Medinas Lampung

Medinas Lampung Profesional, Aktual, Ragam dan Berimbang Sebagai media informasi yang mencerahkan. Sebagai media pendidikan yang mencerdaskan.

Meningkatkan intelektual kehidupan masyarakat. Membantu memperkuat kesatuan nasional

09/03/2022

Selamat pagi pemirsa

Rudi Safei Aang Oking Ganda Miharja II Vesi AriceSinggih AndalucianoTo NayAlex SasukeLukman AdjaLudi Wardana
08/01/2017

Rudi Safei Aang Oking Ganda Miharja II Vesi AriceSinggih AndalucianoTo NayAlex SasukeLukman AdjaLudi Wardana

04/01/2017

Kerja Kapolda Lampung Brigjen Pol. Sudjarno
Polisi Aktif Dalam Pengawasan Dana Desa Tubaba

TULANGBAWANG BARAT : (ML) Kapolda Lampung Brigjen Pol. Sudjarno melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba). Kedatangan Kapolda Lampung tersebut guna memastikan persiapan pengamanan menjelang pilkada pada 15 Februari 2017 mendatang dan meninjau calon Kantor persiapan mapolres Tubaba serta memberikan penekanan pengawasaan pengelolaan dana desa

Kedatangan Kapolda Lampung di kabupaten Tubaba disambut hangat oleh jajaran kepemerintahan kabupaten Tubaba yang dipimpin langsung oleh PJ.Bupati Tubaba Drs.Adeham, M.pd dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) Tubaba Busroni,Sh beserta didampingi Kapolres Tulang bawang (tuba), Assiten I, kapolsek TBT dan Danramil Tubaba.

Dalam Kunjungan Kapolda lampung itu dirinya menyambangi Mapolsek TBT, calon Mapolres Tubaba, dilanjutkan dengan menyambangi Kantor sekretariat Pemda Tubaba dan Kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Tubaba.

Bahkan, saat kunjungan tersebut, perhatian Kapolda lampung tersebut terfokuskan pada alokasi dana desa yang dinilai sangat rentan dengan pelanggaran hukum, untuk itu Kapolda Lampung menegaskan kepada jajaran kepolisian agar berperan aktif dalam memantau alokasi dana desa (DD) yang dipergunakan oleh perangkat desa.

"saya harap anggota kepolisian setempat dapat berperan aktif dalam mengawasi DD atau ADD disetiap desa (tiyuh), jangan sampai disalah gunakan. Karena dana desa (DD) itu,untuk membangun desa, seperti membangun infrastkurtur jalan,drenase,gorong-gorong atau pembangunan yang berhubungan dengan pembngunan desa,"tegas Kapolda Lampung Brigjen Pol. Sudjarno.

Lanjutnya Kapolda Lampung Brigjen Pol. Sudjarno.Polisi Daerah (Polda) Lampung memastikan keberadaan Markas Polisi Resort (Mapolres) Tulangbawang Barat (Tubaba) tidak akan didefinitifkan pada tahun 2017 ini. Pasalnya, pengajuan Mapolres Tubaba ke pusat tidak diakomodir. Hanya saja, Polda Lampung menetapkan akan ada LO Polres di Kabupaten Tubaba dalam waktu dekat.

Hal ini diungkapkan oleh Jendral Polisi Sudjarno, Kapolda Lampung saat berkunjung ke Kabupaten Tubaba. Menurutnya, pembentukan Polres baru sangatlah sulit. Sebab, terdapat ratusan daerah pemekaran baru di Indonesia mengusulkan untuk di adakannya Mapolres.

"Jadi begini, memang pembentukan Polres baru itu tidak mudah, tetapi Pemerintah Daerah beserta masarakat bisa berupaya, contohnya seperti ini, kan sudah kita usulkan, nanti ada tokoh-tokohnya atau pemerntah daerah yang menyurati Kapolri, kita minta dukungan bahwa persiapan Kapolres kita sudah siap,"ungkap Sudjarno kepada saat di wawan carai awak media, Rabu (4/1) kemarin.

Meskipun Pemda dan masyarakat di Kabupaten Tubaba telah mempersiapkan apa yang dibutuhkan untuk adanya Polres Tubaba. Namun, pada tahun ini dari 5 Daerah di Lampung yang diusulkan hanya Kabupaten Pesawaran saja yang diakomodir.

"Lahan untuk pembuatan Polresnya sudah di persiapkan minimal 10 hektar kemudian juga ada jaminan bahwa pemerintah daerah nanti bisa membantu infrastruktur, dan Mabes Polri tidak bisa memenuhi karna begini dalam 1 tahun anggaran Mabes Polri memiliki 5 sampai 6 Polres seluruh Indonesia, itupun sudah ratusan yang mau menjadi Polres karna pemekaran daerah selaras dengan kabupaten/kota nah Polda Lampung mendapatkan 1 untuk Pesawaran,"terang Sudjarno.

Meskipun belum ada kabar mengenai keberadaan Polres Tubaba dari Pemerintah Pusat, Sudjarno memastikan tahun 2017 ini tidak akan diakomodir."Ya alhamdulilah, saya tidak tahu untuk Tubaba entah kapan dapatnya, tapi saya bilang akselerasinya itu bisa dipercepat dengan dorongan seluruh stekholder, saya bisa jamin tahun ini tidak bisa jaganpun untuk Polres untuk Polsek saja sulit bahkan untuk bentuk Polsektor saja harus ijin dengan ditetap kan Kementrian PAN dan Reformasi Birokrasi,"ujarnya.

Untuk alternatif lain, Sudjarno memastikan akan dijalankannya LO Polres Tubaba."Nah sekarang kita akan tetapkan LOnya ini. Itu kita buatkan surat perintah ada LOnya disini yang sebagian menghubungkan antara Polres Tulangbawang dengan penerintah daerah dan stekholder yang ada Tubaba ini, LO untuk menjembatani kebutuhan-kebutuhan terkait untuk masalah-masalah kamtibmas,"tuturnya.

Terkait anggota yang dipersiapkan untuk LO Polres Tubaba, Sudjarno berjanji akan menugaskan anggota yang maksimal di Kabupaten Tubaba."Itu yang nanti kalau memang anggotanya kurang kita back up selagi dari Polres Tulangbawang kurang lagi dari Polda kita tambah angotanya. Ya kita tidak berharap lah Tubaba yang masih relatif mudah baru berusia 7 tahun ya mudah-mudahan bisa membangun lebih cepat dan kami berharap kacamata kamtibmas ini bisa selalu kondusif hingga sampai kapan,"tukasnya.(khoiri/arfani)

03/01/2017

Pejabat Eselon di Provinsi Lampung
Pemda Lancar, "Pemprov "Ambigu"

BANDARLAMPUNG : (ML) Sejumlah kepala daerah kabupaten/kota melakukan penyegaran pejabat eselon, prosesnya terkesan mendadak dan kurang persiapan sehingga ada ASN yang tidak tahu dimana penempatannya. Ironinya,Pemerintah Provinsi Lampung melalui Gubernur Ridho Ficardo terkesan "ambigu" disebabkan gagal melakukan rolling, padahal sehari sebelumnya, isu ada rolling berhembus kencang.

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Sutono memastikan di bulan Januari ini dipastikan ada roling sekitar 917 pejabat di lingkungan Provinsi Lampung dalam waktu dekat.
"Untuk pejabat eselon II A ada 43 pejabat, eselon II B ada 12 orang, eselon III A sebanyak 222 dan IV A sebanyak 640 pejabat," ujar Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Sutono saat diwawancarai awak media.

Mantan Sekretaris Kabupaten Lampung Selatan ini menjelaskan hingga saat ini belum mengetahui tanggal yang pasti akan dilakukannya rolling namun dirinya memastikan bahwa rolling berlangsung sebelum akhir bulan Januari 2017.
"Ya sebelum akhir Januari diusahakan, kalau sekarang belum ada pelantikan. Saya belum teken undangan," jelasnya.

Mantan Kepala Dinas Kehutanan ini menjelaskan pelaksanaan rolling akan dilaksanakan sebanyak 2 tahap. Setelah kadis terisi, tahap kedua rolling akan dilaksanakan untuk eselon III B.
"Dari UPTD diatas 85 orang. Eselon berikutnya masih ada 400 kan tahapnya nanti, kalau dinas terbentuk, baru dilantik untuk UPTD," ungkapnya.

Dari Pesawaran dilaporkan, Sebanyak 14 pejabat eselon II yang dilantik hanya 2 pejabat yang dikukuhkan menempati jabatan semula sisanya menduduki posisi baru. Keduanya yakni, Ketut Partayasa Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) dan Harun Tri Djoko Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes).

"Yang tidak dikukuhkan bukan berarti nonjob, namun yang dilantik hari ini merupakan hasil tes yang lalu, dan esok masih ada lagi lelang terbuka yang bisa diikuti siapa saja untuk 25 jabatan, silahkan diikuti," kata Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona usai melantik dan mengukuhkan 176 pejabat eselon II, III dan IV, Selasa 3 Januari 2017.

Dalam pelantikan yang dilaksanakan di GSG pemkab setempat, Silahudin menjadi Asisten Bidang Administrasi Umum, sebelumnya Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Yosa Rizal sebagai Kepala Penelitian dan Pengembangan Daerah sebelumnya Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah, Heksus sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa sebelumnya Asisten I, Sam Herman sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan sebelumnya Kepala Dinas Pasar, Yuliardi sebagai Kepala Dinas Sosial sebelumnya Sekretaris DPRD, M Zuriadi sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi sebelumnya Kepala Bappeda, Wildan sebagai Kepala Dinas Pendapatan Daerah sebelumnya Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, serta Mundur Zen sebagai Asisten Bidang Perekonomian Dan Pembangunan, Heriansyah sebagai Kepala Dinas Perikanan, Ariawan dan Firmansyah sebagai staf ahli

Selanjutnya, Pemerintah Kota Bandar Lampung melantik eselon II dan III dalam nomenklatur baru di Gedung Semergou Lantai III Kantor Pemerintah Kota Bandar Lampung Selasa, 3 Januari 2017.

Adapun jumlah eselon II berdasarkan SK Pemerintah Kota Bandar Lampung sebanyak 37 orang dan eselon III sebanyak 74 orang. Pelantikan juga dilakukan terhadap Kepala Dinas Catatan Sipil yang merupakan eselon II berdasarkan SK Kemendagri RI yang ditempati oleh Zainudin yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Bandar Lampung.

Pelantikan Zainudin diikuti oleh Sekretaris Dinas Catatan Sipil bersama dengan empat kepala bidang. Kemudian juga dilakukan pelantikan Direktur Perusahaan Daerah (PD) Kebersihan dan PD Pasar Tapis Berseri sebanyak tiga direktur.

dari Lampung Barat, Bupati Lampung Barat Drs. Hi. Mukhlis Basri, M.M., mengukuhkan dan melantik sebanyak 726 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terdiri dari pejabat eselon II, III dan IV yang dipusatkan di Gedung Olahraga (GOR) Aji Saka Kawasan Sekuting Terpadu Pekon Watas Kecamatan Balikbukit Selasa (3/1).

Dari seluruh pejabat yang dilantik, beberapa diantaranya merupakan pejabat yang mendapatkan promosi jabatan, yakni pejabat eselon III a empat orang dan pejabat eselon III b sebanyak 15 orang. Selain itu komposisi jabatan pada 31 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang dilantik juga banyak berubah, minus Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) yang masih lowong sebab kepala di dua SKPD tersebut akan dilakukan lelang.

Bupati dalam sambutannya mengatakan, sesuai dengan peraturan daerah yang baru kita sahkan maka dibentuklah beberapa satuan dan unit kerja baru antara lain untuk memenuhi struktur kelembagaan tersebut, dibutuhkan personil yang dilakukan melalui mutasi yang dilaksanakan.

Bupati juga mengharapkan kepada pejabat yang baru saja dilantik untuk agar segera mempersiapkan hal-hal sebagai berikut, dalam pelaksanaan tugas tugas saudara bekerja mematuhi segala peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, mampu mengamankan kebijakan pimpinan, jangan membuat kebijakan yang bertentangan dengan kebijakan pimpinan."Kemudian kepada seluruh skpd agar segera mengusulkan pengelola penatausahaan keuangan pengguna anggaran," jelasnya.

Dari Lampung Utara, Bupati Lampung Utara H Agung Ilmu Mangku Negara Mengukuhkan dan melantik, pejabat pimpinan tertinggi pratama Sekretaris Daerah, pejabat pimpinan tinggi pratama(eselon IIb) serta pejabat struktural eselon III dan pejabat struktural eselon IV dilingkungan pemerintah kabupaten lampura, di Gedung Serba Guna (GSG) islamic Center Kotabumi, selasa (03/01/2017)

Adapun rincian susunan pejabat eselon II, III, dan IV yang dilantik adalah, aselon II sebanyak 34, eselon III, 197 dan aselon IV sebanyak 643, jadi total keseluruhan pejabat aselon II, III, IV, yang dilantik sebanyak 874 orang.

Dalam sambutannya Bupati Agung menyampaikan, Jabatan adalah sebuah amanah, jadi jaga amanah tersebut, karna saudara saudara di lantik itu disumpah, untuk bekerja dengan sungguh sungguh dalam memajukan Kabupaten Lampung Utara ini, karna nya bagi mereka yang dilantik hari ini, saya harap agar dapat bergerak cepat, dan menyesuaikan diri ditempat yang baru,” mari bahu membahu, karna kita adalah tim, bekerja sesuai tupoksi, jangan menunggu perintah, turun langsung kebawah, beri pelayan prima untuk masyarakat Lampung Utara, ” ucap Agung

Kepada Kepala Satuan Kerja, agar selalu menjaga kedisiplinan berikan contoh teladan yang baik untuk bawahan nya, dan selalu mentaati semua peraturan yang berlaku. Karna yang dilantik pada hari ini adalah pejabat yang dipilih dan dinilai memiliki kemampuan yang profesional, akuntabel, jujur, disiplin netral dan berpihak kepada kepentingan rakyat serta memiliki loyalitas yang tinggi,” ingat jaga amanah dan kepercayaan yang diberikan, jalankan dengan baik penuh pengabdian dan tanggung jawab, ” pungkasnya

Sementara itu, ajah lama masih menggisi komposisi 19 pejabat eselon II yang terkena rolling pejabat yang dilakukan Walikota Metro Achmad Pairin di Wisma Haji, Selasa (3/1). Namun ada wajah baru pejabat yang sebelumnya sebagai Sekretaris DPRD Kota Metro Lusia Parjiem, kini dilantik sebagai Kepala Dinas Ketahan Pangan Pertanian dan Perikanan menggantikan Yerri Ekhwan.

Walikota Metro Achmad Pairin menerangkan, pelatikan kali ini merupakan pengukuhan pejabat eselon I, II, dan III untuk menempati jabatan yang diamankan. Namun selama enam bulan Walikota Metro akan terus memantau kinerja para pejabat.

”Para pejabat diberikan waktu enam bulan untuk bekerja pada jabatan yang telah diamankah. Kita lihat bagaimana kinerjanya. Kalau ternyata tidak baik, dengan kerendahan hati maka akan saya rolling kembali,” tegasnya usai melantik para pejabat eselon I, II, dan III.

Ia menambahkan, masih ada beberapa jabatan yang masih kosong pada dinas baru yang telah disahkan pada perda Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dimana nantinya akan diberlakukan seleksi pejabat secara Open Beading.

”Belum semua jabatan yang terisi, kan ada beberapa dinas baru. Seperti Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Informasi dan Komunikasi. Nanti dalam waktu dekat akan kembali dilakukan seleksi terbuka, siapa saja boleh mencoba. Baik dari Kota Metro ataupun pegawai dari luar Kota Metro,” bebernya.

Walikota pun menepis fikiran masyarakat jika ia akan melantik pejabat pejabat baru yang kebanyakan berasal dari Lampung Tengah.”Ya bisa dilihat sendiri tadi, apa yang saya lantik hari ini banyak dari Lampung Tengah, tidak toh, banyak pejabat yang sudah lama menjabat di Kota Metro kan,” imbuhnya.

Menurutnya, berdasarkan ketentuan perundangan-undangan ASN yang berlaku tidak ada batasan bagi ASN yang berasal dari daerah manapun untuk mencoba menjadi pejabat di daerah lain. Dengan catatan ASN tersebut harus memenuhi syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan.

”Kan tidak ada larangan juga asal ASN itu, kalau dia berkualitas dan memenuhi syarat kenapa tidak boleh. Nanti itukan sistemnya seleksi terbuka, kalau ada ASN dari Papua yang lebih berkualitas dari ASN Kota Metro dan memenuhi syarat kenapa tidak kita pertimbangkan,” jelas dia. (Red)

20/12/2016

kombinasi 3 : Kades Sinar Palembang (ISTIMEWA)
Kombinasi 1 : Tim Pemkab Lamsel Cek Onderlagh Sinar Palembang (ISITMEWA)
Kombinasi 2 : Jalan Onderlagh Sinar Palembang tak Spektek

Jalan Onderlagh Sinar Palembang Tak Spektek
Polisi dan Jaksa Segera Periksa Sugiat

LAMPUNG SELATAN : (ML) Pemerintah Daerah melalui UPT Pekerjaan Umum Lampung Selatan menegaskan pembangunan jalan onderlagh Desa Sinar Palembang, Candipuro tidak sesuai spesifikasi teknis.Seharusnya, sebelum batu di susun harus badan jalan dilapisi pasir terlebih dahulu baru batu disusun.

Hal ini terungkap, ketika Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) bersama Dina Pekerjaan Umum (PU) Lampung Selatan meninjau pekerjaan pengerjaan jalan onderlagh yang dipersoalkan masyarakat Desa Sinar Palembang Kecamatan Candipuro. Selasa (20/12).

Alhasil, perwakilan UPT PU Lamsel, Haryanto setelah mengkroscek, mengatakan, pihaknya tidak dapat memastikan bangunan yang menggunakan dana desa (DD) layak atau tidak, sebab Dinas PU tidak bisa mengutak-atik dana desa (DD).

"Saya dari awal tidak di libatkan,tidak ada kordinasi bagaimana mungkin saya tahu pekerjaan pengerasan jalan onderlagh yang tidak sesuai dengan RAB," ujar Haryanto kepada warga yang ikut meninjau lokasi jalan onderlagh di Desa Sinar Palembang.

Namun kata dia, jika pada awal kegiatan pengerasan jalan batu belah langsung di susun atau ditata tanpa adanya lapisan pasir setebal 2 CM pihaknya menilai itu tidak benar jika didalam pembahasan harus digunakan pasir terlebih dahulu. "Ya jelas tidak benar, jika dijuknis diterangkan sebelum batu di susun harus badan jalan dilapisi pasir terlebih dahulu baru batu disusun," katanya.

Selanjutnya kata Haryanto, pihaknya berharap agar Kepala Desa (Kades) Sinar Palembang secepatnya memperbaiki jalan onderlag sesuai RAB yang ada. "Harapan saya Kades segera memperbaiki jalan onderlagh," harapanya.

Sementara itu, Mardiono mewakili Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Lamsel Edi Firandi mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan benar atau tidaknya bangunan yang menggunakan dana desa (DD), sebab dirinya akan melaporkan hasilnya kepada pimpinan.

"Saya akan laporkan hasil cross cek di lapangan hari ini kepada pimpinan. Untuk komentar selanjutnya silahkan langsung ke pak Edi (Kepala BPMD) Lamsel," katanya singkat.

Kemudian ketika dimintai tanggapan, Kepala Desa (Kades) Sinar Palembang Sugiat mengaku siap akan memperbaiki jalan onderlagh yang dipersoalkan masyarakat. "Akan saya perbaiki sesuai permintaan masyarakat," katanya saat dimintai tanggapan tim Medinas Lampung.

Diberitakan sebelumnya, pekerjaan pengerasan jalan onderlagh didusun 1 dan II Desa Sinar Palembang Kecamatan Candipuro Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) yang diduga asal jadi mendapat sorotan keras dari Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat.

Betapa tidak, kedua lembaga itu menilai pekerjaan yang dilakukan aparat desa (Kades_red) yang dianggarkan melalui Dana Desa (DD) tahap II tahnun 2016 menyalahi aturan dan adanya unsur permainan pihak desa sebab tidak sesuai RAB.

Pasalnya, dirinya mengaku dalam pembahasan pihaknya dilibatkan, sebelum pekerjaan pengerasan jalan onderlagh itu dilaksanakan, dalam kesepakatan bawah jalan onderlag menggunakan pasir bukan menggunakan tanah bercampur cadas.

"Saat pembahasan kegiatan pengerasan jalan onderlagh di dua Dusun yang menyerap DD di sepakati jumlah anggaran yang di rencanakan dengan ketentuan mengunakan pasir, pekerjaan pasri di siram terlebih dahulu, kemudian batu belah di susun dan setelahnya, bagian atas batu belah di lapisi pasir setebal 3 CM," ujar ketua LPM Desa Sindar Palembang Tendi Rianto kepada Medinas Lampung. Selasa (13/12).

Dia mengatakan, pekerjaan pengerasan jalan onderlag jelas menyalahi aturan dan Rencana Anggaran Belanja (RAB) yang sudah disepakati dalam pembahasan.

"Namun kenyataanya saat diterapkan di lapangan tidak sesuai dengan RAB, pasir yang di gunakan tidak memakai pasir yang kualitas bagus, tapi menggunakan ampas pasir yang bercampur tanah cadas. Ya wajar saja jika di guyur hujan, kondisi jalan jadi lengket seperti bubur dan sangat licin," katanya.

Selanjutnya kata dia, terkait gorong-gorong yang dikerjakan disejumlah titik di dua dusun tersebut masyarakat menilai jumlah anggaran yang digunakan tidak sesuai dari yang sudah ditentukan sebesar Rp57 juta.

"Tapi seiinget saya anggaran itu sebesar Rp57 juta, jadi wajar saja kalau masyarakat menolak pekerjaan ini," jelasnya.

Lalu, dalalm pengelolaan dana desa (DD) Desa Sinar Pelambang Kecamatan Candipuro tahun 2016 diduga banyak persoalan dan penyimpangan yang dilakukan pihak Desa.

Dimana selain pekerjaan pengerasan jalan onderlagh didusun I dan II yang diduga asal - asalan, juga dalam pemberian santunan kepada anak yatim piatu untuk15 orang yang seharusnya diberikan uang tunai Rp1 juta, namun oleh pihak Desa hanya dibelikan kambing yang ditafsir hanganya tidak mencapai Rp1 juta.

Kemudian, bantuann santunan untuk orang lansia atau jompo sebanyak 50 orang yang seharusnya diberikan sebesar Rp100 ribu perorang, namun hanya diberikan sebesar Rp50ribu perorang."Ya seharusnya berupa uang tunai, kenapa di ganti hewan, kami punya bukti pernyataan dari orangtua anak yatim yang menerima hewan tersebut," ujar sumber yang meminta namanya dirahasiakan.

Kemudian untuk pemberian santunan kepada 50 orang Lansia (jompo), Pemerintah Desa telah menganggarkan sebesar Rp5 juta, dengan ketentuan setiap lansia mendapatkan santunan sebesar Rp100ribu, tetapi kenyataannya yang diberikan hanya Rp50ribu.

Sementara itu ketika BPD Desa Sinar Palembang saat dimintai tanggapannya, Sohibun membenarkan bahwa anak yatim piatu hanya menerima hewan berupa kambing domba bukan uang tunai. "Iya benar, anak yatim piatu menerima kambing bukan beruapa uang," katanya singkat. (Aan / Rozi).

19/12/2016

Khamamik Bagi Kaus Di Mesuji Timur

MESUJI : (ML) Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Mesuji nomor urut dua, Khamamik-Sapli melakukan kampanye dialogis bersama masyarakar di Lapangan desa Wonosari Kecamatan Mesuji Timur, Senin (19/12).
Kampanye pasangan calon bupati dan wakil bupati Mesuji nomor urut dua Khamamik - Sapli menjadi berkah tersendiri bagi pedagang kecil di sekitar tempat kampanye untuk menjajalan dagangannya.
Seperti yang dialami Sukirman, pedagang es keliling. Dia mengaku meraih omzet meningkat dua kali lipat dari pada biasanya bila berjualan di lokasi kampanye.
"Biasanya saya kalau jualan keliling, omzet saya sedikit. Tapi kalau ada kampanye Pak Khamamik, dagangan saya pasti habis," ujar Sukirman, ketika ditemui sedang berjualan di kampanye Khamamik-Sapli di desa Wonosari, Kecamatan Mesuji Timur, Senin (19/16).
Hal senada juga diceritakan Endang. Pedagang keliling makanan ringan ini mengaku dagangannya selalu habis jika berjualan di lokasi kampanye.
"Kalau jualan di tempat kampanye seperti ini, dagangan saya selalu habis. Soalnya kalau di tempat kampanye pasti banyak orang. Banyak yang beli. Bahkan saya s**a bawa dagangan lebih banyak dari hari biasa," ujar Endang.
Endang biasanya hanya memperoleh sekita Rp250 ribu per hari. Namun, omsetnya bisa meningkat hingga tiga kali lipat jika berjualan di lokasi kampanye. Tak hanya itu, ternyata Endang juga menikmati suguhan hiburan yang disajikan ketika kampanye.
"Selain mendengarkan Visi dan Misi, Di sini saya juga bisa dengar musik dangdutnya. Apalagi lagu favorit saya "Jangan Tinggalkan Aku" setiap ada kampanye, Pak Khamami selalu menyanyikannya," ujar Endang.(Dbs/red)

14/12/2016

Ketua I DPRD Kabupaten Tulangbawang Barat
Yantoni : Proses Hukum Kepala Tiyuh Supriyanto

TULANGBAWANG BARAT : (ML) Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Yantoni, tegaskan adanya indikasi penyimpangan pada penggunaan Dana Desa (DD) dan Anggaran Dana Desa (ADD) Di Tiyuh Kibang Tri Jaya, Kecamatan Lambu kibang, Kabupaten setempat.

Bahkan Yantoni juga mendesak kepada aparat penegak hukum dalam hal ini Kejaksaan Negri Tulangbawang agar dapat mengambil sikap tegas dalam menyikapi indilkasi penyimpangan pada Anggaran DD dan ADD pada Tiyuh Kibang Tri jaya, Kecamatan Lambu Kibang yang mencapai Rp764.786.031.

Dikatakan Yantoni, Pihaknya akan segera melakukan peninjauan pada semua program pembangunan di Tyuh Kibang tri jaya, yang menggunakan Dana Desa. Yang diduga kuat adanya penyimpangan pada realisasi Dana Desa tersebut yang di lakukan Supriyanto, selaku Kepala Tiyuh tersebut.

"Jika Dana Desa itu di bangun untuk sumur Bor 2 titik, Gorong-gorong 5 titik, dan jalan Anderlag menurut warga panjang 200 meter, itu sangat tidak wajar. Apa lagi Dana tersebut di pergunakan untuk membantu Warga miskin?, dan meningkatkan gizi anak balita, Jelas telah menyimpang dalam tetapan Permendagri. Sebab Dana itu harus di pergunakan untuk pembangunan Tiyuh, usaha mikro kecil, bengkel Tiyuh, dan BUMT." Jelas Yantoni saat dihubungi Medinas Lampung diruang kerjanya, rabu (14/12) kemarin

Untuk itu, Yantoni berharap, sejumlah informasi tersebut dapat menjadi modal awal untuk aparat penegak hukum dalam mengambil sikap untuk memulai pemeriksaan kepada kepala Tiyuh Kibang Tri jaya kecamatan Lambu kibang kabupaten Tubaba tersebut.

"Saya harap aparat penegak hukum seperti kejaksaan Negri tulang bawang dan polres Tuba untuk dapat selalu berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten (pemkaB-) Tubaba dalam memantau penggunaan anggaran pada tiyuh, seperti Dana Desa (DD) dan Anggaran Dana Desa (ADD), tentunya jika ada unsur penyimpangan kami DPRD berharap agar aparat penegak hukum bisa mengambil langkah tegas. "Pintanya
diberitakan sebelumnya

Kepala Tiyuh (desa) Kibang Tri Jaya, Kecamatan Lambu Kibang, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) diduga lakukan kecurangan pada realisasi Dana Desa (DD) dan Anggaran Dana Desa (ADD) tahun 2016 senilai senilai RP.764.786.031. Dugaan itu muncul karena tidak transparannya aparatur tiyuh setempat dalam merealisasikan dana tersebut, bahkan ironisnya nominal anggaran yang ada di Tiyuh Kibang Tri jaya sangat berbeda jauh dengan yang dimiliki Pemerintah kabupaten (pemkab ) Tubaba melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Kampung (BPMPK) Kabupaten setempat.

Diketahui, Pagu anggaran Dana Desa Tiyuh Kibang tri jaya, sebagai berikut. Untuk Anggaran Dana Desa (ADD) Rp.124.448.969. Dana Desa (DD) Rp.627.228.025. Dana bantuan Provnsi Rp.5.600.000. Dan Dana DBH atau Retribus Daerah Rp.7.509.042.

Sementara, berdasarkan informasi yang diperoleh dari satu diantara warga Tiyuh setempat, yang enggan di sebutkan namanya mengatakan. bahwa Pembangunan yang menggunakan Dana Desa, dan Anggaran Dana Desa tahun 2016 di Tiyuh terkait sebagai berkut. Pembangunan 2 Titik sumur Bor yang terletak di Rk-4 dan Rk-1. Pembangunan Gorong-gorong sebanyak 5 Titik terletak di Rk-3 dan Rk-1. Serta Pembangunan Jalan Anderlag sepanjang 200 Meter terletak di Rk-3 dan Rk-1 Tiyuh tersebut.
?"Pembangunannya tidak jelas mas, oleh Kepala tiyuh Supriyanto, sebab selama ini tidak pernah terdengar pihaknya mengadakan Rapat musyawarah terkait Penyaluran dan realisasi dana tersebut. Bahkan, kami selaku warga sangat mengeluhkan sikap Kepala Tiyuh kami yang sangat Arogan dan bergaya Peremanisme." Kata nya, saat di jumpa Medinas Lampung di Kediamannya pada (12/12) kemarin

Sementara itu Sekretaris Tiyuh (juru tulis) kibang tri jaya? Iswanto, mengelak. Penggunaan Dana Desa, dan Anggaran Dana Desa telah di anggap sesuai Prosedur yang telah di tetapkan dalam UU No 06 tahun 2014 tentang Desa yang telah di tetapkan oleh Permendagri.
"dana itu kami pergunakan untuk pembuatan sumur Bor 2 titik, Gorong-gorong 5 Titik, dan Pembangunana jalan Anderlak sepanjang 750 Meter. Selain itu, Dana tersebut kami pergunakan untuk Membantu Warga miskin, dan peningkatan terhadap gizi buruk balita." Kata Iswanto, saat di hubung medinas lampung Melalui Via telpon.
Ironisnya saat di tanyakan terkait Pagu anggaran seluruh Program baik pembangunan dan bantuan terhadap warga miskin justru seketaris tiyuh setempat Iswanto tidak bersedia memberikan keterangan secara rinci. Hal itu tentunya membuat semakin kuat dugaan bahwa anggaran Dana Desa di Tiyuh tersebut sarat penyimpangan dan merugikan negara.(Khoiri)

13/12/2016

dan BPD Desa Sinar Palembang, Candipuro, Lampung Selatan
Sugiat Diduga Sengaja Kerjakan Onderlagh Asal Jadi

BANDARLAMPUNG : (ML) Pengerasan jalan onderlagh di dusun 1 dan II Desa Sinar Palembang Kecamatan Candipuro Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) diduga langgar aturan dan tidak sesuai RAB. Bahkan diduga Kepala Desa Sinar Palembang, Sugiat sengaja mengerjakan proyek onderlagh asal jadi, kondisi dimaksud mendapat sorotan keras dari Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat.

Betapa tidak, kedua lembaga itu menilai pekerjaan yang dilakukan aparat desa (Kades_red) yang dianggarkan melalui Dana Desa (DD) tahap II tahnun 2016 menyalahi aturan dan adanya unsur permainan pihak desa sebab tidak sesuai RAB.

Pasalnya, dirinya mengaku dalam pembahasan pihaknya dilibatkan, sebelum pekerjaan pengerasan jalan onderlagh itu dilaksanakan, dalam kesepakatan bawah jalan onderlag menggunakan pasir bukan menggunakan tanah bercampur cadas.

"Saat pembahasan kegiatan pengerasan jalan onderlagh di dua Dusun yang menyerap DD di sepakati jumlah anggaran yang di rencanakan dengan ketentuan mengunakan pasir, pekerjaan pasri di siram terlebih dahulu, kemudian batu belah di susun dan setelahnya, bagian atas batu belah di lapisi pasir setebal 3 CM," ujar ketua LPM Desa Sindar Palembang Tendi Rianto kepada Medinas Lampung,Selasa (13/12).

Dia mengatakan, pekerjaan pengerasan jalan onderlag jelas menyalahi aturan dan Rencana Anggaran Belanja (RAB) yang sudah disepakati dalam pembahasan.

"Namun kenyataanya saat diterapkan di lapangan tidak sesuai dengan RAB, pasir yang di gunakan tidak memakai pasir yang kualitas bagus, tapi menggunakan ampas pasir yang bercampur tanah cadas. Ya wajar saja jika di guyur hujan, kondisi jalan jadi lengket seperti bubur dan sangat licin," katanya.

Selanjutnya kata dia, terkait gorong-gorong yang dikerjakan disejumlah titik di dua dusun tersebut masyarakat menilai jumlah anggaran yang digunakan tidak sesuai dari yang sudah ditentukan sebesar Rp57 juta.

"Tapi seiinget saya anggaran itu sebesar Rp57 juta, jadi wajar saja kalau masyarakat menolak pekerjaan ini," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, masyarakat didua dusun Desa Sinar Palembang Kecamatan Candipuro Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) mempersoalkan pembangunan pengerasan jalan onderlagh yang diduga asal-asalan dan yang terkesan terburu-buru.

Dalam proses pembangunan jalan yang menggunakan dana desa (DD) tahan II tahun 2016 itu, terlihat jelas dalam pemasangan batu onderlagh dilakukan asalan karena posisi batu tidak berdiri melainkan posisi tidur.

Selain itu setelah pemasangan batu pada badan jalan, lapisan atas batu menggunakan tanah bercampur cadas, sehingga mengakibatkan jalan menjadi licin bagi pengendara roda dua dan pejalan kaki.

"Awal kegiatan pengerasan jalan ini, batu yang digunakan dan disusun tidak berdiri, melainkan tidur semua, setelah itu bagian batu atas jalan dilapisi dengan tanah bercampur cadas," ujar salah seorang warga Edi Suratno saat ditemui Medinas Lampung, Senin (12/12).

Sementara itu, ketika dikonfirmasi, Kepala Desa Sinar Palembang Sugiat mengatakan, pihaknya secepatnya akan memperbaiki jalan dan gorong-gorong yang menjadi keluhan masyarakat.

"Apa yang menjadi permintaan warga, secepatkan akan diperbaiki. Pihaknya berharap warga agar tidak terburu-buru menilai hasil kerjaan yang dikerjakan," katanya melalui via telfon selulernya. Senin (12/12). (Aan / Rozi).

12/12/2016

Tahap II TA.2016 Desa Sinar Palembang
Bongkar, Onderlagh Tanah dan Batu Tidur

LAMPUNG SELATAN : (ML) Masyarakat dua dusun Desa Sinar Palembang Kecamatan Candipuro Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) mempersoalkan pembangunan pengerasan jalan onderlagh yang diduga asal-asalan dan yang terkesan terburu-buru.

Betapa tidak, dalam proses pembangunan jalan yang menggunakan dana desa (DD) tahan II tahun 2016 itu, terlihat jelas dalam pemasangan batu onderlagh dilakukan asalan karena posisi batu tidak berdiri melainkan posisi tidur.

Selain itu setelah pemasangan batu pada badan jalan, lapisan atas batu menggunakan tanah bercampur cadas, sehingga mengakibatkan jalan menjadi licin bagi pengendara roda dua dan pejalan kaki.

"Awal kegiatan pengerasan jalan ini, batu yang digunakan dan disusun tidak berdiri, melainkan tidur semua, setelah itu bagian batu atas jalan dilapisi dengan tanah bercampur cadas," ujar salah seorang warga Edi Suratno saat ditemui Medinas Lampung, Senin (12/12).

Edi mengatakan, pengerasan jalan sepanjang kurang lebih 2 KM dengan lebar mencapai 3 meter tersebut jelas terlihat campuran tanah yang digunakan sebagai lapisan untuk menutupi bagian atas batu.

"Kurang lebih sepanjang 20 meter tanah bercampur cadas masuk kecelah-celah batu dan menutupi bagian atas batu. Saya bersama warga lainya sudah menegur pekerja agar berhenti menimbun batu pakai tanah cadas. Namun material yang ada hanya tanah ini, tidak ada yang lain, jika ingin komplain, ke Kades saja, kami hanya pekerja harian mas," kata Edi seraya menirukan ucapan salah seorang pekerja.?

Selanjutnya kata dia, akibat menggunakan media tanah sebagai penutup dan lapisan batu, menyebabkan jalan menjadi licin apalagi dimusim hujan.

"Jika pakai tanah cadas menjadi licin, dan sangat berbahaya jika di lewati pejalan kaki dan kendaraan roda dua, sebab hanya badan jalan yang dapat di lewati. Rumah saya berada di dusun yang ada kegiatan pengerasan jalan ini, saya berani bayar lebih jika ada supir yang berani mantarkan pasir kerumah saya," tegasnya dengan nada kesal.

Hal senada dikatakan warga lainnya, Menurut Warno kececewaan pembangunan yang menggunakan dana desa (DD) bukan pengeresan jalan onderlagh saja melainkan pembangunan gorong-gorong diduga asal jadi.

"Tak hanya pengerasan jalan onderlagh, pengerjaan gorong-gorongpun sama saja. Kami berharap secepatnya jalan tersebut di perbaiki,agar dapat di gunakan, jika kegiatan pengerjaan onderlagh dan gorong gorong bagus, tidak mungkin warga komplain dan membuat surat pernyataan penolakan," harapanya.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi, Kepala Desa Sinar Palembang Sugiat mengatakan, pihaknya secepatnya akan memperbaiki jalan dan gorong-gorong yang menjadi keluhan masyarakat.

"Apa yang menjadi permintaan warga, secepatkan akan diperbaiki. Pihaknya berharap warga agar tidak terburu-buru menilai hasil kerjaan yang dikerjakan," katanya melalui via telfon selulernya. Senin (12/12). (Aan / Rozi).

Address

Bukit Kemiling Permai
Bandar
35158

Telephone

+625268824675

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Medinas Lampung posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share