Mietechtech

Mietechtech Sharing AI & Tech in a simple way ☕️

09/08/2026

Ranking kelas: tiap siswa tetap kelihatan, tapi dapet peringkatnya. Ini yang dilakuin Window Function.

GROUP BY meringkas & ngilangin detail. Window Function nambah kolom hasil hitungan tanpa ngurangin baris.

ROW_NUMBER itu jurus utama buat dedup data. Kalau belum kepake, lo lagi ngerjain hal yang sama dengan cara lebih ribet.

03/07/2026

API vs Webhook itu mirip komunikasi… tapi beda gaya

Kalau API, dia tuh tipe yang nanya dulu:
“Lagi apa?”
“Udah makan belum?”
“Status order-ku gimana?”

Kalau Webhook, dia beda.
Dia tipe yang langsung ngabarin duluan:
“Pembayaran berhasil ya.”
“Order baru masuk.”
“Status pengiriman berubah.”

Jadi sederhananya:
✅ API = request dulu, baru dapat jawaban
✅ Webhook = event terjadi, lalu sistem langsung ngabarin

Nah sekarang pertanyaannya...
Kalau dalam hubungan asmara, kalian lebih s**a jadi API atau Webhook? 🤣
API: nanya terus
Webhook: ngabarin duluan tanpa disuruh

Kalau kamu lagi belajar backend, integrasi sistem, automation, atau DevOps, paham perbedaan ini penting banget karena dipakai terus di dunia aplikasi modern.

Save dulu biar gak lupa, dan follow .id buat konten tech yang gampang dipahami!

CI/CD itu bukan cuma istilah keren di dunia software engineering.Sederhananya, CI/CD membantu tim developer agar proses ...
02/06/2026

CI/CD itu bukan cuma istilah keren di dunia software engineering.

Sederhananya, CI/CD membantu tim developer agar proses dari push code → testing → build → deploy → release bisa berjalan lebih cepat, rapi, dan minim drama.

Dengan CI/CD, perubahan kode bisa langsung dicek otomatis sebelum masuk ke production. Jadi bug lebih cepat ketahuan, deploy lebih konsisten, dan release aplikasi bisa lebih aman.

Buat kamu yang lagi belajar backend, DevOps, data engineering, atau software development, paham CI/CD itu penting banget karena ini salah satu fondasi workflow modern di dunia teknologi.
Intinya:
✅ CI = integrasi kode + testing otomatis
✅ CD = proses delivery/deployment otomatis
✅ Tujuannya = release lebih cepat, aman, dan efisien

Kalau dulu release software bisa bikin deg-degan, sekarang pipeline bisa bantu semuanya lebih terstruktur.

Save dulu biar gak lupa, dan follow .id buat konten tech lainnya.

BelajarCoding TechIndonesia DataEngineering DeveloperIndonesia GitHub Automation Deploy CloudComputing Teknologi Ngoding ITIndonesia

01/06/2026

Docker dan Kubernetes itu bukan saingan.
Docker dipakai untuk membuat dan menjalankan container.
Kubernetes dipakai untuk mengatur banyak container di production.

Simple-nya:
Docker = bikin container
Kubernetes = ngatur container

Belajar Docker dulu, baru Kubernetes.

Save biar gak ketuker lagi!

belajarprogramming codingindonesia mietechtech

Backend yang rapi itu bukan cuma soal aplikasinya jalan, tapi juga soal mudah dikembangkan, mudah dibaca, dan mudah di-m...
31/05/2026

Backend yang rapi itu bukan cuma soal aplikasinya jalan, tapi juga soal mudah dikembangkan, mudah dibaca, dan mudah di-maintain.

Kalau project FastAPI mulai membesar, struktur folder yang asal-asalan bisa bikin codebase cepat berantakan.

Contoh pembagian folder backend FastAPI:
1. main.py
Entry point aplikasi FastAPI. Biasanya dipakai untuk inisialisasi app, register router, middleware, dan event startup.
2. api/endpoints
Tempat menyimpan route API. Endpoint bisa dipisah berdasarkan fitur agar URL dan handler lebih terstruktur.
3. core
Berisi konfigurasi inti seperti settings, security, auth helper, constants, logging, dan dependency global.
4. db
Untuk koneksi database, session, base model, dan helper transaksi atau query.
5. models
Berisi struktur tabel ORM seperti SQLAlchemy, termasuk relasi antar tabel dan mapping database.
6. schemas
Berisi schema Pydantic untuk validasi request, response, serializer, dan contract API.
7. services
Tempat business logic utama aplikasi. Di sinilah proses inti dijalankan sebelum akses ke data layer.
8. repositories
Lapisan akses data atau CRUD. Bagian ini fokus menjalankan query dan memisahkan logic database dari service.
9. utils
Berisi helper function reusable seperti formatter, parser, converter, dan fungsi pendukung lainnya.
10. tests
Untuk unit test, integration test, dan API test agar fitur tetap aman saat ada perubahan.
11. requirements.txt
Daftar dependency Python yang dibutuhkan project agar environment tetap konsisten.
12. .env
Tempat menyimpan environment variables seperti DB URL, secret key, API key, dan konfigurasi sensitif.

Flow sederhananya:
Client Request → API Router → Service → Repository → Database → Response
Dengan pola ini, route tidak terlalu penuh logic, service fokus ke proses bisnis, dan repository fokus ke akses database.

Hasilnya codebase jadi lebih clean, scalable, reusable, dan mudah di-test.
Save dulu kalau kamu lagi belajar bikin backend pakai FastAPI

Backend yang rapi itu bukan cuma soal aplikasinya jalan, tapi juga soal mudah dikembangkan, mudah dibaca, dan mudah di-m...
31/05/2026

Backend yang rapi itu bukan cuma soal aplikasinya jalan, tapi juga soal mudah dikembangkan, mudah dibaca, dan mudah di-maintain

Kalau project FastAPI mulai membesar, struktur folder yang asal-asalan bisa bikin codebase cepat berantakan.

Contoh pembagian folder backend FastAPI:
1. main.py
Entry point aplikasi FastAPI. Biasanya dipakai untuk inisialisasi app, register router, middleware, dan event startup.

2. api/endpoints
Tempat menyimpan route API. Endpoint bisa dipisah berdasarkan fitur agar URL dan handler lebih terstruktur.

3. core
Berisi konfigurasi inti seperti settings, security, auth helper, constants, logging, dan dependency global.

4. db
Untuk koneksi database, session, base model, dan helper transaksi atau query.

5. models
Berisi struktur tabel ORM seperti SQLAlchemy, termasuk relasi antar tabel dan mapping database.

6. schemas
Berisi schema Pydantic untuk validasi request, response, serializer, dan contract API.

7. services
Tempat business logic utama aplikasi. Di sinilah proses inti dijalankan sebelum akses ke data layer.

8. repositories
Lapisan akses data atau CRUD. Bagian ini fokus menjalankan query dan memisahkan logic database dari service.

9. utils
Berisi helper function reusable seperti formatter, parser, converter, dan fungsi pendukung lainnya.

10. tests
Untuk unit test, integration test, dan API test agar fitur tetap aman saat ada perubahan.

11. requirements.txt
Daftar dependency Python yang dibutuhkan project agar environment tetap konsisten.

12. .env
Tempat menyimpan environment variables seperti DB URL, secret key, API key, dan konfigurasi sensitif.

Flow sederhananya:
Client Request → API Router → Service → Repository → Database → Response

Dengan pola ini, route tidak terlalu penuh logic, service fokus ke proses bisnis, dan repository fokus ke akses database.

Hasilnya codebase jadi lebih clean, scalable, reusable, dan mudah di-test.

Save dulu kalau kamu lagi belajar bikin backend pakai FastAPI!

With Makadamgear – I just got recognised as one of their top fans! 🎉
14/05/2026

With Makadamgear – I just got recognised as one of their top fans! 🎉

13/05/2026

Bansos chatgpt plus.

12/05/2026

Kehidupan didalam sarang lebah.

11/05/2026

Lyrebird

Address

Bandung

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Mietechtech posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share