Tribun Lampung

Tribun Lampung Official Fan Page lampung.tribunnews.com Tribun Lampung adalah media massa yang bernaung dalam Pers daerah Kompas Gramedia.

Kami, Berprinsip menampilkan berita yang aktual dan independen dengan mengedepankan jurnalisme damai.

Kapolres Lamteng AKBP Charles Pastikan Situasi PT BSA Kondusif Pasca Insiden Pembakaran
12/08/2026

Kapolres Lamteng AKBP Charles Pastikan Situasi PT BSA Kondusif Pasca Insiden Pembakaran

'Jadi dipastikan telah aman dan kondusif usai aksi pembakaran PT BSA yang dilakukan oleh ratusan warga,' kata Kapolres AKBP Charles.

Aiptu Januardo Alami 4 Luka Tusuk, Jadi Sasaran Komplotan Begal Saat Ngojek
12/08/2026

Aiptu Januardo Alami 4 Luka Tusuk, Jadi Sasaran Komplotan Begal Saat Ngojek

Aiptu Januardo menderita 4 luka tusuk di perut usai diserang komplotan begal saat mencari penghasilan tambahan sebagai pengemudi ojek.

Peristiwa terbakarnya kapal saat berlayar kembali terjadi.Sebelumnya, KMP Mutiara Sentosa 2 terbakar di perairan Sumenep...
12/08/2026

Peristiwa terbakarnya kapal saat berlayar kembali terjadi.

Sebelumnya, KMP Mutiara Sentosa 2 terbakar di perairan Sumenep, Madura, Jawa Timur, Minggu (2/8/2026).

Terbaru ini, KMP Putri Yasmin rute Padangbai-Lembar kebakaran di perairan Selat Lombok, Rabu (12/8/2026) sekira pukul 04.00 Wita.

Beruntung, penumpang berhasil dibantu dievakuasi oleh KMP Port Link II yang saat itu sedang melintas di lokasi terbakarnya kapal.
Mengutip TribunLombok, total ada 131 penumpang yang berada di KMP Putri yasmin.

Evakuasi pun dilakukan oleh sejumlah pihak, yakni asarnas, Lanal Mataram, hingga Polairud Polda NTB.

Dari jumlah penumpang tersebut, satu orang berinisial YN (20) dilaporkan meninggal dunia.

Korban merupakan perempuan yang berasal dari Ampenan, Kota Mataram.

Seorang penumpang, Zaini menceritakan, ia harus terombang-ambing di laut selama empat jam sebelum akhirnya diselamatkan.

“Mengapung di laut itu 4 jam lamanya dan kejadian kebakarannya itu jam 4 pagi," ujarnya.

Meski telah berhasil dievakuasi, namun ia masih merasa syok atas kejadian pagi tadi.

“Dalam kondisi baik, tapi sementara ini saya masih bingung (syok),” pungkasnya.

Salah seorang anggota keluarga penumpang, Ni Gede Agus Arsana sempat was-was saat menunggu kabar dari peristiwa ini.

Kepada TribunLombok, awalnya ia mengaku syok setelah menerima kabar bahwa kapal yang ditumpangi anaknya, Agus Wardiasa mengalami kebakaran.

"Jujur saja, namanya orang tua saya sempat syok. Tapi setelah itu saya kembalikan lagi pasrah," ungkap Agus Arsana saat diwawancarai di area Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Rabu (12/8/2026).

Anaknya bahkan sempat mengabari kalau kapalnya mengalami kebakaran.

Komunikasi lantas sempat terputus hingga akhirnya ia mendapat kabar bahwa putranya selamat.

"Dia sudah ada menghubungi saya lagi. Dia katakan sudah selamat dan sudah berada di atas kapal evakuasi," jelasnya.

Terpisah, Gubernur Nusa Tenggar Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal telah menginstruksikan Kadin Perhubungan NTB untuk melakukan pengecekan.

"Yang jelas ini akan menjadi perhatian kita, di Pelabuhan Lembar ini dikelola oleh ASDP sehingga nanti kami akan berkoordinasi," kata Iqbal, Rabu (12/8/2026).

Mengutip TribunLombok, pihaknya akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak dan menjadikan tragedi ini sebagai bahan evaluasi.

"Kita akan berkoordinasi dengan ASDP untuk memastikan fasilitasnya baik, apapun yang terjadi saat ini sebagai pelajaran untuk perbaikan dimasa mendatang," kata Iqbal.

Pria Tembak Mati Mantan Istri di Mesuji Lampung, Senpi Rakitan Diduga Produk Lokal
12/08/2026

Pria Tembak Mati Mantan Istri di Mesuji Lampung, Senpi Rakitan Diduga Produk Lokal

Senjata api rakitan yang digunakan tersangka untuk mengeksekusi korban diduga kuat berasal dari peredaran lokal.

Penyebab 21 Rumah Terbakar Hebat di Bengkulu, KTP hingga Ijazah Ikut Ludes
12/08/2026

Penyebab 21 Rumah Terbakar Hebat di Bengkulu, KTP hingga Ijazah Ikut Ludes

Kebakaran hebat melalap 21 rumah di kawasan padat Pengantungan, Kota Bengkulu. Polisi turun tangan selidiki titik awal api.

Dua orang ditetapkan sebagai tersangka kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Bandar Jaya, Kecamatan Siak Ke...
12/08/2026

Dua orang ditetapkan sebagai tersangka kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Bandar Jaya, Kecamatan Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Dua tersangka berinisial MK dan DJ ditangkap tim Subdit IV Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau.

Kedua tersangka merupakan bapak dan anak. Kepala Subdit (Kasubdit) IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Riau, AKBP Teddy Ardian, mengungkapkan, kedua pelaku membuka lahan untuk perkebunan kelapa sawit di areal Hak Guna Usaha (HGU) PT TKWL.

Setelah hutan dirambah, lalu dibakar oleh tersangka. Kawasan tersebut merupakan hutan yang dijaga untuk melindungi keanekaragaman hayati.

"Lahan yang dikuasai tersangka merupakan Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi (KBKT) di HGU salah satu perusahaan (PT TKWL). Mereka menguasai dan mengelola lahan untuk kebun sawit. Di lokasi kejadian ditemukan bibit siap tanam," kata Teddy saat diwawancarai Kompascom di Pekanbaru, Rabu (12/8/2026).

Kedua tersangka merambah hutan dengan menggunakan alat berat ekskavator. Pada saat perambahan terjadi, sebut Teddy, pihak perusahaan telah melarang dan mengingatkan tersangka, tetapi tidak dihiraukan.

"Sebelum dibakar, lahan dibersihkan dengan alat berat. Berdasarkan keterangan pihak perusahaan, tersangka sudah pernah diingatkan. Ini kami dalami," kata Teddy.

Karhutla di lokasi tersebut diketahui terjadi pada Jumat (7/8/2026), sekitar pukul 13.30 WIB. Berdasarkan pengecekan awal, areal yang terbakar diperkirakan 6 hektar.

"Tersangka sudah mendirikan pondok di lahan yang mereka kelola," kata Teddy.

Teddy menambahkan, penanganan kasus karhutla ini dilakukan dengan pendekatan scientific investigation.

Pendekatan ini digunakan untuk memastikan setiap fakta dan alat bukti yang ditemukan dapat diuji secara objektif serta memiliki hubungan yang jelas dengan peristiwa kebakaran.

"Penyidik akan mendalami sejumlah aspek, mulai dari sumber dan penyebab api, luas serta karakteristik lahan yang terbakar, status dan fungsi kawasan, hingga dampak kerusakan lingkungan," kata Teddy.

Sebagaimana diberitakan, karhutla terjadi di wilayah Desa Bandar Jaya, Kecamatan Siak Kecil.

Kapolres Bengkalis, AKBP Fahrian Saleh Siregar, mengatakan lahan yang terbakar merupakan areal PT TKWL dan lahan masyarakat.

"Lahan yang terbakar di batas lahan perusahaan dengan lahan masyarakat," kata Fahrian kepada wartawan melalui pesan WhatsApp, Senin (10/8/2026).

Menurut Fahrian, luas lahan gambut yang terbakar sekitar 1,2 hektar. Upaya pemadaman dilakukan tim gabungan Polri, TNI, Manggala Agni, BPBD, masyarakat dan pihak perusahaan.

"Petugas pemadam sebanyak 50 personel dikerahkan untuk melakukan pemadaman dan pendinginan," sebut Fahrian.

Petugas cukup kesulitan menjinakkan api karena kondisi cuaca yang panas disertai angin kencang. Hal itu membuat api cepat membesar dan meluas.

Petugas berupaya menyekat kepala api agar kebakaran tidak semakin meluas. Polisi melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab karhutla tersebut.

"Petugas melakukan pengecekan lokasi, mencatat keterangan saksi, pemasangan garis polisi serta dokumentasi sebagai bagian dari proses penanganan dan penyelidikan," kata Fahrian. Penyelidikan kasus tersebut kemudian diambil alih oleh Ditreskrimsus Polda Riau.

Buntut Cekcok Perkara Parkir, Plt Kepala KUA Tewas Ditikam Pemilik Lahan
12/08/2026

Buntut Cekcok Perkara Parkir, Plt Kepala KUA Tewas Ditikam Pemilik Lahan

Plt Kepala KUA Urarman menderita luka tusuk parah di dada setelah cekcok dengan orang yang diduga pemilik lahan tempat korban parkir mobil.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) wilayah Tosari, Ka...
12/08/2026

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) wilayah Tosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, masih belum fully terkendali hingga memasuki hari ke-10, Selasa (11/8/2026).

Ratusan petugas gabungan terus berjibaku di lapangan demi memadamkan kobaran api yang masih tersisa di beberapa titik. Upaya pemadaman menghadapi kendala berat akibat medan yang sangat terjal serta tiupan angin kencang di kawasan pegunungan tersebut.

Kondisi cuaca dan topografi ini menyebabkan kobaran api dengan cepat merambat ke area lain, sekaligus menyulitkan personel tim darat untuk menjangkau titik pusat kebakaran secara langsung.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, mengonfirmasi bahwa salah satu titik api yang terbilang cukup parah berada di kawasan Bukit Pusung Dhuwur, Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari.

Menurut Sugeng, embusan angin yang sangat kuat di area bukit membuat kobaran api melompat dan berpindah tempat dengan cepat.

"Apinya terus berkobar karena dibawa angin yang begitu kencang," ujar Sugeng, Selasa (11/8/2026).

Untuk menanggulangi pergerakan api dari jalur darat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan mengoperasikan tiga unit kendaraan tangki air serta satu unit armada pemadam kebakaran (Damkar).

Dukungan armada juga diperkuat oleh pengerahan satu unit kendaraan Damkar milik Kodim 0819 Pasuruan untuk menyiram titik-titik yang masih bisa diakses jalan kendaraan.

Sementara itu, pada zona-zona kritis yang tidak mungkin dilintasi oleh kendaraan pemadam, operasi penyekatan dan pemadaman dilakukan secara manual menggunakan peralatan sederhana oleh tim gabungan yang dibantu warga setempat.

Sugeng memaparkan, sedikitnya ada 100 orang personel darat yang diturunkan untuk bertaruh tenaga memadamkan titik api di medan ekstrem tersebut.

"Total ada 100 orang yang membantu memadamkan api secara manual," kata Sugeng.

Unsur Tim Gabungan: BPBD Kabupaten Pasuruan, BPBD Jawa Timur, BNPB, Pemadam Kebakaran (Damkar), Satpol PP, TNI (Kodim 0819 Pasuruan), Polri, Balai Besar TNBTS, dan Masyarakat Peduli Api (MPA).

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa merespons posisi utang pemerintah yang mencapai Rp 10.269 triliun per 30 ...
12/08/2026

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa merespons posisi utang pemerintah yang mencapai Rp 10.269 triliun per 30 Juni 2026 atau tembus 41,26 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Purbaya menilai posisi utang pemerintah masih dalam batas yang aman jika dibandingkan dengan ukuran perekonomian nasional.

Purbaya menekankan rasio utang Indonesia masih jauh di bawah batas 60 persen.

"Dan kalau kita lihat kan, masih di bawah 60 persen jauh," kata Purbaya kepada awak media ditemui di Kementerian Keuangan, Rabu (12/8/2026).

Lebih jauh, Purbaya mengatakan posisi utang tersebut belum bisa menjadi gambaran kondisi hingga akhir tahun.

Menurut dia, pemerintah masih akan melihat perkembangan utang sampai akhir 2026 dan memperkirakan pertumbuhannya dapat kembali menurun.

"Belum berakhir tahunnya, nanti kita lihat akhir tahun pertumbuhannya seperti apa. Harusnya sih akan bisa turun lagi sedikit."

Saat ditanya mengenai rasio utang yang telah mencapai sekitar 40 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), Purbaya membandingkannya dengan kondisi Singapura.

Menurut dia, penilaian terhadap keberlanjutan utang dan kondisi fiskal tidak cukup hanya melihat angka rasio utang, tetapi juga harus mempertimbangkan ukuran ekonomi suatu negara.

"Singapura 180 persen. Jadi kita lihat seperti itu. Kalau kita melihat sustainability utang atau fiskal seperti itu. Kita lihat relatif terhadap size ekonominya," katanya.

Purbaya mengatakan pemerintah memiliki sejumlah strategi untuk menekan pertumbuhan utang. Salah satunya dengan membatasi defisit anggaran agar tidak terlalu tinggi.

"Strateginya kita akan batasin defisit supaya nggak tinggi-tinggi amat," ujarnya.

Selain itu, pemerintah akan berupaya meningkatkan efektivitas penerimaan pajak.

Purbaya menegaskan langkah tersebut bukan dengan menaikkan tarif pajak, melainkan memperbaiki cara pemerintah dalam mengumpulkan penerimaan.

"Terus kita akan efektifkan tax collection (mengumpulkan penerimaan pajak) kita. Bukan naikin pajak ya, tapi kita bersihkan cara kita mengumpulkan pajak," kata Purbaya.

Sebelumnya, utang pemerintah mencapai Rp 10.293,69 triliun hingga Juni 2026.

Posisi tersebut meningkat Rp 373,27 triliun atau 3,76 persen dibandingkan dengan posisi utang pada Maret 2026 yang tercatat Rp 9.920,42 triliun.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, posisi utang pemerintah per Juni 2026 tersebut setara dengan 41,26 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Rasio tersebut masih berada di bawah batas maksimal utang pemerintah yang ditetapkan dalam Undang-Undang Keuangan Negara, yakni sebesar 60 persen terhadap PDB.

"Pemerintah mengelola utang secara cermat dan terukur untuk mencapai portofolio utang yang optimal dan mendukung pengembangan pasar keuangan domestik," tulis DJPPR dalam laman resminya, dikutip Rabu (12/8/2026).

Seorang mahasiswa berinisial A di Kota Bandung, Jawa Barat, menabrak anggota Sabhara Polrestabes Bandung, Aiptu Asep Suh...
12/08/2026

Seorang mahasiswa berinisial A di Kota Bandung, Jawa Barat, menabrak anggota Sabhara Polrestabes Bandung, Aiptu Asep Suhara, hingga tewas.

Namun, ia mengaku tidak menyadari telah menabrak Aiptu Asep, meski korban dilaporkan sempat terseret puluhan meter di jalan.

Peristiwa tabrak lari itu terjadi di Jalan Merdeka, Kota Bandung, Minggu (9/8/2026).

Kota Bandung merupakan Ibu Kota Provinsi Jawa Barat yang terletak sekira 140 kilometer di sebelah tenggara Jakarta.

Kota metropolitan terbesar ketiga di Indonesia ini memiliki julukan Paris van Java karena gaya dan mode mirip Paris.

Wilayah ini juga dikenal sebagai Kota Kembang karena dulunya sangat asri dan dipenuhi bunga.

A diketahui merupakan seorang mahasiswa asal Palu, Sulawesi Tengah, yang sedang menempuh pendidikan di sebuah perguruan tinggi swasta di Kota Bandung.

Di kampus tersebut, A mengambil jurusan Teknik Informatika dan kini duduk di semester lima.

Saat kejadian, A diketahui mengemudikan mobil dalam kondisi mabuk.

Sebelumnya, ia sempat mengonsumsi minuman keras di kawasan Simpang Lima, Kota Bandung.

Ia kemudian mengemudikan mobil yang dipinjam dari temannya, seorang anggota TNI.

Pengakuan A terungkap saat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mendatangi Mapolrestabes Bandung dalam konferensi pers, Selasa (11/8/2026).

"Iya betul, malam itu saya mengendarai mobil dalam keadaan mabuk. Minumnya di kedai Simpang Lima, saat minum ada lebih dari lima orang."

"Dari kedai, saya meminjam mobil teman saya yang merupakan anggota TNI berinisial A untuk membeli rokok," ujar A, dikutip dari TribunJabar.

Peristiwa tabrak lari itu berujung pada meninggalnya Aiptu Asep.

Aiptu Asep saat itu mengendarai sepeda motor dalam perjalanan pulang setelah mengikuti patroli gabungan.

Mobil yang dikemudikan A kemudian menabrak Aiptu Asep hingga korban terseret puluhan meter.

Namun, A tetap melanjutkan perjalanan dan tidak menghentikan mobil setelah kejadian tersebut.

Ia mengaku tak merasa telah menabrak orang.

"Iya, saya enggak merasa telah menabrak," ucapnya.

Setelah kejadian, A kembali ke Simpang Lima.

Ia sempat ditegur oleh pemilik mobil yang merupakan anggota TNI karena kendaraan bagian depan mengalami kerusakan.

Namun, A berpura-pura tak mengetahui penyebab kerusakan tersebut.

A kemudian pulang ke tempat kosnya dengan diantar oleh rekannya.

"Saat malam itu pulang ke kosan diantar teman dalam kondisi mabuk. Saya juga sempat ditegur oleh pemilik mobil terkait kondisi mobil yang rusak, saya jawab enggak tahu," tuturnya.

Address

Jalan ZA Pagar Alam No 83
Bandar

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Tribun Lampung posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Tribun Lampung:

Shortcuts

Share