NU Online Jabar

NU Online Jabar Semangat Berkhidmah dan Terus Berkarya
(1)

NU Jabar Online adalah halaman untuk jabar.nu.or.id, portal resmi PWNU Jawa Barat, menyampaikan informasi organisasi, nasehat para ulama NU, sosialisasi pemikiran ke-NU-an, dengan pendekatan tawassut (moderat).

Dalam waktu dekat, 31 Januari 2026 yang akan datang, Nahdlatul Ulama (NU) akan genap berusia satu abad versi masehi. Cap...
24/11/2025

Dalam waktu dekat, 31 Januari 2026 yang akan datang, Nahdlatul Ulama (NU) akan genap berusia satu abad versi masehi. Capaian ini tentu akan menjadi momen yang mengharukan sekaligus membanggakan bagi organisasi yang tetap berdiri teguh dalam upayanya menjamin kemaslahatan serta keselamatan umat di alam semesta ini.

Capaian satu abad nanti juga seolah menjadi penanda bahwa NU telah mampu menjadi organisasi yang tetap bertahan di tengah kompleksitas permasalahan umat, berbangsa maupun bernegara. Oleh karena itu, menjelang usia NU satu abad, selayaknyalah kita mampu merepleksikan diri terkait dengan keberadaan organisasi ini.

Sebagai warga Nahdliyin, kita juga jangan bosan untuk tetap berada dalam alur organisasi yang telah digariskan dan diwariskan oleh para pendiri (muasis) organisasi.

Usia satu abad bukan waktu yang sebentar bagi perjalanan sebuah organisasi.

Tentu, bagi organisasi masa yang mengklaim dirinya sebagai organisasi terbesar di Indonesia, capaian hingga mampu berusia satu abad bukan perkara yang mudah. Mengingat NU dengan kompleksitas permasalahan yang dihadapinya begitu berat, maka ketika usianya telah mencapai satu abad, itu artinya organisasi ini mampu mengimbangi perkembangan zaman.

Sumber: https://jabar.nu.or.id/ngalogat/menyambut-seabad-nu-1926-2026-menjaga-khittah-mengatasi-disharmoni-demi-kemaslahatan-umat-OtH72

___
Download NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap! https://nu.or.id/superapp (Android/iOS)

Menjelang satu abad NU kita sadar, bahwa organisasi ini bukan organisasi dinasti. Siapapun orangnya selagi ia memiliki kemampuan, berhati tulus untuk mengabdi kepada organisasi ini, serta memiliki kelayakan yang telah digariskan organisasi, maka ia layak menjadi motor penggeraknya.

Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Tasikmalaya bekerja sama dengan Dinas Sosial...
24/11/2025

Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Tasikmalaya bekerja sama dengan Dinas Sosial Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKB P3A) menggelar kegiatan Sosialisasi Perlindungan Perempuan dan Anak di Gedung PCNU Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (17/11/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC), Pimpinan Ranting, dan Pimpinan Komisariat IPPNU se-Kabupaten Tasikmalaya dengan jumlah peserta mencapai 100 orang.

Acara diisi oleh tiga narasumber yang kompeten di bidangnya. Materi pertama tentang kesehatan reproduksi remaja disampaikan oleh Eti Mulyati, Bidan Puskesmas Singaparna. Materi kedua mengenai perlindungan perempuan dan anak serta pola asuh anak dibawakan oleh Inne Yulianti, Penyuluh Sosial.

Sementara materi ketiga, sosialisasi aplikasi perlindungan pelayanan terhadap perempuan dan anak, disampaikan oleh Tubagus Arfan Fahridan, Operator PELUKAN (Perlindungan Layanan Terpadu Perempuan dan Anak).

Dalam materinya, Eti Mulyati menekankan pentingnya pemahaman kesehatan reproduksi remaja, khususnya pada masa transisi usia 10–19 tahun. Ia menjelaskan ciri-ciri perkembangan remaja awal dan pertengahan, serta perubahan fisik pada masa akil baligh bagi perempuan, yang memungkinkan kehamilan apabila melakukan hubungan seksual.

Sementara Inne Yulianti mengulas berbagai bentuk kekerasan terhadap perempuan, termasuk kekerasan berbasis gender online (KBGO). Ia menekankan bahwa pelaporan kekerasan bukanlah membuka aib, tetapi bentuk perlawanan terhadap kekerasan yang dialami perempuan dan anak.

Materi ketiga menyoroti aplikasi PELUKAN, yang memungkinkan masyarakat melaporkan tindak kekerasan secara online dengan sistem keamanan data yang terenkripsi. Aplikasi ini dirancang untuk memberikan kemudahan akses dan perlindungan data bagi pengguna.

Sementara, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Iyen Nuryanah berharap sosialisasi ini dapat meningkatkan kesadaran remaja dan masyarakat terkait perlindungan perempuan dan anak di Kabupaten Tasikmalaya.

Pimpinan Pondok Pesantren Darunniam Al-Islami, KH Abdul Ghani, menegaskan empat nilai fundamental yang harus dipegang te...
24/11/2025

Pimpinan Pondok Pesantren Darunniam Al-Islami, KH Abdul Ghani, menegaskan empat nilai fundamental yang harus dipegang teguh oleh para santri dan alumni, yakni as-shidqu (kejujuran), as-syukru (rasa syukur), al-haya (rasa malu), dan husnul khuluq (akhlak mulia).

Petuah tersebut disampaikan pada puncak acara Reuni Akbar, Haul Muassis, dan Harlah ke-26 Pondok Pesantren Darunniam Al-Islami yang digelar di kompleks pesantren, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, Senin–Selasa (17–18/11/2025).

Dalam amanatnya di hadapan ratusan alumni dan jamaah, KH Abdul Ghani menjelaskan pentingnya as-shidqu. Ia meminta para alumni meneladani sifat shiddiq Nabi Muhammad SAW dengan menghindari kebohongan sekecil apa pun.

“Hindari kebohongan kecil karena itu bisa menjadi kebiasaan buruk. Alumni harus bertanggung jawab atas setiap perkataan dan perbuatan,” tegas Ketua MWCNU Kecamatan Pacet tersebut.

Selain kejujuran, ia juga mengingatkan pentingnya as-syukru dengan membiasakan melihat kondisi orang yang berada di bawah agar senantiasa bersyukur, serta al-haya atau rasa malu yang menjadi pembeda manusia dengan makhluk lainnya.

Poin terakhir yang ia sampaikan adalah husnul khuluq, yakni kewajiban berbuat baik kepada sesama makhluk.

"Semoga dengan memegang nilai-nilai ini, pesantren bisa melahirkan generasi sholih dan sholihah yang bermanfaat bagi masyarakat," harapnya.

Momen Perekat Silaturahmi

Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri ratusan alumni dari berbagai daerah, termasuk mereka yang kini memimpin pesantren. Hadir p**a jajaran masyayikh, pengurus MWCNU Pacet beserta badan otonom (Muslimat, Fatayat, Ansor, Banser, IPNU–IPPNU), serta Muspika Kecamatan Pacet.

Ketua Alumni Pondok Pesantren Darun Ni’am, Cep Mu’in Abdul Kohar, menyambut baik pesan pimpinan pondok tersebut. Menurutnya, reuni ini merupakan manifestasi idmaj (penyatuan) yang mempertemukan lintas angkatan sebagai satu keluarga besar Himpunan Alumni Darunniam Al-Islami (HIMADANI).

"Alumni adalah salah satu fondasi terkuat bagi perkembangan pesantren. Melalui peran alumni yang memiliki jamaah atau santri, syiar pondok akan terus meluas. Semoga acara ini memperkuat ikatan batin kita dengan guru dan almamater," ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua Pelaksana Imam Farid Assidiq menyampaikan rasa syukurnya atas kekompakan panitia dan dukungan para masyayikh sehingga acara yang juga diisi santunan kepada 50 anak yatim dan dhuafa ini dapat berjalan lancar.

Rangkaian acara ditutup dengan Tabligh Akbar oleh Wakil Ketua PWNU Jawa Barat KH Busyrol Karim Zuhri, yang juga Pimpinan Pondok Pesantren Baitul Hikmah Haur Kuning Tasikmalaya. Camat Pacet, Asep Susanto, yang hadir mewakili Bupati Bandung, mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai upaya nyata meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berakhlak.

Ketua Lembaga Ta'lif wal Nasyr Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LTN PBNU) KH Ishaq Zubaidi Raqib menghadiri pelantikan Pe...
24/11/2025

Ketua Lembaga Ta'lif wal Nasyr Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LTN PBNU) KH Ishaq Zubaidi Raqib menghadiri pelantikan Pengurus Anak Ranting Nahdlatul Ulama (PARNU) Griya Alam Sentosa (GAS) yang digelar di Masjid Jami' Annur Perum Griya Alam Sentosa pada Sabtu (15/11/2025).

Diketahui, hadirnya Ketua LTN PBNU di pelantikan tersebut juga sekaligus untuk memberikan taushiyah.

Dalam taushiyahnya, KH Ishaq Zubaedi menyampaikan bahwa tantangan kehidupan bagi umat semakin hari semakin berat dan kompleks. Beragam persoalan dimasyarakat terus mengemuka seiring dengan perkembangan teknologi, modernisasi dan kekebasan berekspresi melalui media sosial.

“Oleh sebab itu, tugas utama kyai, ulama dan ustad adalah mengurusi umat atau jamaah. Dan dalam struktur NU, yang paling dekat adalah umat atau jamaah tentunya adalah Pengurus Anak Ranting, atau yang disebut dengan istilah PARNU. Maka berbahagialah bagi para kyai, ulama dan ustad yang sudah resmi dilantik karena mendapatkan mandate langsung untuk bersenturan dengan umat yang paling bawah”, tegas KH Ishaq Zubaedi.

Kiai Ishaq mengibaratkan ranting dan anak ranting seperti pohon, yang di mana posisi dari keduanya itu lebih dekat dengan langit.

"Insya Allah pengurus Anak Ranting NU ini doanya makbul. Maka bagi umat dan jamaah, kalau mau minta doa terkait dengan hajatnya, mintalah doa kepada pengurus PARNU,” tuturnya.

Fatayat NU Kabupaten Cirebon menegaskan sikap tegasnya dalam menolak praktik pemotongan dan pelukaan genitalia perempuan...
24/11/2025

Fatayat NU Kabupaten Cirebon menegaskan sikap tegasnya dalam menolak praktik pemotongan dan pelukaan genitalia perempuan (P2GP) atau sunat perempuan. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi dan orientasi yang digelar bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia di Gedung NU Center, Kabupaten Cirebon, pada Rabu–Kamis, (5–6/11/2025).

Agenda dua hari itu menjadi momentum memperkuat gerakan bersama untuk mengakhiri praktik yang dinilai merugikan kesehatan fisik dan mental perempuan. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kerja sama nasional antara PP Fatayat NU dan Kementerian Kesehatan RI untuk meningkatkan kesadaran publik terkait bahaya P2GP.

Ketua Umum PP Fatayat NU, Hj. Margaret Aliyatul Maimunah menegaskan bahwa sunat perempuan tidak memiliki manfaat medis dan justru berisiko menimbulkan gangguan kesehatan. Ia menambahkan bahwa Fatayat NU berkomitmen melakukan edukasi dan kampanye pencegahan secara berkala.

“Kita ingin mengingatkan bahwa membesarkan anak perempuan adalah dengan cinta, bukan dengan luka,” ungkapnya.

Dari sisi kebijakan, perwakilan Kemenkes RI, dr. Tyas Natasya Citrawati, menjelaskan bahwa pemerintah telah menerbitkan aturan tegas melalui Permenkes Nomor 2 Tahun 2025 yang melarang praktik sunat perempuan dalam layanan kesehatan reproduksi.

“Kebijakan ini diharapkan menjadi landasan kuat untuk menekan praktik yang masih banyak dilakukan atas dasar tradisi,” jelasnya.

Perspektif keagamaan juga disampaikan oleh KH Aziz Hakim Syaerozi, Pengasuh Pesantren Babakan Ciwaringin sekaligus Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Cirebon. Ia menegaskan bahwa praktik P2GP tidak memiliki dasar syariat.

“Dalam pandangan fikih, setiap tindakan yang menyakiti tubuh tanpa manfaat adalah perbuatan yang dilarang. Tidak ada kewajiban agama untuk menyunat perempuan. Justru Islam menekankan penghormatan terhadap tubuh perempuan sebagai bagian dari menjaga martabat dan kesehatan,” ungkap Kiai Aziz.

Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Cirebon, Roziqoh, menilai agenda ini sebagai langkah strategis memperkuat jaringan kerja lintas sektor.

“Kami berharap kolaborasi antara Fatayat, Kemenkes, dan berbagai pihak di daerah dapat memperluas edukasi dan menghentikan praktik P2GP yang masih terjadi di sebagian masyarakat,” jelasnya.

Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Garut, KH R Amin Muhyiddin Maulani terpilih sebagai ketua ...
24/11/2025

Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Garut, KH R Amin Muhyiddin Maulani terpilih sebagai ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) kabupaten Garut dalam Musyawarah Daerah (Musda) MUI ke-XI yang digelar di Hotel Santika, Jalan Cipanas Baru, Pananjung pada Selasa, (18/11/2025).

Dalam musyawarah tersebut, Kiai Amin dikukuhkan sebagai ketua umum setelah semua peserta secara aklamasi menyepakatinya untuk mengemban amanah sebagai ketua umum MUI Kabupaten Garut masa bakti 2025-2030.

Dengan terpilihnya pengasuh sekaligus pemilik Ponpes Assaadah Limbangan sebagai ketua MUI baru itu menandakan tugas dalam memajukan, menjaga, hingga membina umat semakin bertambah. Kini, ia tidak hanya bertugas sebagai pemimpin di satu organisasi saja, melainkan juga di organisasi yang lainnya, yakni MUI.

Selain itu, bagi Kiai Amin capaian tersebut menjadikan dirinya salah satu kiai yang secara bersamaan memegang dua amanah besar dalam organisasi keagamaan, yakni sebagai Rais Syuriah PCNU sekaligus ketua umum MUI Garut.

Atas capaian yang didapat Kiai Amin, beragam ucapan selamat, kebahagiaan, rasa syukur serta harapan besar akan kemajuan serta kemaslahatan umat pun mengalir deras. Misalnya seperti yang diungkapkan oleh tim kesekretariatan PCNU Kabupaten Garut.

"Dengan spirit khidmah dan semangat merawat umat, PCNU Kabupaten Garut meyakini bahwa di bawah kepemimpinan beliau, MUI Garut akan semakin kokoh dalam menjaga harmoni, memperkuat moderasi beragama, serta menjadi rujukan keulamaan yang membawa maslahat bagi masyarakat Garut dan umat Islam secara luas," tulis tim kesekretariat PCNU Garut sebagaimana dipantau NU Online Jabar pada WhatsApp Group KBNU Garut.

Sebagai informasi, pada Musda MUI ke-XI itu, selain dihadiri seluruh perwakilan MUI tingkat kecamatan, dihadiri p**a oleh pejabat Forkopimda Kabupaten Garut, perwakilan ormas Islam, dan tamu undangan lainnya.

Musda MUI ke-XI berlangsung dua hari, Selasa hingga Rabu, 18-19 November 2025. Musda kali ini mengusung tema Mempererat Ukhuwah Islamiyah, Memperkokoh Islam Wasathiyah.

Dalam acara itu juga dilakukan penyerahan beragam program dari masing-masing MUI tingkat kecamatan.

Kementerian Haji dan Umrah resmi membuka seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1447 H/2026 M tingkat daerah m...
24/11/2025

Kementerian Haji dan Umrah resmi membuka seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1447 H/2026 M tingkat daerah mulai Sabtu 22 November 2025. Pengumuman dibagikan melalui akun Instagram resmi .ri.

"Seleksi dilakukan transparan, akuntabel, tanpa biaya dan bebas gratifikasi," ungkap keterangan resmi Kementerian Haji dan Umrah, Kamis (20/11/2025).

Adapun Formasi PPIH yang dibuka yaitu:

Rekrutmen PPIH tingkat daerah mencakup dua kategori layanan, yaitu:
• PPIH Kloter (Ketua Kloter dan Pembimbing Ibadah)
• PPIH Arab Saudi (Akomodasi, Konsumsi, Transportasi, Bimbingan Ibadah, dan Siskohat)

Jadwal Seleksi
Tahap Kabupaten/Kota
• 22-28 November 2025: Pendaftaran peserta
• 28 November 2025 pukul 23.59 WIB: Batas akhir unggah dokumen
• 2 Desember 2025 pukul 23.59 WIB: Batas verifikasi Siskohat tingkat kabupaten/kota
• 4 Desember 2025 pukul 09.00 WIB: Tes CAT
• 5 Desember 2025 pukul 16.00 WIB: Pengumuman hasil tahap 1

Tahap Provinsi
• 8 Desember 2025 pukul 23.59 WIB: Batas verifikasi dokumen Kanwil
• 11 Desember 2025 pukul 09.00 WIB: CAT dan wawancara
• 12 Desember 2025 pukul 16.00 WIB: Pengumuman hasil tahap 2

Formasi Layanan
PPIH Kloter:
• Ketua Kloter
• Pembimbing Ibadah Haji Kloter

PPIH Arab Saudi:
• Akomodasi
• Konsumsi
• Transportasi
• Bimbingan Ibadah
• Siskohat

Persyaratan Umum
Beberapa syarat yang harus dipenuhi calon pendaftar antara lain:
1. WNI dan beragama Islam
2. Sehat jasmani dan rohani
3. Tidak dalam keadaan hamil (bagi perempuan)
4. Memiliki integritas dan rekam jejak baik
5. Mendapat izin dari atasan (bagi ASN/pegawai instansi)
6. Mampu mengoperasikan aplikasi komputer/gawai
7. Diutamakan menguasai bahasa Arab atau Inggris
8. Tidak sedang menjalani tugas belajar
9. Suami-istri tidak diperbolehkan bertugas dalam tahun yang sama

Selengkapnya baca di NU Online Jabar.

Pimpinan Pondok Pesantren Baitul Hikmah Haurkuning Tasikmalaya, KH Busyrol Karim Zuhri, mengajak para alumni pesantren u...
24/11/2025

Pimpinan Pondok Pesantren Baitul Hikmah Haurkuning Tasikmalaya, KH Busyrol Karim Zuhri, mengajak para alumni pesantren untuk aktif berkhidmah di Nahdlatul Ulama (NU).

Hal tersebut disampaikan saat menghadiri puncak Reuni Akbar, Haul Muassis, dan Harlah ke-26 Pondok Pesantren Darunni’am Al-Islami, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, yang berlangsung Senin–Selasa (17–18/11/2025) lalu.

Menurut KH Busyrol, pesantren merupakan basis Ahlussunnah Wal Jama’ah (Aswaja) karena di dalamnya dikaji kutubut turats (kitab kuning), Al-Qur’an, hadis, ijma, dan qiyas. Karena itu, keaktifan alumni di NU menjadi penanda sanad keilmuan yang jelas.

“Saya mengajak santri dan semua alumni supaya aktif di Nahdlatul Ulama. Kalau alumni aktif di NU, maka terbaca bahwa alumni itu memiliki manhaj yang jelas, cerdas, dan ini adalah cara memperbanyak keberkahan dari para ulama,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan alumni agar tidak hanya aktif, tetapi turut mengurus organisasi secara struktural, seraya mengutip wasiat pendiri NU, Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari: “Barangsiapa yang mau mengurusi NU, aku anggap menjadi santriku. Dan siapa yang menjadi santriku, saya doakan husnul khotimah beserta anak cucunya.”

Di hadapan ratusan alumni Darunni’am yang hadir, KH Busyrol menekankan pentingnya adab. Ia mengingatkan bahwa meskipun alumni telah menjadi tokoh, kiai, atau ustadz di kampung halamannya, saat menghadiri reuni pesantren, status tersebut harus ditanggalkan.

“Ketika datang ke pesantren dalam acara reuni, jadilah santri biasa,” pesannya.

KH Busyrol menjelaskan bahwa kehadirannya dalam acara tersebut bukan semata memenuhi undangan, tetapi karena ikatan batin yang kuat. Pimpinan Pondok Pesantren Darunni’am Al-Islami merupakan rekan seperjuangannya di Pondok Pesantren Al-Ma’arif Bantar Gedang, Tasikmalaya. Bahkan, salah satu putra pimpinan Darunni’am pernah menjadi santri di Baitul Hikmah Haurkuning.

Selengkapnya baca di NU Online Jabar.

Tepat pada Kamis 20 November 2025, digelar Rapat Harian Syuriyah PBNU. Rapat ini membahas tentang kelembagaan Perkump**a...
23/11/2025

Tepat pada Kamis 20 November 2025, digelar Rapat Harian Syuriyah PBNU. Rapat ini membahas tentang kelembagaan Perkump**an Nahdlatul Ulama dengan dihadiri Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar serta dua Wakil Rais Aam PBNU, yaitu KH Afifuddin Muhajir dan KH Anwar Iskandar. Total peserta rapat sebanyak 37 orang dari 53 pengurus harian Syuriyah.

Berdasarkan Risalah Rapat, terdapat sejumlah kesimp**an atau putusan dari Rapat Harian Syuriyah.

Pertama, Rapat Harian Syuriyah memandang bahwa diundangnya narasumber yang terkait dengan jaringan Zionisme Internasional dalam Akademi Kepemimpinan Nasional Nahdlatul Ulama (AKN NU) sebagai narasumber kaderisasi tingkat tertinggi Nahdlatul Ulama telah melanggar nilai dan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah serta bertentangan dengan Muqaddimah Qanun Asasi Nahdlatul Ulama.

Kedua, pelaksanaan AKN NU dengan narasumber yang terkait dengan jaringan Zionisme Internasional di tengah praktik genosida dan kecaman dunia internasional terhadap Israel telah memenuhi ketentuan Pasal 8 huruf a Peraturan Perkump**an Nahdlatul Ulama Nomor 13 Tahun 2025 tentang Pemberhentian Fungsionaris, Pergantian Antar Waktu dan Pelimpahan Fungsi Jabatan, yang mengatur bahwa pemberhentian tidak dengan hormat dilakukan terhadap fungsionaris dikarenakan yang bersangkutan melakukan tindakan yang mencemarkan nama baik Perkump**an.

Ketiga, tata kelola keuangan di lingkungan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengindikasikan pelanggaran terhadap hukum syara', ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, Pasal 97-99 Anggaran Rumah Tangga Nahdlatul Ulama dan Peraturan Perkump**an Nahdlatul Ulama yang berlaku, serta berimplikasi yang membahayakan pada eksistensi Badan Hukum Perkump**an Nahdlatul Ulama.

Keempat, dengan mempertimbangkan poin 1, 2 dan 3 di atas, maka Rapat Harian Syuriyah memutuskan menyerahkan sepenuhnya pengambilan keputusan kepada Rais Aam dan dua Wakil Rais Aam

Kelima, musyawarah antara Rais Aam dan para Wakil Rais Aam memutuskan dua hal:

1. KH Yahya Cholil Staquf harus mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dalam waktu 3 (tiga) hari terhitung sejak diterimanya keputusan Rapat Harian Syuriyah PBNU.
2. Jika dalam waktu 3 (tiga) hari tidak mengundurkan diri, Rapat Harian Syuriyah PBNU memutuskan memberhentikan KH Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.

Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Barat menggelar diskusi terbuka bertajuk Sosok Pahlawan Di Mata Gen...
23/11/2025

Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Barat menggelar diskusi terbuka bertajuk Sosok Pahlawan Di Mata Generasi; Dari Masa Lalu Hingga Masa Kini di New Cammary Caffe yang berlokasi di Cibiru Kota Bandung pada Selasa (18/11/202) malam.

Kegiatan tersebut turut menghadirkan sejumlah narasumber antara lain Wakil Dekan Fakultas Hukum UNINUS Ahmad Jamaludin, Founder Logika Filsuf Baihaqqi Addahil, Wakil Ketua GP Ansor Jawa Barat H Agus Djaelani dan perwakilan Generasi Z Melisa Fitriani.

Dalam sambutannya, H Agus Djaelani mengatakan bahwa pihaknya merespon dan membaca situasi lebih objektif dan faktual terkait dengan gelar pahlawan.

"Kita sangat sepakat dengan Gus Dur dan Syaikhona Kholil. Kemudian, tentu ada ganjalan dari hati kita terhadap gelar pahlawan bagi yang lain dan Itu juga mungkin disepakati dari kelompok lain. Maka kita sajikan ini kepada sahabat-sahabat agar kita tidak membaca situasi ini dari satu perspektif saja," ungkapnya.

Pria yang akrab disapa Kang Zambrong tersebut menyebutkan bahwa dirinya mempersilahkan jika ada yang sepakat dengan gelar pahlawan dari salah satu yang telah ditetapkan.

"Mangga, kalau kita juga sepakat dengan kondisi bahwa Gus Dur dan Mbah Kholil ditetapkan sebagai gelar pahlawan," tuturnya.

Kang Zambrong juga mengingatkan agar Gen Z untuk lebih utuh dalam membaca sejarah. "Kita lebiih berharap Gen Z ini membaca sejarah dengan utuh, jadi membaca pahlawan ini tidak dari sudut pandang fomo, ikut digerus oleh isu-isu ataupun informasi yang sepihak, tapi lebih objektif dalam membaca sejarah," pungkasnya.

Sebagai informasi, diskusi terbuka itu juga diikuti lebih dari 100 orang yang hadir baik dari kader GP Ansor hingga mahasiswa.

Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia (RI) mengungkapkan bahwa masih terdapat sekitar 437 ribu guru madrasah ya...
23/11/2025

Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia (RI) mengungkapkan bahwa masih terdapat sekitar 437 ribu guru madrasah yang belum mengantongi sertifikat pendidik. Hal tersebut dinilai mencerminkan persoalan serius dalam tata kelola tenaga pendidik di lingkungan Kemenag.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag RI Amien Suyitno menjelaskan bahwa Undang-Undang Guru dan Dosen sebenarnya sudah menetapkan batas waktu yang jelas terkait kewajiban sertifikasi.

"Di Bab 8 itu sangat tegas bahwa guru wajib memiliki kualifikasi akademik dan sertifikat pendidik 10 tahun sejak diundang-undangkannya undang-undang ini, Undang-Undang 14/2005, jadi kalau kita hitung 10 tahun, artinya semua guru itu sudah harus tersertifikat profesi berarti 2015," kata Amien saat menghadiri rapat bersama Baleg DPR melansir laman NU Online pada Kamis (20/11/2025).

Menurut Amin bahwa situasi saat ini menggambarkan adanya pelanggaran terhadap ketentuan undang-undang tersebut.

"Artinya secara sadar atau tidak sadar, kita semua negara ini sudah melanggar Undang-Undang," sambungnya.

Amien juga menambahkan bahwa lambatnya proses sertifikasi guru madrasah bukan disebabkan rendahnya kesiapan para guru. Ia menegaskan bahwa persoalan utamanya berada pada keterbatasan anggaran negara.

"Postur anggaran yang diberikan kepada terutama Kemenag, itu belum berbanding lurus dengan kebutuhan sertifikasi. Itu yang menyebabkan mengapa sertifikasi guru di Kemenag terutama, selalu tidak bisa memenuhi kebutuhan yang ideal," paparnya.

Selengkapnya baca di NU Online Jabar.

Salah satu tradisi utama yang dijaga dalam pesantren ialah adab santri kepada kyai atau murid kepada guru. Santri dididi...
21/11/2025

Salah satu tradisi utama yang dijaga dalam pesantren ialah adab santri kepada kyai atau murid kepada guru. Santri dididik untuk menghormati guru, menaati nasihatnya, menjaga sopan santun, dan berperilaku dengan penuh etika. Tradisi ini kerap disalahpahami sebagai penghormatan berlebihan, padahal substansinya adalah memuliakan ilmu dan pemilik ilmu.

Imam Az-Zarnuji dalam Ta'lim Muta'allim menegaskan bahwa keberhasilan menuntut ilmu bergantung pada penghormatan terhadap ilmu dan ahli ilmu. Ia menulis:

اعْلَمْ بِأَنَّ طَالِبَ الْعِلْمِ لَا يَنَالُ الْعِلْمَ وَلَا يَنْتَفِعُ بِهِ إِلَّا بِتَعْظِيمِ الْعِلْمِ وَأَهْلِهِ وَتَعْظِيمِ الْأُسْتَاذِ وَتَوْقِيْرِهِ. قِيْلَ مَا وَصَلَ مَنْ وَصَلَ إِلَّا بِالْحُرْمَةِ، وَمَا سَقَطَ مَنْ سَقَطَ إِلَّا بِتَرْكِ الْحُرْمَةِ

Artinya, “Ketahuilah, bahwa sesungguhnya seorang pelajar tidak akan bisa mendapatkan ilmu dan manfaat ilmu kecuali dengan menghormati ilmu dan orang yang berilmu, memuliakan guru dan menghormatinya. Dikatakan, tidak sukses orang yang telah sukses kecuali dengan hormat, dan tidak gagal orang yang gagal kecuali disebabkan tidak hormat.” (Ta’limul Muta’allim, hlm. 55).

Nilai penghormatan terhadap ilmu juga dijelaskan Allah melalui kisah para malaikat yang diperintahkan bersujud kepada Nabi Adam as:

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلْئِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسُ أَبِي وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَفِرِينَ Artinya,

“(Ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, ‘Sujudlah kamu kepada Adam!’ Maka, mereka pun sujud, kecuali Iblis. Ia menolaknya dan menyombongkan diri, dan ia termasuk golongan kafir.” (QS Al-Baqarah: 34).

Para mufasir menjelaskan bahwa sujud malaikat merupakan bentuk penghormatan, bukan sujud ibadah. Dalam Tafsir Jalalain disebut:

وَ اذْكُرْ إِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَم سُجُود تَحِيَّةٍ بِالْإِنْحِنَاءِ لَهُ

Artinya, “(Dan) ingatlah! (Ketika Kami berfirman kepada para malaikat, ‘Sujudlah kalian kepada Adam!’) Yakni, sujud badan sebagai bentuk penghormatan dengan membungkukkan.” (Tafsir Jalalain, hlm. 6).

Sumber:

Pesantren dikenal sebagai lembaga pendidikan Islam yang menanamkan ilmu sekaligus membentuk akhlak santri. Di dalamnya, santri tidak hanya mempelajar

Address

Jalan Terusan Galunggung No. 9 Lingkar Selatan, Lengkong Kota Bandung
Bandung
40263

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when NU Online Jabar posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to NU Online Jabar:

Share