Gema Baiturrahman

Gema Baiturrahman Tabloid Gema Baiturrahman
Terbit Sejak 3 September 1983

Pendiri: H. Ameer Hamzah, H. Basri A. Bakar, HM. Jakfar Puteh dkk

Redaksi: Sayed Muhammad Husen dkk

News:Probowo Terima Kartu Anggota NUUntuk pertama kalinya dalam sejarah, Presiden Republik Indonesia hadir dalam rangkai...
31/08/2026

News:

Probowo Terima Kartu Anggota NU

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Presiden Republik Indonesia hadir dalam rangkaian pembukaan sekaligus penutupan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU). Presiden Prabowo Subianto menutup Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin, 31 Agustus 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo memenuhi janjinya kepada NU untuk hadir di acara Penutupan Muktamar. Dalam kesempatan itu p**a Presiden diberikan Kartu Tanda Anggota (KTA) Nahdlatul Ulama yang diserahkan oleh Rais Amm PBNU.

Momen ini memiliki makna sejarah tersendiri. Enam puluh empat tahun setelah Presiden Soekarno hadir dalam penutupan Muktamar NU pada masanya, Presiden Prabowo kembali hadir menutup forum besar Nahdlatul Ulama yang sejak awal berdirinya memiliki hubungan erat dengan perjalanan bangsa Indonesia.

Presiden mengapresiasi pelaksanaan Muktamar ke-35 NU yang berlangsung sukses, guyub, dan rukun. Presiden menilai NU telah memberikan contoh bahwa perbedaan dan kompetisi yang sehat dapat berjalan berdampingan dalam organisasi dengan puluhan juta anggota, ribuan pesantren, dan puluhan ribu kiai.

Presiden juga menyampaikan selamat atas terpilihnya KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026–2031 serta KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU periode 2026–2031.

Kehadiran Presiden dalam Muktamar ke-35 NU menjadi bentuk penghormatan negara atas peran ulama dan warga Nahdlatul Ulama dalam menjaga persatuan, merawat kehidupan beragama, serta turut mengawal perjalanan Republik Indonesia.

Presiden menegaskan bahwa negara, bangsa, dan umat menantikan darma bakti Nahdlatul Ulama bagi Indonesia pada hari-hari, bulan-bulan, dan tahun-tahun yang akan datang.

Penutupan Muktamar ke-35 NU ditandai dengan pemukulan kentongan oleh Presiden Prabowo sebagai simbol berakhirnya rangkaian Muktamar sekaligus harapan agar semangat guyub, rukun, dan pengabdian terus menjadi kekuatan dalam membangun Indonesia.*

HALAQAH MAGHRIBTgk H Gamal Achyar, Lc, M.Sh menyampaikan ilmu mawaris dengan topik pemberian hibah. Halaqah ini disiarka...
30/08/2026

HALAQAH MAGHRIB

Tgk H Gamal Achyar, Lc, M.Sh menyampaikan ilmu mawaris dengan topik pemberian hibah.

Halaqah ini disiarkan langsung oleh Radio Baiturrahman, RRI, Serambi FM, YouTube Masjid Raya, serta radio swasta lainnya, Minggu (30/8/2026).

Teks dan Foto: M Nur AR

News:Ust Afrizal Sofyan: Cinta kepada Allah dan Rasulullah Harus Mengalahkan Cinta kepada Diri SendiriAceh Besar -- Cint...
30/08/2026

News:

Ust Afrizal Sofyan:
Cinta kepada Allah dan Rasulullah Harus Mengalahkan Cinta kepada Diri Sendiri

Aceh Besar -- Cinta kepada Allah dan Rasulullah SAW bukan sekadar ungkapan lisan, tetapi harus dibuktikan melalui pengorbanan, ketaatan, ibadah, dan kesediaan memberikan sesuatu yang paling dicintai di jalan Allah.

Pesan tersebut disampaikan Ust Afrizal Sofyan, S.Pd.I., M.Ag., dalam tausiyah Subuh Safari BBC di Masjid Jamik Baitul Jannah, Kemukiman Tungkop, Darussalam, Aceh Besar, Ahad, 30 Agustus 2026, bertepatan dengan 17 Rabiul Awal 1448 Hijriah.

Dalam tausiyahnya, Ust Afrizal mengajak jamaah memperdalam kembali makna cinta kepada Nabi Muhammad SAW, terutama dalam momentum bulan Rabiul Awal.

Ia menjelaskan, salah satu bukti luar biasa cinta Rasulullah SAW kepada umatnya adalah perhatian dan doa beliau untuk keselamatan serta ampunan umat.

Ust Afrizal mengutip sebuah riwayat dari Aisyah RA. Ketika Aisyah meminta Rasulullah SAW mendoakannya, beliau berdoa:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِعَائِشَةَ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهَا وَمَا تَأَخَّرَ، مَا أَسَرَّتْ وَمَا أَعْلَنَتْ

“Ya Allah, ampunilah Aisyah atas dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang, yang ia sembunyikan maupun yang ia tampakkan.”

Ketika Aisyah bergembira dengan doa tersebut, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa doa itu pada hakikatnya merupakan doa beliau untuk umatnya dalam setiap shalat. Riwayat ini disebutkan dalam sejumlah kitab hadis, di antaranya Shahih Ibnu Hibban.

“Ini menunjukkan betapa besar cinta Rasulullah kepada umatnya. Beliau tidak hanya memikirkan dirinya, tetapi selalu memikirkan keselamatan umat,” ujar Ust Afrizal.

Tiga Golongan yang Merasakan Manisnya Iman

Ust Afrizal kemudian menjelaskan hadis Rasulullah SAW tentang tiga perkara yang membuat seseorang merasakan manisnya iman.

Pertama, orang yang menjadikan Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada selain keduanya.

Menurutnya, ukuran cinta kepada Allah dan Rasulullah bukan hanya pada ucapan, tetapi terlihat dari apa yang bersedia kita korbankan.

Ia mengingatkan jamaah dengan firman Allah SWT dalam QS Ali Imran ayat 92:

لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتّٰى تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ ۗ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ

“Kamu sekali-kali tidak akan memperoleh kebajikan (yang sempurna) sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa pun yang kamu infakkan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui tentangnya.”

Menurut Ust Afrizal, ketika ayat ini turun, para sahabat Rasulullah SAW tidak sekadar mendengarnya. Mereka berlomba-lomba membuktikan cinta kepada Allah dengan memberikan sesuatu yang paling mereka cintai.

Salah satunya adalah Abu Thalhah RA. Ia memiliki kebun kurma Bairuha yang merupakan harta yang sangat dicintainya. Setelah mendengar ayat tersebut, Abu Thalhah datang kepada Rasulullah SAW dan menyerahkan kebun kesayangannya untuk kepentingan di jalan Allah.

Rasulullah SAW kemudian memuji tindakan tersebut dan menyarankan agar kebun itu diberikan kepada kerabatnya.

“Abu Thalhah tidak memberikan sesuatu yang sudah tidak disukainya. Ia memberikan sesuatu yang paling ia cintai. Inilah cinta yang memiliki bukti,” jelasnya.

Ust Afrizal juga mengisahkan pengorbanan para sahabat lainnya yang menunjukkan bagaimana mereka memandang harta sebagai amanah Allah. Di antaranya kisah pengorbanan Zaid bin Haritsah RA dan para sahabat yang rela memberikan harta serta kendaraan terbaik mereka untuk kepentingan agama.

Berbisnis Langsung dengan Allah

Ust Afrizal kemudian mengajak jamaah melihat sedekah dari perspektif yang lebih luas. Menurutnya, Al-Qur’an bahkan menggunakan istilah “meminjamkan kepada Allah” untuk menggambarkan pengorbanan harta di jalan-Nya.

Allah SWT berfirman dalam QS Al-Baqarah ayat 245:

مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً ۚ وَاللَّهُ يَقْبِضُ وَيَبْسُطُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

“Siapakah yang mau memberi pinjaman yang baik kepada Allah? Dia akan melipatgandakannya untuknya dengan berlipat ganda yang banyak. Allah menahan dan melapangkan (rezeki), dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan.”

“Inilah bisnis yang tidak pernah rugi. Kita berbisnis langsung dengan Allah. Modalnya kita keluarkan karena Allah, dan Allah sendiri yang menjanjikan pelipatgandaan balasannya,” katanya.

Ia juga mengingatkan kisah para sahabat yang rela menyerahkan kebun, harta dan benda yang paling mereka cintai ketika mendapatkan seruan untuk berinfak di jalan Allah.

Cinta Nabi kepada Umat Tak Pernah Berhenti

Ust Afrizal menegaskan, kecintaan kepada Rasulullah SAW harus menjadi jalan bagi seorang mukmin untuk semakin dekat kepada kecintaan kepada Allah.

Rasulullah SAW sangat mencintai umatnya. Beliau menghendaki kemudahan, kebaikan dan keselamatan bagi umat.

Bahkan Al-Qur’an menggambarkan besarnya perhatian Rasulullah terhadap umatnya. Allah SWT berfirman dalam QS At-Taubah ayat 128 bahwa telah datang kepada manusia seorang Rasul dari kalangan mereka sendiri; terasa berat olehnya penderitaan yang mereka alami, ia sangat menginginkan kebaikan bagi mereka dan sangat penyantun serta penyayang terhadap orang-orang beriman.

“Rasulullah memikirkan kita. Rasulullah mendoakan kita. Rasulullah menginginkan keselamatan kita. Pertanyaannya sekarang, bagaimana kecintaan kita kepada Rasulullah?” tegas Ust Afrizal.

Ia menjelaskan, Rasulullah SAW juga memiliki doa khusus yang Allah janjikan akan dikabulkan. Doa tersebut disimpan oleh Nabi SAW untuk memberikan syafaat kepada umatnya pada hari kiamat.

Selain itu, umat Nabi Muhammad SAW juga mendapatkan kabar tentang telaga Al-Haudh, tempat Rasulullah SAW menanti umatnya. Telaga tersebut menjadi salah satu bentuk kemuliaan yang Allah berikan kepada Nabi dan umatnya, dan orang-orang yang mendapatkan kesempatan meminumnya tidak akan merasakan dahaga setelah itu.

“Anta Ma’a Man Ahababta”

Ust Afrizal kemudian mengutip sabda Rasulullah SAW:

أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ

“Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai.”

Hadis tersebut menjadi kabar yang sangat menggembirakan bagi para sahabat.

Ia mengisahkan bagaimana Anas bin Malik RA sangat mencintai Rasulullah SAW. Ketika mendengar sabda tersebut, Anas berharap dapat dibangkitkan bersama Rasulullah SAW dan orang-orang yang dicintainya.

“Karena itu, jangan sampai cinta kepada Nabi hanya berhenti pada peringatan Maulid, lantunan shalawat dan ungkapan lisan. Cinta kepada Nabi harus masuk ke dalam shalat kita, ibadah kita, akhlak kita, keluarga kita, pekerjaan kita dan seluruh kehidupan kita,” katanya.

Menurut Ust Afrizal, mencintai Rasulullah berarti berusaha mengikuti sunnahnya, menaati ajarannya, memperbanyak shalawat, meneladani akhlaknya serta menghadirkan nilai-nilai kenabian dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau kita benar-benar mencintai Rasulullah, maka kita harus berusaha hidup sebagaimana yang beliau ajarkan,” ujarnya.

Menutup tausiyahnya, Ust Afrizal mengajak jamaah menjadikan momentum Rabiul Awal sebagai kesempatan memperbarui cinta kepada Allah dan Rasulullah SAW.

“Mari terus mencintai Allah dan Rasul-Nya. Buktikan cinta itu dalam shalat kita, dalam ibadah kita, dalam sedekah kita, dalam akhlak kita dan dalam segenap kehidupan kita. Sebab cinta yang benar bukan hanya diucapkan, tetapi dibuktikan dengan pengorbanan dan ketaatan,” pungkasnya.

Laporan: Saifuddin A. Rasyid

News:Zikir, Do'a dan Refleksi Bencana, Warnai Ahad Shubuh di Masjid Agung Ruhama TakengonTakengon, Ahad, 30 Agustus 2026...
30/08/2026

News:

Zikir, Do'a dan Refleksi Bencana, Warnai Ahad Shubuh di Masjid Agung Ruhama Takengon

Takengon, Ahad, 30 Agustus 2026
Suasana khidmat dan penuh kekhusyukan menyelimuti dalam kegiatan Zikir, Doa, dan Tausiyah yang bakda Shalat shubuh berjamaah diikuti oleh Bupati Aceh Tengah, jajaran Forkopimda, serta jamaah Masjid Agung Ruhama Takengon.
Kegiatan tersebut menghadirkan Tgk. Zul Arfah, Pimpinan Majelis Zikir Safari Shubuh Arafah Banda Aceh, dan Tgk. Fakhruddin Lahmudin, M.Pd, Ketua DMI Provinsi Aceh.

Rangkaian kegiatan diawali dengan lantunan zikir yang dipimpin langsung oleh Tgk. Zul Arfah. Dengan suasana masjid yang penuh kekhusyukan, jamaah mengikuti zikir dan doa bersama sebagai bentuk penghambaan kepada Allah SWT sekaligus memohon perlindungan, keselamatan, serta keberkahan bagi masyarakat Aceh.

Setelah zikir dan doa, kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah singkat yang disampaikan oleh Tgk. Fakhruddin Lahmudin, M.Pd. Tausiyah mengangkat tema “Zikir dan Refleksi Bencana Alam Aceh Tengah.”

Dalam tausiyahnya, Tgk. Fakhruddin mengajak jamaah untuk menjadikan berbagai peristiwa bencana alam sebagai momentum untuk meningkatkan ketakwaan, memperbanyak zikir dan doa, serta melakukan introspeksi diri. Bencana tidak hanya menjadi peristiwa yang harus dihadapi secara fisik, tetapi juga menjadi pengingat agar manusia semakin dekat kepada Allah SWT dan menjaga hubungan dengan sesama serta lingkungan.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Bupati Aceh Tengah Drs. Haili Yoga, M.Si, jajaran Forkopimda Aceh Tengah, serta masyarakat dan jamaah Masjid Agung Ruhama Takengon.
Kehadiran para tokoh dan jamaah dalam kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat semangat kebersamaan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan, khususnya bencana alam yang terjadi di wilayah Aceh Tengah.

Melalui zikir, doa, dan tausiyah, kegiatan Ahad Shubuh di Masjid Agung Ruhama Takengon diharapkan tidak hanya memberikan ketenangan spiritual, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bersama untuk senantiasa bermunajat kepada Allah SWT, memperkuat kepedulian sosial, dan membangun ikhtiar bersama dalam menjaga keselamatan serta ketahanan masyarakat.

Sumber: BKM Masjid Agung Ruhama

‎Buku:Mukjizat Kenabian dalam Pemberitaan Masa Depan‎‎Dalam suatu riwayat disebutkan bahwa Nabi saw.memberitahu putrinya...
30/08/2026

‎Buku:

Mukjizat Kenabian dalam Pemberitaan Masa Depan

‎Dalam suatu riwayat disebutkan bahwa Nabi saw.memberitahu putrinya, Fatimah r.a:

‎"إنَّكِ أَوَّلُ أَهلِي لُحُوقًا بي"

Engkau adalah orang pertama dari keluargaku yang akan menyusulku.

Maksudnya, ia akan menjadi orang pertama yang meninggal dan menyusul beliau dari kalangan ahlul bait. Enam bulan kemudian apa yang beliau katakan menjadi kenyataan.

Disebutkan p**a bahwa “Beliau memberitahu Abu Dzar r.a tentang pengusirannya” dari kota Madinah, serta bagaimana “ia hidup seorang diri, dan meninggal dunia dalam kondisi sendirian. Dua puluh tahun kemudian kondisinya seperti yang beliau katakan.

‎Dalam riwayat disebutkan bahwa Nabi saw bangun dari tidur di rumah Ummu Haram (bibi Anas ibn Malik). Lalu beliau tersenyum seraya berkata:

‎"رأيتُ أُمَّتِي يَغزُونَ في البَحْرِ كالمُلُوكِ على الأَسِرَّةِ"، فقالَت: اُدْعُ يا رَسُولَ اللهِ أنْ أَكُونَ مَعَهُم. فدَعا لَها

Ada sejumlah orang dari umatku diperlihatkan kepadaku sebagai pejuang di jalan Allah. Mereka mengarungi lautan laksana raja di atas dipan-dipan. (Mendengar hal itu) Ummu Haram berkata, “Ya Rasulullah, doakanlah agar aku termasuk di antara mereka." Maka, Nabi saw berdoa untuknya.

Empat puluh tahun kemudian, ia menyertai suaminya, ‎Ubadah ibn Shamit, untuk membebaskan Cyprus (Siprus) dan meninggal di sana. Saat ini kuburnya di sana, sangat dikenal dan sering diziarahi.

‎Beliau saw juga bersabda:

‎"يَخرُجُ مِن ثَقِيفٍ كَذَّابٌ ومُبِيرٌ"

Di tengah-tengah Tsaqif ada pendusta dan pembuat kerusakan.

Beliau memberitahukan tentang al-Mukhtar yang dikenal mengaku sebagai nabi dan al-Hajjaj, si penumpah darah yang zalim di mana ia telah membunuh seratus ribu jiwa. Dalam riwayat disebutkan bahwa Nabi saw bersabda:

‎"ستُفْتَحُ القُسْطَنطِينِيّةُ، فنِعْمَ الأَمِيرُ أَمِيرُها، ونِعْمَ الجَيْشُ جَيْشُها"

Konstantinopel akan ditaklukkan. Sebaik-baik pemimpin adalah pemimpinnya, dan sebaik-baik pasukan adalah pasukannya.

Dengan hadis ini, Nabi saw memberitahukan bahwa Istanbul akan ditaklukkan oleh kaum muslimin dan Sultan Muhammad al-Fatih akan memperoleh kedudukan tinggi sebagai “Sebaik-baik pemimpin.” Ternyata hal itu menjadi kenyataan.

Badiuzzamam Said Nursi, Kump**an Mukjizat Nabi Muhammad saw, h. 53-55

HALAQAH MAGHRIBTgk H Muhammad Lubok menyampaikan ilmu fikih tentang shalat tasbih. Halaqah ini disiarkan langsung oleh R...
29/08/2026

HALAQAH MAGHRIB

Tgk H Muhammad Lubok menyampaikan ilmu fikih tentang shalat tasbih.

Halaqah ini disiarkan langsung oleh Radio Baiturrahman, RRI, Serambi FM, YouTube Masjid Raya, serta radio swasta lainnya, Sabtu (29/8/2026).

Teks dan foto: M Nur AR

Desa Sinyeu, Indrapuri
29/08/2026

Desa Sinyeu, Indrapuri

Temukan ribuan produk UMKM terbaik dari seluruh penjuru Aceh — pertanian, perikanan, kerajinan, dan banyak lagi.... Ayo ...
29/08/2026

Temukan ribuan produk UMKM terbaik dari seluruh penjuru Aceh — pertanian, perikanan, kerajinan, dan banyak lagi.
... Ayo Bergabung di AcehMarket.com

Marketplace terlengkap untuk produk lokal Aceh — pertanian, perikanan, kerajinan, UMKM, dan lainnya.

Setelah Siaran Pagi di Radio Baitirrahman
29/08/2026

Setelah Siaran Pagi di Radio Baitirrahman

Meudrah:JANGAN TUNGGU TUBUH KITA BERSAKSI DI HADAPAN ALLAHOleh: Abu Paya PasiManusia tidak pernah luput dari kesalahan. ...
29/08/2026

Meudrah:

JANGAN TUNGGU TUBUH KITA BERSAKSI DI HADAPAN ALLAH

Oleh: Abu Paya Pasi

Manusia tidak pernah luput dari kesalahan. Kita bukan malaikat, kita memiliki hawa nafsu, kelemahan, kelalaian, bahkan terkadang sengaja menempuh jalan yang kita tahu salah. Namun, sebesar apa pun dosa seorang hamba, selama pintu taubat masih terbuka, jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah. Taubat yang benar bukan sekadar menyesali masa lalu, tetapi kesediaan untuk belajar, memperbaiki kesalahan, meninggalkan dosa, dan membangun kehidupan yang lebih dekat kepada-Nya. Allah tidak hanya melihat siapa kita dahulu, tetapi juga siapa kita setelah kembali kepada-Nya.

Akan tetapi, janganlah taubat dijadikan alasan untuk menunda perubahan. Sebab manusia sering merasa bahwa apa yang tersembunyi di dunia akan tetap tersembunyi selamanya. Padahal Allah mengingatkan tentang catatan amal yang akan dibuka pada hari kiamat. Orang yang menerima kitab amal dari belakang akan menghadapi kebinasaan dan neraka (QS. Al-Insyiqaq: 10–12). Pada hari itu, tidak ada satu perbuatan pun yang benar-benar hilang dari pengetahuan Allah.

Yang lebih mengguncangkan, ketika manusia mencoba menyangkal perbuatannya, Allah menjadikan tubuhnya sendiri sebagai saksi. Lidah dikunci, sementara tangan berbicara dan kaki memberikan kesaksian atas apa yang dahulu dikerjakan (QS. Yasin: 65). Bahkan pendengaran, penglihatan, dan kulit turut menjadi saksi sebagaimana disebutkan dalam QS. Fussilat: 20–21.

Renungkanlah, hari ini tangan kita mungkin menjadi alat untuk menulis kebohongan, mengambil sesuatu yang bukan hak, atau menyakiti sesama. Mata mungkin menyaksikan sesuatu yang haram, telinga mendengar kebatilan, dan lisan mengucapkan dusta. Namun di akhirat, anggota tubuh yang sama tidak lagi menjadi pembela. Ia menjadi saksi.

Inilah keadilan Allah yang sempurna. Manusia mungkin dapat membohongi manusia, bahkan mencari alasan di hadapan orang lain. Tetapi tidak seorang pun mampu menipu Allah. Ketika seluruh anggota tubuh berbicara, alasan akan runtuh dan kebenaran akan berdiri tanpa bisa disembunyikan.

Maka, sebelum hari itu tiba, mari kita periksa buku amal kita dengan taubat, bukan dengan kesombongan. Bersihkan kesalahan sebelum ia menjadi kesaksian. Perbaiki langkah sebelum kaki berbicara. Jaga tangan sebelum tangan bersaksi. Jaga lisan sebelum lisan dikunci. Karena orang yang paling beruntung bukanlah orang yang tidak pernah salah, melainkan orang yang setiap kali salah segera kembali kepada Allah dan sungguh-sungguh memperbaiki dirinya.*

Address

Kota Banda
Banda

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Gema Baiturrahman posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share