Info seputar jabar

Info seputar jabar JABAR

JuAra Bola dAn aRena

Bidadari lapangan hijau
09/02/2024

Bidadari lapangan hijau

Air Citarum Tak Layak untuk Minum, Wisata, dan PerikananOleh: Hendro Susilo Husodo 2 Maret, 2018 - 20:23BANDUNG RAYASamp...
02/03/2018

Air Citarum Tak Layak untuk Minum, Wisata, dan Perikanan
Oleh: Hendro Susilo Husodo 2 Maret, 2018 - 20:23
BANDUNG RAYA

Sampah Sungai Citarum/ANTARA
PRAJURIT TNI membersihkan sampah saat revitalisasi sungai Citarum Lama di Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin, 5 Februari 2018. Kegiatan tersebut merupakan program pembersihan secara masif mulai dari hulu hingga hilir sungai Citarum.*
NGAMPRAH, (PR).- Bekerja sama dengan Universitas Padjadjaran, PT Indonesia Power Unit Pembangkitan Saguling secara rutin melakukan pengecekan terhadap kualitas air di Sungai Citarum. Dari hasil penelitian, mutu air di Citarum terklasifikasi pada kategori tercemar berat, yang tak layak untuk diminum atau dimanfaatkan untuk pariwisata dan perikanan.

General Manager PT Indonesia Power UP Saguling Buyung Arianto mengatakan, pihaknya bersama Unpad melakukan pengecekan terhadap air Citarum yang masuk ke PLTA Saguling sebanyak empat kali dalam setahun. Walaupun sampah di aliran Sungai Citarum sudah banyak berkurang, airnya masih tercemar oleh limbah industri.

"Kualitas air di Citarum itu berada di kategori IV (tercemar berat). Jadi, airnya itu sebetulnya sudah tidak layak untuk minum, wisata air, dan perikanan. Golongan air ini cuma bisa untuk menyiram tanaman tertentu. Buat pembangkitan, masih bisa," kata Buyung di kantornya, Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, baru-baru ini.

Tanpa menyebutkan nominal, dia menyatakan bahwa selama ini PT Indonesia Power telah mengeluarkan biaya yang sangat besar untuk membenahi kualitas air di Citarum. Pasalnya, kualitas air yang buruk dalam jangka panjang dapat menimbulkan kerusakan pada mesin pembangkitan.

"Anggaran itu sebetulnya relatif, yang jelas sangat besar. Penyebabnya, diantaranya ialah untuk membersihkan air dari sampah dan gulma. Namun, yang paling utama ialah limbah pabrik, yang dapat menyebabkan korosi pada mesin, sehingga bisa mengurangi usia PLTA," katanya.

Menurunkan biaya listrik
Oleh karena itu, dia mengaku sangat senang ketika Presiden Joko Widodo (Jok0wi -red) mencanangkan program Citarum Harum. Sebagai sumber energi primer, kata Buyung, air di Citarum semestinya dapat dijaga kebersihannya oleh seluruh pihak. Produksi listrik di PLTA Saguling juga akan terus terjaga selama air di Citarum berkualitas baik.

"Kami sangat bersyukur, karena keberlangsungan sumber energi primer bisa langgeng jika kelestariannya bisa terjaga terus. Semakin bersih air yang masuk ke PLTA, maka produksi listrik juga akan semakin bagus. Pada akhirnya, mudah-mudahan, keinginan kita bisa menurunkan biaya listrik bisa terealisasi," tuturnya.

Sebagai pengguna air di Citarum, dia menambahkan, PT Indonesia Power juga berkomitmen untuk terlibat aktif dalam program Citarum Harum. Kolaborasi berbagai pihak, termasuk dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kodam III/Siliwangi, diharapkan dapat menyukseskan pembenahan di Citarum.

"Mulai dari hulu Citarum, kemarin Presiden Jokowi sudah melakukan simbolis penanaman pohon. Kemudian, dari Pangdam dan Gubernur, juga telah dilakukan pembagian tugas di beberapa sektor. Dari 22 sektor, kami kebagian di sektor 9. Di situ, ada beberapa program yang akan kami jalankan dalam beberapa waktu ke depan," imbuhnya. (Hendro Husodo)***

Sempat Dikira Bom, Kardus Ini Bikin Kaget Warga SukabumiWarga digegerkan dengan kardus yang dikira berisi bom. (Foto: Sy...
25/02/2018

Sempat Dikira Bom, Kardus Ini Bikin Kaget Warga Sukabumi
Warga digegerkan dengan kardus yang dikira berisi bom. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Sukabumi - Warga yang tinggal di Jalan Mochtar Obing, tembusan Jalan Sudirman, Kota Sukabumi, Jabar dibuat kaget dengan temuan kardus terbungkus rapi di pinggir jalan, Minggu petang (25/2/2018). Polisi bahkan berdatangan ke lokasi membawa alat pendeteksi metal.
Warga sempat panik lantaran alat pendeteksi berbunyi. Namun saat diperiksa lebih jauh oleh polisi dengan cara dibongkar di dalam dus hanya berisi tumpukan sampah dan kaleng bekas minuman ringan.
"Tadi warga sempat kaget, dari sekitar jam 14.00 WIB ada bungkusan kardus rapi tersimpan di pinggir jalan. Sampai beberapa jam katanya enggak ada yang mengambil, akhirnya ada yang lapor polisi warga juga sempat diminta menjauh," kata Rudi (23), pedagang asongan di sekitar lokasi kejadian kepada detikcom .
Rudi menyebut warga sempat khawatir di dalam kardus berisi bom. "Saat ditemukan tadi sempat ada yang melarang jangan dibuka karena katanya takut bom," lanjut dia.
Dodi Lukman Hakim, warga setempat, membenarkan jika warga sempat curiga dengan bungkusan kardus terikat rapi itu. Posisi dus tidak berubah dan tidak ada yang mengambil.
"Sekitar pukul 13.00 WIB, saya keluar rumah awalnya enggak curiga. Sampai akhirnya balik lagi ternyata masih ada, kan curiga. Saya kemudian lapor Polisi, mereka datang bawa metal detektor pas digeser (kardusnya) berat dan ketika diperiksa pakai ternyata bunyi. Akhirnya dibongkar pelan-pelan ternyata isinya hanya sampah," Dodi.
Polisi hanya sebentar melakukan olah TKP, lalu beranjak pergi meninggalkan lokasi dengan posisi sampah tetap dibiarkan berserakan

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey belum lama ini mengeluhkan gajinya yang kecil. Sehingga ia meminta Presiden Jok...
24/02/2018

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey belum lama ini mengeluhkan gajinya yang kecil. Sehingga ia meminta Presiden Joko Widodo menaikkan gaji kepala daerah sebagai langkah untuk menekan praktik korupsi.
Calon Gubernur Jabar Ridwan Kamil berpendapat segala sesuatu kembali pada niat seseorang. "Pilihannya ketika berniat jadi pemimpin apakah mau mencari nafkah atau memang murni pengabdian?" ujar pria yang akrab disapa Emil melalui pesan singkat yang diterima detikcom, Jumat (23/3/2018) malam.
Menurutnya segala sesuatu memiliki konsekuensinya sendiri. Hal itu juga berlaku pada seorang kepala daerah yang memang dirasakannya memiliki gaji yang relatif kecil.
"Nah ketika sudah tahu gaji itu relatif kecil, terus maksa untuk jadi pemimpin dan berharap gaji besar berarti ada yang salah dengan niatnya," katanya.
Baca juga: Gubernur Sulut Keluhkan Gaji, Mendagri: Sampaikan ke Presiden
Pria yang juga Wali Kota Bandung ini mengaku sebelum terjun ke dunia politik sudah memikirkan hal tersebut. Bahkan ia sudah menyiapkan bekal untuk keluarganya dari hasil pekerjaan sebelumnya yakni mengelola perusahaan firma arsitektur di tiga kota dengan 70 orang karyawan.
Sehingga, kata Emil, saat ia terpilih sebagai wali kota seluruh urusan ekonomi keluarga sudah tercukupi dan hal-hal yang berpotensi pelanggaran seperti korupsi tidak lagi terpikirkan olehnya.
"Saran saya yang akan terjun ke politik, luruskan niat semata-mata untuk pengabdian pada masyarakat. Dalam hemat saya, berbagai fasilitas yang diterima kepala daerah insya allah sudah mencukupi," ujarnya.
Selama menjadi Wali Kota Bandung sejak tahun 2013 lalu, Emil mengaku sudah membentengi diri agar ia dan bawahannya tidak terjerat korupsi. Salah satunya adalah pemanfaatan teknologi untuk mendorong efektifitas dan transparansi.
Emil membeberkan beberapa hal yang telah ia lakukan sebagai pemimpin Kota Bandung untuk meningkatkan performa bawahannya. Di antaranya adalah realisasi konsep e-Budgeting yang memungkinkan pengelolaan APBD secara optimal dan transparan.
"Sebagai wali kita saya menginstruksikan agar proses perizinan dionlinekan sehingga mengurangi pertemuan pemohon dengan petugas perizinan yang berpotensi pada KKN dan pungli," beber pria berkacamata itu.
Tak hanya itu, Emil juga menggunakan serangkaian teknologi terhadap kebutuhan publik untuk memutus mata rantai birokrasi yang berbelit-belit dan berpotensi memunculkan pungli. "Dengan satu tujuan yaitu menghadirkan pelayanan yang nyaman pada warga," tandas Emil.

Calon Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengaku siap menuntaskan masalah banjir di Kota Bandung dalam kurun waktu sat...
23/02/2018

Calon Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengaku siap menuntaskan masalah banjir di Kota Bandung dalam kurun waktu satu tahun jika menang bersama Calon Wali Kota Bandung Oded M Danial di Pilwalkot Bandung 2018.
"Saya rasa satu tahun cukup untuk permasalahan banjir ini," ujar Yana usai berziarah di Makam Dalem Kaum, Kota Bandung, Jumat (23/2/2018).
Foto: Tri Ispranoto
Yana mengatakan sebagai solusi ia akan melakukan pembenahan drainase agar memiliki fungsi untuk saluran sekaligus penyerapan air. Sebab selama ini drainase di Kota Bandung terlalu tertutup sehingga tidak ada resapan dan air mengalir percuma.
Solusi kedua, kata Yana, hal yang perlu dibenahi adalah permasalahan sampah. Untuk hal tersebut Yana akan menyiapkan infrastruktur berupa mesin pengolah sampah bertenaga surya yang harganya sekitar Rp 100 juta.
"Kalau masalah sampah saya kira hitungan bulan bisa selesai tergantung penganggaran. Lalu bikin biopori juga tidak mahal. Jadi kuncinya tetap keterlibatan warga dan komunikasi," ucapnya.
Selain hal tersebut Yana juga akan mulai mengubah prilaku warga agar tidak lagi membuang sampah sembarangan. Salah satu caranya dengan menegakkan sanksi bagi para pelanggar.
"Sanksi itu jangan rupiah tapi sosial. Misal pelanggar disuruh bersihin jalan sepanjang D**o terus divideokan, diliput sama teman-teman (wartawan). Jadi ada efek jeranya," katanya.
Ia berharap dengan berbagai solusi tersebut permasalahan banjir bisa teratasi sekaligus lingkungan Kota Bandung akan terjaga dengan kedisiplinan warga dan ketegasan pemerintah.

Garut - Warga yang tinggal di pelosok daerah Garut, Jawa Barat, kini tak perlu jauh-jauh datang ke kantor polisi untuk m...
23/02/2018

Garut - Warga yang tinggal di pelosok daerah Garut, Jawa Barat, kini tak perlu jauh-jauh datang ke kantor polisi untuk membuat Surat Izin Mengemudi (SIM). Polisi kini membuka layanan baru yang dinamai SIM Masuk Desa (Simade).
Simade merupakan layanan terbaru yang diluncurkan Polres Garut. Program ini dimaksudkan untuk mempermudah masyarakat dalam mengurus SIM.
"Sekarang warga yang akan membuat SIM tidak harus datang ke polres. Kami yang jemput bola," ungkap Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna kepada wartawan di Mapolres Garut, Jalan Sudirman, Karangpawitan, Jumat (23/2/18).
Peluncuran Simade ini, sambung Budi, awalnya didasari dari letak geografis Garut yang berjauhan, antara satu kecamatan ke kecamatan lainnya. Bahkan, warga yang bermukim di kawasan Garut selatan perlu menempuh jarak ratusan kilometer untuk tiba di Mapolres Garut.
"Garut ini sangat luas, kalau warga selatan datang ke sini keburu tutup, itu juga belum tentu lulus," katanya.
Simade melayani pembuatan SIM baru dan perpanjangan. Simade akan menjangkau desa-desa di 42 kecamatan yang ada di Garut, terutama di wilayah Garut selatan.
Budi juga menjelaskan, sistem pelayanan Simade sesuai prosedur. Di dalamnya terdapat pemeriksaan kesehatan, uji teori dan praktik. Termasuk proses pemotretan serta pencetakan SIM seperti pembuatan SIM yang berlangsung di kantor polisi.
"Petugas pelayanan akan membawa kendaraan khusus dilengkapi peralatan membuat SIM. Ada dua mobil yang akan masuk ke desa-desa yang meminta untuk membuat SIM," pungkasnya.

Kabupaten Bandung - Sejumlah kecamatan di Kabupaten Bandung tergenang banjir akibat Sungai Citarum meluap. Banjir meland...
23/02/2018

Kabupaten Bandung - Sejumlah kecamatan di Kabupaten Bandung tergenang banjir akibat Sungai Citarum meluap. Banjir melanda pemukiman juga jalan raya. Meski begitu, jalanan masih bisa dilalui kendaraan.
Banjir mulai menerjang Kamis malam (22/2/2018). Hingga pagi ini sebagian wilayah sudah surut.
"Banjir ini terjadi akibat hujan berkepanjangan di wilayah Kabupaten Bandung (bagian timur) dan kiriman Sumedang," kata Kabid Kedaruratan Kebencanaan BPBD Kabupaten Bandung Heru Kiatno via telepon, Jumat, (23/2/2018).
Menurut Heru wilayah yang tergenang banjir cukup luas. Selain tiga kecamatan yang sudah langganan yaitu Bojongsoang, Baleendaah dan Dayeuhkolot, sejumlah kecamatan lainnya juga terdampak.
"Banjir juga menggenangi Majalaya, Cileunyi, Banjaran, Ciparay, Paseh dan sebagian di Ibun. Desanya belum terdata untuk wilayah Majalaya dan sekitarnya," katanya.
Foto: Istimewa
Saat ini sejumlah pengungsian yang berada di Gedung INKANAS, Kelurahan Baleendah dan Desa Dayehkolot sudah disinggahi para pengungsi di tiga kecamatan itu.
"Pengungsi sudah ada, kemungkinan ada penambahan. Mereka baru mengungsi. Anggota masih melakukan pendataan," ujarnya.
Sementara itu, dari informasi yang dihimpun detikcom, banjir di Kecamatan Majalaya, Paseh dan sebagian Ibun, pagi ini berangsur surut. Warga melakukan pembersihan lumpur yang masuk ke dalam rumahnya.
Tidak hanya menggenangi pemukiman, sejumlah jalur di sekitar Baleendah dan Dayeuhkolot tergenang banjir, akibatnya arus lalu lintas tersendat.
"Pantauan lalu lintas masih meriah, ada beberapa titik genangan terutama jalur Bojongsoang, Andir, Dayeuhkolot," kata KBO Lantas Iptu Kiki Hartaki via telepon.
Kiki menjelaskan untuk arus lalu lintas dari arah Baleendaah-Bandung ada genangan di wilayah Cijagra Bojongsoang, namun arus lalu lintas masih dapat dilalui.
"Andir sudah tidak dapat dilintasi, jalur Dayeuhkolot-Bajaran tidak bisa, MT Majalaya tidak dapat dilintasi, Sapan tidak bisa. Sementara untuk jalur Bandung-Garut (Kahatex) aman bisa dilintasi walaupun ada genangan," jelasnya.
Polisi sudah menerjunkan anggotanya untuk melakukan pengaturan lalu lintas dengan melakukan pengalihan arus. "Sudah melaksanakan pengalihan arus terutama yang arah barat (Banjaran-Dayeuhkolot), kita gunakan Asem, Bojongmalaka, tekuk kiri Warunglobak, Kopo ke sana," pungkasnya.

Address

Kp. Tonjong
Bandung
40382

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Info seputar jabar posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share