Siasat Partikelir

Siasat Partikelir Subkultur, Hari Ini.

Kolektif inisiatif yang membangun dan merawat jaringan dengan para pelaku atau komunitas kreatif di 13 kota: Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Lampung, Palembang, Pekanbaru, Padang, Medan, Denpasar, Makassar dan Samarinda. Dengan rangkaian program; berkumpul, diskusi, loka-karya, pameran, hingga event dan ‘ruang’ sebagai tempat kegiatan dan representatif pergerakan komunitas setempat.

Bergemuruh dari Bandung, .town melepas album penuh perdana mereka yang bertajuk “Bestowed Upon Us”.Album ini merupakan n...
05/06/2026

Bergemuruh dari Bandung, .town melepas album penuh perdana mereka yang bertajuk “Bestowed Upon Us”.

Album ini merupakan narasi kelam mengenai berbagai beban yang dianugerahkan—atau bahkan dipaksakan—kepada manusia sepanjang hidupnya. Album ini menjadi perjalanan emosional dari kehancuran fisik menuju fragmentasi mental; terdengar sarkastik namun tetap jujur.

Sebelas lagu di dalamnya menjadi refleksi atas rasa sakit, trauma, kehilangan, dan berbagai kenyataan pahit yang seolah hadir sebagai hadiah yang tak dapat ditolak. Sebuah perjalanan dari putih menuju hitam, dengan segala luka yang menyertainya. Mereka turut menggandeng Anggiruna dari Devdan sebagai vokalis tamu dalam lagu “A Scar That Never Heals”.

Mereka mencoba menyampaikan bahwa tidak ada lagi waktu untuk terus meratapi masa lalu, dan tidak ada lagi ruang bagi bayangan-bayangan tersebut untuk kembali menguasai kehidupan seseorang.

 percaya bahwa musik adalah ruang kebebasan. Bukan untuk validasi, bukan untuk terlihat aman tapi untuk mengatakan apa y...
03/06/2026

percaya bahwa musik adalah ruang kebebasan. Bukan untuk validasi, bukan untuk terlihat aman tapi untuk mengatakan apa yang perlu dikatakan. Mereka tidak menawarkan kesempurnaan, hanya kejujuran dan energi yang mereka yakini.

Single ini mereka rilis dari titik di mana kepercayaan tidak hanya hilang, tetapi dihancurkan. Lagu ini menangkap fase paling mentah dari sebuah pengkhianatan saat semua yang diyakini runtuh dalam sekejap. Alih-alih larut dalam kesedihan, “Feel So Low” justru bergerak ke arah yang lebih gelap dan eksplosif. Luka berubah menjadi amarah, dan amarah itu tidak disembunyikan ia dilepaskan, dan dijadikan bahan bakar.

Di balik nuansa gelap yang diusung, “Feel So Low” menyimpan denyut kekuatan yang tumbuh perlahan sebuah refleksi tentang keberanian untuk terus melangkah, satu langkah kecil di tengah keraguan, suara-suara yang meremehkan, dan luka yang tak selalu bisa dijelaskan kepada siapa pun. Lagu ini menjadi suara bagi mereka yang diam-diam berjuang, yang tetap berjalan meski tanpa tepuk tangan.

Secara musikal, single ini tetap membawa identitas kuat dari tiap karakter personel atau individu setiap personel National Boulevard yang raw, jujur, dan penuh attitude tanpa polesan berlebih. Energi yang dihadirkan bukan sekadar susunan bunyi, melainkan ledakan emosi yang dikemas secara intens namun tetap terasa catchy and sweet tone, menciptakan keseimbangan antara kekacauan rasa dan keindahan yang bisa dinikmati.

Setelah membangun identitas melalui rilisan-rilisan yang merefleksikan keresahan generasi muda, The Grovvs kini melangka...
01/06/2026

Setelah membangun identitas melalui rilisan-rilisan yang merefleksikan keresahan generasi muda, The Grovvs kini melangkah lebih jauh lewat EP kedua mereka bertajuk “Krisan.”

“Krisan” bukan sekadar kumpulan lagu, melainkan sebuah narasi utuh tentang perjalanan emosional manusia—bagaimana seseorang menerima keadaan, mempertanyakan jalan yang dipilih, hingga akhirnya mencapai titik ketulusan dan penerimaan. Dalam EP ini, The Grovvs merangkum fase-fase tersebut melalui pendekatan konseptual yang mereka sebut sebagai 3Logi.

Konsep ini menjadi pondasi utama dalam “Krisan,” di mana setiap lagu mewakili satu fase emosional yang saling terhubung dan membentuk satu kesatuan cerita. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat benang merah antar lagu, tetapi juga menghadirkan pengalaman mendengarkan yang lebih mendalam dan reflektif.

Melalui “Krisan,” The Grovvs tidak hanya menyajikan musik, tetapi juga menghadirkan pengalaman emosional yang dekat dengan realitas banyak orang, khususnya generasi muda yang sedang berada dalam fase pencarian dan pertumbuhan. EP ini menjadi refleksi bahwa dalam hidup, setiap individu pernah berada di posisi sebagai “kaktus” yang bertahan, “ranting” yang goyah, dan akhirnya “bunga” yang belajar untuk melepaskan.

Setelah tiga tahun berlalu, akhirnya  kembali mengundang kamu untuk ikut Piknik bersama Olski yang dipersembahkan oleh  ...
28/05/2026

Setelah tiga tahun berlalu, akhirnya kembali mengundang kamu untuk ikut Piknik bersama Olski yang dipersembahkan oleh x 💕

Digelar pada 6-7 Juni 2026 di .pana, Kampoeng Media, Sleman, Yogyakarta, acara ini akan berlangsung 2 hari 1 malam, di mana kalian bisa ikut menginap dan mengikuti rangkaian acara bersama Olski, semalaman! Selain tiket paket bermalam, juga tersedia tiket khusus untuk Showcase Olski.

Tiket dapat dipesan melalui platform ticketing YesPLIS. (jumlah terbatas)
Tautan pembelian tiket ada di bio atau

Segera berjumpa!

Memperingati Idul Adha 2026. Semoga kebaikan selalu beserta kita semua.
26/05/2026

Memperingati Idul Adha 2026. Semoga kebaikan selalu beserta kita semua.

Kejutan datang dari  yang tampil di sesi live  💕 mengudara tanggal 21 Mei 2026 kemarin, Grrrl Gang membawakan 5 lagu ter...
22/05/2026

Kejutan datang dari yang tampil di sesi live 💕 mengudara tanggal 21 Mei 2026 kemarin, Grrrl Gang membawakan 5 lagu termasuk ‘Lapdog’.

Sesi live mereka direkam pada tanggal 21 Maret 2026 saat mereka tengah menjalani tur Amerika. Hal ini tentu menjadi salah satu pencapaian besar dengan memperbesar pendengar global.

Sudah pada nonton?

📷 :

🎥 :

 hadir membawa ramuan khusus! Mencampur aduk musik post-punk dengan pendekatan yang lebih kasar dan penuh tekanan. Alfre...
22/05/2026

hadir membawa ramuan khusus! Mencampur aduk musik post-punk dengan pendekatan yang lebih kasar dan penuh tekanan. Alfred kemudian mengajak Yeski (gitar) untuk mulai meramu materi-materi awal yang terinspirasi dari suasana gelap post-punk, namun tetap membawa energi hardcore punk yang lugas dan agresif. Mereka tidak sekadar membawa nostalgia sound lawas yang mentah, tapi juga membawa rasa gelisah itu ke bentuk yang lebih hidup dan konfrontatif.

Band ini terbentuk dari obrolan-obrolan kecil, Ming kemudian masuk mengisi drum, disusul Ivan pada bass dan Fahrul di gitar. Masing-masing personil sendiri sebenarnya sudah lebih dulu aktif di berbagai project lain; Alfred dikenal lewat Obsesif Kompulsif dan No Stages, Ivan melalui FrankxSinatra serta No Stages, Yeski lewat Zerg, Sights, Sempre Amore dan Flazepunkt, Ming melalui Kobudai, Gewapend Beton, Death Alley, dan White Slice, sementara Fahrul aktif di Fragged dan Thornslug.

Bass yang dominan, gitar yang repetitif dan danceable, drum yang menghantam konstan,
serta vokal yang terdengar seperti luapan frustrasi menjadi fondasi utama musik kami. Sesuatu yang mungkin terdengar familiar, tapi di tangan Klacht terasa lebih kasar, lebih dekat, dan lebih manusia.

Melalui single terbaru dengan tajuk “Blood N Tears”,  melanjutkan perjalanan menuji titik akhir debut album mereka, Jurn...
19/05/2026

Melalui single terbaru dengan tajuk “Blood N Tears”, melanjutkan perjalanan menuji titik akhir debut album mereka, Jurnal Hitam, yang dikabarkan meluncur pada pertengahan tahun ini.

Bersinergi dengan sutradara muda Faisal F. Ramdhani, Loenar Van Hail membawa lagu berdurasi nyaris empat menit ini ke ranah visual yang nyata dan politis. Video musik “Blood N Tears” menawarkan respon langsung terhadap kejahatan kemanusiaan di Palestina, melalui rangkaian footage penghancuran Palestina oleh zionis hingga cuplikan aksi bersama berbagai komunitas peduli Palestina-Iran dalam kegiatan Bandung Protest – Solidaritas Seni Untuk Palestina - Global Day of Action: “Asia Afrika Berkabung, Dunia Tanpa Zionisme Kolonialisme”, yang berlangsung pada Sabtu, 18 April 2026.

Bukan hanya itu, mereka pun turut menggandeng Wanggi Hoed, seniman pantomim, yang memainkan peran sinematik tentang makna lagu yang bertemakan luka dan kemarahan atas kejahatan kemanusiaan yang terus berulang (baca: genosida). Melalui gerak yang getir, Wanggi membenturkan memori sejarah dan menghidupkan kembali ingatan ketika Indonesia berdiri di garis depan melawan kolonialisme, lalu memantulkannya pada tragedi Palestina hari ini—menjadi jelmaan pekik suara perlawanan terhadap kekejaman Zionisme.

Sutradara video musik, Faisal F. Ramdhani, menyebut bahwa karya ini pada dasarnya merupakan fragmen visual dari kolaborasi kolektif yang menolak diam. Sebuah pernyataan sikap bahwa kemerdekaan Indonesia adalah utang sejarah yang hanya bisa dilunasi dengan terus menyuarakan hak segala bangsa langsung dari titik nol perjuangan kita.
“Narasi visual ini menjadi pengingat bahwa suara dari Bandung adalah napas bagi kedaulatan rakyat di Palestina, Lebanon, Iran, dan bangsa-bangsa yang hingga kini masih terbelenggu penjajahan,” kata Isal, sebutan akrabnya.

 menggandeng  dalam single “Sepantasnya Dirayakan”. Bukan tanpa alasan, bagi kuartet asal Solo ini, Denny Frust sudah se...
13/05/2026

menggandeng dalam single “Sepantasnya Dirayakan”. Bukan tanpa alasan, bagi kuartet asal Solo ini, Denny Frust sudah selayaknya teman tongkrongan. “Denny sudah seperti bagian dari teman tongkrongan kami, jadi project ini sperti bermain di playground yang kami buat sendiri saja” tutur Alby Moreno.

Lagu ini ditulis Alby Moreno, dan dikerjakan secara kolektif perihal musik dan instrument didalamnya. Lirik yang sederhana, namun mencerminkan tentang hal-hal sederhana yang tanpa kita sadari itu adalah upaya menuju kebahagiaan yang kita bangun dan kerjakan sendiri. Terasa cukup personal dan relate ke siapa saja.

Selain itu, mereka pun merilis 3D visual sebagai pelengkap lagu yang dikerjaka oleh Bayu Bongoh. Gas dengarkan sekarang!

Dari Sukabumi nih! .official melepas “Velvet Chamber”, salah satu lagu yang menjadi bagian dari dari album penuh dengan ...
12/05/2026

Dari Sukabumi nih! .official melepas “Velvet Chamber”, salah satu lagu yang menjadi bagian dari dari album penuh dengan tajuk “Leviosa”. Single ini sekaligus menandai langkah penting mereka dalam kancah musik Indonesia.

Mereka membawa atmosfer gelap khas gothic dengan energi agresif metal yang moderen; memadukan komposisi yang sarat emosi, riff gitar yang berat, aransemen dramatis, serta nuansa melankolis yang menjadi ciri khas gothic metal.

Lagu ini sendiri menggambarkan perjalanan batin seseorang yang terperangkap dalam ruang emosionalnya sendiri, sebuah metafora tentang pergulatan antara kerapuhan, obsesi, dan pencarian kebebasan dari bayang-bayang masa lalu.

Sudah pada dengerij belum?

Address

Bandung
40282

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Siasat Partikelir posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Siasat Partikelir:

Share

Category