14/01/2026
Nabi Muhammad ﷺ adalah sosok teladan dalam banyak aspek kehidupan, termasuk dalam hal rumah tangga. Selama hidupnya, beliau memiliki sebelas istri, masing-masing dengan peran dan kontribusi yang signifikan dalam sejarah Islam. Artikel ini akan membahas tentang ke-11 istri Nabi Muhammad ﷺ, sifat-sifat mereka, dan bagaimana Nabi ﷺ memperlakukan mereka dengan cara yang mulia dan penuh kasih.
11 Istri Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam
1. Khadijah binti Khuwalid: Pilar Pertama Islam
Khadijah binti Khuwalid adalah istri pertama Nabi Muhammad ﷺ dan seorang pengusaha sukses di Makkah. Dia dikenal dengan julukan "Tahira," yang berarti suci, karena sifatnya yang mulia dan integritasnya yang tinggi. Khadijah adalah orang pertama yang memeluk Islam setelah menerima wahyu dari Allah, dan perannya sebagai pendukung setia Nabi sangat krusial dalam perjuangan dakwah awal.
“Sungguh, Allah Ta'ala telah memberikan kepada Khadijah, wanita yang sangat mulia, berbagai keutamaan, hingga ia menjadi contoh teladan bagi semua wanita Muslim.” (HR Bukhari dan Muslim)
2. Saudah binti Zam'ah: Perlindungan dan Kasih Sayang
Saudah binti Zam'ah adalah istri kedua Nabi Muhammad ﷺ. Setelah ditinggal suaminya yang gugur dalam pertempuran, Saudah, yang sudah berusia 55 tahun, menikah dengan Nabi untuk mendapatkan perlindungan dan dukungan. Pernikahan ini menunjukkan kepedulian Nabi terhadap janda dan anak-anaknya.
3. Aisyah binti Abu Bakar RA: Cendekiawan Muslimah
Aisyah RA adalah istri muda Nabi Muhammad ﷺ yang terkenal akan kecerdasan dan pemahaman mendalam tentang agama. Rasulullah ﷺ bahkan menyebutnya memiliki keutamaan yang luar biasa dibandingkan wanita lainnya.
“Keutamaan Aisyah atas wanita lainnya bagaikan keutamaan tharid (roti yang dibubuhkan dan dimasukkan ke dalam kuah) atas makanan-makanan lainnya.” (HR Bukhari dan Muslim)
4. Hafshah binti Umar RA: Penjaga Mushaf Al-Qur'an
Hafshah binti Umar adalah putri dari Umar bin Al-Khattab dan Zainab binti Mazh'un, lahir lima tahun sebelum Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam diangkat menjadi rasul. Setelah suaminya, Khunais bin Hudzafah, wafat akibat luka dari Perang Badar, Hafshah menikah dengan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam pada tahun 3 Hijriah dengan mahar 400 dirham. Dikenal karena kecerdasannya, Hafshah belajar menulis langsung dari Asy-Syifa' binti Abdillah al-Adawiyah, dan berperan penting dalam menjaga mushaf Al-Qur'an yang menjadi rujukan pada masa Khalifah Utsman bin Affan.
5. Zainab binti Khuzaimah: Ibu Orang-Orang Miskin
Zainab binti Khuzaimah menikah dengan Nabi Muhammad ﷺ setelah menjadi janda dari Abdullah bin Jahsy al-Asadi. Meskipun hidupnya singkat setelah pernikahan, Zainab dikenal karena kemurahan hatinya dan julukan “ibu orang-orang miskin” yang mencerminkan kebaikan dan kepeduliannya terhadap yang membutuhkan.
6. Ummu Salamah: Janda yang Dihormati
Ummu Salamah, nama asli Hindun binti Abu Umayyah, adalah janda dari Abu Salamah yang gugur dalam Perang Uhud. Setelah kehilangan suaminya, Nabi Muhammad ﷺ menikahinya untuk memberikan dukungan dan menghormati pengorbanan suaminya di jalan Allah SWT.
7. Zainab binti Jahsy: Sosok Dermawan
Zainab binti Jahsy dikenal karena kedermawanannya dan keterlibatannya dalam kegiatan sosial. Sebagai istri keenam Nabi, ia berperan aktif dalam berbagai aktivitas kemanusiaan dan dikenal sebagai sosok yang sangat peduli terhadap sesama.
8. Juwairiyah: Membangun Hubungan Antar-Suku
Juwairiyah adalah istri kedelapan Nabi Muhammad ﷺ. Pernikahan ini tidak hanya memperkuat hubungan pribadi, tetapi juga menguatkan hubungan antara umat Islam dengan suku Bani al-Musthaliq.
9. Shafiyah binti Uyai: Mualaf yang Cerdas
Shafiyah binti Uyai, istri kesembilan Nabi, adalah seorang mualaf dari suku Bani Nadhir. Shafiyah dikenal karena kecerdasannya dan semangatnya dalam mempelajari ilmu pengetahuan.
10. Ummu Habibah binti Abu Sofyan: Kelembutan dan Keteguhan
Ummu Habibah binti Abu Sofyan adalah istri kesepuluh Nabi Muhammad ﷺ. suaminya sebelumnya murtad, Ummu Habibah tetap teguh dalam keimanannya dan dikenal karena kelembutan dan kesopanannya.
11. Maimunah binti Harits: Ibu Kaum Mukminin
Maimunah binti Harits adalah istri kesebelas Nabi Muhammad ﷺ dan termasuk dalam golongan ummahatul mukminin, yaitu ibu dari kaum mukminin. Ia memiliki peran penting dalam kehidupan Rasulullah SAW dan masyarakat Muslim pada umumnya.
Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam memiliki dua sahaya wanita: Maria Al-Qibtiyah, ibu dari putra beliau yang bernama Ibrahim, dan Raihanah binti Zaid, seorang budak yang dihibahkan oleh Zainab binti Jahsy.