Satu Persen

Satu Persen Berita Terupdate

20/04/2023

Hidup bukan hanya cerita ttg: siapa aku, siapa sesamaku, dan apa suku dan agamaku..bukan itu!
Hidup adalah ttg bagaimana kita bisa berbagi kpd siapa saja terutama bagi mereka yg sedang mengalami kesulitan hidup.

Kita malu rasanya melihat seekor monyet dalam video tsb, betapa dengan keterbatasannya dia tetap berusaha dgn sekuat tenaga menolong makhluk lain yang bukan dari golongannya, bukan sesukunya, bahkan beda sekali ras dan golongannya.

Walau pada akhirnya dia tidak mampu menolongnya sendiri, tp lihat betapa bahagianya ketika kucing itu akhirnya terselamatkan.
Begitulah kita seharusnya menjalani hidup ini, jadikanlah diri ini bermanfaat bagi orang yang membutuhkan, dari lingkungan paling kecil yaitu keluarga dan tetangga.

Salam sehat, rukun dan damai.

17/02/2023
Saat aku masih kecil, emakku kerap berbohong soal ini: mie ayam itu gak enak, bikin eneg, lebih enak sarimi.Kebohongan i...
14/02/2023

Saat aku masih kecil, emakku kerap berbohong soal ini: mie ayam itu gak enak, bikin eneg, lebih enak sarimi.

Kebohongan itu kerap muncul ketika aku melihat gerobak mie ayam, yg kedatangannya selalu ditandai dg ketukan di kentongan, dan aku berusaha merayu agar Emak membelikan makanan itu. Kebohongan itu datang berulang2 hingga akhirnya aku percaya bahwa mie ayam itu tidak enak, bikin eneg, dan lebih enak sarimi.

Pada momen tertentu, ada teman2-ku saling bertanya satu sama lain, lebih enak mana antara bakso dan mie ayam? Beberapa di antara mereka ada yg menjawab lebih enak bakso, beberapa yg lain bilang lebih enak mie ayam. Aku bilang, lebih enak bakso (aku ingat pernah makan bakso bersama Bapak). Ketololanku saat itu adalah, selain memilih bakso, aku juga bilang, mie ayam gak enak, bikin eneg. Dan naifnya, ada di antara mereka yg bertanya, emangnya kamu pernah makan mie ayam? Aku menjawab jujur, belum, dan mereka menertawaiku.

Sejak saat itu aku menyalahkan Emak perihal rasa mie ayam. Mungkin ia juga belum pernah memakannya.

Waktu SMA, ketika punya uang lebih hasil dari jualan layangan buatanku sendiri, aku diam² beli mie ayam di dekat pasar. Ternyata rasanya tidak buruk² amat. Bahkan, lebih condong ke enak daripada eneg. Dari situ aku tahu Emak sedang berbohong. Setelahnya, aku menjajali mie ayam dari pedagang yg berbeda. Rasanya tetap enak.

Lulus sekolah, aku kerja di Gresik dan makin sering makan mie ayam karena punya uang sendiri. Lalu, ketika di Jogja, aku tidak sering makan mie ayam, selain karena rasa ayamnya cenderung manis, aku juga eman kalau makan mie ayam. Lebih baik uangnya dibelikan nasi.

Suatu waktu yg hujan, aku sedang berteduh bersama onthelku di emperan bengkel yg sudah tutup di Jalan Parangtritis. Aku melihat ke seberang jalan, ke arah warung mie ayam. Di sana tidak banyak orang memang, tapi entah kenapa tiba2 aku teringat waktu kecil merengek minta mie ayam ke Emak. Pada saat mengingat itu, aku ingin sekali masuk ke sana. Akan tetapi, aku sedang tidak bawa uang. Di situlah aku sadar, Emak dulu tidak berbohong. la mungkin cuma ingin bilang, mie ayam memang tidak enak, bikin eneg, terutama untuk orang yg sedang tidak pegang uang.

Aku bahkan tak lagi mengerti kenapa kau berbahagia dengan cara yang rumit: pura-pura bahagia.Padahal kau benar-benar kal...
14/02/2023

Aku bahkan tak lagi mengerti kenapa kau berbahagia dengan cara yang rumit: pura-pura bahagia.

Padahal kau benar-benar kalah di hadapan dunia. Hatimu koyak, tercabik-cabik, baik oleh pikiranmu sendiri atau oleh orang lain. Tapi kau masih saja memasang wajah riang di hadapan yang liyan. Seolah-olah di dadamu benar-benar tidak ada kemurungan.

Ketika semua orang tertawa, kau nimbrung, ikut tertawa. Kau bicarakan banyak hal dan menganggap itu lucu. Kau ini menghibur orang-orang, atau sedang menghibur diri sendiri? Kau dengarkan banyak hal dan menganggap itu informasi. Padahal jelas-jelas kau pura-pura memperhatikan agar terlihat sebagai orang yang peduli. Dan coba ingat-ingat, ketika kau pulang, masuk ke kamar, sendirian, memejamkan mata, apa yang membuatmu bahagia? Tidak ada.

Aku bahkan tak lagi mengerti kau hari ini hidup untuk siapa. Kau berkaca, menilai diri, yang itu berasal dari perkataan orang-orang. Kau harus sukses, karir gemilang, terbang tinggi, bahkan melebihi ekspektasimu sendiri. Kau yang tidak berdaya atas perkataan orang-orang itu, dengan sangat tersiksa mengikutinya. Dan, ya, tetapi kau menyukai penyiksaan itu.

Kau menyukai sesuatu yang sangat berbahaya: kehilangan dirimu.[]

Semakin kau dewasa semakin jauh dari keluarga,dan kau akan berpetualang dengan banyak cinta,kasih sayangmu akan terpecah...
11/02/2023

Semakin kau dewasa semakin jauh dari keluarga,dan kau akan berpetualang dengan banyak cinta,kasih sayangmu akan terpecah kepedulianmu mulai terbagi, dan kepulanganmu kepada ibu dan bapak sering kali hanya alasan gagal dan rasa kecewa.

Dewasa akan membawamu ke dalam dunia luas, tapi kau harus sadar bahwa beban akan menjadikan segala sesuatu terasa sempit, Saat kau dewasa nasib buruk dan kekecewaan akan utuh menjadi takdir. Dunia sangat jauh dari kebahagiaan, jika kau tak pernah memeluk rasa syukur.

Perbanyaklah keluargamu diluar sana, sebab tidak semua yg terikat oleh tali darah benar benar memburuhkan kepedulianya kepada saudara saudaranya.

Temukan kediamanmu diluar sana, karena saat ibu bapak tiada,rumah hanyalah sengketa.

Jadilah Sebaik baik manusia yg tetap mencintai keluarga dan membangun hubungan baik dengan banyak manusia, Kelak jika pulangmu bukan kerumah, Setidaknya ibu dan bapak tau bahwa kau bertempat di mana yg bisa menerimamu dengan baik.

Nak, kebagiaan itu rimba,
Jadilah dirimu parang untuk membuka jalurnya di
keluarga kita

_PESAN ORANG TUA

Tampan itu bonus..Cantik itu bonus..Yang penting setia, bertanggung jawab dan pekerja keras.Hidup ini memang penuh denga...
05/10/2022

Tampan itu bonus..
Cantik itu bonus..
Yang penting setia, bertanggung jawab dan pekerja keras.

Hidup ini memang penuh dengan perjuangan..
Jatuh, harus berdiri lagi.
Kalah, harus mencoba lagi.
Gagal, harus bangkit lagi.

Manusia memang diciptakan untuk memiliki tubuh yang kuat, akal yang kuat, agar tidak mudah tumbang ketika sedang dalam kesulitan.

Untuk kamu yang jadi tulang punggung keluarga..
Untuk kamu yang sedang memperbaiki financial keluarga..
Semoga selalu diberikan kesehatan, ketabahan dan kekuatan.

Hidup ini memang sulit, hidup ini memang keras, tapi percayalah.. akan ada waktunya perjuanganmu terbayar dengan hasil yang setimpal🙏

Rumah tangga Itu milik berdua.Maka jangan merasa jadi raja atau pun ratu, tapi harus saling membantu.Istri masak, apa sa...
28/09/2022

Rumah tangga Itu milik berdua.
Maka jangan merasa jadi raja atau pun ratu, tapi harus saling membantu.

Istri masak, apa salahnya suami nyuci.
Istri nyuci, apa salahnya suami belanja.
Istri belanja, apa salahnya suami mengurus anak.
Istri mengurus anak, apa salahnya suami bersih-bersih rumah.

Membantu istri atau suami adalah bagian dari kewajiban, bukan sebuah aib atau hal yang memalukan.

Saling berbagi pekerjaan adalah wujud tanggung jawab.
Saling meringankan beban adalah bentuk kepedulian.

Seorang suami masak, nyuci, belanja, bersih-bersih rumah, bukanlah sebuah aib.

Seorang istri mijitin suami, bantu suami kerja buat nambah penghasilan bukanlah sebuah hal yang memalukan.

Karena pada akhirnya bukan materi dan wajah yang menenangkan hati. Melainkan karakter, cinta dan perhatian.

Maka rumah tangga jangan hanya membayangkan yang enak-enak, yang mudah-mudah dan yang indah-indah saja. Tapi dalam berumah tangga juga harus siap memikul tanggung jawab bersama, susah bersama, senang bersama, kerja bersama dan menikmati hasil bersama-sama.

"Muliakan Orang Tuamu Sebelum Terlambat"Di Jepang dulu pernah ada tradisi membuang orang yang sudah tua ke hutan. Mereka...
26/09/2022

"Muliakan Orang Tuamu Sebelum Terlambat"

Di Jepang dulu pernah ada tradisi membuang orang yang sudah tua ke hutan. Mereka yang dibuang adalah orang tua yang sudah tidak berdaya sehingga tidak memberatkan kehidupan anak-anaknya.

Pada suatu hari ada seorang pemuda yang berniat membuang ibunya ke hutan, karena si Ibu telah lumpuh dan agak pikun.

Si pemuda tampak bergegas menyusuri hutan sambil menggendong ibunya. Si Ibu yang kelihatan tak berdaya berusaha menggapai setiap ranting pohon yang bisa diraihnya lalu mematahkannya dan menaburkannya di sepanjang jalan yang mereka lalui.

Sesampai di dalam hutan yang sangat lebat, si anak menurunkan Ibu tersebut dan mengucapkan kata perpisahan sambil berusaha menahan sedih karena ternyata dia tidak menyangka tega melakukan perbuatan ini terhadap Ibunya.

Justru si Ibu yang tampak tegar, dalam senyumnya dia berkata: “Anakku, Ibu sangat menyayangimu. Sejak kau kecil sampai dewasa Ibu selalu merawatmu dengan segenap cintaku. Bahkan sampai hari ini rasa sayangku tidak berkurang sedikitpun. Tadi Ibu sudah menandai sepanjang jalan yang kita lalui dengan ranting-ranting kayu. Ibu takut kau tersesat, ikutilah tanda itu agar kau selamat sampai dirumah”

Setelah mendengar kata-kata tersebut, si anak menangis dengan sangat keras, kemudian langsung memeluk ibunya dan kembali menggendongnya untuk membawa si Ibu pulang ke rumah.

Pemuda tersebut akhirnya merawat Ibu yang sangat mengasihinya sampai Ibunya meninggal.

‘Orang tua’ bukan barang rongsokan yang bisa dibuang atau diabaikan setelah terlihat usang atau tidak berdaya. Segenap jiwa orang tua adalah untuk melihat anaknya mendapatkan kebahagiaan yang layak mwskipun mereka yang harus menderita.

Bagi mereka, kesuksesan seorang anak adalah kesuksesan orang tua dalam mendidik anaknya dan kegagalan anaknya adalah kegagalan mereka dalam mendidik anaknya. setiap seluk beluk kehidupan orang tua berpusat pada bagaimana sang anak bisa sukses.

Karena pada saat engkau sukses atau saat engkau dalam keadaan susah, hanya orang tua yang mengerti kita dan batinnya akan menderita kalau kita susah. Orang tua kita tidak pernah meninggalkan kita, bagaimanapun keadaan kita, walaupun kita tidak menghormati mereka dan bahkan kurang ajar kepada orang tua. Namun Bapak dan Ibu kita akan tetap mengasihi kita.
Mari kita merenungkan, apa yang telah kita berikan untuk orang tua kita, nilai berapapun itu pasti dan pasti tidak akan sebanding dengan pengorbanan ayah ibu kita.

Ada Seorang Pengusaha baja/Pemilik PT. Artha Mas Graha Andalan.
Ketika ditanya rahasia suksesnya menjadi Pengusaha, jawabnya singkat:
“Jadikan orang tuamu Raja, maka rezeki mu seperti Raja”.

Pengusaha yang kini tinggal di Cikarang ini pun bercerita bahwa orang hebat dan sukses yang ia kenal semuanya memperlakukan orang tuanya seperti Raja.

Mereka menghormati, memuliakan, melayani dan memprioritaskan orang tuanya.

Lelaki asal Banyuwangi ini bertutur, *“Jangan perlakukan Orang tua seperti Pembantu”.*
Atau orang tua diminta merawat anak kita sementara kita sibuk bekerja.
Bila ini yang terjadi maka rezeki orang itu adalah rezeki pembantu, karena ia memperlakukan orang tuanya seperti pembantu.

Walau suami/istri bekerja, rezekinya tetap kurang bahkan nombok setiap bulannya.

Menurut sebuah lembaga survey yang mengambil sampel pada 700 keluarga di Jepang, anak-anak yang sukses adalah: mereka yang memperlakukan dan melayani orang tuanya seperti seorang Kaisar.

Dan anak-anak yang sengsara hidupnya adalah mereka yang sibuk dengan urusan dirinya sendiri dan kurang perduli pada orang tuanya.

Mari terus berusaha keras agar kita bisa memperlakukan orang tua seperti raja. Buktikan dan jangan hanya ada di angan-angan.

Beruntunglah bagi yang masih memiliki orang tua, masih BELUM TERLAMBAT untuk berbakti.

UANG bisa dicari, ilmu bisa di gali, tapi kesempatan untuk mengasihi orang tua kita takkan terulang kembali.

Repost

Tidak semua sahabat itu benar-benar sahabat.Tidak semua teman itu benar-benar teman.Tidak semua saudara itu benar-benar ...
23/09/2022

Tidak semua sahabat itu benar-benar sahabat.
Tidak semua teman itu benar-benar teman.
Tidak semua saudara itu benar-benar saudara.
Tidak semua keluarga itu benar-benar keluarga.

Ingat! Tidak semua orang s**a dengan kita!

Ada yang iri hati dalam diam itu lebih bahaya, dari pada seseorang yang terang-terangan tidak s**a dengan kita.

Yang lebih parah lagi, ada orang seperti serigala berbulu domba.
Kelihatan baik di depan, tapi kadang menusukmu dari belakang.

Lebih baik punya teman, sahabat, rekan kerja, saudara atau keluarga yang blak-blakan dan transparan, tapi hatinya baik.
Dari pada yang sok seperti malaikat, tapi perbuatan aslinya seperti iblis.

Itulah sebabnya, kita harus pintar memilih dan memilah dalam bergaul.
Pintar dalam memilih teman curhat, karena ada orang yang hanya sekedar kepo dan menjadikan itu sebagai senjata untuk menyerangmu.

Apapun itu, tetaplah menjadi pribadi yang baik. Perbaiki attitudemu. Jadilah seseorang yang apa adanya, tanpa topeng kepalsuan.

Semua manusia pernah patah. Bedahnya ada yang patah, merunduk layu, lalu mati. Tapi, ada juga yang patah, berusaha bangk...
20/09/2022

Semua manusia pernah patah.
Bedahnya ada yang patah, merunduk layu, lalu mati.
Tapi, ada juga yang patah, berusaha bangkit, lalu terus hidup.

Pada kenyataannya hidup ini akan terus berlanjut, mau susah atau senang, siap atau tidak, hidup tidak akan memandang keadaanmu.
Yang pasti kamu harus bisa melanjutkan kehidupanmu.

Sedih, sakit, terluka, senang dan bahagia adalah teman perjalanan yang akan memberi pelajaran selama kamu hidup. Hal itu yang akan membuat kamu kuat dan bertahan sampai saat ini.

Bapak..aku menyesal, kenapa dulu aku cepat bosan ketika engkau meminta memijat mu dengan cara dipijak..., ternyata pijat...
30/07/2022

Bapak..aku menyesal, kenapa dulu aku cepat bosan ketika engkau meminta memijat mu dengan cara dipijak..., ternyata pijatan seorang anak mengembalikan kesegaran batin ayah yg terkuras seharian mencari nafkah..... Maafkan aku pak....
Doaku selalu menyertai bapak ibu.... semoga kita bertemu di Syurga kelak... aamiin 🙏😭

Ibuku selalu berpesan kepadaku :Nak, tertawalah riang di hadapan ayahmu manakala beliau pulang ke rumah,Karena dunia lua...
28/07/2022

Ibuku selalu berpesan kepadaku :

Nak, tertawalah riang di hadapan ayahmu manakala beliau pulang ke rumah,
Karena dunia luar itu begitu kejamnya sehingga dapat membahayakan ayahmu...

Tahukah kau nak, apa beda ibu dengan ayah?

Ibu membawamu (mengandungmu) di dalam rahim selama 9 bulan, namun ayahmu membawamu seumur hidupnya, tanpa kau sadari...

Ibu berupaya kuat agar kau tak merasa lapar, namun ayahmu lah yang mengajarimu agar kau tak kelaparan lagi, tanpa kau fahami...

Ibu menggendongmu (dengan memelukmu) di dada, namun ayahmu menggendongmu di punggungnya, tanpa kau perhatikan...

Cinta ibu ini sudah kau kenali mulai dari semenjak kau lahir, namun cinta ayahmu 'kan kau ketahui setelah kau menjadi seorang ayah... Karena itu bersabarlah dengan baik...

Ibu, memang tak ternilai harganya, sementara ayahmu, takkan bisa dikembalikan oleh waktu...

Address

Bandung
401XX, 402XX, 406XX

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Satu Persen posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share