Siasat Partikelir

Siasat Partikelir Subkultur, Hari Ini.

Kolektif inisiatif yang membangun dan merawat jaringan dengan para pelaku atau komunitas kreatif di 13 kota: Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Lampung, Palembang, Pekanbaru, Padang, Medan, Denpasar, Makassar dan Samarinda. Dengan rangkaian program; berkumpul, diskusi, loka-karya, pameran, hingga event dan ‘ruang’ sebagai tempat kegiatan dan representatif pergerakan komunitas setempat.

Kami menghadapi hari Senin sedikit berbeda. Alih-alih mengatur siasat untuk tahun 2026, ini malah memutar kembali bebera...
12/01/2026

Kami menghadapi hari Senin sedikit berbeda. Alih-alih mengatur siasat untuk tahun 2026, ini malah memutar kembali beberapa album yang sering kami dengarkan pada 2025 kemarin.

Daripada terlewat, ada baiknya jika dirangkum. Tak mengapa juga (sepertinya). Oh iya, mungkin dari sekian pilihan album-album ini, adakah yang menjadi favoritmu? Atau ada yang perlu dimasukkan?

Tulis di kolom komentar 👇🏼

Kabar duka datang dari Bob Weir yang merupakan gitaris dan penulis lagu, sekaligus pendiri grup band legendaris The Grat...
11/01/2026

Kabar duka datang dari Bob Weir yang merupakan gitaris dan penulis lagu, sekaligus pendiri grup band legendaris The Grateful Dead. Berdasarkan pernyataan resmi dari pihak keluarga yang disampaikan melalui situs web dan akun media sosialnya, Weir meninggal akibat komplikasi pada paru-paru setelah sebelumnya berhasil melawan kanker. Ia wafat pada usia 78 tahun.

Sebagai anggota Grateful Dead selama tiga dekade pertama, serta penjaga dan penerus warisan band tersebut selama tiga dekade berikutnya, Weir turut menulis babak baru dalam sejarah musik populer Amerika yang memengaruhi tak terhitung banyaknya musisi lain dan menyatukan basis penggemar yang sangat besar serta setia.

Selamat jalan, legenda 🥀

📷 : Chloe Weir

Guernica Club merilis single terbaru berjudul “Curtains”, sebuah kolaborasi bersama Merdi Simanjuntak, musisi yang diken...
09/01/2026

Guernica Club merilis single terbaru berjudul “Curtains”, sebuah kolaborasi bersama Merdi Simanjuntak, musisi yang dikenal sebagai DJ sekaligus co-founder Diskoria dan anggota band Showbiz. Lagu ini diproduseri oleh Joseph Saryuf dan menghadirkan pendekatan musikal yang atmosferik, intim, serta reflektif.

“Curtains” mengangkat tema pencarian cahaya di tengah rasa kehilangan arah dan ketidakpastian. Liriknya menggunakan metafora cahaya, bayangan, dan tirai untuk menggambarkan kondisi emosional seseorang yang berada di ambang menghilang, namun masih berusaha bertahan. Kalimat “Don’t let me disappear again” menjadi benang merah lagu ini—sebuah permohonan untuk tetap dilihat dan dipahami.

“‘Curtains’ adalah lagu tentang momen ruang jujur untuk kerentanan dan pencarian diri ketika seseorang hampir menghilang, namun masih berusaha menemukan cahaya kecil yang membuatnya bertahan.” — Guernica Club

Kolaborasi dengan Merdi menghadirkan karakter vokal yang lembut namun emosional, berpadu dengan produksi Joseph Saryuf yang sinematis dan detail. Lapisan synth yang melankolis serta dinamika aransemen yang tenang menciptakan ruang kontemplatif, memperkuat nuansa personal yang ditawarkan lagu ini.

“Bagi saya, ‘Curtains’ berbicara tentang perasaan rapuh yang sering tidak terucap—tentang berada di antara ingin dilihat dan takut untuk benar-benar terlihat,” ujar Merdi.

Helas ()  resmi merilis single keduanya, “I Hope”. Sebuah cerita dalam lagu dari sudut pandang orang yg ditinggalkan kar...
07/01/2026

Helas () resmi merilis single keduanya, “I Hope”. Sebuah cerita dalam lagu dari sudut pandang orang yg ditinggalkan karena kematian, dukanya tidak akan pernah benar-benar pergi, namun kita yg akan belajar untuk hidup berdampingan dengan rasa kehilangan.

Lagu ini ditulis bersama dari dua sudut pandang kehilangan yang berbeda; kehilangan seorang ibu dan kehilangan seorang ayah. Dua cerita personal ini bertemu dalam satu lagu yang membicarakan tentang duka sebagai sesuatu yang menetap, serta hidup yang harus terus dilanjutkan, walaupun kehilangan mengubah segalanya.

“I Hope” Lagu ini bukan berasal dari rasa marah maupun penolakan, melainkan datang dari fase penerimaan. Saat fase-fase duka lain sudah mereda, sekalipun kita sudah berdamai dengan realita kehilangan, namun duka itu akan tetap tinggal menjadi bagian dari kehidupan. Lagu ini menangkap momen-momen yg seringkali tak terlihat dan disembunyikan, perasaan sesak yang bisa tiba-tiba kembali muncul, namun berusaha ingin terlihat baik-baik saja, dan juga pengakuan jujur tentang kehilangan orang terkasih membawa perubahan yang besar dalam hidup seseorang.

“Duka tak pernah benar-benar hilang, rasa kehilangan itu bisa relapse kapanpun dan itu
manusiawi. Yang bisa kita lakukan hanya belajar berdamai untuk hidup bersamanya, just cherish the memories, mungkin itu adalah cara terakhir menyayangi mereka yang telah pergi” ujar helas tentang makna lagu ini.

Secara musikal, helas menyajikan warna musik yang baru dan lebih ringan. ‘I Hope’ dibalut dengan aransemen yang minimal namun emosional, memberi ruang yg lebih luas untuk lirik dan perasaan. Lagu ini tidak mencoba menawarkan penyembuhan instan terhadap duka, melainkan menjadi pengingat bahwa melanjutkan hidup bukan berarti melupakan, dan menangis bukan tanda kegagalan dalam proses menerima.

Entitas baru di lanskap alternative metal bernama Romo akhirnya resmi hadir di industri musik Indonesia melalui single p...
06/01/2026

Entitas baru di lanskap alternative metal bernama Romo akhirnya resmi hadir di industri musik Indonesia melalui single perdana berjudul “Adiksi” yang dirilis pada 2 Januari 2026 di seluruh DSP kesayangan.

Romo merupakan alter ego dari Dimensi Hardi, penulis lagu dan juga bassist dari Peraukertas. Sosok Romo sendiri berawal dari figur asing yang beberapa kali hadir dalam mimpi Dimensi Hardi. Rasa penasaran itu kemudian tumbuh menjadi sebuah entitas baru yang tidak mungkin diwakili oleh karakter Dimensi Hardi maupun Peraukertas, hingga
akhirnya Romo dibentuk sebagai proyek solo dengan dunia, visual, dan pendekatan musiknya sendiri.

Secara musikal, Romo bergerak di jalur alternative metal, genre yang berbanding terbalik dengan proyek-proyek Dimensi Hardi sebelumnya. Single “Adiksi” menjadi pembuka menuju debut album Romo yang dijadwalkan rilis pada April 2026, dengan materi sekitar 4–5 track utama serta beberapa track kejutan. Meski berangkat sebagai alter ego, proyek
ini digarap dengan sangat serius dan telah memiliki perencanaan jangka panjang.

Proyek Romo diproduseri oleh Candra Kim, vokalis dan gitaris Peraukertas, yang juga terlibat sebagai arranger serta ikut membantu penulisan notasi di beberapa bagian, sementara penulisan selebihnya dikerjakan penuh oleh Dimensi Hardi. Secara karakter, Romo tetap berakar pada alternative metal, namun diperkaya sedikit sentuhan hardcore, pop, R&B, hip hop, emo, dan rock, menjadikannya sebuah proyek yang eksperimental, bebas dan berani ala Sweetspot Station.

Untuk sisi visual, music video “Adiksi” diproduksi oleh Sweetspot Production dan disutradarai langsung oleh Ronyrom. MV ini akan menjadi penanda pertama bagaimana sosok Romo diperkenalkan secara utuh ke publik. Keunikan lain dari Romo adalah penggunaan beskap khas Jawa Tengah sebagai kostum utama, serta konsep penutup wajah hitam untuk para session player, sebuah simbol yang maknanya hanya diketahui oleh Romo sendiri.

Setelah kurang lebih 16 tahun berkarya,  memutuskan untukmenghentikan aktivitasnya sebagai sebuah grup musik. Kabar ini ...
03/01/2026

Setelah kurang lebih 16 tahun berkarya, memutuskan untukmenghentikan aktivitasnya sebagai sebuah grup musik. Kabar ini tentu mengejutkan banyak pihak, terutama para penggemar.

Meski begitu, tahun ini, mereka akan merilis 1 EP terakhir dan membuka kemungkinan untuk melakukan pertunjukan terakhir sebagai penutup perjalanan mereka.

Kabar ini diunggah melalui akun resmi Instagram Muchos Libre beberapa waktu lalu.

“Selama 16 tahun kami berusaha untuk terus berkarya dan tetap hadir sebagai sebuah band. Dengan penuh kesadaran, kami memutuskan untuk menghentikan aktivitas kami sebagai band.

Seiring dengan penghentian distribusi rilisan di platform digital sebagai bagian dari sikap kemanusiaan, momen ini terasa tepat untuk menutup perjalanan ini sepenuhnya.

Di tahun 2026, kami akan merilis satu EP terakhir, Serta membuka kemungkinan satu pertunjukan terakhir sebagai penutup perjalanan ini.

Terima kasih telah memberi ruang bagi Muchos Libre dalam ingatan kalian.” Tulis mereka dalam press rilis.

Terima kash !

Banyak sekali cerita dan kenangan di 2025. Saatnya menyambut tahun baru 2026!Semoga kita terus dilimpahi musik dan rilis...
31/12/2025

Banyak sekali cerita dan kenangan di 2025. Saatnya menyambut tahun baru 2026!

Semoga kita terus dilimpahi musik dan rilisan yang keren. Amin!

Penantian panjang sejak EP Desperate Search dirilis, akhirnya  melepas album penuh In This Life Or Another yang berisi 9...
31/12/2025

Penantian panjang sejak EP Desperate Search dirilis, akhirnya melepas album penuh In This Life Or Another yang berisi 9 nomor termasuk 2 lagu promo yang dirilis pada 2023, serta bonus track live session: “Friends and Family” (Thinking Straight) dan “Pecundang” (Looserz).

Musik dalam album ini memadukan karakter hardcore 90s dan 2000s dengan pendekatan modern yang tetap keras, lugas, dan relevan. Riff
tajam, tempo kencang, serta vokal konfrontatif
menjadi ciri utama mereka tanpa kehilangan esensi
hardcore yang mentah dan jujur.

Band ini adalah salah satu band yang paling konsisten menyuarakan straight edge di skena
lokal. Dengan latar belakang para personel yang
merupakan veteran di scene hardcore/punk, album
ini terasa matang, solid, dan penuh keyakinan,
sebuah pernyataan sikap, bukan sekadar agresi.

Rilisan ini juga menegaskan No Excuse yang masih
berada di bawah naungan Set The Fire Records,
label independen yang dikenal konsisten mendukung
dan merilis band-band hardcore/punk di skena loka

Direkam dari Maret 2023 – Maret 2025, In This Life Or Another dirilis dalam format digital dan kaset,
tersedia di seluruh platform digital (kecuali platform
yang mendukung gerakan genosida Israel), dan
layak dipandang sebagai rilisan penting hardcore
straight edge Indonesia hari ini.

Kabar mengejutkan datang dari  yang merilis pernyataan resmi berpisah dengan  sang vokalis yang masuk pada tahun 2021 ke...
30/12/2025

Kabar mengejutkan datang dari yang merilis pernyataan resmi berpisah dengan sang vokalis yang masuk pada tahun 2021 kemarin.

“Burgerkill telah berpisah dengan Ronald A. Radja Haba,” ungkap Burgerkill melalui akun resmi di Instagram mereka, Selasa (30/12) dini hari.

Grup metal legendaris asal Bandung ini juga berterima kasih atas dedikasi Ronald selama bergabung bersama Burgerkill. Hingga berita ini diunggah, belum ada pernyataan resmi dari pihak band soal perpisahan perpisahan dengan Ronald.

Meski begitu, BK akan melanjutkan babak baru pada 2026. Semoga yang terbaik bagi keduanya ♠️

📷 :

Turut berduka atas berpulangnya  frontman unit punk legendaris dari Bali . Kabar kepergian Koden dikonfirmasi melalui ak...
28/12/2025

Turut berduka atas berpulangnya frontman unit punk legendaris dari Bali . Kabar kepergian Koden dikonfirmasi melalui akun Instagram resmi Natterjack.

Rest In Peace, Koden 🥀

📷 :

Perry Bamonte, gitaris dan pemain keyboard The Cure, meninggal dunia pada usia 65 tahun. Menurut pemberitahuan dari piha...
27/12/2025

Perry Bamonte, gitaris dan pemain keyboard The Cure, meninggal dunia pada usia 65 tahun. Menurut pemberitahuan dari pihak band melalui situs resminya, musisi yang akrab disapa Teddy ini meninggal setelah sakit singkat pada saat Natal.

Band menggambarkan ia adalah sosok yang “pendiam, intens, intuitif, konsisten, dan sangat kreatif”, serta menyebutnya sebagai “bagian vital dari perjalanan kisah The Cure.”

“Setelah mendampingi band ini dari 1984 hingga 1989, ia menjadi anggota penuh The Cure pada 1990, memainkan gitar, bass enam senar, dan keyboard dalam album Wish (1992), Wild Mood Swings (1996), Bloodflowers (2000), Acoustic Hits (2001), serta The Cure (2004),” tulis band tersebut di situs resmi mereka.

Selamat jalan, Perry Bamonte 🥀

Grup rock alternatif asal Cibinong, , yang diisi oleh  Bintang Lukman (vocal/gitar), Gregorius Farrel (bass), serta Alku...
26/12/2025

Grup rock alternatif asal Cibinong, , yang diisi oleh Bintang Lukman (vocal/gitar), Gregorius Farrel (bass), serta Alkuin Vito (drum) telah merilis 2 EP yang bertajuk “Midden” (2022) dan yang teranyar “Murmur” (2025). Murmur memiliki total 4 lagu yang menggabungkan unsur raw dan vokal lugas dari punk rock tradisional serta ketukan drum punchy dan power chords enerjik dari rock alternatif tahun 90an. EP Murmur berangkat dari pengalaman keterasingan
diri dalam pertemanan, cinta, dan kehidupan, merepresentasikan kegamangan yang kerap hadir di usia awal 20-an.

Lagu pertama yang bertajuk “Alienasi” mengekspresikan perasaan terisolasi akibat perbedaan serta jarak, “Giveaway” hadir sebagai ruang harapan terhadap kehidupan, “Javelin” menjadi salah satu track powerful di EP ini yang menyiratkan keberanian untuk melawan ketidakpastian, dan “Turncoat” sebuah tembang pupus persahabatan dan perubahan yang tak terelakan. “Murmur” direkam di Plug Studio Home
dan proses mixing & mastering dilakukan secara mandiri oleh sang Drummer, Alkuin Vito di kamar tidurnya.

Address

Bandung
40282

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Siasat Partikelir posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Siasat Partikelir:

Share

Category