19/11/2025
MAKANAN DARI ORANG SHALIH YANG DERMAWAN ADALAH OBAT (وَطَعَامُ الْكَرِيْمِ دَوَاءٌ)
Suatu hari Imam Syafi'i berkunjung ke rumah Imam Ahmad bin Hanbal.
Imam Ahmad mempunyai seorang putri yang shalihah, kalau malam beribadah, siang berpuasa dan menyukai kisah orang-orang shalih dan pilihan.
Putri beliau ini ingin sekali melihat lmam Syafi'i secara langsung sebab sang ayah sangat menghormatinya.
Ketika Imam Syafi'i berkunjung ke rumah mereka, sang putri merasa sangat senang dan berharap bisa melihat apa saja yang dikerjakan imam Syafi'i serta mendengar ucapan-ucapannya.
Setelah selesai makan malam bersama, Imam Ahmad menuju tempat shalat untuk melakukan shalat dan dzikir, Imam Syafi'i tiduran terlentang, sedangkan sang putri selalu mengawasi Imam Syafi'i sampai fajar.
Di pagi hari, sang putri berkata kepada ayahnya, "wahai ayahku... Apakah benar dia ini Imam Syafi'i yang engkau ceritakan padaku dulu?"
Imam Ahmad: "Benar anakku ..."
Putri: "Aku mendengar bahwa engkau menghormati Imam Syafi'i, tapi apa yang aku lihat tadi malam dia...dia tidak shalat, tidak dzikir tidak p**a wirid? Dan aku juga melihat ada 3 hal yang aneh".
Imam Ahmad: "Apa saja 3 hal itu, wahai anakku?"
Putri: "Ketika kita sajikan makanan kepada Imam Syafi'i, dia makan banyak sekali dan ini berbeda dengan yang ku dengar. Ketika masuk kamar, dia tidak beribadah shalat malam. Dan ketika shalat subuh bersama kita, dia shalat tanpa wudlu."
Ketika agak siang dan mereka berbincang-bincang, Imam Ahmad berkata kepada Imam Syafi'i tentang apa yang dilihat oleh putrinya, lalu Imam Syafi'i -Semoga Allah Merahmatinya- berkata,
"Wahai Aba Muhammad, aku memang semalam banyak makan karena aku tahu bahwa makananmu adalah halal dan engkau adalah orang mulia nan dermawan, dan makanan orang yang mulia dan dermawan adalah obat, sedangkan makanan orang bakhil adalah penyakit. Jadi, aku makan bukan untuk kenyang tapi untuk berobat dengan makananmu.
Adapun semalam aku tidak shalat malam, hal itu dikarenakan ketika aku meletakkan kepalaku untuk tidur, aku melihat seolah-olah Al-Qur'an dan Hadits berada didepanku, kemudian Allah membukakan kepadaku 72 masalah ilmu fiqih yang ku susun untuk kemaslahatan muslimin, maka memikirkan ilmu inilah yang menghalangi antara diriku dan shalat malam.
Adapun ketika shalat subuh bersama kalian aku tidak wudlu, maka demi Allah tidaklah kedua mataku tertidur hingga aku butuh memperbaharui wudlu. Semalam suntuk aku terjaga, jadi aku shalat subuh bersama kalian dengan wudlu shalat Isya'. "Kemudian Imam Syafi'i berpamitan dan p**ang.
Imam Ahmad berkata kepada putrinya, "yang dikerjakan oleh Imam Syafi'i semalam dalam keadaan tiduran, lebih utama daripada apa yang ku kerjakan sambil shalat malam".
📚Dinukil dari kitab Zãdul Murabbiyyîn
☆ Hikmah yang dapat kita petik adalah,
• Inilah diantara Cara Imam Syafi'i dan Imam Ahmad Menghabiskan Malam
• JANGANLAH KITA MENILAI ORANG DARI LUARNYA SAJA, TAPI LIHATLAH DULU DALAMNYA
• Semoga menjadi renungan buat kita semua... AAMIIN...
=================
زار الإمام الشافعي رحمه الله تعالى الإمام أحمد بن حنبل ذات يوم في داره ، وكانت للإمام أحمد ابنة صالحة تقوم الليل وتصوم النهار وتحب أخبار الصالحين والأخيار ، وتود أن ترى الشافعي لتعظيم أبيها له ، فلما زارهم الشافعي فرحت البنت بذلك ، طمعاً أن ترى أفعاله وتسمع مقاله .
وبعدما تناول طعام العشاء قام الإمام أحمد إلى صلاته وذكره ، والإمام الشافعي مستلقٍ على ظهره ، والبنت ترقبه إلى الفجر ، وفي الصباح قالت بنت الإمام أحمد لأبيها
يا أبتاه ... أهذا هو الشافعي الذي كنت تحدثني عنه ؟
قال : نعم يا ابنتي .
فقالت : سمعتك تعظم الشافعي وما رأيت له هذه الليلة .. لا صلاة ولا ذكراٍ ولا ورداً؟
وقد لا حظت عليه ثلاثة أمور عجيبة ، قال : وما هي يا بنية ؟
قالت : أنه عندما قدمنا له الطعام أكل كثيراً على خلاف ما سمعته عنه ، وعندما دخل الغرفة لم يقم ليصلي قيام الليل ، وعندما صلى بنا الفجر صلى من غير أن يتوضأ .
فلما طلع النهار وجلسا للحديث ذكر الإمام أحمد لضيفه الإمام الشافعي ما لاحظته ابنته ، فقال الإمام الشافعي رحمه الله :
يا أبا محمد لقد أكلت كثيراً لأنني أعلم أن طعامك من حلال ، وأنك كريم وطعام الكريم دواء ، وطعام البخيل داء ، وما أكلت لأشبع وإنما لأتداوى بطعامك ، وأما أنني لم أقم الليل فلأنني عندما وضعت رأسي لأنام نظرت كأن أمامي الكتاب والسنة ففتح الله عليّ باثنتين وسبعين مسألة من علوم الفقه رتبتها في منافع المسلمين ، فحال التفكير بها بيني وبين قيام الليل ،
وأما أنني صليت بكم الفجر بغير وضوء ، فوالله ما نامت عيني حتى أجدد الوضوء . لقد بقيت طوال الليل يقظاناً ، فصليت بكم الفجر بوضوء العشاء . ثم ودّعه ومضى .
فقال الإمام أحمد لابنته : هذا الذي عمله الشافعي الليلة وهو نائم ( أي مستلقٍ ) أفضل مما عملته وأنا قائم .