30/09/2025
Kisah viral di media sosial mengenai dugaan aksi pembegalan terhadap sebuah truk di kawasan Soekarno Hatta, Kota Bandung, akhirnya menemukan titik terang.
Polda Jabar memastikan bahwa insiden tersebut murni kesalahpahaman antara pengemudi truk dengan pengendara mobil Toyota Fortuner, dan telah diselesaikan secara damai.
Kabid Humas Polda Jabar Komisaris Besar Hendra Rochmawan, menjelaskan kronologi lengkap peristiwa yang sempat menimbulkan keresahan di dunia maya tersebut.
Menurut Hendra, semua berawal dari sebuah unggahan video oleh pengemudi truk yang merasa sedang dikejar oleh komplotan begal.
"Kejadian ini bermula pada pukul 04.00 subuh, ketika sebuah mobil Fortuner putih yang dikemudikan oleh Bili diserempet oleh truk tak dikenal di perempatan Soekarno Hatta arah Cibiru. Akibatnya, mobil Fortuner mengalami kerusakan berat di sisi kanan," ujar Hendra dalam keterangannya di Mapolda Jabar di Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung pada Senin 29 September 2025.
Di belakang mobil Fortuner tersebut, melaju truk yang dikemudikan oleh Gama. Setelah insiden serempetan oleh truk tak dikenal yang langsung melarikan diri, penumpang dari mobil Fortuner, termasuk seorang bernama Boeng, keluar untuk meminta klarifikasi kepada Gama, yang mereka duga sebagai pelaku penyerempetan.
"Namun, sebelum sempat terjadi komunikasi, Gama yang juga panik melihat kondisi tersebut langsung tancap gas dan salah seorang penumpang mobil fortuner terbawa dengan kondisi menggelantung di pintu sebelah kanan truk.
Gama yang ketakutan berusaha mencari tempat aman dan mengarahkan truknya menuju Mapolda Jabar. Saat akan berbelok putar arah menuju Polda Jabar, truk sedikit melambat sehingga penumpang Fortuner berhasil turun, dan Gama pun tiba di Polda Jabar untuk mengamankan diri.
Hendra menegaskan, meskipun pihak korban tidak membuat laporan polisi (LP) resmi, jajarannya dari Direktorat Kriminal Umum (Dirkrimum) tetap bergerak cepat menindaklanjuti informasi yang sudah viral tersebut untuk mencegah kesimpangsiuran informasi di masyarakat.
"Akhirnya, kami berhasil mengamankan semua pihak dan terungkap bahwa ini semua hanya salah paham. Hari ini, kedua belah pihak telah kami pertemukan untuk melakukan klarifikasi dan saling memaafkan," katanya.