26/01/2026
Dalam potret ini aku merasa percaya diri, dewasa, dan cantik. Juga Fauzan mencintai aku jauh lebih baik. Fauzan hadir. Tidak berhenti memuji tampilanku yang warnanya satu tone dengannya. Sudah 4 tahun ini aku selalu takut dibelikan sesuatu berbau kain karena takut putus (mitos). Namun, awal Januari kemarin Fauzan inisiatif masuk ke salah satu toko baju di PVJ, takut dan ragu ketika aku ikut. Aku baru tau brand itu saat itu juga, katanya itu brand bagus. Kemudian dipilah dan dipilih, ini cocok untukmu katanya. Matching dengan bajunya yang ia beli di toko yang sama di Jakarta.
Hebatnya aku kala itu: aku menerima. Tidak lagi menangis tersedu sedan karena diberi. Cukup sulit untuk aku menerima pemberian dari pasanganku, perasaan tidak layak itu menghantui aku bertahun-tahun lamanya.
Terhitung 6 tahun mengenal Fauzan, aku semakin merasakan ketulusannya. Fauzan semakin memahami aku yang sulit menerima pemberian dengan pelan-pelan memberi, tidak love bombing. Memahami aku yang energi maskulinnya tinggi dengan menerima ketika aku memberi, tidak menolak. Tidak juga menghakimi. Kami saling merawat satu sama lain.
Juga Fauzan bilang kalau: aku merasa berterima kasih karena kamu sudah selalu melibatkan aku. Hidupku begini-begini aja. Namun kamu memberi warna. Aku happy bangettt hari ini, apalagi anak-anaknya pada apèt sama aku tadi. Aku engga nyangka. Katanya sehabis bermain 3 jam bersama Learners.
Ya Allah, aku mau merasakan kebersyukuran seperti ini lagi. Aku merasa aman dengan rasa syukur ini. Aku siap memeluk takdir baik di depan sana, asalkan tetap dalam perlindungan-Mu.
Alhamdulillah bini'matihi tatimush sholihaat⋆˚✿˖°