Bangsa Aceh

Bangsa Aceh menyajikan berita terbaru, Aceh, Nasional hingga mancanegara Melalui Sumber-Sumber Media terpercaya

- Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla, melepas sebanyak 72 relawan kemanusiaan yang akan diberangkatkan...
04/01/2026

- Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla, melepas sebanyak 72 relawan kemanusiaan yang akan diberangkatkan untuk membantu penanganan bencana di wilayah Sumatera dan Aceh. Pelepasan relawan dilakukan di Dermaga Domestik Terminal Khusus Kendaraan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (4/1/2026).

Puluhan relawan tersebut berasal dari berbagai organisasi kemasyarakatan serta petugas kesehatan Kementerian Kesehatan. Adapun unsur relawan yang terlibat antara lain Kemenkes, PMI DKI Jakarta, PMI Kota Jakarta Timur, PMI Kabupaten Kebumen, Dewan Masjid Indonesia (DMI), DKM Masjid Istiqlal, Lazisnu, Laz Istiqamah, MBA, Cakra Responsif, ERU Land Rover, Kamil Logistik, Bagana GR, Jundullah Anas, YPI Swasembasa, YPPI, Himpala Itenas, Ukhuwah Al Fattah Rescue, FKBPA, serta Al Ummahat.

Para relawan akan bertugas melakukan pembersihan wilayah terdampak bencana serta memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat korban bencana di sejumlah daerah di Sumatera dan Aceh. Pemberangkatan relawan dilakukan menggunakan Kapal Kemanusiaan PMI yang bekerja sama dengan Kalla Lines. Kapal tersebut diberangkatkan pada sore ini bersamaan dengan pengiriman bantuan logistik PMI dengan total berat mencapai 2.500 ton.

Bantuan yang dikirimkan meliputi peralatan kebersihan, pakaian, obat-obatan, bahan makanan, alat berat berupa eskavator, serta mobil pengolahan air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana.

Kapal kemanusiaan dijadwalkan berlayar selama tiga hari menuju Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara, sebelum melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan Krueng Geukueh, Lhokseumawe, Aceh.PMI berharap kehadiran relawan dan bantuan tersebut dapat mempercepat proses pemulihan serta meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana di wilayah Sumatera dan Aceh.

- Air bah itu datang tanpa aba-aba. Menyapu rumah, sawah, meunasah, dan harapan. Banjir bandang yang melanda berbagai wi...
04/01/2026

- Air bah itu datang tanpa aba-aba. Menyapu rumah, sawah, meunasah, dan harapan. Banjir bandang yang melanda berbagai wilayah di Aceh tak hanya merenggut harta benda, tetapi juga melumpuhkan denyut kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

Sejak awal bencana melanda Aceh, bantuan kemanusiaan dari berbagai penjuru dunia tak kunjung datang secara signifikan. Namun, di saat banyak pihak memilih diam, masyarakat Malaysia justru bergerak. Diam-diam, konsisten, dan penuh keikhlasan.

Hal itu disampaikan Dr. Hilmy Bugak Mascaty, Dewan Pembina Sumatra Crisis Centre (SCC) Peusangan Raya Aceh, yang juga dikenal sebagai Presiden Red Crescent dan Yayasan Bugak Darussalam.

“Sejak awal bencana banjir bandang melanda Aceh, masyarakat dunia�”jujur harus diakui�”hanya Malaysia yang menunjukkan kesungguhan nyata membantu korban banjir bandang Aceh,” ujar Dr. Hilmy dalam keterangannya kepada media dialeksis.com, Minggu (4/1/2026).

Menurut Dr. Hilmy, gelombang bantuan dari Malaysia justru datang di tengah cibiran dan sikap antipati sebagian elite di Jakarta. Namun, hal itu tak menyurutkan langkah masyarakat Malaysia.

“Walaupun dicemooh oleh para petinggi negara, masyarakat Malaysia menutup mata dan telinga. Mereka terus membantu masyarakat Aceh yang tengah berduka,” katanya.

Setelah menyelesaikan tugas kemanusiaan di sekitar Bugak dan Peusangan Raya, Dr. Hilmy berangkat ke Banda Aceh. Awal Desember 2025, ia melanjutkan perjalanan ke Kuala Lumpur untuk melakukan lobi internasional.

Upaya itu membuahkan hasil. Pada pagi 10 Desember 2025, Dr. Hilmy diterima langsung oleh Perdana Menteri Malaysia, Dato’ Seri Anwar Ibrahim (PMX). Pertemuan yang berlangsung dalam suasana haru itu menjadi titik balik masuknya bantuan Malaysia ke Aceh secara lebih terstruktur.

Dalam pertemuan tersebut, Dr. Hilmy menghubungkan PMX dengan Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) melalui sambungan video call.

“Mualem, jangan bersedih ya. Kami akan bantu dengan segala daya upaya,” ujar PMX kepada Mualem.

Selengkapnya dikomentar👇

04/01/2026

- Seorang petani bernama Hasan (50) hilang diterkam buaya, saat pulang meladang pada, Sabtu (3/1) sekitar pukul 16.00 WIB.

Saat kejadian, Hasan yang merupakan warga Dusun Dataran Indah, Desa Peunaron Baru, Kecamatan Peunaron, menyeberangi sungai dengan anak dan keponakannya.

Kapolsek Sumber Kapolsek Serbajadi AKP Sudirman, menjelaskan bahwa Hasan bersama anaknya Ali (25) dan keponakannya Aji (26), sedang dalam perjalanan pulang dari ladangnya menggunakan sampan sampan

Tiba di kawasan Lubuk Kanis, aliran sungai Peunaron, tiba-tiba seekor buaya mundur dari arah samping dan langsung menerkam Hasan, serangan mendadak itu membuat perahu mereka terbalik, hingga ketiga penumpang jatuh ke dalam sungai.

"Anak dan keponakan korban berhasil menyelamatkan diri dengan berenang ke pinggir sungai. Namun, korban langsung diseret dalam air oleh predator itu, dan tidak terlihat lagi sejak saat itu," papar Sudirman.

Personel Polsek yang mendapat laporan itu, langsung turun bersama Koramil Peunaron ke Lokasi. Tim gabungan kemudian melakukan pencarian hingga Sabtu malam, dan hasilnya korban masih belum ditemukan.

Proses pencarian diperluas dan menyisir aliran sungai Peunaro.

Hingga pukul 20.00 WIB pencarian dihentikan sementara akibat tidak adanya lampu penerangan yang mencukupi dan cuaca yang ekstrem.

"Upaya pencarian hingga Sabtu malam kita hentikan karena ada beberapa kendala, debit air yang masih tinggi di sungai, membuat petugas susah dalam melakukan penyisiran. Keterbatasan sarana pencarian di malam hari, hingga diduga kuat kirban telah dibawa jauh oleh buaya dari titik awal serangan," jelasnya.

Meskipun begitu, Polsek Serbajadi sudah melakukan koordinasi intensif dengan pihak BKSDA dan Tim SAR Kabupaten Aceh Timur untuk bantuan personel dan peralatan memadai agar bisa melanjutkan pencarian.

Hingga berita ini ditayangkan, tim gabungan masih bersiaga dan kembali melanjutkan pencarian pada hari ini.(*)

- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa ada penambahan 10 korban jiwa terkait bencana yang terja...
04/01/2026

- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa ada penambahan 10 korban jiwa terkait bencana yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar), pada hari ini, Sabtu (3/1/2026).

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengungkapkan penambahan 10 korban jiwa tersebut berasal dari Aceh Utara. Sehingga, total yang meninggal dunia mencapai 1.167 orang.

"Hari ini ada penambahan dari Aceh Utara, sehingga per hari ini, total korban jiwa meninggal dunia menjadi 1.167," kata Abdul dalam jumpa pers.

Sementara itu, dari hasil yang dilaporkan, pada hari ini jumlah korban yang hilang dan masih dilakukan pencarian mencapai 165 orang.

"Pencarian dan pertolongan tim SAR gabungan masih dilakukan," ujarnya.

Sementara, per hari ini, tercatat ada 257.780 orang yang masih mengungsi pascabencana tersebut. Namun, jumlah itu ternyata mengalami penurunan sebesar 122.507.

"Ini menujukkan di samping progres pembersihan kawasan sangat intensif, termasuk penemuan 10 mayat di Aceh Utara saat pembersihan sampah gelondongan," tuturnya. (*)

: Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) mendesak Danantara segera membangun hunian sementara (Huntara) bagi korban banjir ...
04/01/2026

: Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) mendesak Danantara segera membangun hunian sementara (Huntara) bagi korban banjir bandang dan tanah longsor di daratan tinggi tanah gayo, khususunya Aceh Tengah dan Bener Meriah.

Desakan ini disampaikan karena hingga kini banyak korban bencana masih bertahan di posko pengungsian dengan fasilitas terbatas dan tanpa kepastian tempat tinggal.

YARA menilai Huntara tidak boleh hanya menjadi solusi darurat jangka pendek, melainkan bagian penting dari pemulihan fisik, sosial, dan psikologis bagi korban banjir dan tanah longsor.

“Pembangunan Huntara harus dirancang dengan pendekatan jangka menengah hingga panjang, sebagai fondasi pemulihan kehidupan korban,” kata Muhammad Dahlan, Perwakilan YARA Bener Meriah, Sabtu (4/1/2026).

Menurut Dahlan, hunian sementara yang layak akan memberikan rasa aman dan stabilitas, terutama bagi keluarga, ibu hamil, lansia, serta kelompok rentan. Tanpa perencanaan matang, Huntara justru berpotensi menimbulkan persoalan baru di bidang kesehatan, lingkungan, dan sosial.

YARA menegaskan pentingnya roadmap yang jelas dan berbasis data pemerintah daerah, dari Huntara menuju hunian tetap, agar korban tidak berlarut-larut hidup dalam ketidakpastian.

Selain itu, YARA meminta pembangunan Huntara mengacu pada standar penanganan pascabencana tsunami Aceh 2004 silam yang terbukti aman, layak huni, berkelanjutan, dan berorientasi pada kebutuhan sosial warga.

“Bencana ini bukan hanya soal kehilangan rumah, tetapi juga rasa aman. Karena itu, Huntara harus menghadirkan harapan dan mempercepat pemulihan kepada masyarakat,” pungkas Dahlan.

- Banjir besar yang melanda Aceh dan sejumlah wilayah lain di Sumatra sejak akhir November lalu hingga kini masih menyis...
03/01/2026

- Banjir besar yang melanda Aceh dan sejumlah wilayah lain di Sumatra sejak akhir November lalu hingga kini masih menyisakan dampak panjang bagi masyarakat. 

Namun di tengah kondisi darurat itu, muncul persoalan lain yang tak kalah mengkhawatirkan yaitu dugaan pembungkaman informasi di ruang digital.

Sejumlah akun media sosial lokal yang sebelumnya aktif melaporkan kondisi banjir dan wilayah terisolir di Aceh mengaku mengalami penurunan drastis jangkauan dan interaksi. 

Padahal, konten yang mereka bagikan berupa fakta lapangan, foto dan video kondisi warga, serta informasi kebutuhan mendesak untuk donasi, relawan, dan advokasi kemanusiaan.

Akun-akun seperti Explore Gayo, Gayo Today, Kebergayo, hingga beberapa influencer lokal melaporkan fenomena serupa. Awalnya unggahan mereka sempat viral, namun tak lama kemudian jangkauan mendadak anjlok secara signifikan. 

Jumlah tayangan, komentar, dan likes menurun tajam tanpa penjelasan yang jelas. Bahkan, beberapa relawan di lapangan mengungkapkan bahwa unggahan mereka sempat dihapus (takedown) tanpa pemberitahuan resmi mengenai alasan maupun otoritas yang melakukan pembatasan tersebut.

Keluhan serupa juga ramai disuarakan warganet. Banyak yang menyebut unggahan terkait banjir Aceh, terutama di Instagram Story, mengalami penurunan views secara tidak wajar, sementara konten non-bencana tetap memperoleh impresi normal. 

Kondisi ini memunculkan dugaan adanya mekanisme pembatasan tak terlihat sering disebut shadow ban, yang membatasi distribusi konten bertema banjir dan kemanusiaan.

Koordinator Badan Pekerja Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Aceh, Azharul Husna, menilai fenomena ini sebagai persoalan serius yang tidak boleh dianggap sepele, terlebih terjadi di tengah situasi bencana.

“Jika benar informasi kebencanaan dibatasi, diturunkan jangkauannya, atau bahkan dihapus tanpa dasar yang transparan, maka ini merupakan alarm bahaya bagi demokrasi dan hak asasi manusia,” kata Azharul kepada wartawan dialeksis.com, Sabtu, 3 Januari 2026.

Selengkapnya dikomentar👇

| Pemerintah menyiapkan skema bantuan ternak bagi peternak di Aceh yang terdampak banjir dan bencana alam di Sumatera.Sa...
03/01/2026

| Pemerintah menyiapkan skema bantuan ternak bagi peternak di Aceh yang terdampak banjir dan bencana alam di Sumatera.

Salah satu program yang akan digulirkan pada fase pemulihan adalah Ayam Merah Putih, yang ditujukan untuk membantu peternak bangkit setelah usaha mereka rusak akibat bencana.

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengatakan, saat ini pemerintah masih berada pada tahap pendataan menyeluruh terhadap ternak yang terdampak, mulai dari ayam, sapi, hingga kambing sebagai dasar penentuan jenis dan skema bantuan.

“Kita identifikasi semua, ternak ayam, sapi, kambing, kita identifikasi. Dari sisi peternakan, nanti ada program bantuan pada tahap pemulihan pasca bencana,” kata Sudaryono, dikutip dari Antara, Sabtu (3/1/2026).

Menurut dia, hingga kini penanganan masih difokuskan pada fase kedaruratan. Pada tahap ini, kebutuhan utama masyarakat terdampak adalah bantuan kemanusiaan dasar seperti logistik dan penanganan darurat lainnya.

“Kalau sekarang ini masih kedaruratan, orang masih butuh bantuan kedaruratan seperti logistik dan lainnya,” ujarnya.

Bantuan sektor peternakan, termasuk program Ayam Merah Putih, akan disalurkan setelah fase darurat dinyatakan selesai.

Program tersebut dirancang untuk peternak yang kehilangan ternak dan sumber penghidupan akibat bencana, termasuk di wilayah Aceh yang terdampak cukup luas.

“Pada pemulihan pasca bencana, salah satu program yang ada adalah Ayam Merah Putih. Negara kita mampu, anggaran ada. Jadi kedaruratannya dibereskan, lalu pemulihannya kita jalankan,” ucap Sudaryono.

Ia menambahkan, peternak yang usahanya hancur akibat banjir akan menjadi sasaran bantuan pemulihan agar aktivitas ekonomi dapat kembali berjalan.

“Nanti pada pemulihan pasca bencana, peternakan yang hancur kita perbaiki, kita kasih bantuan peternakan,” katanya.

Selain peternakan, pemerintah juga menyiapkan langkah pemulihan sektor pertanian di Aceh dan wilayah Sumatera lainnya. Kementerian Pertanian mencatat, sekitar 70 ribu hektare lahan pertanian terdampak.

“Yang sawahnya hancur kita cetak sawah. Negara komit untuk itu,” ujarnya.

| Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengirim 1.138 Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) ke Aceh ...
03/01/2026

| Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengirim 1.138 Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) ke Aceh Tamiang untuk membantu pemulihan pascabencana. Para praja akan difokuskan pada kegiatan pembersihan dan revitalisasi kantor-kantor layanan publik yang terdampak.

Pelepasan dilakukan langsung oleh Tito di Terminal 1B Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Sabtu (3/1/2026). Ia menyebut pengiriman praja IPDN ini merupakan bentuk gotong royong pemerintah pusat untuk mempercepat pemulihan pemerintahan dan aktivitas ekonomi di daerah terdampak bencana.

"Total yang kita kirim ada 1.138 orang. Hari ini kloter pertama 413 orang, besok 414 orang, kemudian 179 orang di kloter ketiga, dan 132 orang sudah lebih dulu berada di lokasi sebagai tim advance," kata Tito.

Tito menjelaskan Aceh Tamiang menjadi prioritas lantaran tingkat kerusakannya paling berat dibanding daerah lain yang terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menurutnya, indikator pemulihan daerah ialah berjalannya pemerintahan dan pulihnya aktivitas ekonomi masyarakat.

"Dua indikator utama pemulihan itu pemerintahan berjalan normal dan ekonomi hidup kembali. Di Aceh Tamiang, dua minggu lalu dua-duanya belum berjalan optimal," ujarnya.

Para praja IPDN ini akan bertugas selama satu bulan dan membawa perlengkapan sendiri, seperti sekop dan cangkul hingga logistik pribadi. Mereka akan membersihkan kantor pemerintahan, mendampingi ASN daerah yang terdampak, serta membantu mengaktifkan kembali layanan publik.

"Senjata mereka itu bukan senjata apa-apa, tapi alat pembersih. Kita ingin pemerintahan kabupaten bisa segera berjalan normal," ucapnya.

Selain membersihkan kantor layanan publik, praja IPDN juga akan membantu memulihkan lebih dari 200 desa yang belum beroperasi optimal akibat bencana. Tito menambahkan, penugasan ini merupakan bagian dari kurikulum IPDN dalam bentuk Kuliah Kerja Nyata (KKN), yang juga akan menjadi bagian dari penilaian akademik praja.

"Ini kuliah kerja nyata yang betul-betul nyata. Mereka berhadapan langsung dengan masalah riil di lapangan dan ini jadi pengalaman luar biasa bagi mereka," imbuhnya. | detik.com

- Presiden Prabowo Subianto menyoroti adanya peluang ekonomi baru dalam penanganan banjir besar yang melanda sejumlah wi...
03/01/2026

- Presiden Prabowo Subianto menyoroti adanya peluang ekonomi baru dalam penanganan banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, khususnya Provinsi Aceh.

Material lumpur yang selama ini dianggap sebagai limbah pascabencana justru dinilai memiliki nilai guna dan diminati pihak swasta.

Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam rapat terbatas bersama jajaran pemerintah pusat dan daerah saat meninjau penanganan bencana di Aceh Tamiang.

Ia mengungkapkan, ketertarikan pihak swasta terhadap lumpur hasil pengerukan sungai dan pembersihan kawasan terdampak banjir diperoleh dari laporan para kepala daerah.

Menurut Presiden, lumpur yang menumpuk akibat banjir bandang di sungai, lahan pertanian, hingga permukiman ternyata dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, mulai dari bahan urukan, reklamasi, hingga kebutuhan konstruksi tertentu.

“Gubernur melaporkan ke saya ada pihak-pihak swasta yang tertarik. Lumpur itu bisa dimanfaatkan di mana-mana, tidak hanya di sungai, tapi juga di sawah dan sebagainya. Silakan, ini saya kira bagus sekali. Jadi tolong ini didalami dan kita laksanakan,” ujar Prabowo dalam rapat terbatas yang digelar Kamis (1/1/2026).

Menurut Presiden, pemanfaatan lumpur oleh pihak swasta tidak hanya membantu mempercepat proses normalisasi sungai yang mengalami pendangkalan parah, tetapi juga dapat menjadi sumber manfaat ekonomi langsung bagi pemerintah daerah.

Ia bahkan mempersilakan apabila material tersebut dijual, sepanjang dilakukan secara transparan dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Nanti juga bermanfaat itu kalau lumpurnya bisa dimanfaatkan, kalau ada swasta mau beli, ya monggo silakan. Langsung dinikmati oleh daerah-daerah. Gubernur, bupati juga jadi ada semangat sedikit kalau tahu begitu,” kata Prabowo disambut respons positif para kepala daerah yang hadir.

Bagi Prabowo, penanganan bencana tidak semata soal pemulihan kondisi fisik wilayah terdampak, tetapi juga harus memikirkan cara agar proses pemulihan tersebut memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan daerah.

Ia menilai pendekatan yang melibatkan sektor swasta secara terukur dapat mempercepat pemulihan sekaligus mengurangi beban anggaran pemerintah.

Selengkapnya 👇👇

| Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai meminta aparat kepolisian mengusut secara menyeluruh rangkaian teror yang dia...
03/01/2026

| Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai meminta aparat kepolisian mengusut secara menyeluruh rangkaian teror yang dialami sejumlah aktivis dan pemengaruh setelah mereka mengkritik penanganan banjir bandang dan longsor di Sumatera pada akhir November 2025.

Pigai menegaskan pentingnya penegakan hukum agar motif dan pelaku teror dapat terungkap.

“Terkait maraknya teror yang menimpa influencer, saya minta kepada aparat kepolisian untuk mengusut secara tuntas agar diketahui apa motif dan siapa pelakunya,” kata Pigai dalam keterangan resmi, dikutip dari Antara Sabtu (3/12/2025).

Ia menegaskan kebebasan berpendapat merupakan hak konstitusional yang dijamin dalam sistem demokrasi. Pigai bahkan mengapresiasi kritik yang disampaikan masyarakat, termasuk oleh pemengaruh di media sosial.

“Saat ini kita menikmati surplus demokrasi, yakni hak berpendapat atas pikiran dan perasaan yang dijamin tanpa adanya protokol lalu lintas. Dalam situasi ini, tidak mungkin institusi, apalagi negara, menghalangi kebebasan tersebut,” ujarnya.

Namun demikian, Pigai mengingatkan bahwa kebebasan berekspresi harus disertai kehati-hatian. Menurut dia, kritik kerap bergeser menjadi serangan terhadap kehormatan individu atau institusi.

Bahkan, tidak tertutup kemungkinan ada pihak yang memanfaatkan situasi tersebut dengan berpura-pura menjadi korban untuk kepentingan pribadi, seperti menaikkan popularitas atau pengikut di media sosial.

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya menjaga ruang demokrasi agar tidak disalahgunakan.

Pigai juga mengingatkan para pemengaruh agar tidak serta-merta membingkai pemerintah sebagai pelaku, sebab hingga kini belum ada pihak yang dapat dipastikan bertanggung jawab atas bencana di wilayah Sumatera bagian utara tanpa melalui penyelidikan aparat penegak hukum.

Pigai menilai kebebasan berpendapat di ruang publik sering diiringi praktik penggiringan opini dengan logika sesat, seperti serangan pribadi, manipulasi emosi, generalisasi berlebihan, hingga pengaburan hubungan sebab-akibat. Ia mengajak masyarakat untuk tetap rasional dan objektif dalam menyikapi informasi, khususnya yang beredar di media sosial.

Selengkapnya dikomentar👇

– Banjir bandang yang melanda Kabupaten Bireuen pada akhir November lalu menghancurkan ratusan rumah dan fasilitas umum....
03/01/2026

– Banjir bandang yang melanda Kabupaten Bireuen pada akhir November lalu menghancurkan ratusan rumah dan fasilitas umum. 

Di Desa Ujong Blang, Kutablang, seluruh rumah warga tertimbun lumpur, bahkan 10 unit hilang tersapu arus.

Salah satu rumah yang hilang adalah milik Tgk Mahdi (66), imam desa setempat. Saat banjir menerjang, ia bersama istri, anak, dan cucunya menyelamatkan diri ke lantai dua rumah keluarga di Cot Ara.

Mereka bertahan selama dua hari dua malam tanpa makanan, hanya mengandalkan air hujan untuk bertahan hidup.

“Air mulai naik sekitar pukul 20.00 WIB, Rabu (26/11/2025). Awalnya hanya hujan deras dari Geulanggang Minje dan Pulo Reudeup, lalu meluap ke desa kami,” kata Tgk Mahdi. Menjelang tengah malam, air sudah setinggi lutut di dalam rumah.

Sekitar pukul 01.30 WIB, Kamis (27/11/2025), para pemuda desa melaporkan air sungai Krueng Peusangan mulai meluap ke jalan. Mahdi bersama keluarga segera mengungsi ke rumah kerabat di Cot Ara. Namun, kondisi di sana justru lebih parah.

Air terus naik hingga sedada orang dewasa. Cucunya, Khansa Zahra (4), dimasukkan ke dalam ember besar agar aman. Menjelang siang, keluarga Mahdi naik ke lantai dua menggunakan tangga dan bertahan di sana selama 2 x 24 jam.

Pada hari ketiga, Jumat (28/11/2025), mereka mendapat bantuan roti dari keluarga. Susu untuk sang cucu diganti dengan air hujan. Sore harinya, warga diminta meninggalkan Cot Ara karena air belum surut. Mahdi dan keluarga akhirnya mengungsi ke posko bersama warga lain.

Rumah semi permanen miliknya yang berada di tepi Krueng Peusangan lenyap tersapu arus. “Rumah sudah tidak ada lagi, tempatnya kini menjadi aliran sungai,” ujarnya.

Meski kehilangan tempat tinggal, Mahdi berusaha menenangkan keluarganya. “Ini ujian dari Allah. Bukan hanya kami, banyak warga lain mengalami hal serupa bahkan lebih parah. Kami dituntut sabar,” katanya. 

Hingga kini, ia bersama keluarga masih bertahan di posko pengungsian.

Menjelang pukul 16.30 WIB, datang mantan keuchik Rancong disampaikan.warga Cot Ara, Rancong dan Ujong Blang jangan berada lagi di Cot Ara karena air semakin tinggi, harus keluar karena air belum surut.  

Selengkapnya dikomentar👇

- Hujan dengan intensitas tinggi yang menguyur wilayah Aceh Tenggara membuat jalan nasional Kutacane-Gayo Lues, tepatnya...
02/01/2026

- Hujan dengan intensitas tinggi yang menguyur wilayah Aceh Tenggara membuat jalan nasional Kutacane-Gayo Lues, tepatnya di Desa Leuser, Kecamatan Ketambe putus, Jumat, 2 Januari 2026.

Kabid Pencegahan BPBD Aceh Tenggara, Zainal Abidin mengatakan hujan dengan intensitas tinggi menguyur Aceh Tenggara sejak pukul 17:00 WIB hingga pukul 20:15 WIB. 

"Hujan deras dari sore hingga malam hari mengakibatkan jalan nasional Kutacane-Gayo Lues putus," kata Zainal Abidin.

Selain itu kata Zainal air juga meluap ke badan jalan nasional Kutacane-Medan hingga ke pemukiman rumah warga, tepatnya di Desa Kuning I, Kacamatan Bambel, Aceh Tenggara.

"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada akan potensi banjir susulan, terutama bagi yang tinggal di dekat aliran sungai," ucapnya.***

Address

Banda Aceh
24452

Telephone

+6281260669995

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Bangsa Aceh posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share