Info Bandar Lampung

Info Bandar Lampung Media Informasi Warga Kota Bandar Lampung. https://www.infobdl.com Media Informasi Online Kota Bandar Lampung

🌴 Lampung rasa Bali, tanpa perlu jauh-jauh ke Pulau Dewata.Staycation anti ribet, anti mahal, tapi tetap dapat suasana y...
23/06/2026

🌴 Lampung rasa Bali, tanpa perlu jauh-jauh ke Pulau Dewata.

Staycation anti ribet, anti mahal, tapi tetap dapat suasana yang bikin betah. Tempatnya cozy, estetik, dan cocok buat healing sejenak dari rutinitas.

Liburan, ke sini aja gais! ✨
🏡TITAN VILLA LAMPUNG

Foto oleh : piscesgirl'🐬

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela memulai pembangunan ruas Jalan Pattimura di Kota Metro, Senin, 11 Mei 2026. Pemerin...
23/05/2026

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela memulai pembangunan ruas Jalan Pattimura di Kota Metro, Senin, 11 Mei 2026. Pemerintah Provinsi Lampung mengalokasikan anggaran Rp11,4 miliar untuk dua paket pekerjaan jalan di Metro, dengan fokus utama perbaikan Jalan Pattimura sepanjang 1,1 kilometer menggunakan konstruksi beton atau rigid pavement.

Wagub mengatakan pembangunan jalan tersebut merupakan aspirasi masyarakat yang sudah lama disampaikan kepada pemerintah. “Hari ini kita melakukan groundbreaking pembangunan Jalan Pattimura, ruas jalan provinsi yang ada di Kota Metro,” ucapnya.

Menurut Wagub, ruas Jalan Pattimura menjadi jalur strategis penopang aktivitas perdagangan, jasa, pendidikan, pertanian, hingga UMKM di Metro. Tingginya mobilitas kendaraan membuat jalan itu diprioritaskan dalam program perbaikan infrastruktur 2026.

Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan tingkat kemantapan jalan provinsi di Kota Metro naik dari 92,64 persen menjadi 96,84 persen setelah proyek selesai. Untuk pembangunan ruas Pattimura, pemerintah menganggarkan Rp9,355 miliar dari total pagu Rp10,4 miliar.

Wagub meminta kontraktor menjaga kualitas pekerjaan sesuai spesifikasi. Hampir seluruh pembangunan jalan provinsi di Lampung saat ini menggunakan konstruksi rigid pavement agar lebih tahan terhadap kendaraan berat.

Selain kualitas, pemerintah juga meminta percepatan pekerjaan. Secara kontrak proyek ditargetkan selesai pada Desember 2026, namun pemerintah berharap pengerjaan rampung lebih cepat pada September 2026.

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Lampung M. Taufiqullah mengatakan Jalan Pattimura sepanjang 3,5 kilometer merupakan jalur penghubung kendaraan dari arah Lintas Timur dan Kota Gajah menuju Metro. Kerusakan jalan, kata dia, dipicu genangan air akibat drainase yang buruk serta tingginya volume kendaraan bertonase besar.

Pengerjaan dilakukan oleh CV Putra Gupit Mandiri dengan konstruksi beton di sisi kanan jalan sepanjang 1.100 meter yang mengalami kerusakan paling parah. Selain perkerasan jalan, proyek mencakup pembangunan drainase dan bahu jalan selebar 1,2 hingga 1,4 meter.

Gubernur Mirza Groundbreaking Jalan Brabasan–Wiralaga: Mesuji Tak Boleh Jauh dari PembangunanGubernur Lampung, Rahmat Mi...
13/05/2026

Gubernur Mirza Groundbreaking Jalan Brabasan–Wiralaga: Mesuji Tak Boleh Jauh dari Pembangunan

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, resmi memulai pembangunan ruas jalan Brabasan–Wiralaga di Kabupaten Mesuji pada Rabu, 6 Mei 2026. Proyek senilai Rp100 miliar ini bertujuan memperkuat konektivitas antara Provinsi Lampung dan Sumatera Selatan (Kabupaten OKI). Gubernur menegaskan bahwa jalan ini adalah "wajah pertama" Lampung bagi pendatang dari utara, sehingga kualitasnya harus memberikan kesan positif sejak awal.

Dari total panjang 29,4 km, pemerintah memprioritaskan penanganan sepanjang 8,825 km yang sebelumnya rusak berat. Konstruksi yang digunakan adalah rigid pavement (beton) dengan pelebaran jalan dari 5 meter menjadi 8,4 meter. Mengingat jalur ini didominasi kendaraan pengangkut sawit, karet, dan singkong dengan tonase tinggi, Gubernur meminta kualitas jalan mampu bertahan minimal 15 tahun, melampaui umur rata-rata jalan di kawasan perkebunan.

Saat ini, tingkat kemantapan jalan provinsi di Mesuji baru mencapai 78,99%. Proyek ini ditargetkan meningkatkan kemantapan ruas Brabasan–Wiralaga hingga 100% pada akhir 2026. "Mesuji memang jauh, tapi tidak boleh jauh dari pembangunan," ujar Mirza, menekankan pergeseran fokus pembangunan ke wilayah hinterland dan perbatasan.

Meskipun kontrak normal berdurasi 240 hari, Pemprov Lampung menargetkan percepatan agar proyek rampung pada September 2026. Bupati Mesuji, Elfianah, menyatakan bahwa pembangunan ini telah lama dinantikan sebagai urat nadi ekonomi. Perbaikan jalan ini diharapkan mampu menurunkan biaya logistik, mempermudah akses pendidikan, serta mendorong pertumbuhan UMKM di Kabupaten Mesuji.

Apa pendapatmu tentang pembangunan di perbatasan Lampung ini? Tulis di kolom komentar ya! 👇

Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, melakukan groundbreaking perbaikan ruas jalan Bandar Jaya-Mandala di Kabupaten La...
30/04/2026

Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, melakukan groundbreaking perbaikan ruas jalan Bandar Jaya-Mandala di Kabupaten Lampung Tengah pada Senin (27/4/2026). Langkah ini merupakan bagian dari percepatan perbaikan infrastruktur jalan provinsi tahun anggaran 2026.

Pemerintah Provinsi Lampung memberikan perhatian khusus pada Lampung Tengah karena memiliki ruas jalan terpanjang dengan tingkat kerusakan signifikan.

Berikut detail teknisnya:
Total Anggaran: Rp306 miliar untuk 8 paket pekerjaan di Lampung Tengah. Total Panjang Penanganan: 30,40 km. Fokus Ruas Bandar Jaya-Mandala: Dialokasikan sebesar Rp95,98 miliar untuk penanganan sepanjang 10,7 km menggunakan kombinasi rigid pavement (beton) dan flexible pavement (aspal).
Peningkatan Kapasitas: Lebar jalan ditingkatkan dari 4,5 meter menjadi 6 meter guna mendukung kendaraan berat.

Wagub Jihan menegaskan bahwa infrastruktur yang mantap adalah kunci pergerakan roda ekonomi yang nantinya akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Beliau juga memberikan sorotan tajam pada masalah drainase.

"Masalah utama kita itu drainase. Air yang menggenang membuat jalan cepat rusak. Saya minta masyarakat dan pemilik usaha ikut menjaga saluran air agar tetap berfungsi," tegas Wagub Jihan.

Kepala Dinas BMBK, M. Taufiqullah, menambahkan bahwa ruas ini merupakan jalur padat dengan aktivitas lebih dari 10.000 kendaraan per hari. Kerusakan cepat terjadi karena topografi datar yang memicu sedimentasi, serta banyaknya saluran air yang tertutup pembangunan ruko tidak standar.

Pemerintah menargetkan kemantapan jalan di ruas strategis ini meningkat dari 84% menjadi 96% pada akhir tahun 2026. Meski masih ada sisa 1,4 km yang akan diselesaikan tahun depan, proyek ini diharapkan mampu mengurai kemacetan dan mempercepat distribusi logistik di Lampung Tengah.

LAMPUNG TENGAH — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyoroti serius perbaikan Ruas Jalan Provinsi Wates–Metro agar...
24/04/2026

LAMPUNG TENGAH — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyoroti serius perbaikan Ruas Jalan Provinsi Wates–Metro agar menghasilkan kualitas terbaik dan meningkatkan konektivitas ekonomi masyarakat. Hal ini ditandai dengan groundbreaking sekaligus peninjauan di Desa Untoro, Kecamatan Trimurjo, Rabu (22/4/2026).

Berdasarkan data teknis, penanganan jalan ini memiliki panjang efektif 1,345 kilometdengan alokasi anggaran Rp14,67 miliar. Pembangunan menggunakan konstruksi rigid pavement (perkerasan beton) guna meningkatkan daya tahan jalan secara maksimal.

Gubernur Mirza menekankan pentingnya kualitas pekerjaan kepada kontraktor, konsultan, dan pengawas. “Pekerjaan ini bukan hanya dinilai pemerintah, tetapi juga masyarakat yang setiap hari melintasi jalan ini. Dampaknya besar bagi perekonomian Lampung,” ujarnya.

Ia mengingatkan agar pengawasan dilakukan ketat sesuai prosedur agar kerusakan tidak cepat kembali terjadi. Lebih lanjut, ia menginstruksikan UPTD agar seluruh target perbaikan ruas jalan selesai akhir tahun. Untuk ruas yang belum bisa diperbaiki secara permanen, diminta segera dilakukan penanganan patching (penambalan) agar tetap fungsional. Gubernur juga menyoroti drainase dan bahu jalan.

“Saluran air harus dibersihkan, dan tanaman liar di sisi jalan harus dirapikan,” tegasnya.

Dalam dialog dengan Kepala Desa setempat, terungkap bahwa perbaikan jalan sebelumnya kerap tidak bertahan lama. Menanggapi hal itu, Gubernur menegaskan bahwa penggunaan konstruksi beton diharapkan bisa menjadi solusi yang jauh lebih awet. Ia juga menyoroti tingginya lalu lintas kendaraan berat bermuatan berlebih (truk sawit dan tetes tebu) sebagai penyebab utama kerusakan jalan.

Secara keseluruhan, Gubernur Mirza menegaskan bahwa ketahanan jalan bergantung pada tiga faktor utama: kualitas konstruks, sistem drainase yang optimal, dan beban kendaraan yang melintas. Pemerintah provinsi menilai pembangunan infrastruktur ini sangat strategis untuk memperlancar mobilitas dan memperkuat akses ekonomi masyarakat di berbagai wilayah Lampung.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela meninjau rencana pelebaran ruas Jal...
16/04/2026

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela meninjau rencana pelebaran ruas Jalan R.E. Martadinata Bandar Lampung hingga Lempasing–Padang Cermin, Rabu (15/4/2026).

Peninjauan tersebut terkait upaya memperkuat konektivitas jalan menuju kawasan wisata unggulan melalui pembangunan infrastruktur strategis.

Pelebaran jalan dengan total panjang 5,888 kilometer yang terbagi di Kota Bandar Lampung (3,368 km) dan Kabupaten Pesawaran (2,520 km) ini menjadi bagian penting dalam upaya membuka serta memperlancar akses menuju kawasan pesisir yang memiliki beragam destinasi wisata pantai dan selama ini menjadi daya tarik utama pariwisata Lampung.

Selama ini, keterbatasan kapasitas jalan menjadi salah satu kendala utama akses menuju kawasan wisata. Pada akhir pekan maupun musim liburan, ruas jalan ini kerap dipadati kendaraan hingga menyebabkan kemacetan panjang, bahkan memakan waktu berjam-jam. Kondisi tersebut tidak hanya mengurangi kenyamanan wisatawan, tetapi juga berdampak pada mobilitas masyarakat serta distribusi ekonomi di wilayah sekitar.

Pemerintah Provinsi Lampung mengalokasikan anggaran sebesar Rp96,3 miliar untuk pelebaran kedua ruas jalan tersebut. Melalui proyek ini, kapasitas jalan akan ditingkatkan sesuai standar jalan provinsi dengan lebar ruang milik jalan (ROW) mencapai 14 meter. Selain itu, jalan akan dibangun menggunakan konstruksi rigid pavement serta dilengkapi drainase, bahu jalan, dan perlengkapan keselamatan guna menunjang kelancaran serta keamanan lalu lintas.

Gubernur menegaskan bahwa pembangunan jalan ini bukan sekadar peningkatan infrastruktur, melainkan bagian dari strategi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata.

“Sektor pariwisata di wilayah Bandar Lampung, Pesawaran, dan Lampung Selatan memiliki potensi yang besar. Namun selama ini belum sepenuhnya didukung oleh infrastruktur yang memadai. Karena itu, kita hadir untuk memperkuat akses agar sektor ini dapat berkembang lebih optimal,” ujarnya.

16/04/2026

Perkuat Akses Menuju Destinasi Wisata Unggulan, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal bersama Wagub Jihan Nurlela Tinjau Rencana Pelebaran Ruas Jalan R.E. Martadinata Bandar Lampung hingga Lempasing–Padang Cermin

BANDARLAMPUNG — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela meninjau rencana pelebaran ruas Jalan R.E. Martadinata Bandar Lampung hingga Lempasing–Padang Cermin, Rabu (15/4/2026).

Peninjauan tersebut terkait upaya memperkuat konektivitas jalan menuju kawasan wisata unggulan melalui pembangunan infrastruktur strategis.

Pelebaran jalan dengan total panjang 5,888 kilometer yang terbagi di Kota Bandar Lampung (3,368 km) dan Kabupaten Pesawaran (2,520 km) ini menjadi bagian penting dalam upaya membuka serta memperlancar akses menuju kawasan pesisir yang memiliki beragam destinasi wisata pantai dan selama ini menjadi daya tarik utama pariwisata Lampung.

Selama ini, keterbatasan kapasitas jalan menjadi salah satu kendala utama akses menuju kawasan wisata. Pada akhir pekan maupun musim liburan, ruas jalan ini kerap dipadati kendaraan hingga menyebabkan kemacetan panjang, bahkan memakan waktu berjam-jam. Kondisi tersebut tidak hanya mengurangi kenyamanan wisatawan, tetapi juga berdampak pada mobilitas masyarakat serta distribusi ekonomi di wilayah sekitar.

Pemerintah Provinsi Lampung mengalokasikan anggaran sebesar Rp96,3 miliar untuk pelebaran kedua ruas jalan tersebut. Melalui proyek ini, kapasitas jalan akan ditingkatkan sesuai standar jalan provinsi dengan lebar ruang milik jalan (ROW) mencapai 14 meter. Selain itu, jalan akan dibangun menggunakan konstruksi rigid pavement serta dilengkapi drainase, bahu jalan, dan perlengkapan keselamatan guna menunjang kelancaran serta keamanan lalu lintas.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi telah melaksanakan tahapan sosialisasi dan konsultasi publik untuk memastikan proses pembangunan berjalan transparan serta melibatkan masyarakat secara aktif, khususnya bagi warga yang terdampak pembebasan lahan yang mencakup sekitar 110 bidang tanah dengan luas kurang lebih 3,3 hektare.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa pembangunan jalan ini bukan sekadar peningkatan infrastruktur, melainkan bagian dari strategi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata.

“Sektor pariwisata di wilayah Bandar Lampung, Pesawaran, dan Lampung Selatan memiliki potensi yang besar. Namun selama ini belum sepenuhnya didukung oleh infrastruktur yang memadai. Karena itu, kita hadir untuk memperkuat akses agar sektor ini dapat berkembang lebih optimal,” ujarnya.

Ia juga menyoroti tingginya volume kendaraan yang melintas sebagai indikator pentingnya peningkatan kapasitas jalan.

“Dengan lebar jalan sebelumnya sekitar 5 meter, tetapi dilalui sekitar 7.500 kendaraan saat akhir pekan, ruas ini menjadi salah satu titik terpadat di Provinsi Lampung. Karena itu, kita tingkatkan menjadi 14 meter agar akses menuju kawasan wisata lebih lancar,” jelasnya.

Gubernur menambahkan bahwa proses pembebasan lahan saat ini hampir rampung, didukung oleh pemahaman serta partisipasi masyarakat yang menyadari pentingnya pembangunan tersebut bagi kepentingan bersama.

Di sisi lain, masyarakat sekitar juga menyambut positif rencana pelebaran jalan ini. Mereka berharap pembangunan dapat segera terealisasi dengan tetap mengedepankan prinsip transparansi serta meminimalkan dampak terhadap aktivitas sehari-hari.

Ke depan, penguatan akses ini diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas, tetapi juga menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan konektivitas yang semakin baik, kawasan pesisir Lampung berpotensi berkembang sebagai destinasi wisata unggulan yang mampu menarik lebih banyak wisatawan, sekaligus membuka peluang usaha serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pembangunan infrastruktur yang terintegrasi dengan potensi daerah, sehingga mampu memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Perkuat Akses Menuju Destinasi Wisata Unggulan, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal bersama Wagub Jihan Nurlela Tinjau Renca...
16/04/2026

Perkuat Akses Menuju Destinasi Wisata Unggulan, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal bersama Wagub Jihan Nurlela Tinjau Rencana Pelebaran Ruas Jalan R.E. Martadinata Bandar Lampung hingga Lempasing–Padang Cermin

BANDARLAMPUNG — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela meninjau rencana pelebaran ruas Jalan R.E. Martadinata Bandar Lampung hingga Lempasing–Padang Cermin, Rabu (15/4/2026).

Peninjauan tersebut terkait upaya memperkuat konektivitas jalan menuju kawasan wisata unggulan melalui pembangunan infrastruktur strategis.

Pelebaran jalan dengan total panjang 5,888 kilometer yang terbagi di Kota Bandar Lampung (3,368 km) dan Kabupaten Pesawaran (2,520 km) ini menjadi bagian penting dalam upaya membuka serta memperlancar akses menuju kawasan pesisir yang memiliki beragam destinasi wisata pantai dan selama ini menjadi daya tarik utama pariwisata Lampung.

Selama ini, keterbatasan kapasitas jalan menjadi salah satu kendala utama akses menuju kawasan wisata. Pada akhir pekan maupun musim liburan, ruas jalan ini kerap dipadati kendaraan hingga menyebabkan kemacetan panjang, bahkan memakan waktu berjam-jam. Kondisi tersebut tidak hanya mengurangi kenyamanan wisatawan, tetapi juga berdampak pada mobilitas masyarakat serta distribusi ekonomi di wilayah sekitar.

Pemerintah Provinsi Lampung mengalokasikan anggaran sebesar Rp96,3 miliar untuk pelebaran kedua ruas jalan tersebut. Melalui proyek ini, kapasitas jalan akan ditingkatkan sesuai standar jalan provinsi dengan lebar ruang milik jalan (ROW) mencapai 14 meter. Selain itu, jalan akan dibangun menggunakan konstruksi rigid pavement serta dilengkapi drainase, bahu jalan, dan perlengkapan keselamatan guna menunjang kelancaran serta keamanan lalu lintas.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi telah melaksanakan tahapan sosialisasi dan konsultasi publik untuk memastikan proses pembangunan berjalan transparan serta melibatkan masyarakat secara aktif, khususnya bagi warga yang terdampak pembebasan lahan yang mencakup sekitar 110 bidang tanah dengan luas kurang lebih 3,3 hektare.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa pembangunan jalan ini bukan sekadar peningkatan infrastruktur, melainkan bagian dari strategi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata.

“Sektor pariwisata di wilayah Bandar Lampung, Pesawaran, dan Lampung Selatan memiliki potensi yang besar. Namun selama ini belum sepenuhnya didukung oleh infrastruktur yang memadai. Karena itu, kita hadir untuk memperkuat akses agar sektor ini dapat berkembang lebih optimal,” ujarnya.

Ia juga menyoroti tingginya volume kendaraan yang melintas sebagai indikator pentingnya peningkatan kapasitas jalan.

“Dengan lebar jalan sebelumnya sekitar 5 meter, tetapi dilalui sekitar 7.500 kendaraan saat akhir pekan, ruas ini menjadi salah satu titik terpadat di Provinsi Lampung. Karena itu, kita tingkatkan menjadi 14 meter agar akses menuju kawasan wisata lebih lancar,” jelasnya.

Gubernur menambahkan bahwa proses pembebasan lahan saat ini hampir rampung, didukung oleh pemahaman serta partisipasi masyarakat yang menyadari pentingnya pembangunan tersebut bagi kepentingan bersama.

Di sisi lain, masyarakat sekitar juga menyambut positif rencana pelebaran jalan ini. Mereka berharap pembangunan dapat segera terealisasi dengan tetap mengedepankan prinsip transparansi serta meminimalkan dampak terhadap aktivitas sehari-hari.

Ke depan, penguatan akses ini diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas, tetapi juga menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan konektivitas yang semakin baik, kawasan pesisir Lampung berpotensi berkembang sebagai destinasi wisata unggulan yang mampu menarik lebih banyak wisatawan, sekaligus membuka peluang usaha serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pembangunan infrastruktur yang terintegrasi dengan potensi daerah, sehingga mampu memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Lanjutkan Perbaikan Jalan Provinsi di Lampung Timur Tahun 2026, Pemprov Lampung Lakukan Groundbreaking Perbaikan di Ruas...
11/04/2026

Lanjutkan Perbaikan Jalan Provinsi di Lampung Timur Tahun 2026, Pemprov Lampung Lakukan Groundbreaking Perbaikan di Ruas Jalan Jabung-SP Labuhan Maringgai Targetkan Kemantapan Jalan Provinsi Capai 97,82 persen

LAMPUNG TIMUR — Pemerintah Provinsi Lampung kembali lanjutkan realisasi perbaikan infrastruktur jalan provinsi di Kabupaten Lampung Timur pada 2026. Program ini merupakan bagian dari upaya peningkatan konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Pada tahap awal, pembangunan difokuskan pada ruas Jabung–SP Labuhan Maringgai. Kegiatan ini ditandai dengan pelaksanaan peletakan batu pertama (groundbreaking), Jumat (10/4/2026).

Pembangunan ruas tersebut dialokasikan anggaran sebesar Rp38,57 miliar untuk penanganan sepanjang 6,282 kilometer. Metode pengerjaan meliputi rigid pavement (beton) dan flexible pavement (aspal).

Saat ini, tingkat kemantapan jalan provinsi pada ruas Jabung–SP Labuhan Maringgai mencapai 87,37 persen. Dengan adanya pembangunan ini, ditargetkan meningkat menjadi 97,82 persen.

Sebagai informasi, pada 2026 Pemerintah Provinsi Lampung mengalokasikan anggaran sebesar Rp49,55 miliar untuk perbaikan jalan provinsi di Kabupaten Lampung Timur yang mencakup empat paket kegiatan.

Sebelumnya, ditahun 2025 Pemprov Lampung telah melakukan pembangunan ruas Jabung–SP Labuhan Maringgai dengan total anggaran mencapai Rp10,8 miliar.

Ditahun 2025 juga, Pemprov Lampung telah melaksanakan lima kegiatan penanganan jalan, termasuk pembangunan ruas Jabung- SP Labuhan Maringgai.

Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan bahwa pembangunan jalan harus diiringi dengan upaya pemeliharaan berkelanjutan, guna memastikan infrastruktur yang telah dibangun tetap awet dan memberikan manfaat jangka panjang.

Terdapat tiga faktor utama yang menjadi penyebab kerusakan jalan, yakni kondisi drainase yang buruk, beban kendaraan berlebih (overload), serta kualitas konstruksi yang rendah. Oleh karena itu, seluruh pihak diminta memperhatikan kualitas pembangunan, menjaga fungsi drainase, serta meningkatkan kesadaran terhadap dampak kendaraan overloading.

Para pelaksana proyek juga diingatkan untuk menjaga mutu konstruksi sebagai fondasi utama. Seluruh material seperti semen dan batu diwajibkan melalui uji laboratorium guna memastikan kesesuaian dengan standar yang ditetapkan.

Selain itu, perawatan jalan secara berkala, termasuk menjaga kebersihan saluran air dan sistem drainase, menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan fungsi jalan.

Pembangunan infrastruktur ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas jalan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat perekonomian, memperlancar mobilitas sosial masyarakat, serta membuka akses yang lebih luas terhadap layanan pendidikan dan kehidupan sosial.

Pelaksanaan Groundbreaking jalan provinsi tersebut, dihadiri oleh Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar, Kepala Dinas BMBK M Taufiqullah, serta sejumlah anggota DPRD Lampung dari daerah pemilihan Lampung Timur.

11/04/2026

Akhiri Penantian Belasan Tahun!
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Buka Aksesibilitas Way Kanan Melalui 3 Paket Perbaikan Jalan Senilai Rp 172,2 Miliar

Babak Baru Infrastruktur Way Kanan.
Pemerintah Provinsi Lampung resmi memulai perbaikan infrastruktur jalan di Kabupaten Way Kanan pada tahun 2026.

Langkah ini ditandai dengan groundbreaking langsung oleh Gubernur Rahmat Mirzani Djausal di Desa Gunung Sari, Rabu (8/4/2026).

Tujuannya jelas: meningkatkan konektivitas, memangkas waktu tempuh, dan memacu pertumbuhan ekonomi warga!

Anggaran Fantastis untuk Konektivitas.
Tahun 2026 ini, Pemprov Lampung menggelontorkan total anggaran hingga Rp 172,2 miliar!.

Anggaran ini difokuskan untuk 7 paket kegiatan guna menangani jalan sepanjang 20,20 kilometer yang tersebar di berbagai ruas strategis Way Kanan.

Tiga Paket Prioritas Utama
Sebagai tahap awal, pengerjaan langsung dikebut pada 3 ruas krusial berikut:
Ruas Kasui–Air Ringkih: 5,64 km | Konstruksi Beton | Rp 53,31 miliar.
Ruas Tegal Mukti–Tajab: 8,93 km | Konstruksi Aspal | Rp 67,01 miliar.
3. Ruas Sp. Sopoyono–Serupa Indah: 1 km | Konstruksi Aspal | Rp 7,65 miliar.

Pangkas Waktu Tempuh 1,5 Jam!
Perhatian khusus diberikan pada ruas Kasui–Air Ringkih. Selain dicor beton, badan jalan akan diperlebar dari 3,5 meter menjadi total 8 meter (termasuk bahu jalan).

Jika nantinya tersambung penuh ke perbatasan Sumatera Selatan, jalur ini diproyeksikan bisa memangkas waktu tempuh Muara Dua – Bandar Lampung hingga 1,5 jam tanpa harus memutar!

Pesan Tegas Gubernur Mirza
"Kurang lebih 15 tahun jalan ini tidak diperbaiki. Ini bukan hanya soal kontrak pekerjaan, tapi wujud dari doa-doa masyarakat. Jangan sampai hasilnya mengecewakan!"

Gubernur Mirza memperingatkan pelaksana proyek untuk bekerja dengan kualitas terbaik. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga drainase agar jalan bisa awet hingga 20 tahun.

Urat Nadi Ekonomi Hidup Kembali
Bagi warga Rebang Tangkas yang mayoritas petani sawit, perbaikan jalan ini adalah jawaban atas keluhan lintas generasi.

Dengan jalan yang mulus, biaya logistik akan jauh lebih murah dan hasil panen lebih cepat sampai. Gerbang kesejahteraan untuk masyarakat Way Kanan kini terbuka lebar!

Address

Bandar
35133

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Info Bandar Lampung posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Info Bandar Lampung:

Shortcuts

Share