Dunia Wanita

Dunia Wanita Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Dunia Wanita, News & Media Website, Bandung.

SAAT HIDUP TERASA BERAT, INGATLAH INI: BADAI BUKANLAH AKHIR, TAPI PEMBERANGKASAN JALAN BARU.Ada masa-masa ketika hidup t...
22/07/2026

SAAT HIDUP TERASA BERAT, INGATLAH INI: BADAI BUKANLAH AKHIR, TAPI PEMBERANGKASAN JALAN BARU.

Ada masa-masa ketika hidup terasa begitu berat. Rencana berantakan. Orang yang dipercaya pergi. Harapan yang dijaga justru berakhir kecewa. Wajar jika kamu merasa hidup sedang berlaku tidak adil.

Tapi waktu sering menunjukkan sesuatu yang berbeda:
Tidak semua kehilangan adalah hukuman. Tidak semua kegagalan adalah akhir.

"Kadang, kehidupan nggak sedang menghukummu.
Ia sedang membersihkan jalan agar kamu bisa melangkah lebih ringan."

MENGAPA BADAI SERING KITA SALAH ARTIKAN:

✅ Rencana yang Hancur Bukan Tanda Gagal, Tapi Tanda Rekalibrasi
→ Yang runtuh bukan mimpimu. Yang runtuh adalah cara lama yang sudah nggak cocok dengan versi kamu yang sedang bertumbuh.
→ "Nggak semua kehancuran perlu diperbaiki. Sebagian justru perlu dilepas."

✅ Orang yang Pergi Bukan Pengkhianatan, Tapi Penyaringan

→ Hubungan yang tidak sehat, ekspektasi yang keliru, atau kenyamanan yang menghambat pertumbuhan → sering kali pergi tepat saat kamu mulai siap melaju.

→ "Yang benar-benar milikmu, akan tetap ada. Yang hanya numpang lewat, akan menemukan jalan keluarnya sendiri."

✅ Zona Nyaman yang Terkikis Bukan Ancaman, Tapi Undangan Bertumbuh

→ Rasa aman yang membuatmu stagnan justru akan digoyang oleh kehidupan. Bukan untuk menjatuhkanmu, tapi untuk membangunkanmu.

→ "Kenyamanan yang terlalu lama = penjara tanpa jeruji."

✅ Kekecewaan Bukan Titik Henti, Tapi Filter Realitas

→ Harapan yang meleset sering kali hanya cermin: "Ini bukan jalannya. Bukan waktunya. Bukan orangnya."

→ "Pain is data. Dengarkan, jangan dilawan."
✅ Pasca-Badai: Transformasi yang Tak Terlihat di Tengah Hujan

→ Kamu nggak cuma "bertahan". Kamu lebih kuat, lebih bijaksana, lebih tahu mana yang perlu dijaga & mana yang harus dilepas.

→ "Badai nggak mengubah arah hidupmu. Ia hanya menyingkirkan penghalang yang selama ini kamu anggap dinding."

Pernah melewati masa di mana semua rencana hancur, tapi justru menemukan arah yang lebih jelas?

🌿 Jangan Jadi Muslim "Pilih-Pilih"Allah Ta'ala berfirman:«يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّة...
06/07/2026

🌿 Jangan Jadi Muslim "Pilih-Pilih"

Allah Ta'ala berfirman:

«يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً

"Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara keseluruhan."

(QS. Al-Baqarah: 208)»

Ayat ini sederhana, tapi kalau direnungkan dalam-dalam, isinya sangat besar.

Karena Allah tidak memerintahkan kita mengambil Islam yang kita s**a saja.

Allah juga tidak mengatakan ambillah bagian agama yang mudah lalu tinggalkan yang berat.

Yang Allah perintahkan adalah:

Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan.

---

Kalau dipikir-pikir, kadang kita tanpa sadar seperti sedang memilih-milih agama sesuai selera.

Ada yang semangat belajar tauhid, tapi malas belajar fiqih.

Ada yang semangat belajar fiqih, tapi kurang peduli dengan akhlak.

Ada yang rajin menghadiri kajian, tapi masih ringan lisannya untuk ghibah dan fitnah.

Ada yang semangat berdakwah di media sosial, tapi lalai dalam mendidik keluarga.

Ada yang sangat perhatian dengan sunnah-sunnah kecil, tapi masih bermudah-mudahan dalam urusan riba.

Padahal Islam bukan kumpulan potongan-potongan yang bisa dipilih ses**a hati.

Islam adalah satu bangunan yang utuh.

---

Imam Ath-Thabari رحمه الله menjelaskan bahwa makna ayat ini adalah:

«"Masuklah ke dalam seluruh syariat Islam."»

📚 Tafsir Ath-Thabari

Sedangkan Imam Ibnu Katsir رحمه الله mengatakan:

«"Allah memerintahkan kaum mukminin untuk mengambil seluruh cabang keimanan dan seluruh syariat Islam."»

📚 Tafsir Ibnu Katsir

Jadi ayat ini bukan hanya berbicara tentang shalat atau puasa saja.

Tapi tentang seluruh agama.

---

Kita diperintahkan belajar tauhid.

Tapi kita juga diperintahkan belajar fiqih.

Kita diperintahkan memperbaiki ibadah.

Tapi kita juga diperintahkan memperbaiki akhlak.

Kita diperintahkan rajin ke masjid.

Tapi kita juga diperintahkan jujur dalam berdagang.

Kita diperintahkan mencintai sunnah.

Tapi kita juga diperintahkan menjaga lisan, menjaga amanah, dan menghormati sesama muslim.

Semuanya adalah bagian dari Islam.

---

Yang menarik, setelah memerintahkan masuk ke dalam Islam secara keseluruhan, Allah langsung berfirman:

«وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ

"Dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan."»

Kenapa disebut langkah-langkah setan?

Karena setan biasanya tidak menyesatkan manusia sekaligus.

Ia melakukannya sedikit demi sedikit.

Awalnya meremehkan satu ilmu.

Lalu meremehkan satu sunnah.

Lalu meremehkan satu dosa.

Lalu mulai merasa aman dari maksiat.

Sampai akhirnya jauh dari jalan yang lurus tanpa terasa.

---

Makanya para ulama salaf dahulu tidak hanya belajar satu bidang agama.

Mereka belajar aqidah.

Mereka belajar hadits.

Mereka belajar fiqih.

Mereka belajar tafsir.

Mereka belajar adab dan akhlak.

Karena mereka memahami bahwa semua itu saling melengkapi.

---

Tentu tidak ada seorang pun yang langsung sempurna.

Kita semua masih belajar.

Kita semua masih punya kekurangan.

Tapi yang penting jangan sampai kita merasa cukup dengan sebagian agama lalu tidak peduli dengan bagian yang lain.

Kalau hari ini kita baru belajar tauhid, lanjutkan belajar fiqih.

Kalau sudah belajar fiqih, perbaiki akhlak.

Kalau sudah rajin ibadah, perbaiki muamalah.

Kalau sudah semangat berdakwah, jangan lupa memperbaiki diri sendiri.

Karena Islam yang diajarkan Rasulullah ﷺ adalah Islam yang utuh.

Bukan Islam yang dipilih sesuai selera.

Maka jangan sampai kita menjadi muslim yang berkata:

"Yang ini saya ambil, yang itu nanti saja."

Tetapi jadilah muslim yang selalu berusaha berkata:

«سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا

"Kami mendengar dan kami taat."»

Walaupun masih banyak kekurangan, ia terus berusaha mengambil seluruh ajaran Islam sedikit demi sedikit sampai bertemu Allah.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang mencintai seluruh syariat-Nya, mengamalkan agama-Nya secara utuh, dan istiqamah di atas jalan yang lurus sampai akhir hayat.

03/07/2026

Berdasarkan data yang dikutip dari Indexmundi[com]. Indonesia memperoleh skor 7,56 sehingga menempati posisi tertinggi dalam daftar negara dengan tingkat persepsi korupsi pada lembaga kepolisian di Asia Tenggara.

Penilaian tersebut disebut mempertimbangkan berbagai indikator, seperti tingkat kepercayaan publik terhadap kepolisian, penanganan masalah, dugaan perlakuan tidak adil, hingga isu pelanggaran hak asasi manusia. Dalam daftar yang sama, Indonesia berada di peringkat ke-18 dunia.

Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia diikuti oleh Thailand (7,40), Filipina (7,12), Malaysia (7,11), Kamboja (6,97), Vietnam (6,85), dan Singapura (2,10).

Ironi memang🥺🥺🥺 Bangunan fisik program baru, yaitu Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan...
03/07/2026

Ironi memang🥺🥺🥺 Bangunan fisik program baru, yaitu Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), selesai dibangun dan berdiri megah.

Di sisi lain, hunian warga dan infrastruktur dasar yang hancur akibat bencana banjir bandang serta tanah longsor belum sepenuhnya tersentuh perbaikan.

Salah satu titik pembangunan yang viral ini terpantau berada di Babo, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang.Mengapa Pembangunan Tetap Berjalan?Alokasi Anggaran yang Berbeda: Pembangunan KDMP dan SPPG merupakan proyek prioritas ketahanan pangan dan pemenuhan gizi dari pemerintah pusat.

Hambatan Administrasi Daerah: Anggaran untuk pemulihan daerah pascabencana memiliki pos tersendiri, namun realisasi perbaikan rumah warga di lapangan dinilai lamban oleh masyarakat setempat.

Kondisi ini memicu gelombang kritik dari warganet dan warga lokal. Mereka mempertanyakan skala prioritas pemerintah karena mengutamakan pembangunan fasilitas fisik baru sebelum kebutuhan tempat tinggal dasar bagi warga terdampak bencana terpenuhi secara layak.





Rezeki itu rahasia ...
29/06/2026

Rezeki itu rahasia ...

🌙 Husnul Khatimah di Rumah AllahMasya Allah, akhir dari perjalanan yang membuat kita semua iri. Seorang penjaga masjid d...
28/06/2026

🌙 Husnul Khatimah di Rumah Allah

Masya Allah, akhir dari perjalanan yang membuat kita semua iri.
Seorang penjaga masjid dipanggil kembali ke pangkuan Allah dalam kondisi yang begitu indah: setelah datang ke masjid, berwudhu, membaca Al-Qur'an, mengumandangkan azan, dan menghembuskan napas terakhirnya dalam posisi paling dekat seorang hamba kepada Penciptanya, yaitu sambil berlutut dalam shalat. Ia meninggal dunia saat shalat setelah berwudhu.

Kisah nyata ini menegaskan nasihat bijak: "Seseorang akan meninggal sesuai dengan kebiasaan yang dilakukannya semasa hidupnya."

"Oleh karena itu, marilah kita membiasakan diri dengan hal-hal yang baik, agar ketika malaikat maut datang menjemput kita, kita sudah taat." Mengapa Allah Yang Maha Azawa dan Maha Jalla merahasiakan kematian kita? Ada tiga hal yang menjadi rahasia-Nya: waktu, tempat, dan cara. Waktu dirahasiakan agar kita tidak menunda taubat dan terus mempersiapkan diri.

Tempat dirahasiakan agar kita selalu menjaga perilaku kita dan tidak merasa aman di mana pun kita berada. Jalan-Nya dirahasiakan untuk kita. Teruslah berjuang untuk mencapai husnul khotimah dengan amalan terbaik kita. Kematian adalah kepastian, tetapi kapan dan bagaimana ia datang tetap menjadi misteri. Mari kita manfaatkan momentum ini untuk melakukan muhasabah, meningkatkan amal kebaikan, dan menjaga hati agar selalu dekat dengan Allah.

Sebuah pengingat yang menyentuh hati, bahwa kematian bisa datang kapan saja dan di mana saja. Betapa indahnya ketika seseorang menghadap Sang Pencipta dalam keadaan beribadah, setelah berwudhu, membaca Al-Qur'an, dan mengumandangkan adzan.
Semoga Allah menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni dosa-dosanya, melapangkan kuburnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.
Mari jadikan kisah ini sebagai motivasi untuk senantiasa memperbaiki ibadah, menjaga shalat, dan mendekatkan diri kepada Allah setiap hari.
Semoga kita semua meninggal dalam keadaan husnul khotimah. Amin, amin ya Tuhan semesta alam 🤲🤲

Shalat sunat yang pahalanya tidak main-main
27/06/2026

Shalat sunat yang pahalanya tidak main-main





Kisah Nyata Perjuangan Seorang IbuDi sebuah desa kecil, hiduplah seorang ibu bernama Siti. Suaminya meninggal ketika ana...
27/06/2026

Kisah Nyata Perjuangan Seorang Ibu

Di sebuah desa kecil, hiduplah seorang ibu bernama Siti. Suaminya meninggal ketika anak-anaknya masih kecil. Sejak hari itu, Siti harus menjadi ibu sekaligus ayah bagi ketiga buah hatinya.

Setiap hari, sebelum azan Subuh berkumandang, ia sudah bangun. Dengan tubuh yang sering kelelahan, ia memasak nasi sederhana untuk anak-anaknya. Setelah itu, ia berjalan beberapa kilometer menuju pasar untuk berjualan sayur.

Penghasilannya sangat kecil. Kadang dagangannya habis, kadang tidak laku sama sekali. Namun, satu hal yang tidak pernah berubah adalah tekadnya agar anak-anaknya tetap sekolah.

Pernah suatu hari, anak sulungnya membutuhkan uang untuk membeli buku pelajaran. Siti tidak memiliki cukup uang. Malam itu, diam-diam ia menjual cincin pernikahan satu-satunya yang tersisa. Saat anaknya bertanya dari mana uang itu berasal, Siti hanya tersenyum dan berkata, "Ibu sudah punya caranya."

Tahun demi tahun berlalu. Siti semakin tua. Tangannya yang kasar menjadi saksi perjuangan yang tak pernah diceritakannya kepada siapa pun. Ia menahan lapar agar anak-anaknya bisa makan. Ia menahan sakit agar tidak menjadi beban.

Hingga suatu hari, anak sulungnya berhasil lulus kuliah dan mendapatkan pekerjaan yang baik. Saat menerima gaji pertamanya, ia pulang dan memeluk ibunya sambil menangis.

"Ibu, maafkan aku. Selama ini aku tidak tahu seberapa besar pengorbananmu."

Siti hanya tersenyum. Air matanya jatuh perlahan. Bukan karena lelah, melainkan karena merasa semua perjuangannya akhirnya terbayar.

Malam itu, untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun, ia bisa tidur dengan tenang. Anak-anak yang dulu ia gendong dalam kesusahan kini telah berdiri di atas kaki mereka sendiri.

Pesan dari kisah ini: Sering kali seorang ibu menyembunyikan air matanya di balik senyuman. Kita mungkin tidak pernah tahu berapa banyak pengorbanan yang telah ia lakukan untuk masa depan anak-anaknya. Selagi masih ada waktu, peluklah ibu kita, sayangi dia, dan jangan menunggu sampai penyesalan datang terlambat. ❤️

💰 PEDAGANG CURANG YANG MENGUNDANG MURKA ALLAHKisah Kaum Madyan yang Mengutamakan Keuntungan daripada KejujuranDi antara ...
26/06/2026

💰 PEDAGANG CURANG YANG MENGUNDANG MURKA ALLAH

Kisah Kaum Madyan yang Mengutamakan Keuntungan daripada Kejujuran

Di antara kisah yang sangat relevan dengan kehidupan manusia hingga hari ini adalah kisah Kaum Madyan, kaum yang diutus kepada mereka Nabi Syu'aib 'alaihissalam.

Mereka bukan hanya dikenal sebagai penyembah berhala.

Mereka juga terkenal karena kecurangan dalam perdagangan.

Mereka:

• Menipu dalam timbangan.
• Mengurangi takaran.
• Mengambil hak orang lain.
• Mencari keuntungan dengan cara yang zalim.

Kecurangan telah menjadi budaya.

Kebohongan menjadi kebiasaan.

Keuntungan dianggap lebih penting daripada kejujuran.

Ketika peringatan demi peringatan ditolak, akhirnya murka Allah pun datang menghancurkan mereka.

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

🏛️ Negeri yang Makmur karena Perdagangan

Kaum Madyan hidup di wilayah yang strategis untuk perdagangan.

Mereka memiliki:

• Pasar yang ramai.
• Jalur perdagangan yang sibuk.
• Kekayaan yang melimpah.
• Kehidupan yang makmur.

Namun kemakmuran itu tidak membuat mereka bersyukur.

Sebaliknya, mereka menggunakan kekayaan untuk berbuat zalim.

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

📢 Dakwah Nabi Syu'aib 'Alaihissalam

Allah mengutus Nabi Syu'aib 'alaihissalam kepada mereka.

Beliau menyeru:

«"Wahai kaumku! Sembahlah Allah, tidak ada sesembahan bagimu selain Dia."

(QS. Al-A'raf: 85)»

Beliau juga mengingatkan mereka tentang kejujuran dalam muamalah.

Allah mengabadikan nasihat beliau:

«"Sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak-hak mereka."

(QS. Al-A'raf: 85)»

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

⚖️ Kecurangan yang Menjadi Kebiasaan

Kaum Madyan tidak hanya sesekali berbuat curang.

Mereka menjadikan kecurangan sebagai sistem.

Mereka:

• Mengurangi timbangan.
• Mengurangi takaran.
• Menipu pembeli.
• Mengambil keuntungan secara zalim.
• Merugikan orang lain demi memperkaya diri.

Mereka menganggap hal itu sebagai sesuatu yang biasa.

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

😒 Menolak Nasihat Nabi

Ketika Nabi Syu'aib 'alaihissalam mengingatkan mereka, mereka tidak menerima nasihat tersebut.

Mereka justru mengejek beliau.

Allah mengabadikan ucapan mereka:

«"Wahai Syu'aib, apakah salatmu menyuruhmu agar kami meninggalkan apa yang disembah oleh nenek moyang kami atau melarang kami berbuat terhadap harta kami menurut cara yang kami kehendaki?"

(QS. Hud: 87)»

Mereka merasa bebas menggunakan harta dengan cara apa pun meskipun melanggar perintah Allah.

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

💸 Ketamakan yang Membutakan

Masalah utama mereka bukan sekadar timbangan.

Masalah utamanya adalah hati yang dikuasai ketamakan.

Mereka lebih mencintai keuntungan daripada kebenaran.

Lebih mencintai dunia daripada ridha Allah.

Mereka mengira kekayaan akan menyelamatkan mereka.

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

⚠️ Peringatan Terakhir

Nabi Syu'aib terus mengingatkan mereka.

Beliau memperingatkan agar mereka bertaubat sebelum datang azab Allah.

Namun mereka tetap membangkang.

Bahkan mereka menantang azab itu untuk segera datang.

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

☁️ Datangnya Hari yang Mengerikan

Ketika waktu yang ditetapkan Allah tiba, tanda-tanda azab mulai terlihat.

Sebagian tafsir menyebutkan bahwa mereka mengalami panas yang sangat menyengat.

Mereka mencari tempat berteduh.

Kemudian datang awan yang tampak menyejukkan.

Mereka berkumpul di bawahnya.

Namun awan itu justru menjadi awal kehancuran mereka.

Allah berfirman:

«"Lalu mereka mendustakannya, maka mereka ditimpa azab pada hari naungan awan. Sesungguhnya azab itu adalah azab hari yang besar."

(QS. Asy-Syu'ara: 189)»

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

🌩️ Suara Dahsyat dan Gempa yang Menghancurkan

Allah juga berfirman:

«"Dan orang-orang yang zalim itu dibinasakan oleh suara yang mengguntur."

(QS. Hud: 94)»

Dalam ayat lain:

«"Lalu mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di rumah-rumah mereka."

(QS. Al-A'raf: 91)»

Dalam sekejap:

• Pasar-pasar berhenti.
• Timbangan tidak lagi digunakan.
• Kekayaan tidak lagi berguna.
• Seluruh kesombongan mereka hancur.

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

🏚️ Negeri yang Menjadi Pelajaran

Allah berfirman:

«"Seolah-olah mereka belum pernah tinggal di tempat itu."

(QS. Hud: 95)»

Perdagangan yang ramai lenyap.

Kekayaan yang dibanggakan hilang.

Yang tersisa hanyalah pelajaran bagi generasi setelah mereka.

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

📖 Hikmah dari Kisah Ini

1. Kejujuran adalah bagian dari iman.

2. Kecurangan sekecil apa pun tidak luput dari pengawasan Allah.

3. Harta yang diperoleh dengan cara haram tidak membawa keberkahan.

4. Ketamakan dapat menutup hati dari kebenaran.

5. Allah mencintai keadilan dalam muamalah.

6. Azab Allah dapat datang ketika manusia terus-menerus menolak peringatan.

7. Kisah Kaum Madyan adalah peringatan bagi seluruh pelaku usaha hingga Hari Kiamat.

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

🤲 Renungan

Kisah Kaum Madyan bukan hanya tentang masa lalu.

Ia adalah peringatan bagi setiap orang yang berdagang, bekerja, atau mencari penghasilan.

Ketika manusia lebih mencintai keuntungan daripada kejujuran, maka ia sedang berjalan di jalan yang pernah ditempuh Kaum Madyan.

Keuntungan yang sedikit tetapi halal jauh lebih baik daripada harta yang banyak namun mengundang murka Allah.

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

🌿 Doa

Allahumma inni as'aluka rizqan halalan thayyiban mubarakan fihi, wa a'udzu bika min al-ghishshi wal khiyanah wa akli amwalin nasi bil bathil. Aamiin ya Rabbal 'alamin.

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

📚 Dalil Utama

«"Sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak-hak mereka."
(QS. Al-A'raf: 85)»

«"Wahai Syu'aib, apakah salatmu menyuruhmu..."
(QS. Hud: 87)»

«"Lalu mereka mendustakannya, maka mereka ditimpa azab pada hari naungan awan."
(QS. Asy-Syu'ara: 189)»

«"Dan orang-orang yang zalim itu dibinasakan oleh suara yang mengguntur."
(QS. Hud: 94)»

«"Lalu mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di rumah-rumah mereka."
(QS. Al-A'raf: 91)»

Wallāhu a'lam bish-shawāb.

Foto hanya pelengkap 🙏




𝗣𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝘀𝗶𝗵 𝗗𝗼𝘀𝗮 𝗦𝗲𝗯𝗲𝗹𝘂𝗺 𝗠𝗮𝘁𝗮 𝗧𝗲𝗿𝗽𝗲𝗷𝗮𝗺... 🌌✨Setiap hari kita tidak pernah luput dari salah dan khilaf, baik yang disengaja...
25/06/2026

𝗣𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝘀𝗶𝗵 𝗗𝗼𝘀𝗮 𝗦𝗲𝗯𝗲𝗹𝘂𝗺 𝗠𝗮𝘁𝗮 𝗧𝗲𝗿𝗽𝗲𝗷𝗮𝗺... 🌌✨

Setiap hari kita tidak pernah luput dari salah dan khilaf, baik yang disengaja maupun tidak. Menjelang tidur adalah waktu terbaik untuk pulang, berserah, dan membersihkan jiwa dari pekatnya dosa seharian.

​MasyaAllah, amalan di atas sungguh ringan di lisan tapi dampaknya luar biasa: menghapus dosa walau sebanyak buih di lautan. Jangan biarkan malam ini berlalu begitu saja tanpa sempat melafadzkannya ya.

​Sebelum meletakkan kepala di bantal malam ini, yuk kita amalkan bersama dan saling mengingatkan. Siapa yang malam ini siap merutinkan dzikir indah ini sebelum tidur?

Absen di kolom komentar, yuk! 👇👇

Address

Bandung

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Dunia Wanita posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share