28/05/2026
"DIBUANG KARENA TAK LAGI BERARTI"
Dulu, kucing tua itu pernah menjadi kesayangan di rumah kecil yang hangat. Saat masih mungil dan lucu, semua orang memeluknya, memberinya makanan terbaik, bahkan mengajaknya tidur di kasur. Ia percaya bahwa rumah itu akan menjadi tempat terakhirnya sampai tua nanti.
Namun waktu mengubah segalanya.
Bulunya mulai rontok, tubuhnya kurus, dan penyakit kulit membuatnya tak lagi terlihat menggemaskan. Ia tak seaktif dulu. Langkahnya lambat, matanya redup, dan suara mengeongnya semakin pelan. Pemilik yang dulu memanggilnya dengan penuh kasih, kini mulai merasa jijik dan lelah merawatnya.
Suatu malam saat hujan turun deras, ia dibawa naik mobil tanpa tahu ke mana tujuan mereka. Ketika mobil berhenti di jalan yang sepi dan basah, pintu dibuka perlahan. Kucing tua itu diturunkan begitu saja. Ia masih duduk diam, berharap seseorang akan mengangkatnya kembali.
Tapi mobil itu pergi.
Ia hanya bisa menatap lampu belakang yang semakin jauh, sementara hujan membasahi tubuh rapuhnya. Di tengah dinginnya jalanan, ia masih menunggu… seolah percaya bahwa orang yang pernah memanggilnya “keluarga” akan kembali menjemputnya.
Namun malam itu, yang tersisa hanyalah sepi.