Tribun Lampung

Tribun Lampung Official Fan Page lampung.tribunnews.com Tribun Lampung adalah media massa yang bernaung dalam Pers daerah Kompas Gramedia.

Kami, Berprinsip menampilkan berita yang aktual dan independen dengan mengedepankan jurnalisme damai.

Polsek Seputih Mataram, Polres Lampung Tengah, tengah mendalami dugaan kasus keracunan massal yang menimpa puluhan warga...
15/09/2026

Polsek Seputih Mataram, Polres Lampung Tengah, tengah mendalami dugaan kasus keracunan massal yang menimpa puluhan warga Kampung Terbanggi Mulya, Kecamatan Bandar Mataram.

Peristiwa ini mengakibatkan satu orang warga meninggal dunia dan puluhan lainnya harus mendapatkan perawatan medis.

Mewakili Kapolres Lampung Tengah AKBP Charles Pandapotan Tampubolon, Kapolsek Seputih Mataram AKP Junaidi menyampaikan bahwa insiden keracunan massal bermula setelah warga menghadiri acara yasinan dan tahlilan pada Sabtu (12/9/2026) malam.

"Sehari setelahnya, puluhan warga mulai mengalami berbagai keluhan kesehatan, seperti mual, muntah, diare, pusing, badan lemas hingga merasa dingin," ujar AKP Junaidi, Senin (14/9/2026).

Korban berinisial N (42) dilaporkan meninggal dunia saat menjalani perawatan di Klinik Mandala Medical Center pada Senin pagi.

Sementara itu, warga lainnya yang mengeluhkan gejala serupa langsung dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, jajaran kepolisian bergerak cepat melakukan penanganan di lapangan, mulai dari mengumpulkan keterangan saksi, berkoordinasi dengan tenaga medis, hingga mengawal proses pemakaman N.

Meski demikian, kepolisian menegaskan belum bisa memastikan penyebab pasti dari peristiwa tersebut.

"Untuk penyebab pastinya masih kami dalami. Kami terus berkoordinasi dengan tenaga medis dan pihak terkait untuk mengetahui penyebab kejadian ini. Yang terpenting saat ini adalah memastikan warga yang mengalami keluhan mendapatkan penanganan," tegas Kapolsek.

Pihak kepolisian memastikan situasi di Kampung Terbanggi Mulya saat ini tetap aman dan kondusif.

Junaidi juga mengimbau agar masyarakat tidak panik maupun menyebarkan asumsi yang belum terbukti kebenarannya.

"Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak berspekulasi maupun mengambil kesimpulan sendiri. Penyebab kejadian masih dalam proses penyelidikan dan akan disampaikan setelah diperoleh kepastian," pungkasnya.

Niat jahat untuk menguasai mobil Mitsubishi Xpander serta perhiasan emas milik korban menjadi motif utama di balik aksi ...
15/09/2026

Niat jahat untuk menguasai mobil Mitsubishi Xpander serta perhiasan emas milik korban menjadi motif utama di balik aksi pembunuhan berencana terhadap Isnandar Ahmad (41) di Desa Hargomulyo, Kecamatan Sekampung, Kabupaten Lampung Timur.

Tim gabungan Ditreskrimum Polda Lampung, Polres Lampung Timur, dan Polres Lampung Selatan berhasil membekuk dua tersangka berinisial RP (26) dan NH (39) dalam kurun waktu kurang dari 48 jam pasca-kejadian, pada Selasa (15/9/2026).

Perencana kejahatan ini ditangkap secara terpisah, termasuk tindakan tegas dan terukur yang diambil petugas saat membekuk tersangka RP di Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni saat hendak melarikan diri ke Pulau Jawa.

Polisi juga menyita barang bukti berupa satu unit mobil, perhiasan emas, sepeda motor alat kejahatan, hingga bilah pisau garpu yang digunakan untuk menghabisi nyawa korban.

Kedua tersangka kini mendekam di sel tahanan dan terancam hukuman maksimal pidana penjara seumur hidup atau hukuman mati.

Kasat Reskrim Polres Lampung Timur, IPTU Muhammad Iksir mengungkapkan, motif ekonomi murni mendorong kedua tersangka merencanakan aksi pencurian dengan kekerasan (curas) secara matang.

"Modus operandi para pelaku memang sudah merencanakan sejak awal untuk menguasai kendaraan serta barang berharga milik korban."

"Tersangka RP terlebih dahulu menghubungi korban melalui pesan singkat untuk memantau keberadaannya," jelas IPTU Muhammad Iksir, dalam ekspose perkara di mapolres setempat, Selasa.

Lulusan Setukpa Lemdiklat Polri angkatan 2018 itu memaparkan, rencana berdarah tersebut dieksekusi pada Minggu (13/9/2026) dini hari.

Sekitar pukul 02.00 WIB, kedua pelaku mendatangi lokasi korban berjualan, di area arena lomba layangan di Kecamatan Sekampung.

Ketika korban hendak pulang mengendarai mobilnya pada pukul 03.00 WIB, para pelaku membuntutinya dari belakang menggunakan sepeda motor.

Sesampainya di rumah korban, lanjut mantan Kapolsek Penawartama Polres Tulangbawang itu, kedua tersangka menyusup masuk secara diam-diam.

Saat melihat korban tertidur lelap di sofa ruang tengah, tersangka RP langsung menyerang dan menusuk tubuh korban menggunakan pisau jenis garpu, sementara tersangka NH bertugas membekap mulut korban agar teriakan minta tolong tidak terdengar warga sekitar.

Hasil autopsi tim medis menemukan sebanyak 29 luka tusuk pada tubuh korban.

Pengungkapan kasus ini diwarnai aksi penyergapan di Pelabuhan Bakauheni pada Selasa (15/9/2026) sekira pukul 04.30 WIB.

"Tersangka RP terpaksa dilumpuhkan dengan tindakan tegas dan terukur karena melakukan perlawanan aktif yang membahayakan petugas saat akan menyeberang."

"Dari penangkapan tersebut, tim langsung bergerak membekuk tersangka NH di kediamannya di Desa Sukadana Tengah," tegas mantan Kasat Resnarkoba Polres Tulangbawang tersebut.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 459 dan/atau Pasal 458 dan/atau Pasal 479 UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup.

Setelah Viral, Guru Pria Dandan Kini KlarifikasiSEORANG guru pria dandan yang sempat viral kini memberikan klarifikasi.G...
15/09/2026

Setelah Viral, Guru Pria Dandan Kini Klarifikasi

SEORANG guru pria dandan yang sempat viral kini memberikan klarifikasi.

Guru yang diketahui bernama Yasin tersebut pun meminta maaf kepada pihak-pihak yang tersinggung atas kontennya di media sosial.

Yasin viral setelah mengunggah konten aktivitasnya sehari-hari.

Hal yang membuat guru pria tersebut viral adalah penampilannya menggunakan riasan saat mengajar di sekolah.

Setelah viral, Yasin akhirnya memberikan penjelasan.

Menanggapi tudingan bahwa dirinya menggunakan riasan berlebihan saat mengajar, Yasin menjelaskan bahwa make up yang dipakainya hanya untuk menunjang penampilan di depan kamera.

Menurutnya, riasan tersebut digunakan agar wajahnya tidak terlihat pucat.

Ia juga membantah mengenakan lipstik sebagaimana ramai dibicarakan.

Dalam klarifikasinya, Yasin pun memastikan penampilannya dalam video tidak ditiru oleh para siswa selama dirinya mengajar.

Ia bahkan menegaskan akan menjadi orang pertama yang memberikan larangan, apabila ada sesuatu yang dinilai tidak pantas untuk diikuti oleh anak didiknya.

Dapat Ganti Rugi Rp5 Juta dari Praperadilan, Roy Suryo Janji Sumbangkan
15/09/2026

Dapat Ganti Rugi Rp5 Juta dari Praperadilan, Roy Suryo Janji Sumbangkan

Uang Rp5 juta yang diputuskan sebagai ganti rugi dalam praperadilan kelima tak akan digunakan Roy Suryo untuk kepentingan pribadi

Warga Desa Tegalrejo, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, dihebohkan dengan penemuan jenazah saat hendak mencari batu....
15/09/2026

Warga Desa Tegalrejo, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, dihebohkan dengan penemuan jenazah saat hendak mencari batu.

Jenazah itu diperkirakan merupakan seorang remaja berusia 17 tahun yang diduga jatuh dari tebing tambang batu kapur, setinggi 50 meter, Senin (14/9/2026).

Korban diketahui adalah D (17), warga Desa Tahulu, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban. Ia dikabarkan sudah meninggalkan rumahnya sejak Sabtu (12/9) lalu.

Kapolsek Merakurak, AKP Suhartono, menjelaskan jika penemuan jasad remaja tersebut berawal dari warga setempat, yang hendak mencari bongkahan batu.

Namun, saat itu ia mencium aroma tidak sedap dan mencari sumber bau tersebut. Ketika dicari ternyata ada jasad yang sudah membusuk. Kuat dugaan korban meninggal karena terjatuh, dilihat dari luka yang dialami.

“Warga menemukan ada jasad di bawah tebing, kemudian dilaporkan ke kepala desa. Di tubuh korban ada luka bekas terjatuh,” ujarnya.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Hartono ini menjelaskan jika sebelumnya keluarga korban sempat kebingungan dan mencari keberadaan D yang tidak pulang dalam beberapa hari. Namun, saat itu pihak keluarga tidak melaporkan ke Polsek.

“Korban sudah tidak pulang, namun untuk laporan resmi di Polsek tidak ada.” imbuhnya.

Selain itu, dari dari informasi yang berhasil dihimpun pihak kepolisian korban sebelumnya diketahui mengalami depresi dalam tiga bulan belakangan.

Namun, untuk faktor apa yang mempengaruhi, pihak kepolisian belum bisa memastikan. Begitupun apakah korban sengaja menjatuhkan diri atau tidak sengaja terjatuh.

“Belum bisa memastikan depresi kenapa. Begitupun apakah sengaja menjatuhkan diri atau terjatuh” bebernya.

Dari kejadian tersebut, pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi dan telah menerima kejadian ini sebagai musibah.

Setelah itu, jenazah langsung dibawa ke rumah duka untuk kemudian dilakukan proses pemakaman.

“Keluarga menolak untuk dilakukan otopsi dan langsung dimakamkan,” pungkasnya.

Kesalahan Fatal Purbaya Dibongkar Mahfud MD, dari Komunikasi hingga Kinerja
15/09/2026

Kesalahan Fatal Purbaya Dibongkar Mahfud MD, dari Komunikasi hingga Kinerja

Dua kesalahan disebut Mahfud MD menjadi titik lemah yang akhirnya membayangi karier Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan

Taktik Licik Terduga Pelaku Pembunuhan Melvi Pegawai MBG, Alihkan Pencarian Korban ke Tempat Lain.Taktik licik terduga p...
15/09/2026

Taktik Licik Terduga Pelaku Pembunuhan Melvi Pegawai MBG, Alihkan Pencarian Korban ke Tempat Lain.

Taktik licik terduga pelaku kasus kematian pegawai Makan Bergizi Gratis (MBG) Padang Serai, Kota Bengkulu, saat proses pencarian Indo Melvi Yunadatia (24) mulai terungkap.

Dari informasi yang diterima TribunBengkulu, terduga pelaku sempat ikut dalam proses pencarian Melvi setelah korban dinyatakan hilang.

Ketika warga bersama personel TNI-Polri melakukan pencarian, terduga pelaku disebut ikut berada di lokasi.

Bahkan, terduga pelaku diduga sempat memberikan arahan kepada petugas agar tidak berfokus mencari di lokasi yang tak jauh dari ditemukannya sepeda motor korban.

Ia disebut meminta petugas untuk mencari di tempat lain.

Sementara itu, keluarga korban juga terus melakukan pencarian hingga akhirnya jasad Melvi ditemukan di aliran sungai.

Sebelum ikut dalam proses pencarian korban, terduga pelaku disebut telah menyiapkan rencana untuk mengelabui Melvi.

Terduga pelaku disebut menggunakan modus berpura-pura mengalami kerusakan sepeda motor pada waktu subuh.

Saat itu, Melvi berangkat kerja seperti biasa sekitar pukul 02.30 WIB dari rumah menuju dapur MBG Padang Serai.

Informasi yang diterima TribunBengkulu menyebutkan, terduga pelaku telah menunggu di lokasi hingga korban melintas.

Saat Melvi melintas, terduga pelaku kemudian diduga meminta bantuan kepada korban hingga akhirnya Melvi memboncengnya menuju rumah terduga pelaku.

Firasat Wahid Sebelum Isnandar Ditemukan Tewas Mengenaskan Dibunuh Rampok
15/09/2026

Firasat Wahid Sebelum Isnandar Ditemukan Tewas Mengenaskan Dibunuh Rampok

Kehilangan selera makan dan perasaan tidak tenang menjadi isyarat batin mendalam bagi Wahid sebelum sang adik ditemukan tewas di tangan rampok.

Bertahun-tahun Merantau di Batam, Heribertus Modang Pulang ke Ende dalam Peti Jenazah
15/09/2026

Bertahun-tahun Merantau di Batam, Heribertus Modang Pulang ke Ende dalam Peti Jenazah

Setelah bertahun-tahun mencari nafkah di Batam, Heribertus Modang (43) akhirnya meninggalkan kota itu untuk selamanya.

Sosok Isnandar di Mata Keluarga, Sang Fotografer Tewas Mengenaskan Dibunuh Rampok
15/09/2026

Sosok Isnandar di Mata Keluarga, Sang Fotografer Tewas Mengenaskan Dibunuh Rampok

Di mata keluarga, Isnandar Ahmad sosok pekerja keras dan santun. Perampokan tragis merenggut nyawa pria yang tekun melakoni profesi MC dan fotografer.

Address

Jalan ZA Pagar Alam No 83
Bandar

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Tribun Lampung posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Tribun Lampung:

Shortcuts

Share