21/07/2026
Legenda Mistis Sunda: “Penjaga Leuweung Kabuyutan”
Di sebuah leuweung (hutan) tua di tanah Sunda, terdapat tempat yang oleh warga disebut Leuweung Kabuyutan. Hutan itu dipercaya sudah ada sejak zaman karuhun dan menjadi tempat yang dijaga oleh kekuatan gaib.
Konon, pada suatu malam Jumat, seorang pemuda bernama Jajang masuk ke dalam hutan untuk mencari kayu bakar. Saat matahari mulai tenggelam, kabut tebal turun menutupi jalan. Suasana menjadi sunyi, hanya terdengar suara burung malam dan ranting pohon yang patah.
Di tengah perjalanan, Jajang melihat seorang sepuh berpakaian putih duduk di bawah pohon besar. Wajahnya terlihat tenang, tetapi sorot matanya terasa berbeda. Sepuh itu berkata:
"Ulah ngaruksak alam, sabab leuweung ieu lain saukur tempat tatangkalan, tapi tempat nyimpen carita karuhun."
(Jangan merusak alam, karena hutan ini bukan hanya tempat pepohonan, tetapi tempat menyimpan cerita para leluhur.)
Jajang hanya mengangguk ketakutan. Ketika ia menoleh sebentar, sosok sepuh itu sudah menghilang tanpa jejak.
Keesokan paginya, warga menemukan Jajang berada di pinggir kampung. Ia bercerita bahwa dirinya merasa hanya berjalan beberapa menit, padahal ia sudah hilang selama tiga hari.
Sejak saat itu, warga percaya bahwa Leuweung Kabuyutan dijaga oleh sosok gaib penjaga alam. Mereka tidak pernah masuk sembarangan dan selalu menghormati tempat-tempat yang dianggap sakral.
Pesan dari legenda ini:
“Alam bukan hanya untuk dimanfaatkan, tetapi juga untuk dihormati. Karuhun meninggalkan warisan berupa tanah, hutan, dan nilai kehidupan yang harus dijaga.” 🌿
English translation (short):
“The Guardian of the Ancient Forest”
An old forest in Sundanese land was believed to be protected by a supernatural guardian. A young man once met an old figure in white who reminded him to respect nature and ancestral heritage. After that night, the villagers believed the forest was not only a place of trees, but a place holding the stories and wisdom of their ancestors.