15/12/2025
Berita terbaru
KPK Bongkar Dugaan Jual Beli Jabatan di Lampung Tengah, ASN Mulai Resah
Kasus korupsi di Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah ternyata belum selesai. Usai menahan Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya bersama empat tersangka lain, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini memperluas penyidikan ke dugaan praktik jual beli jabatan yang disebut terjadi selama sembilan bulan masa kepemimpinan Ardito.
Plh Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Mungki Hadipratikto, menegaskan KPK masih terus bergerak dan belum menutup perkara ini.
“Fokus kami saat ini adalah dugaan jual beli jabatan. Tim KPK masih terus menuntaskan seluruh kasus tipikor di Pemkab Lampung Tengah,” ujar Mungki dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (11/12/2025).
ASN Mulai Gelisah, Pejabat Waswas
Kabar pengembangan penyidikan ini langsung memicu keresahan di internal birokrasi. Sejumlah ASN disebut mulai cemas, khawatir akan ada gelombang penetapan tersangka baru.
“Kalau banyak pejabat kena jual beli jabatan, bisa-bisa Pemkab Lampung Tengah kosong,” ujar seorang ASN di Dinas Pendidikan dengan nada khawatir.
Seorang kepala OPD bahkan mengakui indikasi praktik tersebut sudah lama menjadi bisik-bisik internal.
“Kalau Bupati ‘nyanyi’ di KPK, banyak yang bisa ikut terseret,” katanya singkat.
Fee Proyek Fantastis Rp5,75 Miliar
KPK mengungkap, sejak dilantik pada 20 Februari 2025, Ardito diduga langsung memainkan skema pengaturan proyek dengan mematok fee 15–20 persen dari nilai pengadaan barang dan jasa.
Dalam kurun Februari–November 2025 saja, total fee yang diduga dikantongi mencapai Rp5,75 miliar.
Peran para tersangka pun terungkap jelas: mulai dari pengaturan pemenang proyek, pengondisian lelang, hingga aliran uang ke lingkaran keluarga dan tim sukses.
Lima Tersangka Sudah Ditahan
Saat ini ada lima orang telah mendekam di Rutan KPK:
Ardito Wijaya – Bupati Lampung Tengah
Ranu Hari Prasetyo – Adik kandung Bupati
Anton Wibowo – Plt Kepala Bapenda
Riki Hendra Saputra – Anggota DPRD
Mohamad Lukman Sjamsuri – Pihak swasta
KPK memastikan penyidikan masih akan terus berkembang. Publik pun kini menanti: siapa lagi yang akan menyusul?