Lampung City Info

Lampung City Info Official PT. Lampung City Info Media
🏙️ Media Digital & Informasi Lampung
📢 Cepat • Aktual • Terpercaya
đź“© Kirim Berita / Kerjasama: DM

09/08/2026

BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Kota Bandar Lampung menyiapkan pemasangan CCTV 24 jam di sejumlah sungai dan titik yang rawan menjadi lokasi pembuangan sampah.

Rencana tersebut disampaikan Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana pada Sabtu (8/8/2026). CCTV ditujukan untuk memperkuat pengawasan sekaligus mengidentifikasi oknum yang masih membuang sampah sembarangan.

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian yakni aliran Sungai Way Awi. Pemkot juga berencana meningkatkan pengawasan di lapangan, termasuk pada waktu-waktu rawan seperti subuh.

Namun, hingga kini mekanisme pemasangan CCTV, titik-titik yang akan dipasang, serta bentuk sanksi bagi pelaku masih perlu diperjelas oleh pihak terkait.

Menurut kamu, apakah pembuang sampah sembarangan yang tertangkap CCTV harus diberikan sanksi tegas?

Tulis pendapatmu di kolom komentar. 👇

Sc: Tribun Lampung

09/08/2026

BANDAR LAMPUNG — Kondisi jalan yang mengalami kerusakan di Jl. P. Tirtayasa, Campang Raya, Kecamatan Sukabumi, Kota Bandar Lampung, kembali menjadi sorotan publik.

Kali ini, kondisi tersebut Kembali disorot oleh influencer asal Lampung, apt. Mey Mughni Dzulhita Susanti, S.Farm, yang akrab disapa Susanty Mey.

Melalui videonya, Susanty Mey terlihat turun langsung ke lokasi dan memperlihatkan kondisi jalan yang tampak dipenuhi batu, permukaan tidak rata serta debu yang mengganggu aktivitas pengguna jalan.

Dengan gaya khasnya, ia menyampaikan kritik sekaligus mempertanyakan mengapa kondisi jalan tersebut belum juga mendapatkan perhatian.

“Udah berulang kali ya, ini jalan tapi nggak dibener-benerin. Udah lama banget. Kenapa nggak dibener-benerin? Nunggu banyak korban dulu baru dibenerin?” ujar Susanty Mey dalam videonya.

Ia juga menyoroti aktivitas masyarakat yang melintasi ruas jalan tersebut, termasuk anak-anak sekolah.

“Banyak anak sekolah lewat loh di sini. Udah berdebu, hancur ya, Pak,” katanya.

Susanty Mey diketahui kerap membuat konten yang menyoroti berbagai persoalan yang menjadi keluhan masyarakat, khususnya terkait kondisi infrastruktur. Kritik disampaikan dengan cara yang unik agar persoalan tersebut mendapat perhatian pemerintah dan instansi terkait.

Kondisi jalan tersebut pun kembali menjadi perhatian. Apakah kerusakan ini akan segera mendapat penanganan, atau masyarakat masih harus menunggu lebih lama?

Menurut Anda, bagaimana kondisi jalan ini? Apakah sudah waktunya segera diperbaiki?

09/08/2026

BANDAR LAMPUNG – Sebuah video yang memperlihatkan ibu-ibu nekat turun ke laut saat kondisi ombak cukup besar mendadak viral di media sosial. Aksi tersebut menuai beragam reaksi dan membuat netizen geram.

Peristiwa itu disebut terjadi di Pantai Gunung Kunyit, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Bumi Waras, Kecamatan Bumi Waras, Kota Bandar Lampung.

Dalam rekaman yang beredar, terlihat seorang perempuan mengenakan rompi pelampung berwarna oranye berada di tepi laut. Sejumlah orang di lokasi tampak berusaha mengingatkan agar perempuan tersebut tidak turun ke laut karena kondisi gelombang sedang cukup besar.

Bahkan, dari suara yang terdengar dalam video, warga maupun petugas beberapa kali mengingatkan agar dirinya berhati-hati.

“Gede ombaknya, Bu. Hati-hati, iya. Turunnya gampang, naiknya susah, Bu.”

Namun, perempuan tersebut tetap turun dan mendekati bagian laut yang berbatasan langsung dengan bebatuan.

Tak lama kemudian, gelombang datang dan langsung menghempaskan tubuhnya ke arah pinggir, membuat orang-orang di lokasi panik dan berusaha membantunya kembali naik ke tempat yang lebih aman.

Situasi semakin menegangkan ketika terdengar suara dalam rekaman yang berulang kali meminta perempuan tersebut segera naik.

“Nah kan kena geser ombak. Naik, naik, naik!”

Dalam video juga terdengar peringatan bahwa area tersebut cukup berbahaya karena di bagian pinggir terdapat bebatuan. Jika tubuh terdorong gelombang dan menghantam batu, risiko cedera tentu semakin besar.

Aksi tersebut pun menjadi sorotan warganet. Dari puluhan komentar yang muncul, sejumlah netizen mempertanyakan mengapa yang bersangkutan tetap turun meski telah mendapat peringatan.

“Jangan ngerepotin Basarnas,” tulis salah satu akun.

Baca selengkapnya di kolom komentar..

09/08/2026

BANDAR LAMPUNG — Keluhan warga terkait debu kembali menjadi sorotan setelah sebuah video yang memperlihatkan kondisi lingkungan sekitar kawasan industri di Kecamatan Panjang, Bandar Lampung, ramai diperbincangkan di media sosial.

Dalam video yang beredar, seorang warga mengeluhkan kondisi debu yang disebut muncul setiap pagi dan masuk hingga ke lingkungan rumah warga.

“Setiap pagi makan debu, rumah orang sudah debu semua. Tiap pagi ngeluarin debu terus,” demikian keluhan yang disampaikan dalam unggahan tersebut.

Warga dalam video juga mempertanyakan aktivitas PT Semen (Persero) Tbk yang terlihat berada di sekitar lokasi pengambilan gambar. Keluhan tersebut bahkan menyebut warga merasa terganggu akibat debu yang diduga berasal dari aktivitas kawasan industri.

Selain persoalan debu, dalam percakapan yang ditampilkan pada unggahan tersebut juga terdapat keluhan lain terkait aktivitas perusahaan, termasuk persoalan fasilitas bagi warga sekitar.

Namun demikian, keterangan dalam video tersebut masih merupakan keluhan atau pernyataan dari warga dan belum dapat disimpulkan sebagai fakta mengenai sumber debu maupun dampaknya terhadap kesehatan.

Lampung City Info akan berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak PT Semen (Persero) Tbk, pemerintah setempat, serta instansi terkait untuk mengetahui kondisi sebenarnya, termasuk bagaimana pengendalian debu dilakukan, apakah terdapat keluhan warga yang telah diterima perusahaan, serta langkah penanganan yang dilakukan.

Pertanyaannya, benarkah aktivitas industri tersebut menjadi sumber debu yang dikeluhkan warga setiap pagi? Dan bagaimana respons pihak perusahaan?

Kami membuka ruang informasi bagi warga sekitar yang mengalami atau mengetahui persoalan serupa untuk menyampaikan keterangannya secara jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sc: Sakia

KeluhanWarga

08/08/2026

Bandar Lampung – Warga di sekitar Pertigaan Bumi Waras, Jalan Yos Soedarso, Kelurahan Kangkung, Kecamatan Bumi Waras, Kota Bandar Lampung, kembali dibuat resah oleh dugaan aksi tawuran antar pemuda.

Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada Sabtu dini hari (8/8/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.

Dalam video yang diterima Lampung City Info, terlihat sejumlah orang berada di sekitar badan jalan pada suasana dini hari. Rekaman tersebut diduga berkaitan dengan aksi keributan antar kelompok pemuda.

Menurut keterangan seorang saksi yang saat kejadian sedang bekerja sebagai tukang ojek malam (ngalong), kejadian serupa disebut bukan kali pertama terjadi di kawasan tersebut.

Saksi menyebut, berdasarkan informasi yang diketahuinya, aksi tersebut diduga melibatkan pemuda dari wilayah Kangkung dan Gunung Kunyit. Bahkan, aksi serupa disebut warga kerap terjadi dan hampir setiap malam.

Kondisi tersebut membuat masyarakat, khususnya pedagang yang masih beraktivitas hingga larut malam, merasa takut dan tidak nyaman.

Tak hanya mengganggu ketenangan warga, aksi keributan yang terjadi di sekitar badan jalan juga dinilai dapat membahayakan pengendara yang melintas, terutama pada waktu dini hari.

Warga berharap persoalan ini mendapat perhatian serius dari pihak keamanan. Mereka meminta kepolisian, Linmas, maupun unsur keamanan terkait dapat meningkatkan patroli dan melakukan penjagaan atau standby secara rutin di titik yang dianggap rawan, khususnya pada jam-jam tertentu.

Langkah pencegahan dinilai penting agar kejadian serupa tidak terus berulang dan tidak sampai menimbulkan korban maupun kerugian yang lebih besar.

Hingga berita ini diterbitkan, Lampung City Info masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak kepolisian dan instansi terkait untuk mendapatkan informasi mengenai kronologi serta langkah penanganan terhadap dugaan aksi tawuran tersebut.

Warga berharap kawasan tersebut kembali aman, sehingga pedagang maupun pengguna jalan dapat beraktivitas tanpa rasa takut dan khawatir.

KabarLampung

06/08/2026

Bandar Lampung - Masih ingat polemik trotoar di depan Fave Hotel Bandar Lampung yang sempat menjadi sorotan berbagai media dan menuai perhatian publik karena diduga dialihfungsikan sebagai area parkir kendaraan?

Pantauan Lampung City Info pada Rabu (5/8/2026) menunjukkan adanya perubahan di lokasi. Saat melintas, terlihat proses penataan trotoar masih berlangsung dengan pemasangan pembatas permanen yang bertujuan mencegah kendaraan melintas atau parkir di atas trotoar.

Dengan adanya pembatas tersebut, pejalan kaki diharapkan dapat kembali menggunakan trotoar sesuai fungsi utamanya sebagai fasilitas publik yang aman dan nyaman.

Sebelumnya, persoalan ini sempat menjadi perhatian berbagai pihak, mulai dari Dinas PU hingga anggota DPRD Bandar Lampung. Kini, perkembangan terbaru di lapangan menunjukkan adanya upaya penataan agar fungsi trotoar kembali sebagaimana mestinya.

Meski demikian, proses pekerjaan masih berlangsung sehingga hasil akhirnya masih menunggu penyelesaian.

Menurut kalian, apakah langkah ini sudah menjadi solusi yang tepat? Tulis pendapat kalian di kolom komentar.

Lampung

05/08/2026

Sebuah video yang memperlihatkan pemain kuda lumping diduga mengejar pengendara sepeda motor viral di berbagai platform media sosial dan mengundang ribuan komentar dari warganet.

Dalam video tersebut tampak suasana pertunjukan kuda lumping yang mendadak ricuh. Seorang pengendara motor terlihat berusaha menghindar ketika diduga dikejar oleh beberapa pemain. Hingga saat ini, lokasi maupun waktu pasti kejadian tersebut belum diketahui.

Yang tak kalah menjadi perhatian adalah kolom komentar. Ribuan warganet terbelah menjadi dua kubu.

Sebagian menganggap insiden tersebut hanyalah bagian dari hiburan rakyat yang kerap terjadi dalam pertunjukan kuda lumping. Namun, tidak sedikit yang menilai tindakan tersebut berpotensi membahayakan masyarakat.

Beberapa komentar yang ramai mendapat respons antara lain:

* “Penganiayaan berkedok kesurupan dan kesenian.”
* “Dulu jaran lumping makannya beling, sekarang makan keributan.”
* “Harusnya kalau sampai membahayakan warga, ada yang bertanggung jawab.”
* “Jir, jaranan sesat.”
* “Kalau yang lewat polisi atau tentara, apakah tetap dikejar?”

Komentar bernada humor juga membanjiri unggahan tersebut, namun di sisi lain muncul desakan agar penyelenggara pertunjukan lebih mengutamakan keselamatan penonton dan pengguna jalan di sekitar lokasi acara.

Hingga berita ini ditulis, belum diketahui secara pasti lokasi kejadian, identitas para pihak yang terlibat, maupun kronologi lengkap peristiwa tersebut. Oleh karena itu, informasi dalam video masih menunggu keterangan resmi apabila nantinya ada klarifikasi dari pihak terkait.

đź’¬ Menurut kalian, apakah insiden seperti ini masih bisa dianggap bagian dari tradisi dan hiburan, atau sudah berpotensi membahayakan masyarakat? Tulis pendapat kalian di kolom komentar.

04/08/2026

Bandar Lampung – Penampilan seorang komika asal Lampung sukses mengundang gelak tawa penonton setelah membawakan materi stand-up comedy yang menyinggung fenomena PMD di kawasan Panjang.

Dalam penampilannya, komika tersebut melontarkan sejumlah punchline yang mengaitkan perubahan suasana di kawasan Jalan Bypass Panjang. Salah satu bagian yang paling mengundang tawa adalah saat ia mengatakan bahwa dahulu yang dipajang di sepanjang jalan adalah kemplang dan keripik pisang, sedangkan kini berganti dengan nama-nama yang menjadi bagian dari materi komedinya.

Tak berhenti di situ, ia juga melontarkan candaan mengenai perubahan kebiasaan para pencari lokasi PMD yang langsung disambut riuh tawa penonton. Potongan video penampilannya pun mulai ramai dibagikan di media sosial dan menuai beragam komentar dari warganet.

Bagaimana menurut kalian? Apakah materi stand-up seperti ini sekadar hiburan, atau justru menjadi bentuk kritik sosial yang dikemas dengan komedi?

Sc: khabosayboy_sihombing

03/08/2026

Bandar Lampung – Pemandangan semrawut kabel jaringan internet atau WiFi yang menumpuk pada sebuah tiang di Jalan ZA Pagar Alam, Kelurahan Rajabasa, Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung, menjadi perhatian pada Senin (3/8/2026).

Berdasarkan pantauan di lokasi, terlihat puluhan kabel optik dan perangkat jaringan terpasang bertumpuk pada satu tiang hingga menjuntai ke berbagai arah. Kondisi tersebut dinilai mengganggu estetika kawasan serta menimbulkan kesan tidak tertata di salah satu jalan protokol Kota Bandar Lampung.

Menariknya, kondisi serupa tidak hanya ditemukan di satu titik. Di sepanjang Jalan ZA Pagar Alam masih terlihat sejumlah tiang dengan instalasi kabel WiFi yang tampak semrawut dan bertumpuk, sehingga memunculkan pertanyaan mengenai penataan jaringan utilitas di kawasan tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui perusahaan penyedia layanan internet (ISP) yang memiliki atau memasang kabel-kabel tersebut.

Selain berdampak pada keindahan kota, penataan jaringan utilitas yang tidak rapi juga menjadi perhatian masyarakat karena diharapkan seluruh pemasangan infrastruktur telekomunikasi tetap memperhatikan aspek keselamatan, kerapihan, dan tata ruang perkotaan.

Masyarakat berharap instansi terkait bersama para penyelenggara jaringan dapat melakukan pendataan, penataan, serta penertiban kabel-kabel yang sudah tidak terpakai maupun instalasi yang semrawut agar sejalan dengan upaya mewujudkan Bandar Lampung sebagai Kota Tapis Berseri yang bersih, rapi, dan tertata.

Media akan berupaya mengonfirmasi pemerintah daerah maupun pihak penyelenggara layanan internet terkait kondisi tersebut untuk memperoleh penjelasan lebih lanjut.



Address

Jalan Gajah Mada No. 17B4 Rawa Laut Tanjung Karang Timur Bandar
Bandar
35128

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Lampung City Info posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share