Harian Rakyat Aceh

Harian Rakyat Aceh Spirit Baru Membangun Nanggroe
Pemasangan iklan : WA 085277859252

09/01/2026

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan bahwa mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (YCQ) menjadi tersangka kasus dugaan korupsi terkait penentuan kuota dan penyelenggaraan ibadah haji di Kementerian Agama tahun 2023–2024

"Benar," ujar Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto kepada para jurnalis di Jakarta, Jumat.

Walaupun demikian, Fitroh belum memberitahukan lebih lanjut mengenai tersangka kasus kuota haji, apakah hanya Yaqut seorang atau ada pihak-pihak lain.

Pada kesempatan berbeda, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo juga mengonfirmasi lembaga antirasuah sudah menetapkan tersangka kasus kuota haji.

"Benar, sudah ada penetapan tersangka dalam penyidikan perkara kuota haji," kata Budi kepada para jurnalis di Jakarta, Jumat.

Sebelumnya, pada 9 Agustus 2025, KPK mengumumkan memulai penyidikan kasus dugaan korupsi kuota haji, dan menyampaikan sedang berkomunikasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan RI untuk menghitung kerugian negara.

Pada 11 Agustus 2025, KPK mengumumkan penghitungan awal kerugian negara dalam kasus tersebut mencapai Rp1 triliun lebih, dan mencegah tiga orang untuk bepergian ke luar negeri hingga enam bulan ke depan.

Mereka yang dicegah adalah mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex selaku mantan staf khusus pada era Menag Yaqut Cholil, serta Fuad Hasan Masyhur selaku pemilik biro penyelenggara haji Maktour.

Pada 18 September 2025, KPK menduga sebanyak 13 asosiasi dan 400 biro perjalanan haji terlibat kasus tersebut. Selain ditangani KPK, Pansus Angket Haji DPR RI sebelumnya juga menyatakan telah menemukan sejumlah kejanggalan dalam penyelenggaraan ibadah haji 2024.

Poin utama yang disorot pansus adalah perihal pembagian kuota 50 berbanding 50 dari alokasi 20.000 kuota tambahan yang diberikan Pemerintah Arab Saudi.

Saat itu, Kementerian Agama membagi kuota tambahan 10.000 untuk haji reguler dan 10.000 untuk haji khusus.

Hal tersebut tidak sesuai dengan Pasal 64 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, yang mengatur kuota haji khusus sebesar delapan persen, sedangkan 92 persen untuk kuota haji reguler.

ANTARA 2026

Rakyat Aceh | Bireuen – Warga Desa Salah Sirong, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, hingga kini masih hidup dalam kege...
08/01/2026

Rakyat Aceh | Bireuen – Warga Desa Salah Sirong, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, hingga kini masih hidup dalam kegelapan. Aliran listrik di desa tersebut belum juga menyala sejak sebelum banjir melanda kawasan itu, dan belum ada kepastian kapan listrik akan kembali normal.

Isnin, salah satu penanggung jawab Posko Pengungsian di Salah Sirong, menyebutkan bahwa listrik sudah padam bahkan sebelum banjir terjadi, dan hingga saat ini belum ada perbaikan dari pihak terkait.

“Lampu sudah mati sebelum banjir, sampai sekarang belum juga nyala,” kata Isnin kepada Rakyat Aceh, Rabu malam (7/1).

Pasca banjir, kondisi warga semakin memprihatinkan. Pemerintah memang telah memberikan bantuan berupa lima unit generator set (genset), namun itu sifatnya pinjam pakai. Hal tersebut dinilai belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan seluruh warga.

Selain persoalan listrik, kebutuhan mendesak lainnya adalah peralatan dapur. Warga pengungsi sangat membutuhkan kompor, piring, serta perlengkapan memasak lainnya untuk menunjang kebutuhan sehari-hari di pengungsian.

Akses menuju Gampong Salah Sirong juga menjadi persoalan serius. Jalan utama tidak bisa dilalui lagi, sehingga warga terpaksa membuka jalan alternatif dengan melewati kebun milik warga setempat. Kondisi ini menyulitkan penyaluran bantuan logistik ke lokasi pengungsian.

“Akses jalan belum ada. Kami terpaksa buka jalan darurat lewat kebun warga supaya bantuan bisa masuk,” ujar Tgk Isnin.

Ia juga menambahkan, kebutuhan akan rumah sementara (huntara) sangat mendesak, mengingat banyak rumah warga yang rusak dan tidak layak huni pasca banjir.

Mirisnya, meski Bupati Bireuen telah dua kali mengunjungi Gampong Salah Sirong, warga menilai belum ada hasil nyata dari kunjungan tersebut.

“Bupati sudah dua kali ke sini, tapi belum ada kebijakan atau solusi yang benar-benar dirasakan warga,” ungkapnya.

Warga berharap, pemerintah daerah dan instansi terkait segera mengambil langkah konkret, terutama pemulihan listrik, perbaikan akses jalan, penyediaan logistik, serta pembangunan rumah sementara bagi korban banjir. (akh)

Washington - Presiden AS Donald Trump menyatakan pihak berwenang sementara di Venezuela telah menyetujui pengalihan anta...
07/01/2026

Washington - Presiden AS Donald Trump menyatakan pihak berwenang sementara di Venezuela telah menyetujui pengalihan antara 30 juta dan 50 juta barel minyak bernilai tinggi yang terkena sanksi ke Amerika Serikat untuk dijual di pasar, kata Trump dalam pernyataan pada Selasa.

Trump mengatakan minyak itu akan dijual pada harga pasar, dan hasilnya “akan dikontrol oleh saya sebagai Presiden Amerika Serikat” untuk memastikan penggunaan yang bermanfaat bagi rakyat Venezuela dan AS.

“Saya dengan senang hati mengumumkan bahwa pihak berwenang sementara di Venezuela akan menyerahkan antara 30 hingga 50 juta barel minyak bernilai tinggi dan terkena sanksi kepada Amerika Serikat,” tulis Trump di platform Truth Social.

Ia menambahkan bahwa Menteri Energi Chris Wright diminta untuk melaksanakan rencana tersebut “segera,” dengan pengiriman minyak menggunakan kapal penyimpanan langsung ke dermaga bongkar di AS.

Pengumuman itu muncul beberapa hari setelah pasukan AS melakukan serangan udara besar terhadap target di Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro serta istrinya, Cilia Flores.

Maduro dan Flores kemudian dibawa ke New York dan menghadapi persidangan atas tuduhan narkoba dan senjata; keduanya menyatakan tidak bersalah.

Pemerintahan Trump menggambarkan operasi itu sebagai bagian dari penegakan kembali Doktrin Monroe dan upaya memberantas dugaan perdagangan narkoba serta korupsi, sekaligus memperkuat pengaruh AS atas cadangan minyak besar Venezuela.

Sumber: Anadolu

ANTARA 2026

06/01/2026

Rakyat Aceh | Bireuen – Harapan korban banjir bandang di Kabupaten Bireuen untuk mendapatkan hunian sementara (huntara) kian mendesak. Lebih dari sebulan pascabencana, ratusan warga masih bertahan di tenda darurat, meunasah, dan masjid dengan kondisi serba terbatas. Situasi ini semakin mengkhawatirkan menjelang datangnya bulan suci Ramadan.

Korban banjir di sejumlah kecamatan mengaku sudah tidak sanggup berlama-lama hidup di pengungsian. Mereka berharap pemerintah segera menyediakan huntara sebagai solusi cepat dan manusiawi, sembari menunggu pembangunan hunian tetap (huntap).

“Tidak mungkin kami terus hidup di pengungsian seperti ini. Anak-anak, orang tua, semuanya bercampur dalam satu tenda. Kami hanya ingin tempat tinggal sementara yang layak,” ujar salah satu warga di Bireuen yang terdampak banjir.

Ia mengatakan, rumahnya rusak berat akibat terjangan banjir bandang dan tak lagi bisa dihuni. Sejak bencana itu, ia dan keluarganya hanya bergantung pada bantuan darurat. Kondisi tersebut sangat berat, terutama menjelang Ramadan yang seharusnya dijalani dengan tenang di rumah sendiri.

Namun, harapan warga berbanding terbalik dengan sikap Pemerintah Kabupaten Bireuen. Bupati H Mukhlis, menegaskan pihaknya tidak berencana mengusulkan pembangunan hunian sementara bagi korban banjir.

“Kami sudah turun langsung ke gampong terdampak bersama Kepala BNPB. Dari hasil pembicaraan, disepakati bahwa yang dibutuhkan bukan hunian sementara, melainkan hunian tetap,” kata Mukhlis saat konferensi pers di Pendopo Bupati, Rabu, 31 Desember 2025 kemarin.

Menurut Mukhlis, pembangunan hunian tetap dinilai lebih efektif dan berjangka panjang dibandingkan huntara yang sifatnya sementara. “Pemerintah ingin langsung membangun rumah permanen agar masyarakat bisa kembali hidup normal tanpa harus melalui dua tahap pembangunan,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menuai reaksi dari masyarakat desa terdampak. Keuchik Desa Kapa, Kecamatan Peusangan, Evendi, menegaskan bahwa warganya sangat membutuhkan huntara dan merasa tidak pernah menolak pembangunan tersebut.

“Kami butuh sedikitnya 20 sampai 30 unit huntara. Warga sudah terlalu lama hidup di tenda dan meunasah. Ramadan sudah dekat, tapi pemerintah seolah menutup mata,” ujar Evendi, Senin (5/1)

Ia menjelaskan, pihak desa bahkan telah menyiapkan lahan untuk pembangunan huntara sebagai solusi sementara sambil menunggu proses pembangunan hunian tetap. Namun hingga kini, belum ada kejelasan dari pemerintah daerah.

Evendi menambahkan, hampir seluruh rumah warga Desa Kapa terdampak lumpur akibat banjir bandang. Sebagian rusak berat dan tidak bisa dihuni sama sekali. Kondisi ini membuat tekanan psikologis warga semakin berat, terutama menghadapi bulan suci Ramadan.

"Kami berharap, pemerintah daerah dapat meninjau kembali kebijakan tersebut dan mengedepankan aspek kemanusiaan. Kami khawatir, proses pembangunan hunian tetap membutuhkan waktu lama, sementara kondisi pengungsian sudah tidak layak untuk ditinggali," sebut Evendi. (akh/rif)

05/01/2026

REDELONG (RA) – Di tengah keterbatasan sarana pascabencana, prajurit TNI dari Koramil 03/TG turun langsung mencari dan membelah kayu bakar demi memastikan dapur umum pengungsi di Desa Pantan Kemuning, Kecamatan Gajah Putih, Kabupaten Bener Meriah, tetap mengepul. Kegiatan ini dilakukan Minggu (4/1) sebagai bagian dari dukungan pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi.
Komandan Koramil 03/TG, Kapten Inf Takdir Anur, mengatakan penyediaan kayu bakar menjadi langkah nyata TNI dalam membantu keberlangsungan operasional dapur umum, terutama untuk memenuhi kebutuhan pangan ratusan warga terdampak.
“Dengan tersedianya bahan bakar memasak, dapur umum bisa terus beroperasi menyiapkan makanan siap saji bagi para pengungsi di Pantan Kemuning,” ujar Kapten Takdir.
Ia menegaskan, kehadiran TNI di lokasi pengungsian tidak hanya sebatas membantu proses memasak, tetapi juga mencakup penyiapan bahan dasar, termasuk kayu bakar, agar aktivitas dapur umum tidak terhenti.
“Babinsa di lapangan berupaya semaksimal mungkin membantu para pengungsi, memastikan kebutuhan sehari-hari mereka, khususnya makanan, tetap terpenuhi,” lanjutnya.
Menurut Danramil, keterlibatan TNI bukanlah bentuk pencitraan, melainkan respons atas keterbatasan sarana dan prasarana di lokasi pengungsian. Penggunaan kayu bakar dinilai efektif untuk menekan kebutuhan bahan bakar lain, mengingat dapur umum harus menyiapkan sekitar 600 porsi makanan setiap hari.
“Harapan kami, proses pemulihan pasca bencana ini dapat segera terlewati, sehingga masyarakat Pantan Kemuning yang terdampak langsung bisa kembali menatap hari yang lebih cerah di masa mendatang,” pungkas Kapten Takdir. (uri/mar)

05/01/2026

Abiya Jeunieb Memberikan nasihat “Menahan diri dari hal-hal yang Merendahkan Martabat, Termasuk Meminta-minta Secara Berlebihan”

04/01/2026

Jakarta - Amerika Serikat menyerang Kota Caracas dan menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro atas perintah Presiden AS Donald Trump.

Trump berdalih penangkapan tersebut terkait akitvitas narkoterorisme yang dilakukan Maduro. Namun, sejumlah pihak menyangsikan alasan tersebut dan menduga Trump ingin menguasai minyak dan gas Venezuela.

Terlebih, Trump sempat menyampaikan pernyataan terkait pengelolaan minyak di Venezuela oleh perusahaan-perusahaan AS.

Pernyataan Trump pada Sabtu (3/1) menunjukkan bahwa investasi AS di sektor energi Venezuela yang kaya minyak merupakan tujuan utama dari operasi penggantian rezim yang menggulingkan Presiden Nicolas Maduro.

"Kami akan membawa perusahaan minyak AS yang sangat besar untuk masuk, menghabiskan miliaran dolar, memperbaiki infrastruktur yang rusak parah, termasuk infrastruktur minyak," kata Trump dalam konferensi pers dari kediamannya di Mar-a-Lago, Palm Beach, Florida, dikutip dari CNBC. "Mari kita mulai menghasilkan uang untuk negara ini," tambahnya.

Venezuela sendiri diketahui memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, mengalahkan negara-negara Timur Tengah seperti Arab Saudi dan Iran. Sumber : CNN

Address

Jalan Sultan Malikul Shaleh, Lhong Raya, Kec. Banda Raya, Kota Banda Aceh 23117
Banda
23238

Opening Hours

Monday 08:30 - 05:00
Tuesday 08:30 - 05:00
Wednesday 08:30 - 05:00
Thursday 08:30 - 05:00
Friday 08:30 - 05:00
Saturday 08:30 - 05:00

Telephone

+6285277859252

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Harian Rakyat Aceh posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Harian Rakyat Aceh:

Share

Category