04/01/2026
Bayangin kamu buka warung kecil. Hari-hari awal sepi, pembeli jarang datang. Lalu ada yang menenangkan, “jalani aja, nikmati prosesnya, syukuri yang penting sudah usaha.” Kalau kalimat itu kamu telan mentah-mentah, tapi kamu nggak pernah ngecek rasa daganganmu, nggak lihat kenapa warung sebelah lebih rame, nggak mau belajar memperbaiki cara jualan, lama-lama bukan laku jualannya tapi malah bangkrut. Bukan karena kamu kurang sabar, tapi karena kamu berhenti belajar berdagang dengan alasan ikhlas.
Karier kreator juga begitu. Upload konten itu ibarat buka lapak. View itu orang lewat, like dan komentar itu pembeli yang mampir. Kalau konten sepi lalu kamu cuma bilang “yang penting konsisten” tanpa mau evaluasi isi, cara penyampaian, isi materi, atau manfaat ke penonton, itu sama aja terus jual barang yang nggak laku sambil berharap keajaiban. Bersyukur itu perlu biar nggak stres, tapi kalau dipakai buat membenarkan konten yang asal-asalan, itu bukan dewasa, itu menyerah pelan-pelan.
Jadi buat kreator, “jalani, nikmati, syukuri” itu harus dibarengin dengan mau belajar dan berubah. Jalani sambil perbaiki, nikmati sambil naikkan kualitas, syukuri sambil tetap berusaha untuk berkembang. Kalau tidak, kalimat itu cuma jadi penghiburan supaya tetap nyaman di tempat yang sama, bukan jalan buat maju.