Sahabat Kisah

Sahabat Kisah ✅kisah Islami
✅Kisah Sahabat
✅Sejarah Islam

Pada suatu perjalanan dakwah, Rasulullah ﷺ bertemu dengan seorang Arab Badui yang meragukan kenabian beliau. Orang itu m...
08/06/2026

Pada suatu perjalanan dakwah, Rasulullah ﷺ bertemu dengan seorang Arab Badui yang meragukan kenabian beliau. Orang itu meminta bukti yang dapat meyakinkannya.

Dengan izin Allah, Rasulullah ﷺ menunjuk sebuah pohon yang berdiri cukup jauh dari tempat mereka berada.

Beliau bersabda agar pohon tersebut datang mendekat.

Para sahabat yang hadir menahan napas. Tidak lama kemudian, pohon itu bergerak perlahan. Akarnya tercabut dari tanah, lalu berjalan mendekati Rasulullah ﷺ. Daun-daunnya bergoyang sementara batangnya bergerak seperti makhluk yang hidup.

Ketika pohon itu tiba di hadapan beliau, Rasulullah ﷺ memerintahkannya untuk kembali ke tempat semula.

Maka pohon itu kembali berjalan dan menancapkan akarnya seperti sebelumnya.

Orang Badui yang menyaksikan kejadian luar biasa itu tidak mampu berkata-kata. Ia akhirnya mengakui kebenaran Rasulullah ﷺ dan menerima Islam.

Kisah ini diriwayatkan dalam beberapa riwayat yang dinilai shahih oleh sejumlah ulama hadits.

08/06/2026

Nusaibah binti Ka'ab

Suatu hari, Rasulullah ﷺ bersama para sahabat sedang berada dalam sebuah perjalanan. Matahari begitu terik dan persediaa...
07/06/2026

Suatu hari, Rasulullah ﷺ bersama para sahabat sedang berada dalam sebuah perjalanan. Matahari begitu terik dan persediaan air hampir habis. Para sahabat mulai khawatir karena waktu shalat telah tiba, sementara air yang tersedia hanya sedikit sekali di dalam sebuah bejana.

Mereka mendatangi Rasulullah ﷺ dan menyampaikan keadaan tersebut. Beliau kemudian meminta bejana berisi air itu diletakkan di hadapannya. Dengan tenang, Rasulullah ﷺ memasukkan kedua tangannya ke dalam bejana tersebut.
Tiba-tiba, sesuatu yang menakjubkan terjadi.

Air mulai memancar dari sela-sela jemari beliau seperti mata air kecil yang mengalir tanpa henti. Para sahabat yang menyaksikan peristiwa itu terpana. Mereka bergegas mengambil wudhu, minum, dan mengisi tempat-tempat air mereka.

Jumlah sahabat saat itu mencapai ratusan orang, namun air tersebut tetap mencukupi untuk semuanya. Mereka menyaksikan langsung bagaimana Allah memberikan mukjizat kepada Nabi-Nya.

Peristiwa ini diriwayatkan dalam hadits shahih oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim.

Inilah kisah kematian pertama dalam sejarah manusia.Bukan karena usia tua…bukan karena penyakit…tetapi karena iri hati y...
07/06/2026

Inilah kisah kematian pertama dalam sejarah manusia.
Bukan karena usia tua…
bukan karena penyakit…

tetapi karena iri hati yang berubah menjadi dosa terbesar.

_________________________________________

•> Dua Putra Manusia Pertama

Setelah kehidupan manusia dimulai di bumi, Nabi Adam memiliki banyak anak.

Di antara mereka ada dua saudara:

• Habil

• Qabil

Habil dikenal:

• lembut,

• ikhlas,

• bertakwa kepada Allah.

Sedangkan Qabil:

• mudah marah,

• dipenuhi rasa iri,

• sulit menerima ketetapan Allah.

_________________________________________

•> Ujian Persembahan

Suatu hari Allah memerintahkan keduanya mempersembahkan kurban.

Habil memberikan hewan terbaiknya.

Qabil memberikan hasil tanaman yang buruk.

Allah menerima kurban Habil karena keikhlasannya.

Namun kurban Qabil ditolak.

Di sinilah api iri mulai menyala.

Qabil berkata dengan amarah:

> “Aku pasti akan membunuhmu.”

Habil menjawab dengan tenang:

> “Jika engkau mengangkat tangan untuk membunuhku, aku tidak akan membalasmu. Aku takut kepada Allah.”

Kalimat ini menjadi ucapan pertama tentang kesabaran menghadapi kezaliman dalam sejarah manusia.

_________________________________________

•> Pembunuhan Pertama di Bumi

Rasa iri menguasai hati Qabil.

Akhirnya…

ia membunuh saudaranya sendiri.

Habil menjadi manusia pertama yang wafat di bumi
dan juga syahid pertama dalam sejarah manusia.

Bumi yang sebelumnya belum pernah melihat kematian…

kini menyaksikan darah manusia pertama tertumpah.

_________________________________________

•> Kebingungan Setelah Kematian

Qabil tidak tahu apa yang harus dilakukan.

Belum pernah ada kematian sebelumnya.

Ia membawa jasad saudaranya berhari-hari.

Hatinya mulai dihantui rasa bersalah.

Lalu Allah mengirim seekor burung gagak.

Burung itu menggali tanah untuk mengubur bangkai burung lain.

Saat melihatnya, Qabil berkata:

> “Celaka aku… bahkan aku tidak mampu seperti burung gagak ini.”

Dari situlah manusia pertama belajar cara menguburkan jenazah.

_________________________________________

•> Tangisan Nabi Adam

Ketika Nabi Adam mengetahui kematian Habil…

beliau menangis sangat lama.

Bumi terasa berbeda.

Untuk pertama kalinya seorang ayah merasakan kehilangan anak.

Sejak saat itu:

• manusia mengenal kematian,

• manusia mengenal duka,

• manusia memahami akibat dosa.

_________________________________________

•> Pelajaran Besar dari Kisah Ini

1️⃣ Dosa Pertama Antarmanusia Adalah Iri Hati

Bukan kekurangan harta…
tetapi hati yang tidak ridha pada takdir Allah.

2️⃣ Amal Dinilai dari Ketakwaan

Allah tidak melihat besar kecilnya persembahan,
tetapi keikhlasan hati.

3️⃣ Satu Dosa Bisa Mengubah Sejarah

Satu pembunuhan membuka pintu kekerasan manusia hingga akhir zaman.

Rasulullah ﷺ bersabda bahwa setiap pembunuhan zalim setelahnya, Qabil mendapat bagian dosanya karena ia pelopornya.

---

Bayangkan…

Bumi masih sunyi.
Langit masih bersih.
Manusia masih sedikit.

Namun dosa pertama sudah terjadi.

Sejak hari itu, manusia belajar satu kenyataan besar:

> Musuh terbesar manusia bukan orang lain… tetapi hatinya sendiri.

---

Wallāhu a‘lam bish-shawāb.

07/06/2026

Manusia Pertama yang Wafat Dibumi

Wasiat Rasulullah kepada Ahlul Bait Sebelum WafatHari-hari terakhir kehidupan Nabi Muhammad ﷺ dipenuhi suasana yang tida...
06/06/2026

Wasiat Rasulullah kepada Ahlul Bait Sebelum Wafat

Hari-hari terakhir kehidupan Nabi Muhammad ﷺ dipenuhi suasana yang tidak pernah dilupakan oleh penduduk Madinah.

Tubuh beliau semakin lemah…

namun hati beliau justru semakin kuat memikirkan dua hal:

umatnya…
dan keluarganya — Ahlul Bait.

Di rumah kecil yang sederhana itu berkumpullah orang-orang tercinta:

putrinya Fatimah az-Zahra,
menantunya Ali bin Abi Thalib,
serta dua cucu kesayangan beliau, Hasan bin Ali dan Husain bin Ali.

Mereka belum tahu bahwa saat itu adalah detik-detik terakhir bersama manusia paling mulia di muka bumi.

__________________________________________

•> Wasiat tentang Shalat dan Umat

Dalam keadaan sakit berat, Rasulullah ﷺ berulang kali mengucapkan:

> “Ash-shalāh… ash-shalāh…”
Jagalah shalat… jagalah shalat.

Beliau ingin keluarganya dan umat Islam memahami:

shalat adalah tali yang menghubungkan manusia dengan Allah.

Bukan harta.
Bukan kekuasaan.
Bukan kedudukan.

Tetapi shalat.

Itulah warisan pertama beliau.

__________________________________________

•> Wasiat Khusus untuk Ahlul Bait

Rasulullah ﷺ memandang keluarganya dengan penuh kasih.

Beliau tahu… setelah beliau wafat, dunia tidak selalu lembut kepada mereka.

Dalam banyak riwayat, beliau berpesan agar umat menjaga keluarganya:

> “Aku tinggalkan kepada kalian dua perkara: Kitab Allah dan keluargaku (Ahlul Baitku).”
(HR. Tirmidzi — makna riwayat)

Pesan ini bukan untuk mengangkat mereka sebagai bangsawan…

melainkan agar umat menjaga hubungan dengan keluarga Nabi melalui cinta, akhlak, dan penghormatan.

__________________________________________

•> Bisikan Rahasia kepada Fatimah

Saat semua orang berada di ruangan, Rasulullah ﷺ memanggil Fatimah mendekat.

Beliau membisikkan sesuatu.

Fatimah menangis.

Lalu Rasulullah membisikkan lagi…

dan Fatimah tersenyum.

Setelah wafatnya Nabi, Fatimah menjelaskan:

bisikan pertama: Rasulullah memberi tahu bahwa beliau akan segera wafat → ia menangis.

bisikan kedua: Fatimah akan menjadi keluarga pertama yang menyusul beliau → ia tersenyum.

Betapa lembut cara seorang ayah menenangkan hati anaknya.

__________________________________________

•> Wasiat tentang Akhlak dan Kesabaran

Rasulullah ﷺ tidak meninggalkan istana.

Tidak p**a harta besar.

Beliau meninggalkan akhlak.

Kepada Ali dan keluarganya, beliau mengajarkan:

• bersabar ketika dizalimi,

• tetap adil ketika memiliki kekuatan,

• mendahulukan akhirat daripada dunia.

Beliau tahu perjalanan Ahlul Bait kelak penuh ujian.

Namun beliau menanamkan satu kekuatan:

kesabaran karena Allah.

__________________________________________

•> Pelukan Terakhir untuk Hasan dan Husain

Di antara momen paling menyentuh adalah ketika Rasulullah ﷺ memandang Hasan dan Husain.

Beliau mencintai mereka dengan cinta yang dalam.

Beliau pernah berdoa:

> “Ya Allah, aku mencintai keduanya, maka cintailah orang yang mencintai mereka.”

Seakan Rasulullah sedang menitipkan masa depan umat kepada generasi yang tumbuh dalam cinta dan iman.

__________________________________________

•> Wasiat Terakhir Seorang Nabi

Menjelang wafat, Rasulullah ﷺ tidak berkata tentang kekuasaan.

Tidak p**a tentang dunia.

Yang keluar dari lisannya adalah:

• shalat,

• umat,

• dan kasih sayang.

Inilah bukti bahwa Islam dibangun bukan hanya dengan hukum…

tetapi dengan cinta.

__________________________________________

•> Pelajaran Abadi

Dari wasiat Rasulullah kepada Ahlul Bait, kita belajar:

• keluarga adalah amanah besar
• kemuliaan bukan karena nasab, tetapi takwa
• cinta kepada keluarga Nabi adalah bagian
dari penghormatan kepada beliau
• warisan terbesar Nabi adalah iman dan
akhlak

Ketika Rasulullah ﷺ hampir meninggalkan dunia…

yang beliau jaga bukan dirinya.

Tetapi iman orang-orang yang beliau cintai.

---

Wallāhu a‘lam bish-shawāb

Suatu hari, wilayah Madinah mengalami kekeringan yang parah.Tanah mengering, tanaman mati, dan hewan-hewan mulai kehausa...
06/06/2026

Suatu hari, wilayah Madinah mengalami kekeringan yang parah.
Tanah mengering, tanaman mati, dan hewan-hewan mulai kehausan.
Saat Rasulullah ﷺ sedang berkhutbah Jumat, seorang lelaki berdiri dan berkata:
"Wahai Rasulullah, harta benda telah rusak dan jalan-jalan terputus. Berdoalah kepada Allah agar menurunkan hujan."
Nabi ﷺ mengangkat kedua tangannya dan berdoa.
Saat itu langit masih cerah tanpa awan.
Namun tidak lama kemudian, awan mulai berkumpul.
Hujan turun dengan deras hingga berlangsung selama beberapa hari.
Madinah yang kering berubah menjadi subur kembali.
Seminggu kemudian orang yang sama datang lagi karena hujan terlalu banyak.
Nabi ﷺ berdoa agar hujan berpindah ke daerah sekitar dan tidak mengenai permukiman.
Seketika awan terbuka di atas Madinah dan hujan turun di sekelilingnya.
Dalil Sahih: Hadis riwayat Sahih Bukhari dan Sahih Muslim.

Saat Perang Khandaq, kaum Muslimin mengalami kelaparan yang sangat berat.Jabir bin Abdullah melihat Nabi ﷺ mengganjal pe...
06/06/2026

Saat Perang Khandaq, kaum Muslimin mengalami kelaparan yang sangat berat.
Jabir bin Abdullah melihat Nabi ﷺ mengganjal perutnya dengan batu karena lapar.
Ia p**ang dan meminta istrinya memasak seekor kambing kecil serta sedikit gandum.
Awalnya makanan itu hanya cukup untuk beberapa orang.
Jabir kemudian diam-diam mengundang Nabi ﷺ.
Namun Rasulullah ﷺ justru mengumumkan kepada seluruh pasukan:
"Wahai pasukan Khandaq, mari menuju rumah Jabir!"
Jabir terkejut. Ribuan orang akan datang sementara makanannya sangat sedikit.
Nabi ﷺ tiba, mendoakan makanan tersebut, lalu mempersilakan para sahabat makan secara bergantian.
Ajaibnya, semua orang makan hingga kenyang.
Ketika selesai, makanan itu masih tersisa seperti semula.

Wallāhu a‘lam bish-shawāb.,

06/06/2026

Penyebab Terbunuhnya Abu Jahal

Abu Hurairah adalah shahabat Nabi yang sangat miskin tetapi amat banyak ilmunya dan kuat hafalannya. Dia sering mengalam...
05/06/2026

Abu Hurairah adalah shahabat Nabi yang sangat miskin tetapi amat banyak ilmunya dan kuat hafalannya. Dia sering mengalami kelaparan.

Pada suatu hari ketika Abu Hurairah sedang duduk di jalan, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melewatinya dan tersenyum melihatnya. Beliau sangat mengerti akan penderitaan Abu Hurairah. Karenanya, berkatalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Yaa Aba Hirr!” Abu Hurairah menjawab, “Labbaika, yaa Rasulullah (aku datang memenuhi panggilanmu, wahai Rasulullah).” beliau berkata, “Ikutilah aku!”

Maka Abu Hurairah mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sampai ke rumahnya. Kemudian beliau mengizinkannya masuk. Di sana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menemukan segelas susu. Beliau bertanya kepada istrinya, “Dari mana susu ini?” Istrinya menjawab, “Dari Fulan, ia menghadiahkannya untukmu.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian memanggil Abu Hurairah, “Yaa Aba Hirr!” “Labbaika, yaa Rasulullah,” jawabnya. “Pergilah dan panggil ahlush shuffah.”

Ahlush shuffah adalah sekump**an sahabat yang tinggal di masjid Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam karena tidak punya harta dan keluarga (di kota Madinah,). Abu Hurairah merasa berhak mendapat seteguk lebih dahulu agar kekuatannya yang hilang bisa kembali. Nanti, jika ahlush shuffah datang, tentu Abu Hurairah yang akan melayani mreka. Ia khawatir jika tidak kebagian.

Namun Abu Hurairah tidak mau menentang perintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu, Abu Hurairah segera memanggil ahlush shuffah. Mereka pun datang ke rumah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggil Abu Hurairah, “Yaa Aba Hirr!” “Labbaika, yaa Rasulullah.” “Terimalah ini dan bagikan kepada mereka!” Maka Abu Hurairah memberikan gelas berisi susu itu kepada orang pertama. Orang itu meminumnnya sampai puas.

Kemudian gelas tersebut dikembalikan kepada Abu Hurairah. Lalu diberikan lagi kepada orang kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya hingga semua merasa puas. Sungguh menakjubkan! Gelas itu pun diterima kembali oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian tersenyum kepada Abu Hurairah dan berkata, “Yaa Aba Hirr!” “Labbaika, yaa Rasulullah.” Sekarang tinggal aku dan kamu.” “Benar, wahai Rasulllah.” “Duduklah dan minum!”

Maka Abu Hurairah duduk dan minum. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam terus memerintahkannya minum sampai Abu Hurairah berkata, “Demi Allah yang mengutusmu dengan kebenaran, sudah tidak ada tempat lagi dalam perutku.” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Beirkan kepadaku gelas itu.” Bleiau memuji Allah dan bersyukur lalu membaca, “Bismillah,” dan meminum sisa susu itu. (Sumber: H.r. Al-Bukhari, no. 6087)

Wallāhu a‘lam bish-shawāb.

Address

Bojongsoang

Telephone

+62895603798117

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sahabat Kisah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Sahabat Kisah:

Share