Paper rilislampung

Paper rilislampung Referensi Bermutu RILIS.ID LAMPUNG "Referensi Bermutu"

11/01/2026

Hantam Pick Up! Dua IRT di Lampung Barat Tewas Kecelakaan

Tabrakan maut di Pekon Kejadian, Kecamatan Belalau, Kabupaten Lampung Barat (Lambar), menyebabkan dua orang ibu rumah tangga (IRT) tewas di lokasi kejadian, Minggu (11/1/2026), sekitar pukul 14.45 WIB.

Dua korban diketahui berinisial Kat dan Sum, semuanya warga Pekon Batu Kebayan, Kecamatan Batu Ketulis.

Keduanya mengalami luka berat akibat benturan keras dalam peristiwa tabrakan sepeda motor melawan mobil pick up.

Berdasarkan video berdurasi 29 detik yang beredar dan diterima Rilis.id, terdengar seorang pria yang diduga pengemudi mobil pick up meminta pertolongan kepada rekannya setelah kecelakaan terjadi.

“Mas minta tolong, mas. Aku laka, mas. Aku sama Yusuf nabrak motor, mas. Tadi dia dari situ, aku sudah ke tengah, aku ke sini, dia ke sini,” ujar pria tersebut dalam video.

Dalam rekaman itu, terlihat bagian depan mobil pick up ringsek parah, sementara sepeda motor korban tampak hancur di sejumlah bagian.

Sejumlah warga juga sudah berada di lokasi untuk membantu proses evakuasi.

Pihak Puskesmas Belalau membenarkan adanya dua korban meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut.

Kepala Puskesmas Belalau Nezwan mengatakan, salah satu korban Sum dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian.

“Korban meninggal dunia di lokasi kejadian dengan kondisi luka berat, diantaranya patah pada pergelangan tangan kanan dan kiri,” ujar Nezwan.

Lengkapnya baca https://lampung.rilis.id/Peristiwa/Berita/tabrakan-maut-di-lambar-dua-ibu-tewas-dalam-lNCJ atau klik link di bio profil

10/01/2026

Sekarang, pakai mobil listrik di Bandar Lampung tuh udah makin gampang ⚡️
Titik pengisian dayanya mulai tersebar di banyak lokasi, dari mall, coffee shop, kampus, sampai hotel dan jalur perjalanan luar kota.

Beberapa SPKLU yang sempat aku datengin ada di Transmart Bandar Lampung, area MBK depan Hotel Radisson, Els Coffee, dan Universitas Darmajaya.
Plus, masih ada titik lainnya seperti hotel, Lampung City Mall, kantor PLN, rest area tol, sampai Pelabuhan Bakauheni.

Pelan-pelan, Bandar Lampung makin siap jadi kota yang ramah kendaraan listrik 🚗⚡️

09/01/2026

Buat kalian yang masih bingung cari vendor pernikahan yang pas, Emersia Wedding Expo 11 hadir sebagai solusi lengkap untuk persiapan hari bahagia. Digelar pada 9–11 Januari 2026 di Grand Emerald Ballroom, Emersia Hotel & Resort Bandar Lampung, event ini menghadirkan lebih dari 50 vendor pernikahan terbaik di Lampung, mulai dari wedding organizer (WO), dekorasi, fotografi, gaun pengantin, catering, hingga hiburan.

Nggak cuma lengkap, kamu juga bisa menikmati berbagai promo dan potongan harga menarik, bahkan diskon hingga puluhan juta rupiah untuk booking langsung di lokasi. Sekalian bisa konsultasi langsung dengan WO dan vendor pilihan biar konsep pernikahan makin matang dan sesuai impian.

09/01/2026

Tinjau Banjir, Bunda Eva Akan Rekayasa Sungai

Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana meninjau sejumlah lokasi terdampak banjir di antaranya di aliran sungai Kelurahan Campang Raya dan Kelurahan Way Halim. Tinjauan dilakukan pada Jumat (9/1/2026).

Wali Kota yang akrab disapa Bunda Eva, mengatakan, peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi di lapangan sekaligus mencari solusi penanganan banjir yang kerap terjadi saat hujan deras.

Menurutnya, salah satu langkah yang akan dilakukan yakni melakukan rekayasa pada aliran sungai. Rekayasa tersebut diperlukan agar aliran air tidak langsung turun ke bawah dan memicu luapan banjir.

“Nanti ada salah satu sungai yang kita rekayasa di Sukabumi Sungai Way Campang, kita kasih jembatan supaya air ini tidak langsung turun ke bawah,” ujar Eva Dwiana.

Namun demikian, Eva menjelaskan tidak semua wilayah yang terdampak banjir menjadi kewenangan Pemerintah Kota. Untuk sungai wilayah bypass, penanganan berada di luar kewenangan pemkot, meski pihaknya tetap siap membantu.

“Kalau di daerah bypass itu bukan kewenangan kita. Kita boleh bantu, tapi kewenangannya bukan di kita,” jelasnya.

Ia juga meminta perhatian dari Balai terkait turut merawat sungai di jalan bypass, mengingat kondisi sungai yang meluap berdampak langsung pada masyarakat. Berdasarkan hasil peninjauan, kedalaman air di dalam sungai mencapai sekitar dua meter.

“Di dalam sungai itu kedalaman airnya dua meter,” ungkapnya.

Bunda Eva berharap penanganan dapat segera diselesaikan dengan dukungan berbagai pihak, termasuk penurunan alat berat dalam waktu dekat.

“Mudah-mudahan ini cepat kelar. Insyaallah alat berat turun, kita kerja sama, enggak lama ini selesai,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa curah hujan diperkirakan masih tinggi hingga Februari mendatang, sehingga diperlukan kerja sama semua pihak, termasuk masyarakat, untuk menjaga kebersihan sungai.

“Kita minta tolong kerja sama. Namanya kali harus kita jaga, sampah jangan dibuang ke situ,” tegasnya.

Lengkapnya baca https://lampung.rilis.id/Pemerintahan/Berita/tinjau-banjir-bunda-eva-akan-rekayasa-ezf7 atau klik link di bio profil

08/01/2026

Banjir Rendam Sukarame, Air Masuk Rumah, Banyak Motor Mogok

Banjir melanda wilayah Sukarame, tepatnya di Jalan Pulau Sebesi, Kota Bandar Lampung, Kamis (8/1/2026).

Banjir terjadi sejak sekitar pukul 17.30 WIB dan hingga pukul 19.42 WIB air masih terlihat menggenangi jalan meski perlahan mulai surut.

Hujan lebat yang mengguyur kawasan tersebut menyebabkan aliran air meluap ke jalan.

Akibatnya, sejumlah pengendara motor mengalami mogok karena kendaraan kemasukan air, sementara para pedagang terpaksa menutup usahanya untuk menguras genangan.

Vita, pekerja di Dapur Aisyah Jalan Bawean, mengaku kesulitan saat hendak pulang kerja.

“Mau jalan pulang kerja tapi motor mogok karena terkena banjir yang selutut, udah sejam an belum bisa motornya,” ujarnya.

Sementara itu, Amar, tukang fotokopi di sekitar lokasi, menduga banjir dipicu oleh aliran air dari wilayah lain.

“Menurut saya ini kayanya kiriman karena disana dibuat gorong2 baru jadinya airnya ke bawah dan sampai sekarang belum surut,” katanya.

Pedagang pecel lele, Ivan, menyebut banjir kali ini lebih parah dibanding biasanya.

“Baru ini sampai masuk ke dalam, biasanya ga sampai seperti ini, bahkan di dapur saya setinggi lutut,” ungkapnya.

Warga setempat, Yanti, berharap ada perbaikan sistem drainase ke depannya.

“Pesan saya semoga drainase nya cepat diperbaiki terutama di musim hujan atau kondisi seperti saat ini,” tuturnya.

Menurut warga, genangan air mulai berangsur surut karena adanya pembangunan gorong-gorong di dekat masjid sekitar lokasi kejadian.

08/01/2026

Tahun 2026, Penggunaan Pupuk Organik Ditargetkan Merata di Seluruh Lampung

Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan penggunaan pupuk organik dapat diterapkan secara lebih merata oleh kelompok tani di seluruh kabupaten/kota pada tahun 2026. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendorong pertanian yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (KPTPH) Provinsi Lampung, Elvira Umihanni, mengatakan saat ini pemanfaatan pupuk organik oleh kelompok tani memang belum sepenuhnya masif. Namun, penerapannya sudah mulai berjalan di hampir seluruh wilayah Lampung.

“Kalau ditanya berapa banyak kelompok tani yang sudah memanfaatkan pupuk organik, memang belum banyak. Tapi hampir di semua kabupaten sudah ada. Setahu saya di Lampung Tengah ada, Lampung Selatan ada, Lampung Barat juga ada,” ujar Elvira.

Ia menjelaskan, penerapan pupuk organik tidak bisa dilihat hasilnya secara instan, karena sejak awal masa tanam perlu dilakukan pengamatan berkelanjutan. Jika proses budidaya dilakukan sesuai standar, hasil panen nantinya dapat disertifikasi sebagai padi organik.

“Nanti pada saat panen, petani bisa mendapatkan sertifikasi padi organik. Setelah dikemas, mereka punya hak memberi label padi organik, dan ini punya pasar tersendiri, terutama bagi masyarakat yang peduli kesehatan,” jelasnya.

Elvira menambahkan, pada tahun 2025 Pemprov Lampung melalui program unggulan Gubernur juga telah menyalurkan pupuk organik cair (POC) yang merupakan bagian dari Program Desaku Maju. Program tersebut mencakup sekitar 500 titik lokasi dan mulai didistribusikan pada Juli 2025.

“Yang menerima POC sejak Juli 2025 dan langsung mengaplikasikannya, dampaknya sudah bisa terlihat. Produksi meningkat sekitar 20 persen. Namun ada juga yang baru menerima di bulan September atau Oktober karena distribusinya cukup luas,” katanya.

Lengkapnya baca https://lampung.rilis.id/Pemerintahan/Berita/tahun-2026-penggunaan-pupuk-organik-ditargetkan-TuSS atau klik link di bio profil

08/01/2026

Lambat Tiba di Lokasi Kebakaran, Warga Lempari Mobil Damkar Pakai Batu

Kedatangan mobil pemadam kebakaran (Damkar) saat menangani kebakaran rumah warga di Desa Canggu, Kecamatan Batu Brak, Kabupaten Lampung Barat, diwarnai aksi pelemparan batu oleh sejumlah warga, Kamis (8/1/2026).

Insiden tersebut terekam dalam sebuah video berdurasi 1 menit 8 detik yang diterima Rilis.id dari warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Dalam rekaman itu, terlihat mobil Damkar dari Kecamatan Belalau mendapat respons emosional sesaat setelah tiba di lokasi kebakaran.

Beberapa warga tampak melempari kendaraan dengan batu akibat dipicu kekecewaan warga yang menilai petugas datang terlambat, ketika api sudah membesar dan rumah hampir seluruhnya habis dilalap api.

Dalam video terdengar seorang warga berkata, “Nah itu dipukulnya, nah ini dipukulnya mobilnya,” sambil melantunkan doa Laa ilaha illallah, Allahu Akbar, jauhkan dari marabahaya.

Keluhan terkait keterlambatan juga terdengar jelas dalam rekaman tersebut.

“Pemadamnya telat, rumah sudah habis dilalap api baru datang,” ujar seorang warga.

Warga lain juga menyampaikan hal serupa.

“Sempat juga mobil pemadam dilempari warga pas baru sampai,” katanya.

Kekecewaan warga semakin memuncak karena proses pemadaman dilakukan ketika kondisi rumah sudah nyaris rata dengan tanah.

Situasi tersebut memicu emosi warga di sekitar lokasi kejadian.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Pemadam Kebakaran, dan Penyelamatan Kabupaten Lampung Barat Domi Nofalisa Utama Faizul, membenarkan adanya peristiwa kebakaran tersebut.

“Iya, benar terjadi kebakaran satu rumah. Saat ini api sudah berhasil dipadamkan dan sudah masuk tahap pendinginan,” ujar Domi saat dikonfirmasi Rilis.id melalui pesan WhatsApp.

Ia menjelaskan, rumah yang terbakar merupakan milik Jalaludin, warga Desa Canggu, Kecamatan Batu Brak.

Selain satu rumah yang ludes terbakar, dua rumah di sisi kanan dan kiri hanya mengalami dampak ringan.

Lengkapnya baca
https://lampung.rilis.id/Pemerintahan/Berita/pelemparan-batu-warnai-kedatangan-damkar-saat-RiaP atau klik link di bio profil

08/01/2026

Rakernas PDI-P 2026, Isu Lingkungan Jadi Salah Satu Pembahasan

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada 10 hingga 12 Januari 2026.

Sejumlah isu strategis akan dibahas dalam agenda tahunan tersebut, salah satunya isu lingkungan hidup.

Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPD PDI-P Lampung Yanuar Irawan mengatakan, berbagai isu akan dibahas dalam Rakernas, yang nantinya akan dirumuskan dalam bentuk rekomendasi resmi partai.

“Soal isu tentu banyak yang akan dibahas. Nanti rekomendasi dari Rakernas itu yang biasanya kami sampaikan,” ujarnya saat dimintai keterangan, Kamis, (8/1/2026).

Yanuar menyebutkan, isu lingkungan menjadi salah satu topik yang dinilai penting untuk dibahas, terutama setelah terjadinya sejumlah bencana alam di beberapa wilayah Indonesia.

“Kita baru saja melihat musibah di Sumatra Barat, Aceh, dan Sumatra Utara. Itu menjadi salah satu pertimbangan kenapa isu lingkungan menjadi seksi untuk dibahas,” jelasnya.

Menurut Yanuar, persoalan lingkungan tidak bisa dilepaskan dari aktivitas manusia, termasuk kerusakan hutan.

Ia menyinggung kasus temuan kayu gelondongan di Sumatra Utara sebagai contoh nyata persoalan lingkungan yang perlu mendapat perhatian serius.

“Kalau menyangkut lingkungan, contohnya di Sumatra Utara ketahuan banyak gelondongan kayu,” imbuhnya.

Selain itu, Yanuar juga menyoroti konflik satwa liar yang kerap terjadi di Lampung Barat, khususnya konflik antara manusia dengan gajah dan harimau yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Lengkapnya baca https://lampung.rilis.id/Politika/Berita/rakernas-pdi-perjuangan-2026-isu-lingkungan-jadi-FFtJ?page=1 atau klik link di bio profil

08/01/2026

Gaduh Proyek Revitalisasi, BK DPRD Kota Bandar Lampung Gelar Sidang Dugaan Pelanggaran Etik Heti Friskatati

Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Bandar Lampung menggelar sidang klarifikasi terhadap anggota DPRD dari Fraksi Golkar Heti Friskatati, pada Kamis (8/1/2026).

Ketua BK DPRD Kota Bandar Lampung Yuhadi menjelaskan, sidang tersebut digelar menindaklanjuti laporan masyarakat terkait kegaduhan proyek revitalisasi sekolah di Lampung.

“Kami meminta keterangan atas laporan masyarakat yang melampirkan alat bukti foto, video, dan screenshot percakapan,” kata Yuhadi.

Berdasarkan keterangan yang diterima BK, Heti Friskatati menerima panggilan telepon dari salah satu sekolah terkait adanya kegaduhan proyek revitalisasi.

Sebagai bentuk tanggung jawab moral, Heti yang merupakan anggota DPRD dari daerah pemilihan Rajabasa, Kemiling, dan Langkapura kemudian mendatangi sekolah yang dimaksud.

Namun, dalam sidang klarifikasi terungkap bahwa Heti mendatangi sekolah tersebut tanpa dilengkapi Surat Perintah Tugas (SPT).

“Dalam klarifikasi, terlapor mengakui telah mendatangi beberapa sekolah tanpa mengantongi SPT dan menyatakan hal tersebut merupakan kekeliruan,” ujarnya.

Yuhadi menambahkan, terlapor juga telah menyampaikan permohonan maaf kepada lembaga atas kesalahan tersebut.

“Terlapor mengakui kesalahan dan menyampaikan permohonan maaf kepada lembaga,” tambahnya.

Usai sidang klarifikasi, BK DPRD Kota Bandar Lampung akan menggelar rapat internal untuk menentukan sanksi sesuai dengan kode etik yang berlaku.

Lengkapnya baca https://lampung.rilis.id/Pemerintahan/Berita/bk-dprd-kota-bandar-lampung-sidang-dugaan-FScU atau klik link di bio profil

08/01/2026

Kebakaran Hanguskan Rumah Warga di Canggu, Batu Brak

Kebakaran hebat menghanguskan satu unit rumah warga di Desa Canggu, Kecamatan Batu Brak, Kabupaten Lampung Barat, Kamis (8/1/2026).

Peristiwa tersebut sempat membuat warga sekitar panik. Sejumlah warga berupaya memadamkan api secara mandiri sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.

Berdasarkan keterangan warga, api diduga berasal dari dalam rumah dan dengan cepat merambat ke seluruh bagian bangunan. Dalam hitungan menit, kobaran api membesar hingga melalap hampir seluruh rumah.

“Api muncul dari dalam rumah, kejadiannya cepat sekali. Kami tidak sempat menyelamatkan barang-barang,” ujar salah seorang warga di lokasi kejadian.

Warga lainnya, Anton, menyampaikan bahwa rumah yang terbakar diketahui milik Jalal, warga setempat. Saat peristiwa terjadi, kondisi rumah dalam keadaan tertutup.

Melihat api semakin membesar, warga kemudian menghubungi petugas pemadam kebakaran. Sambil menunggu kedatangan petugas, warga berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya.

Hingga berita ini diturunkan, petugas pemadam kebakaran masih dalam perjalanan menuju lokasi untuk melakukan penanganan lebih lanjut.

Belum ada informasi resmi terkait penyebab kebakaran maupun jumlah kerugian yang ditimbulkan akibat peristiwa tersebut.

Lengkapnya baca https://lampung.rilis.id/ atau klik link di bio profil

Address

Sisingamangaraja, Kelapa Permai 3, Tanjungkarang Barat
Bandar
35119

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Paper rilislampung posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Paper rilislampung:

Share