08/01/2026
Timnas Indonesia ternyata seperti laboratorium eksperimen taktik dunia! Setiap pelatih yang datang selalu membawa "oleh-oleh" gaya main yang kontras 180 derajat. Coba kita bedah sejarahnya:
- Era Luis Milla (Spanyol): Kita diajari main cantik. Bola pendek merapat, passing indah, alias TIKI-TAKA. Enak ditonton, berasa nonton Barcelona versi lokal. 🎨🇪🇸
- Era Shin Tae-yong (Korea): Mode pragmatis aktif! Fokus pertahanan baja alias PARKING BUS, lalu menghukum lawan lewat COUNTER ATTACK kilat. Gak perlu cantik, yang penting efektif! 🛡️⚡🇰🇷
- Era Patrick Kluivert (Belanda): Mencoba kembali ke akar menyerang dengan TOTAL FOOTBALL. Semua pemain harus bisa menyerang dan bertahan, rotasi posisi cair. Sayangnya, eksekusinya... (isi sendiri ya). 🌷🇳🇱
- Era John Herdman (Inggris): Back to basic ala Inggris! Andalkan fisik, bola lambung, lari kencang, dan duel udara. KICK 'N RUSH is real! Siap-siap leher sakit lihat bola di atas terus. 🏴🚀
Dari main halus sampai main "grusa-grusu", Timnas kita sudah khatam semua kitab taktik!