Suara Marjinal

Suara Marjinal Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Suara Marjinal, Media/News Company, Bandung.

Suaramarjinal.com - Nelson Mandela adalah seorang legenda, seorang ikon untuk sebuah kebebasan dan antirasisme. Tokoh ya...
09/05/2016

Suaramarjinal.com - Nelson Mandela adalah seorang legenda, seorang ikon untuk sebuah kebebasan dan antirasisme. Tokoh yang dihormati di seluruh dunia ini pada 9 Mei 1994 resmi dilantik menjadi presiden kulit hitam pertama di negerinya, Afrika Selatan (Afsel), sekaligus meruntuhkan politik Apartheid yang mengistimewakan kaum kulit putih di sana.

Mandela yang lahir dengan nama Rolihlahla Mandela pada 18 Juli 1918 mengalami berbagai macam halangan sebelum akhirnya berhasil mengukir sejarah tersebut. Ahli hukum lulusan Fort Hare University dan University of Witwatersrand ini juga pernah dipenjara dan diasingkan selama 27 tahun akibat keberaniannya memperjuangkan keadilan di bawah pemerintahan yang menganut Apartheid.

Bebas pada 1990, ia berhasil melobi Presiden Afsel kala itu, F.W. de Klerk untuk menghapuskan apartheid dan melaksanakan pemilu multiras tahun 1994. Partainya berhasil memenangkan pemilu tersebut dan tokoh yang gemar memakai batik itu akhirnya diangkat menjadi presiden.

Selama hidupnya, Mandela mendapatkan lebih dari 250 penghargaan termasuk Nobel Perdamaian pada 1993. Ia juga mendapatkan respect dan pengakuan dari dunia internasional atas tindakannya menentang Kolonialisme dan Apartheid. Mandela meninggal 5 Desember 2013 di usia 95 tahun.

Suaramarjinal.com, Lima puluh dua tahun lalu, 8 Mei 1964, Presiden Soekarno melarang keberadaan Manifesto Kebudayaan kar...
08/05/2016

Suaramarjinal.com, Lima puluh dua tahun lalu, 8 Mei 1964, Presiden Soekarno melarang keberadaan Manifesto Kebudayaan karena dinilai kontra revolusi.

Manifesto Kebudayaan, di kemudian hari, disingkat Manikebu. Akronim Manikebu sendiri konon dibuat oleh Pramoedya Ananta Toer dengan maksud merendahkan.

Pertentangan pandangan antara Manikebu dengan Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra) pada 1960-an.

Pertentangan yang terjadi antara Manikebu dengan Lekra sekitar 1960-an.

Urusan otonom yang dimiliki seorang pekerja seni sehingga kebebasan menjadi hal yang dijunjung tinggi dalam melahirkan karya seni. Setidaknya konsep itu yang mendasari sekelompok orang membuat Manifes Kebudayaan atau Manikebu pada 1962 yang ditandatangani 20 orang sastrawan yang terdiri dari 16 penulis, tiga pelukis, dan satu komponis.

Soekarno sebagai pemimpin besar revolusi pada saat itu sangat sentral termasuk mengontrol kebebasan berekspresi.

Saat penerapan Demokrasi Terpimpin, kondisinya adalah semua bergantung pada Soekarno (pemimpin besar revolusi).

Satu hal yang ditentang oleh Manikebu adalah prinsip realisme sosialis yang digunakan Lekra dalam berkesenian, yang kemudian muncul istilah Humanisme Universal yang dialamatkan kepada Manikebu.

humanisme-universal adalah humanisme individualis borjuis yang melemahkan cita-cita revolusi karena membawakan pesimisme dan negativisme.

Selain itu, humanisme universal dinilai sebagai cerminan paradigma dan opini kapitalisme Barat yang kehilangan "sapi perahannya" di wilayah jajahanya. Di sisi lain, realisme sosialis berwatak optimistis dan menentang kapitalisme dan imperialisme.

Seni bukan sekedar reproduksi dari realitas, namun sesuatu yang mempertajam, membuat lebih intens penghayatan seseorang terhadap realitas.

Optimisme dalam kesenian dan kesusastraan tidak dapat ditafsirkan sebagai kandungan pesan bahwa hidup di masa depan akan lebih baik.

Seni yang Bergelora Era 1960-an merupakan dekade seni Indonesia bergelora, baik dalam hal pertunjukkan maupun "perang" urat saraf antara Lekra dan Manikebu. Lima tahun setelah Indonesia merdeka atau tepatnya 17 Agustus 1950, Lembaga Kebudayaan Rakyat dibentuk oleh sejumlah seniman untuk mendukung jalannya revolusi dan membebaskan rakyat Indonesia dari penjajah.

Kongres pertama Lekra pada Januari 1959 menjadi saksi munculnya prinsip 1-5-1 yang menjadi arah gerak organisasi tersebut.

Prinsip 1-5-1 merupakan kerja kebudayaan yang bergariskan politik sebagai panglima dengan lima kombinasi, yaitu meluas dan meninggi, tinggi mutu ideologi dan tinggi mutu artistikm tradisi baik dan kekinian revolusioner, kreativitas individual dan kearigan massa, realisme sosial dan romantik revolusioner.

Salah satu hal yang dipertentangkan Manikebu karena dinilai bahwa kata "politik" sebagai pengarahan atau garis politik dari partai bukan pemaknaan sebagai alat perjuangan bangsa Indonesia.

Efek penerapan demokrasi terpimpin oleh Soekarno menyebabkan seniman tidak mampu bebas berekspresi.

Selain itu, buku-buku berbau Barat dilarang masuk Indonesia, hanya buku dari Uni Soviet dan China yang diperbolehkan, sehingga peran Soekarno sebagai pemimpin besar revolusi pada saat itu sangat sentral termasuk mengontrol kebebasan berekspresi.

Saat penerapan Demokrasi Terpimpin, kondisinya adalah semua bergantung pada Soekarno (pemimpin besar revolusi).

Seni yang Bergelora Era 1960-an merupakan dekade seni Indonesia bergelora, baik dalam hal pertunjukkan maupun "perang" urat saraf.

Hubungan harmonis antara Soekarno, PKI, dan Lekra memang mencapai puncaknya pada era 1950-an hingga 1960-an sehingga partai dan organisasi tersebut mendukung kebijakan presiden pertama RI itu. Apapun yang dilakukan masyarakat dan dianggap bertentangan dengan kebijakan Soekarno, dicap secara "kontra revolusi", tidak terkecuali Manikebu.

Konteks kebebasan dalam berkesenian itu maka Manikebu muncul, yaitu kesenian yang independen dari desakan politik dan berbagai tata cara "revolusioner" yang didengung-dengungkan Presiden Soekarno.

Tahun 1960-an bisa disebut sebagai munculnya dorongan dari beber seniman untuk memunculkan pemikiran dan gerakan alternatif dari sebuah pengekangan ekspresi seseorang dalam berseni. Namun tidak bisa dipungkiri doktrin kelompok Lekra dengan kedekatannya pada paham Marxisme - Leninisme bahwa "politik" digunakan untuk mewujudkan masyarakat tanpa kelas yang berhasil membangun jaringan kebudayaan hingga tingkat bawah.

Suaramarjinal.com, Bandung - Paguyuban Sapedah Baheula Bandung (PSBB) kembali menyelenggarakan acara tiga tahunan yaitu ...
08/05/2016

Suaramarjinal.com, Bandung - Paguyuban Sapedah Baheula Bandung (PSBB) kembali menyelenggarakan acara tiga tahunan yaitu Bandoeng Laoetan Onthel. Acara yang dihadiri para onthelis dari berbagai daerah di tanah air ini diselenggarakan pada 6-8 Mei di Gudang Persediaan PT. Kereta Api Indonesia (KAI), Jl. Sukabumi Bandung.

Pada penyelenggaraannya yang keempat kali ini, PSBB mengangkat tema "Onthelis Indonesia Anti Narkoba". Hal ini didasari keprihatinan para onthelis melihat generasi muda yang makin terjerumus pada barang haram tersebut.

"Dengan adanya acara ini, kami perwakilan onthelis seluruh Indonesia menghimbau para generasi muda untuk menjauhi narkoba," ujar Yahya Johari selaku Kepala PSBB.

Dalam penyelenggaraannya, PSBB mengadakan teater musikal tentang peristiwa Bandung Lautan Api. Selain itu stand-stand barang-barang antik juga terdapat di hari kedua ini (7/5).

"Dengan adanya teater musikal ini diharapkan para generasi muda sadar perjuangan rakyat Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaannya," tutup pria yang biasa disapa Kang Aboy itu.

Suaramarjinal.com, Memang sering kita melihat bahwa Pemimpin malah seakan menjadi Raja, menyuruh si A begini, menyuruh s...
08/05/2016

Suaramarjinal.com, Memang sering kita melihat bahwa Pemimpin malah seakan menjadi Raja, menyuruh si A begini, menyuruh si B begitu, sampai dia lupa bahwa mereka telah mengatur Manusia bukannya mengatur Hukum.

Hari ini 7 Mei tepat kelahran filsuf asal Skotlandia.

Suaramarjinal.com, Selamat Merayakan Isra Mi’raj bagi umat Islam yg menjalankan. Selamat Libur Bagi Umat lainnya. Damai ...
06/05/2016

Suaramarjinal.com, Selamat Merayakan Isra Mi’raj bagi umat Islam yg menjalankan. Selamat Libur Bagi Umat lainnya. Damai di Bumi, Damai beragama, meski beda.

Suaramarjinal.com, BANDUNG – Aksi Solidaritas untuk YY dengan menyalakan ratusan lilin di Taman Cikapayang Jln. Ir. H. J...
05/05/2016

Suaramarjinal.com, BANDUNG – Aksi Solidaritas untuk YY dengan menyalakan ratusan lilin di Taman Cikapayang Jln. Ir. H. Juanda, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (4/5).

YY seorang gadis perempuan di Bengkulu yang menjadi korban pemerkosaan dan pembunuhan yang dilakukan oleh 14 orang, Yuyun adalah satu dari sekian banyak perempuan yang menjadi korban kekerasan seksual.

Tidak Hanya Ratusan lilin, spanduk “Stop kekerasan terhadap perempuan ” dan berbagai bentuk ungkapan menghiasi Taman, aksi dihadiri oleh mahasiswa, Dosen, Lembaga Hukum, dan masyarakat sekitar Bandung.

Acara dilanjutkan dengan meniup lilin bersama dan memniupkan bunyi-bunyian seperti klakson kendaraan dan peluit sebagai simbol tanda bahaya, dengan maksud memberi peringatan dan informasi kepada setiap orang bahwa bahaya terhadap kasus ini patut di perhatikan, aksi diatas juga di dampingi teatrikal dari Wanggi Hoed dan kawan – kawan.

Koordinator aksi Aquarini Priatna menjelaskan, “tamparan kasus yang menimpa anak di bawah umur ini harus menjadi bahan intropeksi atas jaminan hak asasi manusia di negara ini.”

“Prihatin, sedih, marah, Juga ada rasa ketidakberdayaan di satu sisi. Tapi, kita bersama-sama menunjukkan bahwa kita tidak bungkam,” Ujar Aquarini.

Menurutnya, segala bentuk penanganan dan pencegahan dalam kasus kekerasan bagi perempuan dan anak di bawah umur sudah gentinng dan perlu di benahi memngingat tidak hanya kasus YY saja tetapi banyak kasus serupa yang terjadi.

“Semua harus di evaluasi, dan ini tidak bisa di lakukan sendiri – sendiri. Ini harus di evaluasi bersama”. Ujarnya.

Suaramarjinal.com, Karl Marx lahir di Trier, Kerajaan Prusia 5 Mei 1818, bapak Komunisme dunia, Karl Marx, tersebut sang...
05/05/2016

Suaramarjinal.com, Karl Marx lahir di Trier, Kerajaan Prusia 5 Mei 1818, bapak Komunisme dunia, Karl Marx, tersebut sangat jelas menunjukkan kepada kita betapa keyakinan kaum proletar (buruh) untuk dapat menguasai keadaan sangatlah kuat.

Kaum buruh, utamanya pada abad ke-19 yang sudah merasa terlalu tertindas oleh kapitalisme yang dimonopoli oleh kaum borjuis berkeyakinan bahwa mereka dapat memutar balik keadaan bila mereka bersatu dalam sebuah ‘rantai’ yang kokoh dan tak terkalahkan.

Dari keyakinan tersebut, muncullah sebuah paham komunisme, yakni paham atau ideologi dalam bidang politik yang menganut ajaran Karl Marx dan Fredrich Engels, yang hendak menghapuskan hak milik perseorangan dan menggantikannya dengan hak milik bersama yang dikontrol oleh negara.

Suaramarjinal.com, "Kenaikan Isa Almasih bukan sekedar ritual, melainkan pembuktian iman. Iman tidak berbicara mengenai ...
05/05/2016

Suaramarjinal.com, "Kenaikan Isa Almasih bukan sekedar ritual, melainkan pembuktian iman. Iman tidak berbicara mengenai agama, karena iman tidak bisa disembunyikan." -KZB-

Selamat Hari Kenaikan Isa Almasih bagi teman-teman yang merayakan.
Selamat pagi, selamat beraktifitas.
Happy long weekend!

Suaramarjinal.com, Pemilihan Umum Tahun 1982 Dilaksanakan pada 4 Mei 1982  Ketika Orde Baru berkuasa, Indonesia telah me...
04/05/2016

Suaramarjinal.com, Pemilihan Umum Tahun 1982
Dilaksanakan pada 4 Mei 1982

Ketika Orde Baru berkuasa, Indonesia telah menyelenggarakan pemilu tiga kali yang pertama kali yaitu dimulai pada 5 Juli 1971, kedua 2 Mei 1977 dan yang ketiga pada 4 Mei 1982.

Meskipun demikian, pelaksanaan pemilu dibawah Orde Baru memiliki karakter yang berbeda dengan pemilu yang dikenal negara-negara demokrasi pada umumnya.

Jika di negara demokrasi karakter pemilu dibangun diatas prinsip free and fair baik dalam struktur dan proses pemilu, sebaliknya, Orde Baru justru menghindari penerapan prinsip tersebut. Yang terjadi kemudian adalah ketidak seimbangan kontestasi antar peserta pemilu dan hasil pemilu tidak mencerminkan aspirasi dan kedaulatan rakyat.

Pelaksanaan Pemilu diatur melalui cara-cara tertentu untuk kelanggengan kekuasaan Orde Baru itu sendiri.

Pemilihan Umum tahun 1982 yang dilaksanakan dibawah payung hukum Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1969 Tentang Pemilu, yang telah diperbaharui dengan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1975, Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1980, meskipun demikian, tidak ada perubahan berarti dalam setiap perubahan.

Jumlah Penduduk Indonesia pada Pemilihan Umum Tahun 1982 kurang lebih 146.532.397, dari jumlah itu penduduk yang terdaftar menjadi pemilih sekitar 82.134.195. Jumlah peserta pemilu hanya tiga yaitu Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Golongan Karya (Golkar) dan Partai Demokrasi Indonesia (PDI).

Hasil Pemungutan Suara :
No. Urut: 1
Nama Partai: Partai Persatuan Pembangunan 1982
Jumlah Suara: 20871880
Jumlah Kursi: 94

No. Urut: 2
Nama Partai: Partai Golongan Karya
Jumlah Suara: 48334724
Jumlah Kursi: 242

No. Urut: 3
Nama Partai: Partai Demokrasi Indonesia 1982
Jumlah Suara: 5919702
Jumlah Kursi: 24

Sumber: kepustakaan-presiden[dot]perpusnas[dot]go[dot]id

Suaramarjinal.com, BANDUNG - Usai melakoni latihan siang di Lapangan Progresif, Jln. Soekarno Hatta, Rabu (4/5), tim Per...
04/05/2016

Suaramarjinal.com, BANDUNG - Usai melakoni latihan siang di Lapangan Progresif, Jln. Soekarno Hatta, Rabu (4/5), tim Persib Bandung Kamis langsung bertolak ke Samarinda untuk melakoni Indonesia Soccer Championship di Stadion Segiri. Persib akan menjalani pertandingan kedua melawan Pusamania Borneo FC pada Sabtu (7/5) malam WIB.

Pelatih Persib Bandung, Dejan Antonic, mengaku akan memboyong 20 pemain ke Kalimantan Timur dan dipastikan Rahmad Hidayat absen untuk melawan Pusamania Borneo FC.

"Telah menyiapkan strategi khusus untuk menghadapi tim yang bermarkas di Stadion Segiri itu,"ujarnya.

"Melakukan adaptasi cuaca dengan menggelar latihan di siang hari, Sebab cuaca di Kalimantan Timur cukup panas ketimbang di Kota Bandung. Cuaca tidak menjadi masalah untuk timnya ketika bertandang nanti," ujar Dejan.

Gelandang serang Persib, Robertino Pugliara, mengatakan akan memperbaiki performanya bersama skuad Maung Bandung. Pemain Persib berpaspor Argentina itu mengaku belum bisa beradaptasi sepenuhnya bersama Persib.

Hal itu terbukti saat Pugliara menjadi motor pengatur serangan Persib dalam laga melawan Sriwijaya FC. Nyaris tidak ada suplai bola menuju trisula ujung tombak Persib, Samsul Arif, Carlos Belencoso, dan Atep, di lini melalui hasil kreasi Pugliara.

"Saya belum puas atas permainan saya, juga tidak puas atas hasil akhir kemarin. Semoga melawan Pusamania Borneo FC bisa lebih baik untuk mendapat banyak bola lagi," ujarnya.

Suaramarjinal.com, Kebebasan?Siapa yang tak ingin menjadi bebas? Hampir setiap manusia berlomba mencari kebebasan untuk ...
04/05/2016

Suaramarjinal.com, Kebebasan?
Siapa yang tak ingin menjadi bebas? Hampir setiap manusia berlomba mencari kebebasan untuk kepentingan kelompok atau bahkan pribadi. Tak lain mendapatkan kebebasan dengan menutup kebebasan manusia lainnya.

Banyak suara terbungkam, beragam kasus kepentingan diri yg membunuh kebenaran terjadi. Kancil salim bukti nyawa sebuah kebenaran yg dihabisi demi tak tersampaikannya informasi.

Tidak hanya di zaman itu, zaman catatan hitam Indonesia yang menekan segala keterbukaan informasi atas kenyataan yang ada. Bisa saja terjadi lagi sekarang, esok, atau nanti.

Kebebasan bukan sekedar bergerak bebas melakukan apapun. Kebebasan tidak semata-mata mengenai keinginan pribadi.
Bebaslah dalam menyuarakan kebenaran, melihat lewat mata dan menyampaikan dengan nyata.

Selamat Hari Kebebasan Pers Dunia!
Pers dan kemerdekaan pers adalah suatu wujud dari kedaulatan rakyat.

Suaramarjinal.com, Bandung - Merasa tergang­gu dengan aktivitas perusahaan tambang PT Gunung Salak Rek­nusa (GSR), ratus...
03/05/2016

Suaramarjinal.com, Bandung - Merasa tergang­gu dengan aktivitas perusahaan tambang PT Gunung Salak Rek­nusa (GSR), ratusan warga Desa Antajaya, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor unjuk rasa di Pengadilan Tata Usaha Negara, Jl. Diponegoro No.34, Citarum, Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (3/5).

Selaku Penggugat, Erwin men­gatakan, eksploitasi penambangan batu andesit di kawasan Gunung Kandaga itu telah menyengsarakan warga bisa menghilangkan mata pencaharian warga.

“Kalau gunung itu dihancurkan, warga desa akan sengsara. Karena mayoritas warga itu hidup dari per­tanian dan sumber mata air ratusan hektar sawah milik warga berasal dari gunung itu,” jelas Erwin.

Selain untuk mengairi sawah, air yang berasal dari Gunung Kandaga itu juga digunakan warga untuk keperluan sehari-hari sep­erti mandi, minum dan memasak. “Pasti kesulitan kami kalau sumber mata air itu hilang,” tutur Erwin.

Warga juga mengkhawatirkan dampak yang jauh lebih buruk dari eksploitasi gunung itu jika terus berlanjut misalnya tanah longsor. “Karena mereka juga membuka lahan untuk jalan angkutan hasil tambang,” tambah Erwin.

Erwin melanjutkan, aktivitas serupa juga terjadi di gunung lain yang ada di Kecamatan Tanjungsari dan Sukamakmur. Diantaranya Gunung Aseupan, Gunung Laya, Gunung Kembar, Gunung Gadung, Gunung Kepuh dan Gunung Sang­ga Buana.

“Makanya kami minta Pem­kab jangan cuma memikirkan soal meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tapi tolong dengar­kan aspirasi warga,” pintanya.

Warga juga mendesak agar izin perusahaan tambang itu dicabut. “Itu sekitar 300 hektare yang akan di hancurkan, jadi kami minta pemerintah lebih melihat masa depan warga, kalau gunung itu hancur bagaimana nasib warga nantinya,” lanjut Erwin.

Address

Bandung

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Suara Marjinal posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Suara Marjinal:

Share