DIPAN Pers

DIPAN Pers Media Alternatif dan Progresif Mengapa DIPAN? DIPAN adalah sebuah singkatan dari Dinamika Politik Anak Negeri.

DIPAN PERS adalah sebuah media progresif milik mahasiswa Ilmu Politik yang berisi karya jurnalistik investigatif yang berorientasi kepada permasalahan lokal, kisah-kisah provokatif yang membangun, dan opini tajam mendalam. DIPAN memiliki tujuan untuk membangun wacana dan opini publik berdasarkan realitas sosial yang ada sebagai bentuk perlawanan terhadap bentuk kekuasaan-kekuasaan yang menindas. D

alam arti lain, DIPAN juga merupakan sebuah tempat untuk beristirahat sebagaimana DIPAN merupakan tempat bagi mahasiswa yang sudah resah untuk tidur, lalu bangun kembali dengan kesadaran baru akan realitas-realitas sosial yang terjadi. Berusaha bangkit melalui pewacanaan baru untuk melawan kemapanan hegemoni yang menciptakan generasi bisu.

Heloooooewww masyarakat negara berflowerMalem minggu ini enaknya makan makan coy.Cumang kata orang tua mah makan nggak b...
16/03/2019

Heloooooewww masyarakat negara berflower

Malem minggu ini enaknya makan makan coy.

Cumang kata orang tua mah makan nggak boleh sambil ngobrol. Tapi kalo makan sambil ngomongin politik mah sabi-sabi aja.

Untuk lebih lanjut simak tulisan dengan judul [Makan Sambil Ngomongin Politik, Sabi Juga]

Cek selengkapnya di

Pada tahun 2002, majalah The Economist Asia memberitakan soal kebijakan politik Thailand dengan nama Global Thai. Yakni tentang eksalasi restoran dengan cita rasa Negeri Gajah Putih di Amerika Seri…

Internet Giants Credit: visualcapitalist.com
13/03/2019

Internet Giants
Credit: visualcapitalist.com

Millennials vs Generation Z in the work place.Sumber: visualcapitalist.com
11/03/2019

Millennials vs Generation Z in the work place.
Sumber: visualcapitalist.com

Serba serbi soal ngomongin orang yang mungkin belum kamu ketahui
11/03/2019

Serba serbi soal ngomongin orang yang mungkin belum kamu ketahui

“Nongkrong berasa kurang kalo enggak ngomongin orang”. Begitulah slogan yang mungkin ada dalam tiap tongkrongan.

PRESIDENTIAL THRESHOLD : BENTUK RADIKALISME PRESIDENOpini oleh Muhammad Arief VirgyDi tengah dunia twitter yang sedang h...
17/07/2017

PRESIDENTIAL THRESHOLD : BENTUK RADIKALISME PRESIDEN

Opini oleh Muhammad Arief Virgy

Di tengah dunia twitter yang sedang hangat membicarakan aksi alumni 212 yang membela Hary Tanoe, Bos MNC Group sekaligus Ketua Umum Partai Perindo, muncul tweet yang menggelitik timeline saya malam itu (14/7/2017). Rocky Gerung, seorang pengajar di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, membuat tweet kurang lebih seperti ini:

"Dalam ilmu ketatanegaraan abad 21, Perppu dan threshold itu adalah suatu bentuk radikalisme presiden. "

Khususnya terkait dengan threshold sendiri, saya memiliki pandangan pribadi yang mengamini bahwa apa yang dikatakan Rocky Gerung benar adanya. Sebelumnya, pengertian Threshold atau disini kita kerucutkan pada pengertian Presidential Threshold, merupakan ambang batas suara partai politik atau gabungan partai politik untuk mengajukan calon Presiden dan Wakil Presiden. Umumnya, negara-negara yang menganut sistem Demokrasi sudah mengenal sistem ini (Dahl, 1989). Presentase ambang batasnya pun berbeda-beda di tiap negara.

Baca selengkapnya di laman http://www.dipanpers.com/2017/07/16/presidential-threshold-bentuk-radikalisme-presiden/

DIPAN PERS,
Media Alternatif dan Progresif

Di tengah dunia twitter yang sedang hangat membicarakan aksi alumni 212 yang membela Hary Tanoe, Bos MNC Group sekaligus Ketua Umum Partai Perindo, muncul tweet yang menggelitik timeline saya malam…

PERPPU ORMAS : DEMI MENJAGA KEUTUHAN DAN PERSATUAN BANGSA?Opini oleh Lord Petyr BaelishBelum habis isu Hak Angket DPR ke...
17/07/2017

PERPPU ORMAS : DEMI MENJAGA KEUTUHAN DAN PERSATUAN BANGSA?

Opini oleh Lord Petyr Baelish

Belum habis isu Hak Angket DPR kepada KPK dicerna publik, sudah muncul lagi isu penerbitan Perppu Ormas oleh pemerintah saat ini. Seolah tak mau kalah, perebutan kepentingan dalam isu ini pun terasa jelas di benak publik. Bagaimana tidak, pihak yang pro dan kontra hampir tidak ada bedanya baik dalam isu Hak Angket DPR maupun isu penerbitan Perppu ini dalam hal komposisi partai politik nya. Bila merujuk pada prinsip dramaturgi nya Erving Goffman (1959), perilaku aktor politik itu ibarat kehidupan diatas panggung sandiwara, dimana di dalamnya terdapat front stage, back stage, team of performers, audiences, dan outsider. Pesan dan kesan yang ditangkap audiences seringkali didapat melalui apa yang ditampilkan para pemeran diatas front stage, citra baik yang ditunjukkan seolah semakin ciamik ketika hal tersebut didesain sedemikian rupa oleh team of performers (dalam hal ini media) demi menutupi ‘chaos’ yang terjadi di back stage.

Baca selengkapnya di laman http://www.dipanpers.com/2017/07/16/perppu-ormas-demi-menjaga-keutuhan-dan-persatuan-bangsa/

DIPAN PERS,
Media Alternatif dan Progresif

Belum habis isu Hak Angket DPR kepada KPK dicerna publik, sudah muncul lagi isu penerbitan Perppu Ormas oleh pemerintah saat ini. Seolah tak mau kalah, perebutan kepentingan dalam isu ini pun teras…

STOCKHOLM SYNDROME : SI MASOKIS DALAM RELASI KUASAOpini oleh Claudia DestianiraPernah merasa terjebak dalam suatu keadaa...
17/07/2017

STOCKHOLM SYNDROME : SI MASOKIS DALAM RELASI KUASA

Opini oleh Claudia Destianira

Pernah merasa terjebak dalam suatu keadaan tidak menyenangkan, atau bahkan merugikan, dan merasa buntu, tidak dapat ‘lari’ ke mana-mana karena merasa tidak punya pilihan lain? Anak dan perempuan yang teraniaya, kekerasan dalam hubungan keluarga hingga romansa, tawanan perang, hingga relasi intimidatif: korban menyadari bahwa keadaan tersebut adalah suatu hal buruk, namun menerimanya sebagai realitas hidup dan memilih bertahan. Fenomena ini disebut Stockholm Syndrome.

Aneh? Tidak masuk akal? Dalam standpointsosial tentu aneh dan tidak masuk akal. Namun, bagi standpoint psikologi, hal ini masuk akal! Lebih parah lagi, sindrom ini dapat ditemui dimana-mana dan akrab dengan kehidupan sehari-hari, di mana kita cenderung menaruh atensi hingga afeksi berlebih atas sesuatu yang belum tentu baik atau bahkan buruk untuk kita, yang berujung pada tendensi menyalahkan kondisi. Analisis deduktif melalui pendekatan psikososial dapat digunakan dalam menganalisis fenomena stockholm syndrome.

Baca selengkapnya di laman http://www.dipanpers.com/2017/06/27/stockholm-syndrome-si-masokis-dalam-relasi-kuasa/

DIPAN PERS,
Media Alternatif dan Progresif

Look to the stars Let hope burn in your eyes And we’ll love And we’ll hate And we’ll die All to no avail (Muse, Stockholm Syndrome)        Pernah mer…

MUNGKIN PEREMPUAN HARUS PERGI KE AHLI JIWAOpini oleh MaggyDi zaman sekarang, kampanye-kampanye tentang kemerdekaan wanit...
17/07/2017

MUNGKIN PEREMPUAN HARUS PERGI KE AHLI JIWA

Opini oleh Maggy

Di zaman sekarang, kampanye-kampanye tentang kemerdekaan wanita sudah banyak dilakukan di berbagai belahan dunia. Tak dapat dipungkiri, isu-isu feminisme beserta kampanye-kampanyenya sudah memberikan dampak yang besar terhadap kaum perempuan itu sendiri. Namun, tanpa disadari, ada saja hal-hal baik dari dalam maupun luar diri perempuan itu sendiri yang terkadang menebas habis rasa merdeka itu, salah satunya adalah diri mereka sendiri. Ya, mari katakan kalau terkadang, perempuan sendirilah yang membuat dirinya tidak merdeka, termasuk juga aku, si penulis. Kalian boleh salahkan aku kalau kalian memiliki tanggapan yan berbeda, tapi kuharap kalian baca dulu tulisanku ini sampai selesai.

Baca selengkapnya di laman http://www.dipanpers.com/2017/06/23/mungkin-perempuan-harus-pergi-ke-ahli-jiwa/

DIPAN PERS,
Media Alternatif dan Progresif

            Di zaman sekarang, kampanye-kampanye tentang kemerdekaan wanita sudah banyak dilakukan di berbagai belahan dunia. Tak dapat dipungkiri, isu-isu feminisme beserta kampanye-kampanyenya su…

Address

Bandung

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when DIPAN Pers posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share