04/01/2026
Sebelum operasi dilakukan, ketegangan antara Amerika Serikat (di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump) dan Venezuela memuncak. AS telah lama mendakwa Maduro atas tuduhan "narko-terorisme" dan menawarkan hadiah untuk penangkapannya. Beberapa minggu sebelum operasi, Presiden Trump dilaporkan telah memberikan ultimatum kepada Maduro untuk menyerah, namun diabaikan.
Sabtu, 3 Januari 2026: Hari Penangkapan (Operasi Absolute Resolve)
Pukul 02.00 Waktu Setempat (Caracas):
Amerika Serikat memulai operasi militer bersandi "Operation Absolute Resolve". Operasi ini diawali dengan serangan udara (airstrikes) skala besar yang menargetkan lokasi-lokasi strategis di Caracas utara untuk melumpuhkan pertahanan udara dan komunikasi Venezuela.
Dini Hari (Setelah Serangan Udara):
Pasukan elit AS, yang diidentifikasi dalam laporan sebagai Delta Force, melakukan penggerebekan langsung ke tempat persembunyian Maduro di Caracas.
Penyergapan: Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dilaporkan bersembunyi di sebuah ruangan yang dibentengi pintu baja ("steel fortress").
Penangkapan: Pasukan khusus berhasil menjebol pertahanan tersebut sebelum Maduro sempat mengunci diri di ruang aman (safe room). Maduro dan istrinya kemudian ditangkap tanpa perlawanan berarti yang mematikan di pihak mereka, meskipun terjadi baku tembak di sekitar lokasi.
Evakuasi dan Transportasi:
Setelah ditangkap, Maduro dan Flores segera dievakuasi menggunakan helikopter militer AS.
Mereka diterbangkan menuju kapal induk USS Iwo Jima yang berada di perairan internasional (Karibia) untuk pengamanan awal.
Dari sana, mereka diterbangkan langsung menuju wilayah Amerika Serikat.