Pustaka Lebah Bandung - BeeFun

Pustaka Lebah Bandung - BeeFun Penerbit Buku dan Multimedia Interaktif Pendidikan untuk sarana belajar dan bermain untuk anak Usia 2 s/d 15 tahun.

15/08/2018

Selamat Siang Ayah Bunda 😃

Untuk Ayah Bunda yang lagi cari-cari usaha sampingan, atau ada teman dan saudara yg suka berjualan, tapi bingung mau usaha apa, gabung yuk jadi mitra pustaka lebah.

Banyak keuntungan yang bisa Ayah Bunda dapatkan, diantaranya :
1. Mendapatkan harga yang lebih murah dari harga jual
2. Bisa jual dengan harga jual atau up harga
3. Selisih harga jual dan harga reseller cukup besar
4. Tanpa perlu stock barang, barang akan langsung kami kirim ke alamat customer
5. Tanpa target penjualan perbulan
6. Semakin sering pesan, semakin sering order, semakin banyak pula keuntungan yang bisa diperoleh 😍

Dan masih banyak keuntungan lainnya.
Caranya ???
Cukup mudah Ayah Bunda, Ayah Bunda hanya perlu membeli salah satu produk Pustaka Lebah dengan harga promo, lalu pembelanjaan selanjutnya sudah bisa menggunakan harga reseller 😍😍😍

Tapi jika sudah punya bimbelbee bagaimana???
Tenang Ayah Bunda, jika sebelumnya sudah memiliki produk Pustaka Lebah Ayah Bunda bisa langsung mengisi Fomat Pendaftaran Reseller saja, gampang banget kan ???

Yuk bergabung jadi keluarga besar Pustaka Lebah 😍😍😍
Untuk pendaftaran bisa melalui :
WA : 0853-14310483

28/01/2018

*Aku* *Suka* *Menabung*

Menabung adalah salah satu pilar penting dalam pengelolaan keuangan. Oleh karena itu ada baiknya kebiasaan menabung dikenalkan pada anak sejak dini. Hal ini akan membantu anak belajar mengelola keuangan secara bijak.
Bagaimana cara mendorong anak agar gemar menabung? Berikut beberapa tips mendorong anak supaya gemar menabung.

1. Berikan Celengan
Celengan adalah salah satu tempat menabung yang paling sederhana. Berikan celengan yang bentuknya disukai oleh anak-anak. Celengan bisa menjadi properti kebanggaan anak yang bisa menghiasi kamar anak dan setiap saat bisa ditunjukan kepada orang lain.

2. Ajarkan Kepada Anak tentang Nilai Uang
Beri pemahaman kepada anak bahwa uang tidak diperoleh dengan gratis. Untuk mendapatkan uang orang harus bekerja keras dan penuh pengorbanan. Untuk mengumpulkan uang yang banyak, seseorang tidak hanya harus bekerja keras tetapi juga dalam waktu yang lama.

3. Berikan Contoh Manfaat Menabung
Hal yang mudah dipahami anak adalah manfaat nyata dari menabung. Berikan gambaran tentang manfaat dari menabung.

4. Dorong Anak Menyisihkan Uang Saku
Mintalah anak menyisihkan uang saku untuk ditabung. Anak mendapatkan uang saku setiap hari, yang tidak harus dihabiskan untuk jajan.

5. Jangan Memberikan Uang Saku Tambahan untuk Ditabung
Jangan memberikan uang saku tambahan hanya untuk ditabung karena hal ini mengurangi rasa berkorban anak untuk menabung uangnya sendiri. Jika anda ingin memberikan uang tambahan, lakukan sesekali sebagai penghargaan atas suatu prestasi atau aktivitas positif.

6. Jelaskan Makna Berhemat
Berikan penjelasan bahwa uang jajan tidak harus dihabiskan secara harian. Anak juga disarankan membawa makanan sendiri saat sekolah agar tidak mengandalkan jajan karena lapar.

7. Bantu Perencanaan Keuangan Anak
Tanyakan kepada anak akan digunakan untuk apa uang tabungannya. Hal ini akan membantu anak merencanakan dan mencapai tujuan keuangannya, misalkan untuk membeli alat olahraga, alat musik, gadget, atau barang pribadi lainnya.

8. Berikan Penghargaan
Jika saat tabungan dibuka, ternyata masih kurang untuk kebutuhan membeli barang yang direncanakan, maka cukup bijak bagi orangtua untuk mewujudkan keinginannya dengan menambah kekurangan hasil tabungan tersebut. Hal ini sebagai penghargaan pada usaha anak untuk menabung.

Selain memberikan dorongan agar anak suka menabung seperti tips yang sudah disebutkan diatas, untuk menguatkan perilaku anak untuk menabung, hal lain yang bisa dilakukan juga oleh orangtua adalah dengan mengenalkan menabung melalui bacaan yang mendidik, bacaan yang mengajarkan anak untuk suka menabung.

Ayo giatkan semangat menabung pada anak sejak dini.

(ide dari berbagai sumber)

29/12/2017

Pustaka Lebah Cabang Bandung
Penerbit Media pendidikan anak untuk jenjang SD, SMP dan SMA membuka lowongan untuk posisi:

√ Customer Service Officer / Admin Online Shop Produk Pendidikan

Kualifikasi:
1. Wanita
2. Usia Max 24 tahun
3. Minimal Lulusan SMA Se-derajat
4. Mahir menggunakan Smartphone Android
5. Menguasai internet di Smartphone, terurama Media Sosial (Whatsapp, Skype, Telegram, Browsing)
6. Menguasai Microsoft Office
7. Mampu bekerja baik secara individu maupun team
8. Tanggung Jawab, Teliti, jujur, disiplin, bersedia bekerja mencapai target.

Tugas dan tanggung jawab:
1. Menjadi CS Online (Paling Utama)
Meliputi melayani, menjawab pertanyaan dan penampungan pesanan dari media online (whatsapp, Call, Skype & Telegram)
2. Melakukan rekap data orderan costumer dan Melakukan laporan harian
3. Mengejar target sales perhari

Fasilitas :
1. Gaji Pokok
2. Bonus penjualan
3. Makan siang

Silahkan kirim CV serta lamaran anda:
Pustaka Lebah Cabang Bandung
Komplek Riung Bandung, Jl. Riung Asih No. 6 Cisaranten Kidul, Gedebage, Bandung
atau via email ke [email protected]

More Info WA : 0853-14310483

Pustaka Lebah Bandung
Pustaka Lebah - BeeFun

Alhamdulillah Alhamdulillah Alhamdulillah Terimakasih atas kepercayaan Ayah Bunda terhadap Bimbelbee, proses pengiriman ...
17/10/2017

Alhamdulillah Alhamdulillah Alhamdulillah
Terimakasih atas kepercayaan Ayah Bunda terhadap Bimbelbee, proses pengiriman sampai barang ke tangan konsumen mudah mudahan semuanya berjalan lancar dan penuh keberkahan.

Pengiriman hari ini meluncur, silakan yang sudah pemesanan agar segera transfer agar barang segera dikirimkan 😊😘

@ Pustaka Lebah Bandung

05/07/2017

*Mohon dishare*
*Yth : Para Orang Tua di Seluruh Negara Kesatuan Republik Indonesia*
*Dan*
*Dinas Pendidikan :*
*Memperhatikan Hiruk Pikuknya per HP an....saya usul ( mohon responnya ) dilakukan :*
*"GERAKAN 1821"*
*Para Ayah dan Bunda yang baik hati, khususnya yg mempunyai anak SMA ke bawah (SMP, SD, TK)..., betapa dasyatnya pengaruh HP terhadap perkembangan anak-anak kita.*
*Anak-anak semakin egois,* *susah dikendalikan dan terkena dampak negatif lainnya.*
*Untuk itu mari kita Lawan dengan "Gerakan 1821".*
*Apa itu "Gerakan 1821"?*
*Gerakan 1821 adalah himbauan kepada para orangtua untuk melakukan puasa gadget/HP,*
*hanya 3 jam saja, yaitu mulai jam 18.00 s/d 21.00.*
*Simpan dulu HP-mu Ayah, Bunda, simpan dulu BB, Tab dan laptop nya.*
*Temanilah anak-anak kita,*
*hanya 3 jam saja.*
*Bersama mereka,*
*dengan sepenuh hati..sepenuh jiwa & raga kita.*
*Apa yang harus dilakukan selama 3 jam?*
*3B: Bermain, Belajar, Bicara (Ngobrol).*
*Iya, cuma 3 jam dan 3B saja.*
*Bermain apa saja,*
*boleh mainan tradisional, bermain petak umpet, tebak-tebakan, pokoknya apa saja.*
*Bisa juga menemani mereka belajar.*
*Belajar agama dan apa saja yg positif.*
*Bisa mengerjakan PR, belajar ilmu baru, berbagi pengalaman pengetahuan dan yang lainnya.*
*Juga bisa diisi dengan banyak ngobrol.*
*Bicara, bicara, dan bicara.*
*Ajak anak-anak bicara.*
*Topiknya bisa apa saja.*
*Lebih utama bicara tentang mereka, pengalaman mereka, keinginan mereka, pokoknya apa saja.*
*Hanya 3B : bermain, belajar, bicara, dan tidak semuanya harus dilakukan pada saat yang sama, bisa dijadwal dan dibuat se-enjoy mungkin.*
*Bisa dikombinasikan.*
*Pilih aktivitas yang nyaman dilakukan bersama.*
*Mari Ayah ... ayo Bunda.*
*Puasa gadget/HP dan TV..*
*Hanya 3 jam saja.*
*Jam 18 s/d 21 saja!*
*Ingat ya...1821...!*
*Mari kita coba...!*
*Semoga Bermanfaat....!*
*(Sharing gerakan ini yang digagas oleh program PSPA nya Program Sekolah Pengasuhan Anak.)*
*(Tolong disebar luaskan dilingkungan para Guru dan disampaikan kpd para Ortu)*

Bimbel Bee SMA-IPA Ujian Nasional telah selesai, tidak ada salahnya kan kakak yang ikut ujian tahun depan mempersiapkan ...
30/05/2017

Bimbel Bee SMA-IPA
Ujian Nasional telah selesai, tidak ada salahnya kan kakak yang ikut ujian tahun depan mempersiapkan diri dari sekarang, agar belajar lebih menyenangkan Pustaka Lebah menghadirkan Bimbel Bee SMA IPA untuk menemani belajar. Ayo SMS / WA ke no 0853-14310483 😍😍😍😍

05/05/2017

-oleh ust. harry santosa-

Ada seorang anak usia 6 tahun, sebutlah Alif, mencuri uang temannya, Rp 2500. Ibu Alif sangat malu, sakit hati dan murka. Sang ibu begitu kecewa anaknya yang diharapkan shalih itu mengecewakannya luarbiasa. Tujuh turunan tak sudi menjadi pencuri. Amarahnya tak terbendung, lalu memarahi habis habisan. Sang anak menangis sejadi jadinya sampai nafasnya tersengal sengal dan menggigil ketakutan karena melihat ibunya bermetamorfosa menjadi "monster" mengerikan.

Setelah puas dan lemas, barulah menyesal dan sadar, sang anak ditanya, "mengapa mencuri?".
Jawabannya sederhana namun mengejutkan, "Aku ingin belikan Mama mobil".
Usut punya usut, ternyata sang anak sering mengamati ibunya yang selalu mengeluh kesulitan karena tidak punya mobil.

Ya Allah!

------

Ada seorang anak, sebutlah namanya Azzam, usia 5 tahun, pada hari pertama PAUD, dimasukkan ke dalam ruangan kelas bersama teman temannya, sementara orangtua tunggu di luar. Lalu satu dua anak mulai menangis, diikuti anak lainnya, maka serta merta menangislah seisi ruangan riuh rendah, kecuali Azzam. Lalu Azzam menggeser meja mendorongnya mendekati jendela, lalu mencoba memecahkan jendela. Seisi sekolah geger, ada anak baru PAUD memecahkan kaca jendela.

Orangtuanya sangat malu, orangtua lain memandang sinis, guru guru juga mencap Azzam anak nakal. Setelah semua reda, Azzam ditanya, "mengapa memecahkan kaca jendela?". Jawabannya sederhana namun menyentak perasaan, "Aku kasihan dengan teman teman, mereka terkurung, dan aku ingin menyelamatkan mereka" .

Ya Allah!

-------

Dua kisah sederhana di atas barangkali menggambarkan bagaimana kita sering gegabah (ghurur) melihat perilaku anak dengan langsung mendakwanya sebagai kenakalan dan menghukumnya habis habisan. Kita sering melihat masalah anak dari kacamata kita, bukan kacamata anak.

Betapa lebaynya kita para orangtua yang langsung meloncat ke solusi, kita sering lupa berempati memahami perasaan anak anak kita, jalan fikirannya atau logika nalarnya, apa yang sering dikatakannya, apa yang sering didengarnya, apa kerisauannya, apa yang membuatnya frustasi dan juga antusiasnya.

Kita tidak mau menurunkan ego kita untuk sekedar sesaat mendengarkan dengan mata, telinga dan hati demi merawat fitrah anak anak kita.

Ingatlah bahwa setiap perilaku anak yang nampak nakal, bisa jadi potensi (fitrah) yang belum nampak buahnya (adabnya) atau bisa juga jeritan hati yang belum bertemu dengan jalan keluarnya.

Hmmm... tanpa sadar kita sering merasa menjadi Tuhan yang serba tahu dan paling hebat serta paling beradab. Ya tentu saja karena bukan Tuhan maka hasilnya pasti tidak beradab.

Lihatlah fitrah anak kita yang cidera, kita sendiri yang akan menuai akibatnya di masa depan. Setiap fitrah yang cidera, akan menyebabkan luka kejiwaan, dan kelak menjadi pensikapan yang buruk ketika dewasa.

Salam Pendidikan Peradaban

Packingan hari ini :- The Great Prophet Muhammad SAW (Subang)- My First Cartoonal Encyclopebee (Kalimantan Selatan + Sub...
27/04/2017

Packingan hari ini :
- The Great Prophet Muhammad SAW (Subang)
- My First Cartoonal Encyclopebee (Kalimantan Selatan + Subang + Purwakarta + Bandung)
- Bee Magazine (Subang) - Bimbel Bee (Subang + Purwakarta + Bandung)

Hanya ini yang masih sempat terdokumentasikan, selebihnya sudah diangkut Abang Ekspedisi 😂😂😂 sayang ga bisa foto foto 😩😩😩

Tapi terimakasih sekali untuk Ayah Bunda dan para reseller ketjeh 😍😍 hehe
Semoga produknya bermanfaat dan para reseller merasakan hasil yang berlimpah 😚😚😚 Aamiin

Alhamdulillah dalam kurun waktu 3 pekan terjual 65pcs Bimbel Bee. Yang masih dalam masa PO mohon bersabar ya, pengiriman...
27/04/2017

Alhamdulillah dalam kurun waktu 3 pekan terjual 65pcs Bimbel Bee. Yang masih dalam masa PO mohon bersabar ya, pengiriman paling lama 1 pekan sampai ditangan Ayah Bunda. Khusus produk Bimbel Bee saja ya yang harus PO dulu, untuk paket Encyklopedi Nabi Muhammad SAW, EncyclopeBee Ilmu Pengetahuan, My First Vocabulary dan paket Buku lainnya ready stock 😍😍😍
Terimakasih atas kepercayaan Ayah Bunda telah memilih produk Pustaka Lebah sebagai media pembelajaran Ananda

27/04/2017

_*SALMON DAN HIU*_
🐟🐋💦 🐟🐋💦

*Pada menu masakan Jepang, ikan salmon akan lebih enak untuk dinikmati jika ikan tsb masih dalam keadaan hidup, saat hendak diolah untuk disajikan*.
*Jauh lebih nikmat dibandingkan dgn ikan salmon yg sudah diawetkan dgn es*.

*Itu sebabnya para nelayan Jepang selalu memasukkan salmon tangkapannya ke suatu kolam buatan agar dlm perjalanan menuju daratan salmon² tsb tetap hidup*.

*Meski demikian pada kenyataannya banyak salmon yg mati di dalam kolam buatan tsb*.
*Bagaimana cara mereka (nelayan Jepang) menyiasatinya?*.
*Para nelayan itu memasukkan seekor hiu kecil di dalam kolam tsb*.

*Sungguh Ajaib..!*
*Hiu kecil tsb "memaksa" salmon² itu terus bergerak agar jangan sampai dimangsa si hiu kecil tsb*.

*Akibatnya banyak ikan salmon yg tetap hidup & jumlah salmon yg mati justru menjadi sangat sedikit..!*

*Diam membuat kita Mati...!*
*Bergerak membuat kita Hidup...!*
*Lalu, Apa yg membuat kita Diam?*

*Saat tidak ada masalah dlm hidup dan saat kita berada dlm zona nyaman*.

*Situasi seperti ini kerap membuat kita terlena*.
*Begitu terlenanya sehingga kita tdk sadar bahwa kita telah mati..!*

*Dan..., Apa sebenarnya yg membuat kita bergerak?*

*Masalah..., sekali lagi..., Masalah....!*
*Tekanan Hidup.., dan Tekanan Kerja...*

*Saat masalah datang, secara otomatis naluri kita membuat kita bergerak aktif dan berusaha mengatasi semua pergumulan hidup itu...*

*Tidak hanya itu, kita menjadi kreatif, dan potensi diri kitapun menjadi berkembang luar biasa...*

*Jangan lupa..., bahwa kita akan bisa belajar banyak dlm hidup ini bukan pada saat keadaan nyaman, tapi justru pada saat kita menghadapi badai hidup...*

*Itu sebabnya syukurilah kehadiran "hiu kecil" yg terus memaksa kita utk bergerak dan tetap survive...*

*NEVER GIVE UP!!!*

*Assalamualaikum.....*
*Semangat pagiiiii....*

21/04/2017

RA. Kartini, Tafsir Al Qur'an dan KH. Saleh Darat

Dalam suratnya kepada Stella Zihandelaar bertanggal 6 November 1899, RA Kartini menulis;

"Mengenai agamaku, Islam, aku harus menceritakan apa? Islam melarang umatnya mendiskusikan ajaran agamanya dengan umat lain. Lagi pula, aku beragama Islam karena nenek moyangku Islam. Bagaimana aku dapat mencintai agamaku, jika aku tidak mengerti dan tidak boleh memahaminya?"

"Alquran terlalu suci; tidak boleh diterjemahkan ke dalam bahasa apa pun, agar bisa dipahami setiap Muslim. Di sini tidak ada orang yang mengerti Bahasa Arab. Di sini, orang belajar Alquran tapi tidak memahami apa yang dibaca".

"Aku pikir, adalah gila orang diajar membaca tapi tidak diajar makna yang dibaca. Itu sama halnya engkau menyuruh aku menghafal Bahasa Inggris, tapi tidak memberi artinya".

"Aku pikir, tidak jadi orang soleh pun tidak apa-apa asalkan jadi orang baik hati. Bukankah begitu Stella?"

RA Kartini melanjutkan curhat-nya, tapi kali ini dalam surat bertanggal 15 Agustus 1902 yang dikirim ke Ny Abendanon.

"Dan waktu itu aku tidak mau lagi melakukan hal-hal yang tidak tahu apa perlu dan manfaatnya. Aku tidak mau lagi membaca Alquran, belajar menghafal perumpamaan-perumpamaan dengan bahasa asing yang tidak aku mengerti artinya".

"Jangan-jangan, guruku pun tidak mengerti artinya. Katakanlah kepada aku apa artinya, nanti aku akan mempelajari apa saja. Aku berdosa. Kitab ini teralu suci, sehingga kami tidak boleh mengerti apa artinya".

Nyonya Fadhila Sholeh, cucu Kyai Sholeh Darat, menceritakan pertemuan RA. Kartini dengan Kyai Sholeh bin Umar dari Darat, Semarang — lebih dikenal dengan sebutan Kyai Sholeh Darat dan menuliskan kisah tsb sbb:

Takdir, menurut Ny Fadihila Sholeh, mempertemukan Kartini dengan Kyai Sholel Darat. Pertemuan terjadi dalam acara pengajian di rumah Bupati Demak Pangeran Ario Hadiningrat, yang juga pamannya.

Kyai Sholeh Darat memberikan ceramah tentang tafsir Al-Fatihah. Kartini tertegun. Sepanjang pengajian, Kartini seakan tak sempat memalingkan mata dari sosok Kyai Sholeh Darat, dan telinganya menangkap kata demi kata yang disampaikan sang penceramah.

Ini bisa dipahami karena selama ini Kartini hanya tahu membaca Al Fatihah, tanpa pernah tahu makna ayat-ayat itu.

Setelah pengajian, Kartini mendesak pamannya untuk menemaninya menemui Kyai Sholeh Darat. Sang paman tak bisa mengelak, karena Kartini merengek-rengek seperti anak kecil. Berikut dialog Kartini-Kyai Sholeh.

“Kyai, perkenankan saya bertanya bagaimana hukumnya apabila seorang berilmu menyembunyikan ilmunya?” Kartini membuka dialog.

Kyai Sholeh tertegun, tapi tak lama. “Mengapa Raden Ajeng bertanya demikian?” Kyai Sholeh balik bertanya.

“Kyai, selama hidupku baru kali ini aku berkesempatan memahami makna surat Al Fatihah, surat pertama dan induk Alquran. Isinya begitu indah, menggetarkan sanubariku,” ujar Kartini.

Kyai Sholeh tertegun. Sang guru seolah tak punya kata untuk menyela. Kartini melanjutkan; “Bukan buatan rasa syukur hati ini kepada Allah. Namun, aku heran mengapa selama ini para ulama melarang keras penerjemahan dan penafsiran Al Quran ke dalam Bahasa Jawa. Bukankah Al Quran adalah bimbingan hidup bahagia dan sejahtera bagi manusia?”

Dialog berhenti sampai di situ. Ny Fadhila menulis Kyai Sholeh tak bisa berkata apa-apa kecuali subhanallah. Kartini telah menggugah kesadaran Kyai Sholeh untuk melakukan pekerjaan besar; menerjemahkan Alquran ke dalam Bahasa Jawa.

Setelah pertemuan itu, Kyai Sholeh menerjemahkan ayat demi ayat, juz demi juz. Sebanyak 13 juz terjemahan diberikan sebagai hadiah perkawinan Kartini. Kartini menyebutnya sebagai kado pernikahan yang tidak bisa dinilai manusia.

Surat yang diterjemahkan Kyai Sholeh adalah Al Fatihah sampai Surat Ibrahim. Kartini mempelajarinya secara serius, hampir di setiap waktu luangnya. Sayangnya, Kartini tidak pernah mendapat terjemahan ayat-ayat berikut, karena Kyai Sholeh meninggal dunia.

Kyai Sholeh membawa Kartini ke perjalanan transformasi spiritual. Pandangan Kartini tentang Barat (baca: Eropa) berubah. Perhatikan surat Kartini bertanggal 27 Oktober 1902 kepada Ny Abendanon.

"Sudah lewat masanya, semula kami mengira masyarakat Eropa itu benar-benar yang terbaik, tiada tara. Maafkan kami. Apakah ibu menganggap masyarakat Eropa itu sempurna? Dapatkah ibu menyangkal bahwa di balik yang indah dalam masyarakat ibu terdapat banyak hal yang sama sekali tidak patut disebut peradaban".

"Tidak sekali-kali kami hendak menjadikan murid-murid kami sebagai orang setengah Eropa, atau orang Jawa kebarat-baratan".

Dalam suratnya kepada Ny Van Kol, tanggal 21 Juli 1902, Kartini juga menulis; "Saya bertekad dan berupaya memperbaiki citra Islam, yang selama ini kerap menjadi sasaran fitnah. Semoga kami mendapat rahmat, dapat bekerja membuat agama lain memandang Islam sebagai agama disun dalam surat ke Ny Abendanon, bertanggal 1 Agustus 1903, Kartini menulis; “Ingin benar saya menggunakan gelar tertinggi, yaitu Hamba Allah SWT.

RA Kartini pernah punya pengalaman tidak menyenangkan saat mempelajari Islam. Guru ngajinya memarahinya karena dia bertanya tentang arti sebuah ayat Al-Qur’an. Ketika mengikuti pengajian Kiai Soleh Darat di pendopo Kabupaten Demak yang bupatinya adalah pamannya sendiri, RA Kartini sangat tertarik dengan Kiai Soleh Darat. Saat itu beliau sedang mengajarkan tafsir Surat Al-Fatihah.

RA Kartini lantas meminta romo gurunya itu agar Al-Qur'an diterjemahkan. Karena menurutnya tidak ada gunanya membaca kitab suci yang tidak diketahui artinya. Pada waktu itu penjajah Belanda secara resmi melarang orang menerjemahkan Al-Qur’an. Dan para ulama waktu juga mengharamkannya. Mbah Shaleh Darat menentang larangan ini. Karena permintaan Kartini itu, dan panggilan untuk berdakwah, beliau menerjemahkan Qur’an dengan ditulis dalam huruf Arab pegon sehingga tak dicurigai penjajah.

Kitab tafsir dan terjemahan Al-Qur’an itu diberi nama Faidh al-Rahman fi Tafsir Al-Qur’an. Tafsir pertama di Nusantara dalam bahasa Jawa dengan aksara Arab. Jilid pertama yang terdiri dari 13 juz. Mulai dari surat Al-Fatihah sampai surat Ibrahim.

Kitab itu dihadiahkannya kepada RA Kartini sebagai kado pernikahannya dengan RM Joyodiningrat, Bupati Rembang. Mulailah Kartini mempelajari Islam dalam arti yang sesungguhnya.

Kartini amat menyukai hadiah itu dan mengatakan: “Selama ini al-Fatihah gelap bagi saya. Saya tak mengerti sedikitpun maknanya. Tetapi sejak hari ini ia menjadi terang-benderang sampai kepada makna tersiratnya, sebab Romo Kyai telah menerangkannya dalam bahasa Jawa yang saya pahami.”

Melalui kitab itu pula Kartini menemukan ayat yang amat menyentuh nuraninya. Yaitu Surat Al-Baqarah ayat 257 yang mencantumkan, bahwa Allah-lah yang telah membimbing orang-orang beriman dari gelap kepada cahaya (Minadh-Dhulumaati ilan Nuur).

Kartini terkesan dengan kalimat Minadh-Dhulumaati ilan Nuur yang berarti dari gelap kepada cahaya karena ia merasakan sendiri proses perubahan dirinya.

Kisah ini sahih, dinukil dari Prof KH Musa al-Mahfudz Yogyakarta, dari Kiai Muhammad Demak, menantu sekaligus staf ahli Kiai Soleh Darat.

Dalam surat-suratnya kepada sahabat Belanda-nya, JH Abendanon, Kartini banyak sekali mengulang-ulang kalimat “Dari Gelap Kepada Cahaya” ini. Sayangnya, istilah “Dari Gelap Kepada Cahaya” yang dalam Bahasa Belanda “Door Duisternis Tot Licht” menjadi kehilangan maknanya setelah diterjemahkan Armijn Pane dengan kalimat “Habis Gelap Terbitlah Terang”.

Mr. Abendanon yang mengumpulkan surat-surat Kartini menjadikan kata-kata tersebut sebagai judul dari kumpulan surat Kartini. Tentu saja ia tidak menyadari bahwa kata-kata tersebut sebenarnya dipetik dari Al-Qur’an. Kata “Minazh-Zhulumaati ilan-Nuur“ dalam bahasa Arab tersebut, tidak lain, merupakan inti dari dakwah Islam yang artinya: membawa manusia dari kegelapan (jahiliyyah atau kebodohan) ke tempat yang terang benderang (petunjuk, hidayah atau kebenaran).
"Selamat Hari Kartini"
⁠⁠⁠

Address

Jalan Riung Asih No 6 Komplek Riung Bandung Kel Cisaranten Kidul Kec Gedebage
Bandung
40294

Telephone

+6285314310483

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pustaka Lebah Bandung - BeeFun posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Pustaka Lebah Bandung - BeeFun:

Share

Category