03/01/2017
Pejabat Eselon di Provinsi Lampung
Pemda Lancar, "Pemprov "Ambigu"
BANDARLAMPUNG : (ML) Sejumlah kepala daerah kabupaten/kota melakukan penyegaran pejabat eselon, prosesnya terkesan mendadak dan kurang persiapan sehingga ada ASN yang tidak tahu dimana penempatannya. Ironinya,Pemerintah Provinsi Lampung melalui Gubernur Ridho Ficardo terkesan "ambigu" disebabkan gagal melakukan rolling, padahal sehari sebelumnya, isu ada rolling berhembus kencang.
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Sutono memastikan di bulan Januari ini dipastikan ada roling sekitar 917 pejabat di lingkungan Provinsi Lampung dalam waktu dekat.
"Untuk pejabat eselon II A ada 43 pejabat, eselon II B ada 12 orang, eselon III A sebanyak 222 dan IV A sebanyak 640 pejabat," ujar Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Sutono saat diwawancarai awak media.
Mantan Sekretaris Kabupaten Lampung Selatan ini menjelaskan hingga saat ini belum mengetahui tanggal yang pasti akan dilakukannya rolling namun dirinya memastikan bahwa rolling berlangsung sebelum akhir bulan Januari 2017.
"Ya sebelum akhir Januari diusahakan, kalau sekarang belum ada pelantikan. Saya belum teken undangan," jelasnya.
Mantan Kepala Dinas Kehutanan ini menjelaskan pelaksanaan rolling akan dilaksanakan sebanyak 2 tahap. Setelah kadis terisi, tahap kedua rolling akan dilaksanakan untuk eselon III B.
"Dari UPTD diatas 85 orang. Eselon berikutnya masih ada 400 kan tahapnya nanti, kalau dinas terbentuk, baru dilantik untuk UPTD," ungkapnya.
Dari Pesawaran dilaporkan, Sebanyak 14 pejabat eselon II yang dilantik hanya 2 pejabat yang dikukuhkan menempati jabatan semula sisanya menduduki posisi baru. Keduanya yakni, Ketut Partayasa Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) dan Harun Tri Djoko Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes).
"Yang tidak dikukuhkan bukan berarti nonjob, namun yang dilantik hari ini merupakan hasil tes yang lalu, dan esok masih ada lagi lelang terbuka yang bisa diikuti siapa saja untuk 25 jabatan, silahkan diikuti," kata Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona usai melantik dan mengukuhkan 176 pejabat eselon II, III dan IV, Selasa 3 Januari 2017.
Dalam pelantikan yang dilaksanakan di GSG pemkab setempat, Silahudin menjadi Asisten Bidang Administrasi Umum, sebelumnya Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Yosa Rizal sebagai Kepala Penelitian dan Pengembangan Daerah sebelumnya Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah, Heksus sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa sebelumnya Asisten I, Sam Herman sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan sebelumnya Kepala Dinas Pasar, Yuliardi sebagai Kepala Dinas Sosial sebelumnya Sekretaris DPRD, M Zuriadi sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi sebelumnya Kepala Bappeda, Wildan sebagai Kepala Dinas Pendapatan Daerah sebelumnya Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, serta Mundur Zen sebagai Asisten Bidang Perekonomian Dan Pembangunan, Heriansyah sebagai Kepala Dinas Perikanan, Ariawan dan Firmansyah sebagai staf ahli
Selanjutnya, Pemerintah Kota Bandar Lampung melantik eselon II dan III dalam nomenklatur baru di Gedung Semergou Lantai III Kantor Pemerintah Kota Bandar Lampung Selasa, 3 Januari 2017.
Adapun jumlah eselon II berdasarkan SK Pemerintah Kota Bandar Lampung sebanyak 37 orang dan eselon III sebanyak 74 orang. Pelantikan juga dilakukan terhadap Kepala Dinas Catatan Sipil yang merupakan eselon II berdasarkan SK Kemendagri RI yang ditempati oleh Zainudin yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Bandar Lampung.
Pelantikan Zainudin diikuti oleh Sekretaris Dinas Catatan Sipil bersama dengan empat kepala bidang. Kemudian juga dilakukan pelantikan Direktur Perusahaan Daerah (PD) Kebersihan dan PD Pasar Tapis Berseri sebanyak tiga direktur.
dari Lampung Barat, Bupati Lampung Barat Drs. Hi. Mukhlis Basri, M.M., mengukuhkan dan melantik sebanyak 726 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terdiri dari pejabat eselon II, III dan IV yang dipusatkan di Gedung Olahraga (GOR) Aji Saka Kawasan Sekuting Terpadu Pekon Watas Kecamatan Balikbukit Selasa (3/1).
Dari seluruh pejabat yang dilantik, beberapa diantaranya merupakan pejabat yang mendapatkan promosi jabatan, yakni pejabat eselon III a empat orang dan pejabat eselon III b sebanyak 15 orang. Selain itu komposisi jabatan pada 31 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang dilantik juga banyak berubah, minus Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) yang masih lowong sebab kepala di dua SKPD tersebut akan dilakukan lelang.
Bupati dalam sambutannya mengatakan, sesuai dengan peraturan daerah yang baru kita sahkan maka dibentuklah beberapa satuan dan unit kerja baru antara lain untuk memenuhi struktur kelembagaan tersebut, dibutuhkan personil yang dilakukan melalui mutasi yang dilaksanakan.
Bupati juga mengharapkan kepada pejabat yang baru saja dilantik untuk agar segera mempersiapkan hal-hal sebagai berikut, dalam pelaksanaan tugas tugas saudara bekerja mematuhi segala peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, mampu mengamankan kebijakan pimpinan, jangan membuat kebijakan yang bertentangan dengan kebijakan pimpinan."Kemudian kepada seluruh skpd agar segera mengusulkan pengelola penatausahaan keuangan pengguna anggaran," jelasnya.
Dari Lampung Utara, Bupati Lampung Utara H Agung Ilmu Mangku Negara Mengukuhkan dan melantik, pejabat pimpinan tertinggi pratama Sekretaris Daerah, pejabat pimpinan tinggi pratama(eselon IIb) serta pejabat struktural eselon III dan pejabat struktural eselon IV dilingkungan pemerintah kabupaten lampura, di Gedung Serba Guna (GSG) islamic Center Kotabumi, selasa (03/01/2017)
Adapun rincian susunan pejabat eselon II, III, dan IV yang dilantik adalah, aselon II sebanyak 34, eselon III, 197 dan aselon IV sebanyak 643, jadi total keseluruhan pejabat aselon II, III, IV, yang dilantik sebanyak 874 orang.
Dalam sambutannya Bupati Agung menyampaikan, Jabatan adalah sebuah amanah, jadi jaga amanah tersebut, karna saudara saudara di lantik itu disumpah, untuk bekerja dengan sungguh sungguh dalam memajukan Kabupaten Lampung Utara ini, karna nya bagi mereka yang dilantik hari ini, saya harap agar dapat bergerak cepat, dan menyesuaikan diri ditempat yang baru,” mari bahu membahu, karna kita adalah tim, bekerja sesuai tupoksi, jangan menunggu perintah, turun langsung kebawah, beri pelayan prima untuk masyarakat Lampung Utara, ” ucap Agung
Kepada Kepala Satuan Kerja, agar selalu menjaga kedisiplinan berikan contoh teladan yang baik untuk bawahan nya, dan selalu mentaati semua peraturan yang berlaku. Karna yang dilantik pada hari ini adalah pejabat yang dipilih dan dinilai memiliki kemampuan yang profesional, akuntabel, jujur, disiplin netral dan berpihak kepada kepentingan rakyat serta memiliki loyalitas yang tinggi,” ingat jaga amanah dan kepercayaan yang diberikan, jalankan dengan baik penuh pengabdian dan tanggung jawab, ” pungkasnya
Sementara itu, ajah lama masih menggisi komposisi 19 pejabat eselon II yang terkena rolling pejabat yang dilakukan Walikota Metro Achmad Pairin di Wisma Haji, Selasa (3/1). Namun ada wajah baru pejabat yang sebelumnya sebagai Sekretaris DPRD Kota Metro Lusia Parjiem, kini dilantik sebagai Kepala Dinas Ketahan Pangan Pertanian dan Perikanan menggantikan Yerri Ekhwan.
Walikota Metro Achmad Pairin menerangkan, pelatikan kali ini merupakan pengukuhan pejabat eselon I, II, dan III untuk menempati jabatan yang diamankan. Namun selama enam bulan Walikota Metro akan terus memantau kinerja para pejabat.
”Para pejabat diberikan waktu enam bulan untuk bekerja pada jabatan yang telah diamankah. Kita lihat bagaimana kinerjanya. Kalau ternyata tidak baik, dengan kerendahan hati maka akan saya rolling kembali,” tegasnya usai melantik para pejabat eselon I, II, dan III.
Ia menambahkan, masih ada beberapa jabatan yang masih kosong pada dinas baru yang telah disahkan pada perda Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dimana nantinya akan diberlakukan seleksi pejabat secara Open Beading.
”Belum semua jabatan yang terisi, kan ada beberapa dinas baru. Seperti Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Informasi dan Komunikasi. Nanti dalam waktu dekat akan kembali dilakukan seleksi terbuka, siapa saja boleh mencoba. Baik dari Kota Metro ataupun pegawai dari luar Kota Metro,” bebernya.
Walikota pun menepis fikiran masyarakat jika ia akan melantik pejabat pejabat baru yang kebanyakan berasal dari Lampung Tengah.”Ya bisa dilihat sendiri tadi, apa yang saya lantik hari ini banyak dari Lampung Tengah, tidak toh, banyak pejabat yang sudah lama menjabat di Kota Metro kan,” imbuhnya.
Menurutnya, berdasarkan ketentuan perundangan-undangan ASN yang berlaku tidak ada batasan bagi ASN yang berasal dari daerah manapun untuk mencoba menjadi pejabat di daerah lain. Dengan catatan ASN tersebut harus memenuhi syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan.
”Kan tidak ada larangan juga asal ASN itu, kalau dia berkualitas dan memenuhi syarat kenapa tidak boleh. Nanti itukan sistemnya seleksi terbuka, kalau ada ASN dari Papua yang lebih berkualitas dari ASN Kota Metro dan memenuhi syarat kenapa tidak kita pertimbangkan,” jelas dia. (Red)