Rifa'Institute.

Call Directions Website Contact the business

Rifa'Institute. Rifainstitute adalah perusahaan yang menyediakan layanan publikasi ilmiah dan berbagai layanan lain.

31/08/2026

Kiprah akademik menjadi bagian penting dalam percakapan tentang hukum, hak ulayat, dan perlindungan masyarakat adat Papua.

Sebagai doktor Ilmu Hukum pertama dari Tanah Papua di Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Dr. Tom Alfa Samuel Reumi menunjukkan bahwa riset hukum tidak berhenti di ruang akademik. Ia juga dapat menjadi pijakan untuk membaca persoalan masyarakat adat, tata kelola perbatasan, dan arah kebijakan yang lebih adil.

Melalui publikasi, disertasi, dan kerja kebijakan, gagasannya membuka ruang diskusi tentang bagaimana negara dapat hadir lebih dekat dengan masyarakat hukum adat.

Baca artikel selengkapnya di rifainstitute.com.

27/08/2026

Ada hal-hal yang mungkin terlihat sederhana, tetapi menyimpan makna yang begitu dalam.

Di tengah kemudahan tanda tangan elektronik, Prof. Fathul Wahid memilih tetap menandatangani ijazah dan dokumen akademik mahasiswa secara manual.

Bukan karena menolak teknologi.

Justru, di setiap tanda tangan itulah beliau menyediakan ruang untuk satu hal yang sering terlupakan dalam pendidikan: mendoakan murid.

Selama delapan tahun, lebih dari 43.000 mahasiswa telah lulus dan lebih dari 200.000 dokumen ditandatangani secara manual. Di balik setiap goresan tinta tersebut, terselip harapan agar para mahasiswa dimudahkan langkahnya, diberi keberkahan, dan mampu berkarya dengan baik di dunia hingga akhirat.

Sebuah pesan yang sederhana, tetapi layak direnungkan:

Pendidikan bukan hanya tentang mengajarkan ilmu, tetapi juga tentang menghadirkan kepedulian, ketulusan, dan doa bagi mereka yang kita didik.

Terima kasih Prof. Fathul Wahid atas refleksi yang mengingatkan kita pada sisi lain dari makna menjadi seorang pendidik. 🀲

Menurut Anda, seberapa penting doa seorang guru dalam perjalanan hidup muridnya?

Baca kisah selengkapnya di website Rifa Institute melalui link di bio.

25/08/2026

Di usia 22 tahun, berhasil menyelesaikan Magister Ilmu Biomedik FK Undip melalui jalur Degree by Research dengan IPK sempurna 4,00. πŸŽ“

Namun, pencapaian ini bukan sekadar tentang usia dan nilai. Di balik publikasinya yang menembus jurnal Scopus Q1, ada target mingguan, kolaborasi lintas institusi, pengolahan data, serta proses revisi manuskrip yang panjang.

Risetnya membahas interaksi variasi genetik dan paparan merkuri pada kehamilanβ€”bidang yang penting bagi pengembangan layanan kesehatan ibu dan anak berbasis bukti.

Aqsa juga aktif mengembangkan inovasi kesehatan bersama MISSER Team FK Undip hingga meraih berbagai penghargaan internasional.

Kisah ini mengingatkan kita bahwa prestasi akademik bukan perlombaan menjadi yang paling cepat. Konsistensi, kolaborasi, dan keterbukaan terhadap kritik justru menjadi fondasi utamanya.

Baca perjalanan lengkap Aqsa Aufa Syauqi Sadana di rifainstitute.com melalui tautan di bio!

20/08/2026

Menjalani kuliah kedokteran sambil aktif memimpin pergerakan mahasiswa tentu bukan perkara sederhana.

Dalam perjalanannya, Fathimah Azzahra menunjukkan bahwa kesibukan akademik tidak harus membuat mahasiswa kehilangan kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.

Mulai dari membagi waktu antara kuliah dan organisasi, menghadapi rasa lelah saat ujian, hingga menjaga konsistensi isu di tengah derasnya arus media sosial semuanya membutuhkan prioritas, komunikasi, dan komitmen.

Ada satu pesan yang menarik dari pandangannya: berkontribusi tidak selalu harus dilakukan dengan cara yang sama.

Turun ke jalan adalah sikap. Berdiskusi adalah sikap. Bersuara melalui media sosial pun bisa menjadi bentuk partisipasi.

Yang terpenting adalah tidak kehilangan kepedulian dan keberanian untuk mengambil peran ketika melihat sesuatu yang perlu diperjuangkan.

Terima kasih atas perspektif dan cerita yang dibagikan. Semoga perjalanan ini dapat menjadi pengingat bagi lebih banyak anak muda bahwa akademik, kepemimpinan, dan kontribusi sosial dapat tumbuh beriringan.

Selengkapnya, baca artikel β€œDari Bangku Kedokteran ke Garis Depan Aktivisme” di rifainstitute.com.

19/08/2026

Satu disertasi bisa menghasilkan berapa artikel ilmiah?

Kisah Dr. Dani Puji Utomo () menunjukkan bahwa penelitian doktoral dapat dikembangkan menjadi rangkaian kontribusi ilmiah. Dari penelitian disertasinya, lahir 10 artikel yang terindeks Scopus.

Namun, pelajaran terbesarnya bukan sekadar angka 10.

Di balik pencapaian tersebut ada proses bertahun-tahun: membangun rekam jejak penelitian, konsisten menulis, mengikuti Writing Camp, aktif di klinik manuskrip, menjalani review, revisi, hingga terus meningkatkan kualitas publikasi.

Bagi mahasiswa doktoral dan peneliti, ini menjadi pengingat penting: jangan menunggu disertasi selesai untuk mulai memikirkan publikasi.

Mulailah memetakan kontribusi penelitian sejak awal. Bangun sistem menulis. Dan pastikan setiap artikel memiliki nilai ilmiah yang benar-benar layak dipublikasikan.

Karena publikasi ilmiah bukan sprint. Ini marathon.

Baca artikel selengkapnya di rifainstitute.com untuk melihat pelajaran publikasi yang bisa diterapkan dalam perjalanan riset dan studi doktoralmu.

11/08/2026

Fasilitas lengkap belum tentu menjadi penentu keberhasilan. πŸŽ“

Dalam pesannya kepada mahasiswa baru Unpad, Kang Dedi Mulyadi mengingatkan agar mahasiswa tidak merasa rendah diri ketika melihat orang lain memiliki fasilitas pendidikan yang lebih lengkap.

Menurutnya, pendidikan bukan hanya soal fasilitas, tetapi juga soal kualitas. Dan kualitas itu tercermin dari kemauan, semangat juang, serta tekad untuk menjadi orang sukses.

Di hadapan mahasiswa baru Universitas Padjadjaran, ia juga membagikan kisah hidupnya: berasal dari keluarga sederhana, membiayai kuliah sendiri, hingga pernah tidur di musala.

Pesan yang relevan untuk mahasiswa hari ini: perjalanan akademik bukan hanya tentang siapa yang memiliki fasilitas terbaik atau siapa yang paling cerdas.

Konsistensi, rasa ingin tahu, semangat belajar, dan kemauan untuk bangkit ketika keadaan tidak mudah juga menentukan seberapa jauh kita akan melangkah. πŸ’š

Kalau menurut kamu, mana yang lebih menentukan selama kuliah: fasilitas atau daya juang? πŸ‘‡

Baca pembahasan selengkapnya di rifainstitute.com

Sumber:

10/08/2026

Masuk ITB ternyata punya angka keketatan yang bikin melongo. πŸ‘€

Dari 139.399 pendaftar, tercatat 5.468 mahasiswa baru S1 pada 2026. Jika dihitung sederhana, rasionya sekitar 3,92%β€”lebih rendah dibanding acceptance rate Harvard 4,18% dan MIT sekitar 4,6%.

Tapi, apakah itu otomatis berarti ITB lebih sulit ditembus daripada Harvard dan MIT? Belum tentu.

Sistem penerimaan, definisi data, karakter pelamar, hingga tahun statistik yang dibandingkan berbeda. Jadi, acceptance rate sebaiknya dibaca sebagai gambaran tingkat persaingan, bukan ukuran mutlak tingkat kesulitan.

Yang jelas, persaingan masuk ITB memang sangat ketat. Buat kamu yang mengincar kampus impian, persiapan matang dan strategi pilihan jurusan jadi semakin penting.

Baca pembahasan lengkapnya di rifainstitute.com.

07/08/2026

Baru sekitar setahun menjadi dosen PNS, Laksmi Evasudi Widi Fajari () sudah terlibat sebagai anggota peneliti dalam 4 hibah riset dan pengabdian 2026 dari BRIN, BIMA, dan UNTIRTA. Total nilai programnya sekitar Rp1,13 miliar bukan dana pribadi, melainkan pendanaan tim untuk riset, inovasi, luaran akademik, dan dampak masyarakat. Baca kisah lengkapnya di rifainstitute.com.

06/08/2026

Punya data penelitian yang kuat, tetapi bagian Discussion masih terasa datar? Bisa jadi pembahasannya masih sekadar mengulang hasil tanpa menjelaskan makna dan kontribusinya.

Discussion yang meyakinkan harus mampu menghubungkan temuan dengan teori, membandingkannya dengan penelitian terdahulu, menunjukkan novelty, serta menjelaskan implikasi teoretis dan praktis.

Ingat pola sederhananya: temuan, interpretasi, teori, penelitian terdahulu, konteks, lalu implikasi.

Baca panduan lengkap cara menulis Discussion artikel jurnal Scopus di rifainstitute.com.

04/08/2026

Kabar membanggakan dari keluarga besar Rifainstitute! πŸŽ‰

Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan resmi naik peringkat dari SINTA 5 menjadi SINTA 4.

Pencapaian ini menjadi bukti dari proses peningkatan mutu yang terus dilakukan, mulai dari penguatan editorial, kualitas penelaahan, pengelolaan metadata, hingga konsistensi penerbitan.

Status SINTA 4 berlaku mulai Volume 6 Nomor 4 Tahun 2025 hingga Volume 11 Nomor 3 Tahun 2030. Tentunya, pencapaian ini juga menjadi semangat baru untuk menghadirkan publikasi ilmiah yang semakin berkualitas dan berdampak.

Terima kasih kepada editor, mitra bestari, penulis, pembaca, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi. πŸ™Œ

Baca informasi selengkapnya di website Rifainstitute melalui tautan di bio!

Address

Derwati Mas 1 No. 20, Derwati, Kec. Rancasari, Kota Bandung
Bandung
40292

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Rifa'Institute. posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Rifa'Institute.:

Shortcuts

Share

Category