07/09/2026
Camat Abdul Jafar dan tokoh masyarakat Kecamatan Sakti, Pidie foto bersama usai peletakan batu pertama pembangunan kembali Asrama IPM Sakti di Jalan Kenari Nomor 6 Kampung Keuramat Banda Aceh, Ahad (6/9).
Rakyat Aceh | Banda Aceh -Pembangunan kembali Asrama Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa dan Masyarakat (IPM) Sakti di Banda Aceh resmi dimulai.
Setelah bangunan lama dibongkar untuk dibangun yang baru, peletakan batu pertama pembangunan asrama mahasiswa asal Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, tersebut dilaksanakan pada Ahad (6/9/2026), di Jalan Kenari Nomor 6, Gampong Keuramat, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh.
Momentum tersebut menjadi tonggak baru bagi keberadaan Asrama IPM Sakti yang selama ini menjadi salah satu tempat tinggal dan ruang pembinaan mahasiswa asal Kecamatan Sakti yang menempuh pendidikan tinggi di Banda Aceh.
Peletakan batu pertama turut dihadiri Camat Sakti, Abdul Jafar, bersama tokoh masyarakat Sakti di Banda Aceh, Alamsyah Umar. Sejumlah tokoh masyarakat Sakti lainnya juga hadir memberikan dukungan terhadap dimulainya pembangunan kembali asrama tersebut.
Di antara tokoh yang hadir yakni Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh Marwan Nusuf, Anggota DPRK Pidie Makrum Thahir, serta budayawan Aceh TA. Sakti. Kehadiran para tokoh tersebut menunjukkan besarnya perhatian masyarakat asal Sakti terhadap keberlangsungan fasilitas pendidikan dan pembinaan generasi muda Sakti di Banda Aceh.
Pembangunan kembali asrama ini bukan sekadar pembangunan fisik. Bagi masyarakat Sakti, keberadaan asrama memiliki nilai historis dan sosial yang cukup penting karena selama bertahun-tahun menjadi tempat berkumpul, belajar, berdiskusi, serta membangun jaringan mahasiswa dan alumni asal Sakti yang melanjutkan pendidikan di Banda Aceh.
Sebelumnya, kondisi bangunan Asrama IPM Sakti di Jalan Kenari Nomor 6, Gampong Keuramat, memang menjadi perhatian masyarakat. Bangunan lama dilaporkan mengalami kerusakan dan kondisinya semakin memprihatinkan sehingga muncul kesepakatan dari berbagai unsur masyarakat, alumni, mahasiswa, hingga aparatur wilayah untuk membangun kembali asrama tersebut.
Camat Sakti, Abdul Jakfar, mengatakan keberadaan Asrama IPM Sakti memiliki nilai strategis dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kecamatan Sakti.
Karena itu, menurutnya, pembangunan kembali asrama menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.
“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk memastikan generasi muda memperoleh tempat tinggal yang layak selama menempuh pendidikan. Asrama ini bukan hanya sebuah bangunan, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan masyarakat Sakti di Banda Aceh,” ujarnya.
Ia menegaskan, Pemerintah Kecamatan Sakti bersama unsur Muspika, pemerintah gampong, dan seluruh elemen masyarakat siap memberikan dukungan penuh terhadap proses rekonstruksi tersebut.
Abdul Jakfar berharap pembangunan kembali asrama dapat diwujudkan melalui semangat meuseuraya atau gotong royong yang selama ini menjadi budaya masyarakat Aceh.
Menurutnya, keterlibatan para alumni, tokoh masyarakat, perantau, dan berbagai pihak lainnya akan menjadi kekuatan utama dalam merealisasikan pembangunan.
Pembangunan kembali itu sebagai bagian dari upaya menghadirkan tempat tinggal mahasiswa yang lebih layak, aman dan nyaman. Dalam rencana tersebut, masyarakat Sakti mendorong pembangunan gedung asrama yang lebih representatif, termasuk rencana bangunan bertingkat untuk menyesuaikan kebutuhan mahasiswa.
Asrama IPM Sakti selama ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal. Asrama tersebut menjadi ruang sosial bagi mahasiswa dan warga asal Sakti di Banda Aceh.
Di tempat inilah mahasiswa dan masyarakat dari berbagai latar belakang keluarga membangun solidaritas, berdiskusi mengenai persoalan pendidikan dan daerah, sekaligus mempertahankan hubungan dengan kampung halaman.
Keberadaan asrama mahasiswa daerah juga memiliki fungsi strategis dalam membentuk karakter dan kepemimpinan generasi muda.
Asrama IPM Sakti memiliki jejak sejarah yang cukup panjang dalam kehidupan mahasiswa asal Sakti di Banda Aceh. Salah satu sumber yang mendokumentasikan keberadaan asrama tersebut menyebutkan bahwa IPM Sakti telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dan mahasiswa Sakti di Banda Aceh sejak puluhan tahun lalu.
Catatan lain juga menunjukkan bahwa pembangunan asrama mahasiswa Kecamatan Sakti di Banda Aceh telah menjadi perhatian masyarakat dan alumni sejak sebelumnya, termasuk melalui upaya penggalangan dukungan untuk pembangunan asrama.
Dengan demikian, pembangunan kembali yang dimulai pada 6 September 2026 dapat dipandang sebagai kelanjutan dari perjalanan panjang masyarakat Sakti dalam mempertahankan fasilitas pendidikan dan ruang bersama bagi mahasiswa dan masyarakat Sakti.
Dengan dimulainya pembangunan, masyarakat berharap Asrama IPM Sakti yang baru nantinya memiliki fasilitas yang lebih baik dibandingkan bangunan sebelumnya.
Keberadaan asrama yang representatif juga penting mengingat biaya hidup dan tempat tinggal menjadi salah satu tantangan mahasiswa yang berasal dari daerah dan harus menempuh pendidikan di Banda Aceh.