25/05/2026
Ketika Ka’bah nampaknya begitu jauh hari
ini,
bersyukurlah bahwa Rabb-nya ka’bah ilmuNya selalu
lebih dekat dari urat leher. Al Mujiib. Al Qariib.
Panjatkan do’a do’amu walau saat ini bukan giliranmu
yang menjadi tamu-Nya.
Semoga Allah izinkan lain kali.
Ini hari yang spesial teman2,
tidakkah kita mau meminta
pada Rabb yang kuasa atas segala?
Panjatkan segala kekhawatiran,
kebutuhan,
permohonan keselamatan di dunia dan di akhirat,
pada Allah.
Ingatlah,
Allah ‘ala kulli syaiin qadir.
Ia bisa mengubah keadaan kita.
Membebaskan kita dari neraka.
Ia pemilik surga teman2.
Bukankah ini waktunya meminta?
Mohon ampunan,
mohon ampunan,
mohon ampunan.
Kalau kita masih dikasih kesempatan meminta maaf,
berprasangka baiklah.
Sebesar apapun dosa kita yang lampau,
kembalilah kepada Allah.
belum terlambat.
Jangan sampai terlambat.
Bukankah kita lihat
betapa banyak manusia telah pergi meninggalkan kita
di hari2 ini?
Sementara kita masih Allah beri waktu lagi.
Siapkan doa2 kita temen2.
saling mendoakan,
agar malaikat ikut mengaminkan.
Semoga Allah mudahkan 💛
Dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya, Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sebaik-baik do’a adalah do’a pada hari Arafah.” (HR.
Tirmidzi no. 3585. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa
hadits ini hasan). Maksudnya, inilah doa yang paling
cepat dipenuhi atau terkabulkan (Lihat Tuhfatul
Ahwadzi, 10: 33).
Apakah keutamaan do’a ini hanya khusus bagi yang
wukuf di Arafah? Apakah berlaku juga keutamaan ini
bagi orang yang tidak menunaikan ibadah haji?
Yang tepat, mustajabnya do’a tersebut adalah umum,
baik bagi yang berhaji maupun yang tidak berhaji
karena keutamaan yang ada adalah keutamaan pada
hari. Sedangkan yang berada di Arafah (yang sedang
wukuf pada tanggal 9 Dzulhijjah), ia berarti
menggabungkan antara keutamaan waktu dan tempat.
Demikian kata Syaikh Sholih Al Munajjid dalam
fatawanya no. 70282.