ara.

Kepada guru dan anak negeri, LK Ara berpesan agar tidak menjadikan sekolah hanya sebagai tempat menanam angka di kepala. Tanamlah akhlak sedalam akar, agar ilmu tumbuh menjadi teduh. Agar kepandaian menjadi tangan yang menolong. Agar kekuasaan menjadi amanah, bukan tangga untuk meninggikan diri.

“Hari ini kita memperingati Maulid. Namun mungkin Allah tidak sedang menghitung seberapa meriah acara ini. Allah sedang melihat ke dalam dada: adakah cahaya Muhammad SAW telah menemukan tempat di dalam hati kita?” tanya LK Ara.[]

BANDA ACEH – Pengurus Besar Himpunan Ulama Dayah Aceh (PB HUDA) menyoroti masa depan pendidikan dayah serta penguatan pe...
15/09/2026

BANDA ACEH – Pengurus Besar Himpunan Ulama Dayah Aceh (PB HUDA) menyoroti masa depan pendidikan dayah serta penguatan peran ulama dalam kehidupan publik dan politik Aceh.

Hal itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi (Rakor) HUDA Tahun 2026 yang digelar dalam rangkaian Milad ke-27 PB HUDA di Aula Asrama Haji Embarkasi Aceh, Banda Aceh, Selasa (15/9/2026).

Rakor yang diikuti ulama dan jajaran Pengurus Wilayah HUDA se-Aceh tersebut menghasilkan delapan rekomendasi strategis. Salah satu perhatian utama HUDA adalah fenomena menurunnya jumlah santri secara signifikan di Aceh.

Untuk merespons persoalan tersebut, PB HUDA mendorong pembentukan Tim Penelitian dan Akselerasi Transformasi Dayah Aceh. Tim ini nantinya melakukan kajian untuk mengidentifikasi penyebab penurunan santri sekaligus merumuskan solusi bagi penguatan dayah.

HUDA juga mendorong pendampingan terhadap kegiatan publik dan pemerintahan agar tetap sejalan dengan syariat Islam, kekhususan serta keistimewaan Aceh.

Di tingkat daerah, PB HUDA merekomendasikan penguatan hubungan antara Pengurus Wilayah HUDA dan pemerintah daerah sehingga ulama dapat menjadi mitra strategis dalam berbagai persoalan masyarakat.

Selain itu, HUDA mendorong media organisasi lebih aktif mengedukasi masyarakat mengenai kedudukan dan fungsi ulama serta dayah. HUDA juga mengusulkan pembentukan badan advokasi untuk memberikan bantuan hukum terhadap persoalan yang menyangkut syariat Islam, ulama dan dayah.

Dalam upaya memperkuat silaturahmi, PB HUDA berencana melakukan visitasi ke seluruh dayah di Aceh. HUDA juga merekomendasikan pembentukan forum masyayikh sebagai ruang murajaah bagi dayah, masyarakat dan pemerintah.

Sementara dalam bidang politik, HUDA menegaskan memiliki hubungan yang sama dengan seluruh partai politik serta tanggung jawab dalam kepemimpinan politik di Aceh.

Delapan rekomendasi tersebut ditandatangani pimpinan Rakor, yakni Abiya Dr Tgk H Anwar Usman, Abi H Hasbi Al-Bayuni, Ayah Prof Dr Muntasir A Kadir MA, Dr Tgk M Rizwan Haji Ali MA, dan Abiya Dr Muhammad Hatta Lc MEd.

15/09/2026

Panggilan untuk seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Daerah (PemDa)
Aktif di Indonesia✨

Pemprov DKI Jakarta melalui UP Jakarta Smart City menyelenggarakan
GovTechAthon (GTA) 2026, wadah bagi ASN di lingkungan Pemerintah Daerah
untuk membawa tantangan daerah, bertukar gagasan, mengasah kompetensi, dan
mengembangkan solusi digital.

Melalui 3 Tahapan, mulai dari registrasi, kurasi, seleksi, hingga ke final pitch dan
awarding.

Raih Hadiah untuk pemenang hingga 8 juta rupiah per Tim dan Runner-Up senilai 5 juta
per Tim. Selain itu, ide terbaik berkesempatan untuk mendapat pendampingan lanjut
hingga siap diimplementasikan.

📅 Periode Registrasi: Agustus – 3 Oktober 2026
👥 Kriteria: Terbuka untuk seluruh ASN Pemda
🔗 Daftar Sekarang: smartcity.jakarta.go.id/id/gta/

Siapkan tim dan bawa ide terbaikmu, lalu jadilah bagian dari transformasi digital di
instansi maupun daerahmu🙌




Address

Banda Aceh

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Acehinfo posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Acehinfo:

Shortcuts

Share

Category