15/01/2026
Pemerintah menyiapkan rencana pemanfaatan endapan lumpur sisa banjir di Sumatera. Lumpur tersebut akan digunakan sebagai material pembangunan tanggul, terutama di wilayah Aceh yang terdampak parah.
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengatakan rencana itu telah dibahas bersama Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Menurut Tito, lumpur dari sejumlah daerah akan dikeruk dan dimanfaatkan sebagai bahan untuk memperkuat tanggul guna mencegah banjir berulang.
“Saya sudah berkoordinasi dengan Pak Menteri Pertahanan terutama yang di Tamiang dan Meureudu, yang di daerah besar itu akan dibersihkan lumpurnya nanti digunakan tanggul,” kata Tito di Skadron 45 Lapangan Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta pada Rabu, 14 Januari 2026.
Banjir bandang dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah di Sumatera pada November 2025 akibat curah hujan ekstrem. Bencana tersebut menyebabkan ratusan korban dan kerusakan permukiman warga. Saat ini penanganan dalam tahap pemulihan pascabencana.
Tito menjelaskan, sedimentasi lumpur di sejumlah sungai sudah hampir setara dengan permukaan tanah di permukiman warga. Kondisi tersebut membuat air sungai mudah meluap saat hujan. Karena itu, lumpur akan dikeruk dari dasar sungai dan dimanfaatkan untuk membangun tanggul penahan air untuk mencegah luapan air masuk kembali ke rumah warga.
Namun, Tito belum memerinci rencana pemanfaatan lain terhadap lumpur sisa banjir. Ia juga belum memastikan minat pihak swasta yang disebut-sebut ingin membeli material lumpur di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akibat banjir bandang dan tanah longsor pada November 2025. “Katanya ada yang tertarik memberi lumpur. Saya belum dapat informasi yang pasti,” ujar mantan Kepala Kepolisian RI tersebut.
Selengkapnya di Tempo.co