Itang Kurniawan

Itang Kurniawan Perawat πŸ‘¨β€πŸ”¬
Berbagi info seputar kesehatan, 🌱
Support Donate πŸ‘‡πŸ»
https://sociabuzz.com/itangkurniawan
(1)

Hormon-hormon memang memainkan peran besar dalam mengatur metabolisme dan di mana tubuh kita menyimpan cadangan lemak.Be...
11/09/2026

Hormon-hormon memang memainkan peran besar dalam mengatur metabolisme dan di mana tubuh kita menyimpan cadangan lemak.
Berikut adalah penjelasan medis di balik ketiga hormon tersebut:

-Kortisol (Hormon Stres): Saat seseorang mengalami stres kronis atau kurang tidur, kadar kortisol meningkat. Kortisol memicu penyimpanan lemak visceral (lemak di sekitar organ perut) dan membuat area midsection lebih mudah buncit.

-Estrogen (Hormon Seks Utama pada Wanita): Estrogen secara alami mengarahkan penyimpanan lemak subkutan ke area tubuh bagian bawah seperti pinggul dan paha (sering disebut bentuk tubuh pear-shape atau buah pir). Ketika kadar estrogen mulai berubah (misalnya saat menopause), pola timbunan lemak seringkali berpindah ke area perut.

-Insulin (Hormon Pengatur Gula Darah): Resistensi insulin yang sering kali dipicu oleh pola makan tinggi gula dan karbohidrat olahan menyebabkan tubuh memproduksi lebih banyak insulin. Tingginya kadar insulin ini mendorong penyimpanan energi berlebih menjadi lemak, terutama di sekitar area perut.

Catatan Penting:
Meskipun hormon-hormon ini memengaruhi di mana lemak cenderung menumpuk, bentuk badan dan penyimpanan lemak seseorang tidak ditentukan secara mutlak oleh satu hormon saja. Faktor lain seperti genetika, total konsumsi kalori (energi masuk vs. keluar), usia, dan tingkat aktivitas fisik juga memegang peran yang sangat besar. Selain itu, hormon-hormon di dalam tubuh saling memengaruhi satu sama lain, sehingga ketidakseimbangan pada satu hormon biasanya berdampak ke sistem metabolisme secara keseluruhan.🌱

Ruangan yang mengajarkan arti kesabaran dan keikhlasan..🌷
10/09/2026

Ruangan yang mengajarkan arti kesabaran dan keikhlasan..🌷

Gak baik sabar terus ..🐝
10/09/2026

Gak baik sabar terus ..🐝

10/09/2026

Kurang nol nya dikit😁

Banyak yang sebenernya anxiety tapi gak sadar kalau dia anxiety...🌷
09/09/2026

Banyak yang sebenernya anxiety tapi gak sadar kalau dia anxiety...🌷

Fenomena bayi yang melewatkan fase merangkak sering kali baru menunjukkan dampaknya saat anak memasuki usia sekolah dasa...
08/09/2026

Fenomena bayi yang melewatkan fase merangkak sering kali baru menunjukkan dampaknya saat anak memasuki usia sekolah dasar, terutama yang berkaitan dengan kesiapan fisik dan konsentrasi belajar. Meskipun sebagian anak tetap berkembang normal, merangkak adalah tahapan vital yang membangun fondasi neuro-motorik penting.

-Koordinasi Tubuh Dua Sisi (Bilateral Integration): Merangkak melatih otak kiri dan kanan untuk berkomunikasi dan menggerakkan sisi tubuh secara bergantian. Saat sekolah, kurangnya integrasi ini dapat terlihat dari kesulitan anak melakukan gerakan yang membutuhkan ritme atau koordinasi silang (seperti senam, mengancingkan baju, atau olahraga).

-Kekuatan Otot Inti (Core Strength) dan Postur: Beban tubuh pada tangan dan lutut saat merangkak memperkuat otot bahu, punggung, dan perut. Anak yang melewatkan fase ini kerap lebih cepat lelah atau gelisah saat harus duduk tegak di kursi kelas dalam durasi yang lama.

-Keterampilan Motorik Halus dan Menulis: Tekanan pada telapak tangan saat merangkak menstimulasi perkembangan otot-otot kecil yang krusial untuk memegang pensil. Dampaknya sering muncul sebagai tulisan tangan yang kurang rapi, lambat, atau anak cepat mengeluh pegal saat menulis.

-Keterampilan Visual-Spasial dan Membaca: Saat merangkak, bayi melatih koordinasi mata dan tangan serta kemampuan melacak objek di dekat dan jauh secara bergantian. Di sekolah, hambatan kecil pada aspek ini dapat memengaruhi kemampuan anak menyalin tulisan dari papan tulis atau mengikuti baris kalimat saat membaca buku.

Tidak semua anak yang tidak merangkak pasti mengalami masalah akademik atau motorik, terutama jika mereka tetap aktif mengeksplorasi lingkungan dengan cara alternatif seperti ngesot (bottom shuffling). Aktivitas fisik dan permainan motorik yang kaya di masa kanak-kanak awal dapat membantu menyeimbangkan kekurangan dari terlewatinya fase merangkak.

Sendawa Berlebihan: Sering dikaitkan dengan masalah pada saluran pencernaan bagian atas. Kondisi ini bisa menjadi indika...
08/09/2026

Sendawa Berlebihan: Sering dikaitkan dengan masalah pada saluran pencernaan bagian atas. Kondisi ini bisa menjadi indikasi naiknya asam lambung (GERD), gastritis, dispepsia, atau kebiasaan menelan udara (aerofagi) akibat makan atau minum terlalu cepat.

Kentut (Flatulensi): Merupakan proses fisiologis normal di saluran pencernaan bagian bawah akibat pemecahan gas oleh mikrobiota usus besar atau udara yang melewati seluruh saluran cerna. Meskipun dipengaruhi oleh jenis makanan tertentu, kentut adalah mekanisme rutin pembuangan sisa gas tubuh.

Secara klinis Sering sendawa menjadi tanda adanya gangguan atau iritasi pada fungsi lambung/saluran pencernaan atas, sedangkan sering kentut umumnya merupakan proses pembuangan gas yang wajar dari pencernaan bawah.🌷

Mengenal Penyakit Darah Langka:-Paroxysmal Nocturnal Hemoglobinuria (PNH): Kelainan darah langka dan didapat di mana sis...
08/09/2026

Mengenal Penyakit Darah Langka:

-Paroxysmal Nocturnal Hemoglobinuria (PNH): Kelainan darah langka dan didapat di mana sistem kekebalan tubuh menghancurkan sel darah merah karena kekurangan protein pelindung khusus, menyebabkan urine berwarna gelap di pagi hari dan risiko penggumpalan darah yang tinggi.

-Thrombotic Thrombocytopenic Purpura (TTP): Gangguan pembekuan darah langka yang memicu terbentuknya gumpalan darah kecil di seluruh pembuluh darah kecil tubuh, menghabiskan trombosit dan menyebabkan memar, pendarahan, serta gangguan organ.

-Aplastic Anemia: Kondisi serius saat sumsum tulang gagal memproduksi sel darah baru (baik sel darah merah, sel darah putih, maupun trombosit) dalam jumlah yang memadai, memicu kelelahan ekstrem dan kerentanan terhadap infeksi.

-Hemophilia: Kelainan perdarahan bawaan di mana darah kekurangan faktor pembekuan tertentu, sehingga proses pembekuan darah berlangsung jauh lebih lambat dan rentan mengalami pendarahan spontan.

-Cold Agglutinin Disease (CAD): Jenis anemia hemolitik autoimun yang langka di mana sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang dan menghancurkan sel darah merah pada suhu dingin.

Semakin banyak orang yang peduli dan membicarakan penyakit langka, Membantu kita dalam memberikan dukungan emosional, informasi, atau advokasi yang benar-benar relevan bagi mereka yang berjuang melawan kondisi tersebut.🌷

08/09/2026

Duchenne Muscular Dystrophy (DMD) adalah kelainan genetik langka yang ditandai dengan kelemahan serta penyusutan otot yang terjadi secara progresif akibat mutasi pada gen yang memproduksi protein distrofin. Tanpa distrofin, sel-sel otot menjadi sangat rentan rusak saat berkontraksi, yang kemudian seiring waktu digantikan oleh jaringan parut dan lemak. Kondisi ini umumnya diturunkan secara X-linked resesif dan hampir secara eksklusif menyerang anak laki-laki sejak usia dini.

Apakah Bisa Sembuh?
Hingga saat ini, DMD belum dapat disembuhkan secara total. Penyakit ini bersifat degeneratif dan progresif, di mana fungsi otot akan terus menurun seiring bertambahnya usia, sehingga pasien pada akhirnya membutuhkan kursi roda serta pemantauan ketat terhadap fungsi jantung dan paru-paru. Kendati demikian, perkembangan teknologi medis modern, termasuk terapi gen dan obat-obatan inovatif, telah terbukti mampu memperlambat perburukan penyakit serta memperpanjang harapan hidup pasien secara signifikan.

Metode Pengobatan dan Penanganan
Tata laksana medis saat ini berfokus pada memperlambat laju kerusakan otot, mengelola gejala, dan mencegah komplikasi melalui beberapa pendekatan utama:
-Kortikosteroid: Penggunaan obat seperti prednison, deflazacort, atau vamorolone secara rutin terbukti membantu mempertahankan kekuatan otot lebih lama, memperlambat risiko skoliosis, serta memperpanjang kemampuan pasien untuk berjalan.

-Terapi Gen: Terobosan medis terbaru yang memasukkan salinan gen mikrodistrofin fungsional ke dalam tubuh melalui vektor khusus guna mendorong sel otot memproduksi protein yang hilang.

-Terapi Ekson Skipping (Exon-Skipping): Pendekatan molekuler spesifik untuk jenis mutasi tertentu yang memungkinkan tubuh membaca kembali kode genetik dan memproduksi protein distrofin fungsional dalam bentuk yang lebih pendek.

-Fisioterapi dan Alat Bantu: Latihan rentang gerak secara rutin, penggunaan penyangga (brace), serta kursi roda untuk mencegah kekakuan sendi (kontraktur) dan menjaga kemandirian pasien.

-Perawatan Jantung dan Pernapasan: Pemantauan kardiologis dan pulmonologis secara berkala, termasuk pemberian obat pelindung jantung (seperti ACE inhibitor) serta alat bantu napas ketika otot pernapasan mulai melemah.

Penanganan terbaik bagi pasien DMD memerlukan pendekatan tim medis multidisiplin yang melibatkan dokter anak, ahli saraf, kardiolog, ahli paru, serta fisioterapis guna mengoptimalkan kualitas hidup pasien.🌱

🌷
07/09/2026

🌷

Address

Jalan Imam Bonjol
Bandar
35154

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Itang Kurniawan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Itang Kurniawan:

Shortcuts

Share