30/08/2026
KETIKA MANUSIA TERLALU SOMBONG, ALAM MENGINGATKAN
Manusia kadang berjalan di bumi seolah-olah dunia ini miliknya.
Membangun setinggi langit, mengumpulkan harta sebanyak mungkin, lalu lupa… bahwa satu hembusan angin saja cukup untuk membuat kita sadar betapa lemahnya diri.
Kita bangga dengan rumah yang megah, tetapi lupa siapa yang menciptakan tanah tempat kita berdiri.
Kita membanggakan teknologi, tetapi ketika banjir datang, listrik padam, tanah berguncang, dan langit berubah gelap—semua kesombongan itu tiba-tiba tak berarti.
Bencana bukan alasan untuk merasa lebih suci daripada mereka yang menjadi korban.
Kita tidak tahu siapa yang sedang diuji, siapa yang sedang diangkat derajatnya, dan siapa yang justru sedang diperingatkan.
Yang kita tahu: setiap kejadian seharusnya membuat manusia kembali mengingat Allah.
Jangan tunggu rumahmu runtuh untuk sadar bahwa dunia ini bukan milikmu.
Jangan tunggu kehilangan harta untuk sadar bahwa harta bukan segalanya.
Dan jangan tunggu maut berdiri di depan mata untuk bertanya,
“Selama hidup, sebenarnya aku sedang mengejar siapa?”
Bencana seharusnya bukan hanya membuat kita takut kepada kekuatan alam, tetapi membuat kita sadar kepada kekuasaan Allah.
Karena manusia bisa merasa paling kuat ketika semuanya berjalan sesuai keinginannya.
Namun ketika keadaan berubah dalam hitungan detik, barulah kita sadar:
kita hanyalah makhluk yang sangat kecil di hadapan Sang Pencipta.
Seperti semut yang berjalan di atas selembar daun dan merasa seluruh daun itu adalah kerajaannya.
Ia lupa, satu hembusan angin saja bisa membuat daun itu terombang-ambing.
Begitulah manusia.
Kita sibuk membangun kerajaan dunia, padahal hidup kita sendiri berada dalam genggaman Allah.
Maka jangan jadikan bencana sekadar tontonan.
Jangan hanya menghitung kerugian, tetapi hitung juga dosa dan kesombongan yang selama ini kita pelihara.
Karena mungkin yang perlu diselamatkan bukan hanya rumah yang rusak…
tetapi hati manusia yang terlalu lama merasa tidak membutuhkan Tuhan.
Selagi Allah masih memberi waktu, p**anglah.
Tundukkan kesombongan. Perbaiki diri. Perbanyak istighfar.
Sebab yang paling menakutkan bukan ketika dunia di bawah kaki kita berguncang…
tetapi ketika hati kita sudah tidak lagi terguncang oleh peringatan Allah.