04/10/2021
Masih Bertahan Untuk Apa?
Musim telah berganti dan diapun telah pergi. Lantas kini kau sedang menunggu apa lagi. Apa yang hingga kini membuat tubuhmu tetap bertahan—bertahan untuk tak merubah apapun. Keteguhanmu itu, keyakinanmu itu justru perlahan sedang menghabisimu diam-diam. Ada masanya kau harus benar-benar mau untuk mulai menyadari bahwa segalanya hanyalah kesia-siaan. Dia pergi tanpa mengerti bagaimana beratnya kau menanggung hari, merawat—menyembuhkan perasaanmu sendirian. Ia yang sedari dulu begitu rajin menyirami perasaan milikmu. Namun saat segalanya hampir sempurna menumbuhkan bunga-bunga asmara, lantas dia menghilang begitu saja lalu memutuskan berhenti untuk menyiraminya. Harapku semoga kau tidak mengemis cinta pada orang yang telah dengan tega menghancurkan hatimu tanpa kira-kira.
Tuan dan puan, Tolong baca ini.
Kalian berharga! Tidak boleh ada yang menghancurkan tubuhmu. Jangan kasihani dirimu dengan perasaan yang memelas mengiba. Biarkan waktu berlalu menghanyutkan segala ingatan menyakitkan. Ada bahagia yang harus dijemput. Ada dirimu yang harus kau kenali lebih dalam.
Kita sayang diri kita.
-Temusukma