08/05/2026
🌿 Bismillah
Bentuk perudungan verbal ( bullying ) dan penghinaan terhadap praktik syariat Islam ( dalam hal ini, jilbab syar'i / panjang ) yang sering dialami oleh muslimah yang berusaha taat.
Ketidaksukaan atau ketidaknyamanan orang lain melihat seseorang yang berusaha menjaga diri karena Allah.
* Kerudungnya gede banget..mba : Kritik atau sindiran terhadap ukuran hijab yang syar'i / panjang, yang seringkali dianggap tidak modis atau berlebihan oleh sebagian orang.
* Aliran sesat : Tuduhan yang sangat keji, tidak berdasar, dan fitnah untuk menakut-nakuti atau mendiskreditkan ketaatan seseorang.
* Kaya ibu-ibu : Stereotip bahwa pakaian syar'i membuat seseorang terlihat tua atau ketinggalan zaman.
* Terlalu lebay : Ejekan yang menganggap ketaatan tersebut berlebihan ( lebay ).
* Ciee..bu haji : Panggilan bu haji yang digunakan secara sinis / merendahkan.
* Gak kepanasan apa yaa : Komentar yang meremehkan pengorbanan fisik dalam menjaga aurat.
* Dasar Ustadzah : Label negatif yang bertujuan menyudutkan.
* Sok alim : Menuduh berpura-pura baik, atau sok suci.
* Gak sekalian aja pake mukenah : Ejekan pamungkas yang menyamakan pakaian shalat ( mukena ) dengan jilbab syar'i untuk mempermalukan pemakainya.
* Gak ribet apa : Meremehkan seolah-olah kenyamanan fisik lebih penting daripada ketaatan kepada Allah.
Kalimat-kalimat tersebut adalah bentuk hinaan yang sering diterima oleh mereka yang berusaha menjaga diri dan berpegang teguh pada syariat.
Tindakan mencemooh cara berpakaian syar'i adalah tindakan yang tidak dibenarkan.
Dalam ajaran Islam, menghina seorang muslim / muslimah karena ketaatannya adalah perbuatan dosa dan dapat dikategorikan sebagai perilaku munafik jika yang melakukannya adalah orang Islam sendiri.
Sabar, berlapang dada, dan tetap teguh pada pendirian karena tujuan berpakaian syar'i adalah mencari ridha Allah, bukan pujian manusia.
Kata-kata tersebut sama sekali tidak mengurangi nilai ketaatan wanita tersebut, justru menjadi ujian keimanan.