Info Bandar Lampung

Info Bandar Lampung Media Informasi Warga Kota Bandar Lampung. https://www.infobdl.com Media Informasi Online Kota Bandar Lampung

Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, melakukan groundbreaking perbaikan ruas jalan Bandar Jaya-Mandala di Kabupaten La...
30/04/2026

Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, melakukan groundbreaking perbaikan ruas jalan Bandar Jaya-Mandala di Kabupaten Lampung Tengah pada Senin (27/4/2026). Langkah ini merupakan bagian dari percepatan perbaikan infrastruktur jalan provinsi tahun anggaran 2026.

Pemerintah Provinsi Lampung memberikan perhatian khusus pada Lampung Tengah karena memiliki ruas jalan terpanjang dengan tingkat kerusakan signifikan.

Berikut detail teknisnya:
Total Anggaran: Rp306 miliar untuk 8 paket pekerjaan di Lampung Tengah. Total Panjang Penanganan: 30,40 km. Fokus Ruas Bandar Jaya-Mandala: Dialokasikan sebesar Rp95,98 miliar untuk penanganan sepanjang 10,7 km menggunakan kombinasi rigid pavement (beton) dan flexible pavement (aspal).
Peningkatan Kapasitas: Lebar jalan ditingkatkan dari 4,5 meter menjadi 6 meter guna mendukung kendaraan berat.

Wagub Jihan menegaskan bahwa infrastruktur yang mantap adalah kunci pergerakan roda ekonomi yang nantinya akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Beliau juga memberikan sorotan tajam pada masalah drainase.

"Masalah utama kita itu drainase. Air yang menggenang membuat jalan cepat rusak. Saya minta masyarakat dan pemilik usaha ikut menjaga saluran air agar tetap berfungsi," tegas Wagub Jihan.

Kepala Dinas BMBK, M. Taufiqullah, menambahkan bahwa ruas ini merupakan jalur padat dengan aktivitas lebih dari 10.000 kendaraan per hari. Kerusakan cepat terjadi karena topografi datar yang memicu sedimentasi, serta banyaknya saluran air yang tertutup pembangunan ruko tidak standar.

Pemerintah menargetkan kemantapan jalan di ruas strategis ini meningkat dari 84% menjadi 96% pada akhir tahun 2026. Meski masih ada sisa 1,4 km yang akan diselesaikan tahun depan, proyek ini diharapkan mampu mengurai kemacetan dan mempercepat distribusi logistik di Lampung Tengah.

LAMPUNG TENGAH — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyoroti serius perbaikan Ruas Jalan Provinsi Wates–Metro agar...
24/04/2026

LAMPUNG TENGAH — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyoroti serius perbaikan Ruas Jalan Provinsi Wates–Metro agar menghasilkan kualitas terbaik dan meningkatkan konektivitas ekonomi masyarakat. Hal ini ditandai dengan groundbreaking sekaligus peninjauan di Desa Untoro, Kecamatan Trimurjo, Rabu (22/4/2026).

Berdasarkan data teknis, penanganan jalan ini memiliki panjang efektif 1,345 kilometdengan alokasi anggaran Rp14,67 miliar. Pembangunan menggunakan konstruksi rigid pavement (perkerasan beton) guna meningkatkan daya tahan jalan secara maksimal.

Gubernur Mirza menekankan pentingnya kualitas pekerjaan kepada kontraktor, konsultan, dan pengawas. “Pekerjaan ini bukan hanya dinilai pemerintah, tetapi juga masyarakat yang setiap hari melintasi jalan ini. Dampaknya besar bagi perekonomian Lampung,” ujarnya.

Ia mengingatkan agar pengawasan dilakukan ketat sesuai prosedur agar kerusakan tidak cepat kembali terjadi. Lebih lanjut, ia menginstruksikan UPTD agar seluruh target perbaikan ruas jalan selesai akhir tahun. Untuk ruas yang belum bisa diperbaiki secara permanen, diminta segera dilakukan penanganan patching (penambalan) agar tetap fungsional. Gubernur juga menyoroti drainase dan bahu jalan.

“Saluran air harus dibersihkan, dan tanaman liar di sisi jalan harus dirapikan,” tegasnya.

Dalam dialog dengan Kepala Desa setempat, terungkap bahwa perbaikan jalan sebelumnya kerap tidak bertahan lama. Menanggapi hal itu, Gubernur menegaskan bahwa penggunaan konstruksi beton diharapkan bisa menjadi solusi yang jauh lebih awet. Ia juga menyoroti tingginya lalu lintas kendaraan berat bermuatan berlebih (truk sawit dan tetes tebu) sebagai penyebab utama kerusakan jalan.

Secara keseluruhan, Gubernur Mirza menegaskan bahwa ketahanan jalan bergantung pada tiga faktor utama: kualitas konstruks, sistem drainase yang optimal, dan beban kendaraan yang melintas. Pemerintah provinsi menilai pembangunan infrastruktur ini sangat strategis untuk memperlancar mobilitas dan memperkuat akses ekonomi masyarakat di berbagai wilayah Lampung.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela meninjau rencana pelebaran ruas Jal...
16/04/2026

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela meninjau rencana pelebaran ruas Jalan R.E. Martadinata Bandar Lampung hingga Lempasing–Padang Cermin, Rabu (15/4/2026).

Peninjauan tersebut terkait upaya memperkuat konektivitas jalan menuju kawasan wisata unggulan melalui pembangunan infrastruktur strategis.

Pelebaran jalan dengan total panjang 5,888 kilometer yang terbagi di Kota Bandar Lampung (3,368 km) dan Kabupaten Pesawaran (2,520 km) ini menjadi bagian penting dalam upaya membuka serta memperlancar akses menuju kawasan pesisir yang memiliki beragam destinasi wisata pantai dan selama ini menjadi daya tarik utama pariwisata Lampung.

Selama ini, keterbatasan kapasitas jalan menjadi salah satu kendala utama akses menuju kawasan wisata. Pada akhir pekan maupun musim liburan, ruas jalan ini kerap dipadati kendaraan hingga menyebabkan kemacetan panjang, bahkan memakan waktu berjam-jam. Kondisi tersebut tidak hanya mengurangi kenyamanan wisatawan, tetapi juga berdampak pada mobilitas masyarakat serta distribusi ekonomi di wilayah sekitar.

Pemerintah Provinsi Lampung mengalokasikan anggaran sebesar Rp96,3 miliar untuk pelebaran kedua ruas jalan tersebut. Melalui proyek ini, kapasitas jalan akan ditingkatkan sesuai standar jalan provinsi dengan lebar ruang milik jalan (ROW) mencapai 14 meter. Selain itu, jalan akan dibangun menggunakan konstruksi rigid pavement serta dilengkapi drainase, bahu jalan, dan perlengkapan keselamatan guna menunjang kelancaran serta keamanan lalu lintas.

Gubernur menegaskan bahwa pembangunan jalan ini bukan sekadar peningkatan infrastruktur, melainkan bagian dari strategi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata.

“Sektor pariwisata di wilayah Bandar Lampung, Pesawaran, dan Lampung Selatan memiliki potensi yang besar. Namun selama ini belum sepenuhnya didukung oleh infrastruktur yang memadai. Karena itu, kita hadir untuk memperkuat akses agar sektor ini dapat berkembang lebih optimal,” ujarnya.

16/04/2026

Perkuat Akses Menuju Destinasi Wisata Unggulan, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal bersama Wagub Jihan Nurlela Tinjau Rencana Pelebaran Ruas Jalan R.E. Martadinata Bandar Lampung hingga Lempasing–Padang Cermin

BANDARLAMPUNG — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela meninjau rencana pelebaran ruas Jalan R.E. Martadinata Bandar Lampung hingga Lempasing–Padang Cermin, Rabu (15/4/2026).

Peninjauan tersebut terkait upaya memperkuat konektivitas jalan menuju kawasan wisata unggulan melalui pembangunan infrastruktur strategis.

Pelebaran jalan dengan total panjang 5,888 kilometer yang terbagi di Kota Bandar Lampung (3,368 km) dan Kabupaten Pesawaran (2,520 km) ini menjadi bagian penting dalam upaya membuka serta memperlancar akses menuju kawasan pesisir yang memiliki beragam destinasi wisata pantai dan selama ini menjadi daya tarik utama pariwisata Lampung.

Selama ini, keterbatasan kapasitas jalan menjadi salah satu kendala utama akses menuju kawasan wisata. Pada akhir pekan maupun musim liburan, ruas jalan ini kerap dipadati kendaraan hingga menyebabkan kemacetan panjang, bahkan memakan waktu berjam-jam. Kondisi tersebut tidak hanya mengurangi kenyamanan wisatawan, tetapi juga berdampak pada mobilitas masyarakat serta distribusi ekonomi di wilayah sekitar.

Pemerintah Provinsi Lampung mengalokasikan anggaran sebesar Rp96,3 miliar untuk pelebaran kedua ruas jalan tersebut. Melalui proyek ini, kapasitas jalan akan ditingkatkan sesuai standar jalan provinsi dengan lebar ruang milik jalan (ROW) mencapai 14 meter. Selain itu, jalan akan dibangun menggunakan konstruksi rigid pavement serta dilengkapi drainase, bahu jalan, dan perlengkapan keselamatan guna menunjang kelancaran serta keamanan lalu lintas.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi telah melaksanakan tahapan sosialisasi dan konsultasi publik untuk memastikan proses pembangunan berjalan transparan serta melibatkan masyarakat secara aktif, khususnya bagi warga yang terdampak pembebasan lahan yang mencakup sekitar 110 bidang tanah dengan luas kurang lebih 3,3 hektare.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa pembangunan jalan ini bukan sekadar peningkatan infrastruktur, melainkan bagian dari strategi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata.

“Sektor pariwisata di wilayah Bandar Lampung, Pesawaran, dan Lampung Selatan memiliki potensi yang besar. Namun selama ini belum sepenuhnya didukung oleh infrastruktur yang memadai. Karena itu, kita hadir untuk memperkuat akses agar sektor ini dapat berkembang lebih optimal,” ujarnya.

Ia juga menyoroti tingginya volume kendaraan yang melintas sebagai indikator pentingnya peningkatan kapasitas jalan.

“Dengan lebar jalan sebelumnya sekitar 5 meter, tetapi dilalui sekitar 7.500 kendaraan saat akhir pekan, ruas ini menjadi salah satu titik terpadat di Provinsi Lampung. Karena itu, kita tingkatkan menjadi 14 meter agar akses menuju kawasan wisata lebih lancar,” jelasnya.

Gubernur menambahkan bahwa proses pembebasan lahan saat ini hampir rampung, didukung oleh pemahaman serta partisipasi masyarakat yang menyadari pentingnya pembangunan tersebut bagi kepentingan bersama.

Di sisi lain, masyarakat sekitar juga menyambut positif rencana pelebaran jalan ini. Mereka berharap pembangunan dapat segera terealisasi dengan tetap mengedepankan prinsip transparansi serta meminimalkan dampak terhadap aktivitas sehari-hari.

Ke depan, penguatan akses ini diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas, tetapi juga menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan konektivitas yang semakin baik, kawasan pesisir Lampung berpotensi berkembang sebagai destinasi wisata unggulan yang mampu menarik lebih banyak wisatawan, sekaligus membuka peluang usaha serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pembangunan infrastruktur yang terintegrasi dengan potensi daerah, sehingga mampu memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Perkuat Akses Menuju Destinasi Wisata Unggulan, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal bersama Wagub Jihan Nurlela Tinjau Renca...
16/04/2026

Perkuat Akses Menuju Destinasi Wisata Unggulan, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal bersama Wagub Jihan Nurlela Tinjau Rencana Pelebaran Ruas Jalan R.E. Martadinata Bandar Lampung hingga Lempasing–Padang Cermin

BANDARLAMPUNG — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela meninjau rencana pelebaran ruas Jalan R.E. Martadinata Bandar Lampung hingga Lempasing–Padang Cermin, Rabu (15/4/2026).

Peninjauan tersebut terkait upaya memperkuat konektivitas jalan menuju kawasan wisata unggulan melalui pembangunan infrastruktur strategis.

Pelebaran jalan dengan total panjang 5,888 kilometer yang terbagi di Kota Bandar Lampung (3,368 km) dan Kabupaten Pesawaran (2,520 km) ini menjadi bagian penting dalam upaya membuka serta memperlancar akses menuju kawasan pesisir yang memiliki beragam destinasi wisata pantai dan selama ini menjadi daya tarik utama pariwisata Lampung.

Selama ini, keterbatasan kapasitas jalan menjadi salah satu kendala utama akses menuju kawasan wisata. Pada akhir pekan maupun musim liburan, ruas jalan ini kerap dipadati kendaraan hingga menyebabkan kemacetan panjang, bahkan memakan waktu berjam-jam. Kondisi tersebut tidak hanya mengurangi kenyamanan wisatawan, tetapi juga berdampak pada mobilitas masyarakat serta distribusi ekonomi di wilayah sekitar.

Pemerintah Provinsi Lampung mengalokasikan anggaran sebesar Rp96,3 miliar untuk pelebaran kedua ruas jalan tersebut. Melalui proyek ini, kapasitas jalan akan ditingkatkan sesuai standar jalan provinsi dengan lebar ruang milik jalan (ROW) mencapai 14 meter. Selain itu, jalan akan dibangun menggunakan konstruksi rigid pavement serta dilengkapi drainase, bahu jalan, dan perlengkapan keselamatan guna menunjang kelancaran serta keamanan lalu lintas.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi telah melaksanakan tahapan sosialisasi dan konsultasi publik untuk memastikan proses pembangunan berjalan transparan serta melibatkan masyarakat secara aktif, khususnya bagi warga yang terdampak pembebasan lahan yang mencakup sekitar 110 bidang tanah dengan luas kurang lebih 3,3 hektare.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa pembangunan jalan ini bukan sekadar peningkatan infrastruktur, melainkan bagian dari strategi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata.

“Sektor pariwisata di wilayah Bandar Lampung, Pesawaran, dan Lampung Selatan memiliki potensi yang besar. Namun selama ini belum sepenuhnya didukung oleh infrastruktur yang memadai. Karena itu, kita hadir untuk memperkuat akses agar sektor ini dapat berkembang lebih optimal,” ujarnya.

Ia juga menyoroti tingginya volume kendaraan yang melintas sebagai indikator pentingnya peningkatan kapasitas jalan.

“Dengan lebar jalan sebelumnya sekitar 5 meter, tetapi dilalui sekitar 7.500 kendaraan saat akhir pekan, ruas ini menjadi salah satu titik terpadat di Provinsi Lampung. Karena itu, kita tingkatkan menjadi 14 meter agar akses menuju kawasan wisata lebih lancar,” jelasnya.

Gubernur menambahkan bahwa proses pembebasan lahan saat ini hampir rampung, didukung oleh pemahaman serta partisipasi masyarakat yang menyadari pentingnya pembangunan tersebut bagi kepentingan bersama.

Di sisi lain, masyarakat sekitar juga menyambut positif rencana pelebaran jalan ini. Mereka berharap pembangunan dapat segera terealisasi dengan tetap mengedepankan prinsip transparansi serta meminimalkan dampak terhadap aktivitas sehari-hari.

Ke depan, penguatan akses ini diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas, tetapi juga menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan konektivitas yang semakin baik, kawasan pesisir Lampung berpotensi berkembang sebagai destinasi wisata unggulan yang mampu menarik lebih banyak wisatawan, sekaligus membuka peluang usaha serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pembangunan infrastruktur yang terintegrasi dengan potensi daerah, sehingga mampu memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Lanjutkan Perbaikan Jalan Provinsi di Lampung Timur Tahun 2026, Pemprov Lampung Lakukan Groundbreaking Perbaikan di Ruas...
11/04/2026

Lanjutkan Perbaikan Jalan Provinsi di Lampung Timur Tahun 2026, Pemprov Lampung Lakukan Groundbreaking Perbaikan di Ruas Jalan Jabung-SP Labuhan Maringgai Targetkan Kemantapan Jalan Provinsi Capai 97,82 persen

LAMPUNG TIMUR — Pemerintah Provinsi Lampung kembali lanjutkan realisasi perbaikan infrastruktur jalan provinsi di Kabupaten Lampung Timur pada 2026. Program ini merupakan bagian dari upaya peningkatan konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Pada tahap awal, pembangunan difokuskan pada ruas Jabung–SP Labuhan Maringgai. Kegiatan ini ditandai dengan pelaksanaan peletakan batu pertama (groundbreaking), Jumat (10/4/2026).

Pembangunan ruas tersebut dialokasikan anggaran sebesar Rp38,57 miliar untuk penanganan sepanjang 6,282 kilometer. Metode pengerjaan meliputi rigid pavement (beton) dan flexible pavement (aspal).

Saat ini, tingkat kemantapan jalan provinsi pada ruas Jabung–SP Labuhan Maringgai mencapai 87,37 persen. Dengan adanya pembangunan ini, ditargetkan meningkat menjadi 97,82 persen.

Sebagai informasi, pada 2026 Pemerintah Provinsi Lampung mengalokasikan anggaran sebesar Rp49,55 miliar untuk perbaikan jalan provinsi di Kabupaten Lampung Timur yang mencakup empat paket kegiatan.

Sebelumnya, ditahun 2025 Pemprov Lampung telah melakukan pembangunan ruas Jabung–SP Labuhan Maringgai dengan total anggaran mencapai Rp10,8 miliar.

Ditahun 2025 juga, Pemprov Lampung telah melaksanakan lima kegiatan penanganan jalan, termasuk pembangunan ruas Jabung- SP Labuhan Maringgai.

Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan bahwa pembangunan jalan harus diiringi dengan upaya pemeliharaan berkelanjutan, guna memastikan infrastruktur yang telah dibangun tetap awet dan memberikan manfaat jangka panjang.

Terdapat tiga faktor utama yang menjadi penyebab kerusakan jalan, yakni kondisi drainase yang buruk, beban kendaraan berlebih (overload), serta kualitas konstruksi yang rendah. Oleh karena itu, seluruh pihak diminta memperhatikan kualitas pembangunan, menjaga fungsi drainase, serta meningkatkan kesadaran terhadap dampak kendaraan overloading.

Para pelaksana proyek juga diingatkan untuk menjaga mutu konstruksi sebagai fondasi utama. Seluruh material seperti semen dan batu diwajibkan melalui uji laboratorium guna memastikan kesesuaian dengan standar yang ditetapkan.

Selain itu, perawatan jalan secara berkala, termasuk menjaga kebersihan saluran air dan sistem drainase, menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan fungsi jalan.

Pembangunan infrastruktur ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas jalan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat perekonomian, memperlancar mobilitas sosial masyarakat, serta membuka akses yang lebih luas terhadap layanan pendidikan dan kehidupan sosial.

Pelaksanaan Groundbreaking jalan provinsi tersebut, dihadiri oleh Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar, Kepala Dinas BMBK M Taufiqullah, serta sejumlah anggota DPRD Lampung dari daerah pemilihan Lampung Timur.

11/04/2026

Akhiri Penantian Belasan Tahun!
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Buka Aksesibilitas Way Kanan Melalui 3 Paket Perbaikan Jalan Senilai Rp 172,2 Miliar

Babak Baru Infrastruktur Way Kanan.
Pemerintah Provinsi Lampung resmi memulai perbaikan infrastruktur jalan di Kabupaten Way Kanan pada tahun 2026.

Langkah ini ditandai dengan groundbreaking langsung oleh Gubernur Rahmat Mirzani Djausal di Desa Gunung Sari, Rabu (8/4/2026).

Tujuannya jelas: meningkatkan konektivitas, memangkas waktu tempuh, dan memacu pertumbuhan ekonomi warga!

Anggaran Fantastis untuk Konektivitas.
Tahun 2026 ini, Pemprov Lampung menggelontorkan total anggaran hingga Rp 172,2 miliar!.

Anggaran ini difokuskan untuk 7 paket kegiatan guna menangani jalan sepanjang 20,20 kilometer yang tersebar di berbagai ruas strategis Way Kanan.

Tiga Paket Prioritas Utama
Sebagai tahap awal, pengerjaan langsung dikebut pada 3 ruas krusial berikut:
Ruas Kasui–Air Ringkih: 5,64 km | Konstruksi Beton | Rp 53,31 miliar.
Ruas Tegal Mukti–Tajab: 8,93 km | Konstruksi Aspal | Rp 67,01 miliar.
3. Ruas Sp. Sopoyono–Serupa Indah: 1 km | Konstruksi Aspal | Rp 7,65 miliar.

Pangkas Waktu Tempuh 1,5 Jam!
Perhatian khusus diberikan pada ruas Kasui–Air Ringkih. Selain dicor beton, badan jalan akan diperlebar dari 3,5 meter menjadi total 8 meter (termasuk bahu jalan).

Jika nantinya tersambung penuh ke perbatasan Sumatera Selatan, jalur ini diproyeksikan bisa memangkas waktu tempuh Muara Dua – Bandar Lampung hingga 1,5 jam tanpa harus memutar!

Pesan Tegas Gubernur Mirza
"Kurang lebih 15 tahun jalan ini tidak diperbaiki. Ini bukan hanya soal kontrak pekerjaan, tapi wujud dari doa-doa masyarakat. Jangan sampai hasilnya mengecewakan!"

Gubernur Mirza memperingatkan pelaksana proyek untuk bekerja dengan kualitas terbaik. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga drainase agar jalan bisa awet hingga 20 tahun.

Urat Nadi Ekonomi Hidup Kembali
Bagi warga Rebang Tangkas yang mayoritas petani sawit, perbaikan jalan ini adalah jawaban atas keluhan lintas generasi.

Dengan jalan yang mulus, biaya logistik akan jauh lebih murah dan hasil panen lebih cepat sampai. Gerbang kesejahteraan untuk masyarakat Way Kanan kini terbuka lebar!

Akhiri Penantian Belasan Tahun!Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Buka Aksesibilitas Way Kanan Melalui 3 Paket Perbaikan Ja...
11/04/2026

Akhiri Penantian Belasan Tahun!
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Buka Aksesibilitas Way Kanan Melalui 3 Paket Perbaikan Jalan Senilai Rp 172,2 Miliar

Babak Baru Infrastruktur Way Kanan.
Pemerintah Provinsi Lampung resmi memulai perbaikan infrastruktur jalan di Kabupaten Way Kanan pada tahun 2026.

Langkah ini ditandai dengan groundbreaking langsung oleh Gubernur Rahmat Mirzani Djausal di Desa Gunung Sari, Rabu (8/4/2026).

Tujuannya jelas: meningkatkan konektivitas, memangkas waktu tempuh, dan memacu pertumbuhan ekonomi warga!

Anggaran Fantastis untuk Konektivitas.
Tahun 2026 ini, Pemprov Lampung menggelontorkan total anggaran hingga Rp 172,2 miliar!.

Anggaran ini difokuskan untuk 7 paket kegiatan guna menangani jalan sepanjang 20,20 kilometer yang tersebar di berbagai ruas strategis Way Kanan.

Tiga Paket Prioritas Utama
Sebagai tahap awal, pengerjaan langsung dikebut pada 3 ruas krusial berikut:
Ruas Kasui–Air Ringkih: 5,64 km | Konstruksi Beton | Rp 53,31 miliar.
Ruas Tegal Mukti–Tajab: 8,93 km | Konstruksi Aspal | Rp 67,01 miliar.
3. Ruas Sp. Sopoyono–Serupa Indah: 1 km | Konstruksi Aspal | Rp 7,65 miliar.

Pangkas Waktu Tempuh 1,5 Jam!
Perhatian khusus diberikan pada ruas Kasui–Air Ringkih. Selain dicor beton, badan jalan akan diperlebar dari 3,5 meter menjadi total 8 meter (termasuk bahu jalan).

Jika nantinya tersambung penuh ke perbatasan Sumatera Selatan, jalur ini diproyeksikan bisa memangkas waktu tempuh Muara Dua – Bandar Lampung hingga 1,5 jam tanpa harus memutar!

Pesan Tegas Gubernur Mirza
"Kurang lebih 15 tahun jalan ini tidak diperbaiki. Ini bukan hanya soal kontrak pekerjaan, tapi wujud dari doa-doa masyarakat. Jangan sampai hasilnya mengecewakan!"

Gubernur Mirza memperingatkan pelaksana proyek untuk bekerja dengan kualitas terbaik. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga drainase agar jalan bisa awet hingga 20 tahun.

Urat Nadi Ekonomi Hidup Kembali
Bagi warga Rebang Tangkas yang mayoritas petani sawit, perbaikan jalan ini adalah jawaban atas keluhan lintas generasi.

Dengan jalan yang mulus, biaya logistik akan jauh lebih murah dan hasil panen lebih cepat sampai. Gerbang kesejahteraan untuk masyarakat Way Kanan kini terbuka lebar!

08/04/2026

Setelah lebih dari 30 tahun menunggu perbaikan signifikan, Pemerintah Provinsi Lampung akhirnya memulai pembangunan Jalan Provinsi ruas Gedong Aji–Umbul Mesir di Kabupaten Tulang Bawang.

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela saat meninjau pembangunan ruas jalan tersebut, Senin (6/4/2026), menekankan pentingnya pembangunan jalan yang berkualitas, tepat waktu, dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

Wakil Gubernur Jihan menegaskan bahwa pembangunan ruas jalan Gedong Aji–Umbul Mesir sepanjang 13 kilometer harus dilaksanakan dengan kualitas terbaik dan tepat waktu. Proyek ini ditargetkan selesai lebih cepat dari jadwal kontrak sebagai bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Lampung menghadirkan akses jalan yang layak dan aman bagi masyarakat.

“Selama 30 tahun, selama jalan ini ada, hari ini kita mulai pembangunannya. Semoga dengan terbangunnya jalan ini, aktivitas masyarakat menjadi lebih produktif dan perekonomian meningkat,” ujarnya.

Meski dalam kontrak pekerjaan ditargetkan selesai pada Desember 2026, Pemerintah Provinsi Lampung mendorong percepatan penyelesaian sesuai instruksi Gubernur Lampung.

“Pak Gubernur menginstruksikan agar pekerjaan ini bisa selesai lebih cepat, dengan target September 2026,” tambah Jihan.

Pembangunan Jalan Provinsi ruas Gedong Aji–Umbul Mesir ini dialokasikan anggaran sebesar Rp135 miliar dengan konstruksi rigid beton. Ruas tersebut merupakan akses vital bagi aktivitas pertanian dan perkebunan, seperti sawit, padi, dan karet. Selama puluhan tahun, kondisi jalan mengalami kerusakan berat dan belum tersentuh pembangunan signifikan.

Sementara itu, Kepala Dinas BMBK Provinsi Lampung, M. Taufiqullah, menjelaskan bahwa total panjang ruas Gedong Aji–Umbul Mesir mencapai 31,5 kilometer. Dengan 22,7 kilometer di antaranya berada dalam kondisi rusak berat.

Warga Transmigran di Tulang Bawang Ucapkan Syukur atas Perbaikan Ruas Jalan Gedong Aji–Umbul Mesir: Terima Kasih Pak Gub...
07/04/2026

Warga Transmigran di Tulang Bawang Ucapkan Syukur atas Perbaikan Ruas Jalan Gedong Aji–Umbul Mesir: Terima Kasih Pak Gubernur Mirza dan Ibu Wagub Jihan Nurlela

TULANG BAWANG ----- Kebahagiaan menyelimuti warga saat pembangunan jalan provinsi ruas Gedong Aji–Umbul Mesir resmi dimulai. Setelah puluhan tahun menanti, masyarakat akhirnya melihat harapan baru atas perbaikan akses utama yang selama ini rusak parah.

Pembangunan tersebut ditandai groundbreaking yang dipimpin oleh Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela di Kabupaten Tulang Bawang, Senin (6/4/2026). Kegiatan ini disambut antusias oleh pemerintah daerah, kepala desa, hingga masyarakat setempat.

Selama kurang lebih 30 tahun, kondisi jalan tersebut mengalami kerusakan dan menjadi keluhan utama warga. Pada tahun 2026 ini, Pemerintah Provinsi Lampung di bawah kepemimpinan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dan Wakil Gubernur Jihan Nurlela mengalokasikan anggaran sebesar Rp135 miliar untuk pembangunan jalan sepanjang 13 kilometer dengan konstruksi rigid beton.

Wakil Bupati Tulang Bawang Hankam Hasan menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah provinsi. Ia menyebut kehadiran Wakil Gubernur menjadi momentum istimewa bagi masyarakat.

"Hari ini adalah hari yang luar biasa. Kami masyarakat Tulang Bawang mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran Ibu Wakil Gubernur dan jajaran yang telah berjuang hadir di tengah kami," ujarnya.

Ia juga menilai alokasi anggaran tersebut sebagai bentuk keberpihakan pemerintah provinsi kepada masyarakat Tulang Bawang. Menurutnya, besaran anggaran seperti ini belum pernah diterima sebelumnya, termasuk oleh Kabupaten/Kota lainnya.

"Kami bersyukur atas berkah ini. Semoga Gubernur dan Wakil Gubernur selalu diberikan kesehatan dan kemudahan dalam memimpin Provinsi Lampung," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sumber Agung Sahel Sa’dullah yang juga terdampak adanya akses jalan tersebut mengaku sangat bersyukur atas dimulainya pembangunan jalan tersebut. Ia menyebut kondisi jalan yang rusak telah dirasakan warga selama puluhan tahun.

"Kami sangat bersyukur. Sudah 30 tahun jalan ini rusak. Kemarin, saat bulan puasa Pak Gubernur juga sudah melihat langsung kondisinya," katanya.

Ia menegaskan masyarakat siap menjaga jalan yang akan dibangun, termasuk mengawasi kendaraan dengan muatan berlebih agar tidak merusak infrastruktur tersebut.

"Kalau ada kendaraan yang melebihi tonase, kami akan bersama-sama mencegah," ujarnya.

Hal senada disampaikan Surati, salah seorang warga. Ia mengaku sangat bahagia dengan dimulainya pembangunan jalan tersebut.

"Kami ini warga transmigrasi sejak tahun 1990-an, baru kali ini jalan diperbaiki. Terima kasih untuk Bapak Gubernur dan Ibu Wakil Gubernur," katanya.

Penantian 30 Tahun, Pemprov Lampung Akhirnya Bangun Jalan Provinsi Ruas Gedong Aji–Umbul Mesir di Tulang Bawang, Wagub J...
07/04/2026

Penantian 30 Tahun, Pemprov Lampung Akhirnya Bangun Jalan Provinsi Ruas Gedong Aji–Umbul Mesir di Tulang Bawang, Wagub Jihan Nurlela Pimpin Langsung Dimulainya Pembangunan

TULANG BAWANG ----- Setelah lebih dari 30 tahun menunggu perbaikan signifikan, Pemerintah Provinsi Lampung akhirnya memulai pembangunan Jalan Provinsi ruas Gedong Aji–Umbul Mesir di Kabupaten Tulang Bawang.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela yang menandai dimulainya pembangunan ruas jalan tersebut, Senin (6/4/2026). Pada kesempatan itu, Wakil Gubernur menekankan pentingnya pembangunan jalan yang berkualitas, tepat waktu, dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

Wakil Gubernur Jihan menegaskan bahwa pembangunan ruas jalan Gedong Aji–Umbul Mesir sepanjang 13 kilometer harus dilaksanakan dengan kualitas terbaik dan tepat waktu. Proyek ini ditargetkan selesai lebih cepat dari jadwal kontrak sebagai bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Lampung menghadirkan akses jalan yang layak dan aman bagi masyarakat.

“Selama 30 tahun, selama jalan ini ada, hari ini kita mulai pembangunannya. Semoga dengan terbangunnya jalan ini, aktivitas masyarakat menjadi lebih produktif dan perekonomian meningkat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa meskipun pemerintah daerah menghadapi tantangan fiskal, pembangunan infrastruktur jalan tetap menjadi prioritas utama. Hal ini karena berdampak langsung pada kehidupan dan perekonomian masyarakat.

“Kami bersama Pak Gubernur menghadapi berbagai tantangan fiskal, termasuk efisiensi anggaran. Namun, pembangunan jalan ini merupakan program prioritas yang alhamdulillah dapat terlaksana,” katanya.

Dalam arahannya, Wakil Gubernur Jihan juga mengajak seluruh pihak, termasuk masyarakat, untuk bersama-sama menjaga jalan yang telah dibangun. Ia menekankan bahwa kualitas jalan sangat ditentukan tidak hanya oleh proses pembangunan, tetapi juga oleh cara perawatan dan penggunaan setelahnya.

Meski dalam kontrak pekerjaan ditargetkan selesai pada Desember 2026, Pemerintah Provinsi Lampung mendorong percepatan penyelesaian sesuai instruksi Gubernur Lampung.

“Pak Gubernur menginstruksikan agar pekerjaan ini bisa selesai lebih cepat, dengan target September 2026,” tambah Jihan.

Lebih lanjut, Wakil Gubernur Jihan menyoroti sejumlah faktor penyebab kerusakan jalan yang harus menjadi perhatian serius semua pihak. Yakni buruknya sistem drainase, kualitas pekerjaan yang tidak sesuai standar, serta aktivitas kendaraan truk over dimension over load (ODOL).

Ia meminta Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK), UPTD, hingga pelaksana pekerjaan agar benar-benar menjaga mutu pekerjaan dan memastikan seluruh spesifikasi teknis dipenuhi.

“Pastikan pekerjaan sesuai standar dan spesifikasi yang ditetapkan. Drainase harus berfungsi dengan baik agar jalan tidak cepat rusak. Mari kita gotong royong menjaga infrastruktur ini,” tegasnya.

Pembangunan Jalan Provinsi ruas Gedong Aji–Umbul Mesir ini dialokasikan anggaran sebesar Rp135 miliar dengan konstruksi rigid beton. Ruas tersebut merupakan akses vital bagi aktivitas pertanian dan perkebunan, seperti sawit, padi, dan karet. Selama puluhan tahun, kondisi jalan mengalami kerusakan berat dan belum tersentuh pembangunan signifikan.

Kegiatan dimulainya pembangunan diawali dengan pemaparan teknis oleh Dinas BMBK Provinsi Lampung mengenai kondisi ruas jalan yang dibangun, panjang penanganan, target jalan mantap, serta manfaat langsung pembangunan bagi masyarakat. Dalam sesi tersebut, Wakil Gubernur Jihan juga memberikan arahan langsung kepada pelaksana pekerjaan terkait pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

Usai pemaparan, Wakil Gubernur Jihan meninjau langsung lokasi pembangunan jalan.

Sementara itu, Kepala Dinas BMBK Provinsi Lampung, M. Taufiqullah, menjelaskan bahwa total panjang ruas Gedong Aji–Umbul Mesir mencapai 31,5 kilometer. Dengan 22,7 kilometer di antaranya berada dalam kondisi rusak berat.

Penanganan difokuskan pada ruas jalan dengan tingkat kerusakan parah yang membahayakan pengguna jalan. Sekaligus untuk memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan di wilayah sekitar.

“Tahun 2026 ini kita tangani sepanjang 13 kilometer dan memiliki lebar 8 meter melalui dua paket pekerjaan dengan total anggaran Rp135 miliar. Insyaallah sisanya akan kita selesaikan pada tahun depan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa ruas jalan tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Hal ini mengingat Kabupaten Tulang Bawang merupakan salah satu lumbung pangan di Provinsi Lampung.

“Jika kondisi jalan baik, ongkos produksi petani, termasuk distribusi gabah, dapat ditekan. Hal ini tentu akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Taufiqullah juga menegaskan kesiapan jajarannya untuk mempercepat pelaksanaan pekerjaan sesuai instruksi Gubernur Lampung.

“Kalau secara target penyelesaian di dalam kontrak sampai Desember 2026, namun Pak Gubernur menginstruksikan harus segera lebih cepat September 2026, kita coba kebut mengejar ini,” katanya.

Address

Bandar
35133

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Info Bandar Lampung posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Info Bandar Lampung:

Share